World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Royal Kitchen


__ADS_3

Royal Kitchen adalan sebuah restoran mewah dengan berlabel tiga bintang Michelin.


Terletak di jalan utama Silverstone, Restoran yang berdiri dengan tiga lantai ini memiliki tiga kelas berbeda pula.


Di lantai paling atas, merupakan ruangan VIP yang memerlukan biaya lima ribu dolar hanya untuk menyewa ruangannya saja.


Di bawahnya, juga menyediakan ruangan pribadi yang menelan harga dua ribu dolar untuk ruangannya.


Dilantai paling bawah hanya memerlukan biaya lima ratus dollar untuk satu meja yang bisa di isi oleh delapan orang saja.


Meski begitu, akan sulit untuk memesannya karena selalu penuh setiap harinya.


Seperti kata Leyton, tempat itu Benar-benar sebuah restoran yang tidak bisa dimasuki oleh seseorang hanya karena mereka menginginkannya.


Tidak sembarang orang bisa memesan tempat di restoran ini. Bahkan, untuk memesan tempat diperlukan akses khusus.


Bayangkan saja, untuk memesan meja dan ruangan pribadi, Seseorang harus memiliki sebuah kartu, yang di keluarkan restoran itu yang menjadikan mereka member di sana. Jika tidak, maka tidak akan ada kesempatan sama sekali.


Meski jarang digunakan, tapi keluarga Knox memiliki kartu tersebut. Itu menandakan bahwa keluarga Leyton adalah salah satu keluarga kaya di Silverstone.


"Noah, akhirnya kau datang."


Jade sudah menunggu dengan yang lainnya. Noah sedikit terlambat karena harus pulang ke hotel terlebih dahulu. Sedangkan yang lainnya, berangkat dari asrama kampus.


"Ya, Jade. Maaf sedikit terlambat."


Mereka masuk ke dalam Royal Kitchen. Di dalam, Leyton dan teman-temannya sudah menunggu. Leyton sendiri tampak bersemangat melihat kedatangan Jade.


"Jade, sudah kubilang biarkan aku yang menjemputmu, bukan?"


Tanpa menyapa Noah dan teman-temannya, Leyton seolah hanya melihat Jade seorang yang masuk kedalam.


"Tidak masalah Leyton. Aku datang bersama yang lainnya. Aku diluar hanya untuk menunggu Noah." Jelas Jade.


Noah dan tiga temannya, sedikit kebingungan. Mereka lihat di lantai bawah, meja-meja tampak hampir penuh. Sementara, Leyton sendiri tidak memberi tahu meja mana yang sudah di pesan untuk mereka.


"Baiklah, ayo kita naik."


Liam dan henry langsung ikut di belakang Jade dan Leyton. Namun, seseorang memanggilnya.


"Hey Liam. Mau kemana kau?."


Liam melihat ke arah orang yang memanggilnya. Ternyata dia mengenal pemuda itu. "Barney. Ada apa?"


"Apa maksudmu? Kalian tidak berfikir untuk makan bersama kita di ruangan pribadi, bukan? , kalian duduk di sana, bawa teman-temanmu." Barney menunjuk sebuah meja di pojok ruangan.


Jade yang hendak berjalan ke atas, mendengarnya. Saat itu, dia merasa sedikit heran.

__ADS_1


"Leyton. Kenapa mereka tidak bersama kita?"


"Jade, karena kau tidak memberi tau terlebih dahulu, itu adalah tempat terbaik yang bisa aku dapatkan untuk Noah dan teman-temannya. Lihatlah, mereka tidak sendiri."


Saat itu, wajah Jade langsung berubah. Perasaannya langsung tidak enak.


"Tidak apa-apa Jade, kami di bawah saja." Ucap Noah saat melihat ekspresi Jade.


Saat Jade ingin mengatakan bahwa dia akan duduk dengan Noah di bawah, seseorang memotong pembicaraan mereka.


"Maaf, apa kalian semua bersama?"


Leyton langsung mengenali siapa yang bertanya. Wanita itu adalah Ira Banks, Manager Royal Kitchen.


"Nona Banks. Aku Leyton Knox, ayahku Luis Knox." Sapa Leyton.


Ira tersenyum ramah. "Tuan Knox, apa kalian semua bersama?"


"Ya, begitulah. Kami hanya bisa mendapatkan satu ruangan di lantai dua." Jelas Leyton.


Ira mengangguk. "Baiklah tuan Knox. Jika kalian semua memang bersama, maka silahkan naik ke lantai tiga saja. Di sana ruangan lebih luas dan jauh lebih nyaman. Aku sendiri yang akan melayani kalian."


Leyton sedikit tertegun. Dia tau bahwa lantai tiga khusus untuk tamu VIP. Di mana, harga ruangannya saja akan memakan biaya lima ribu dolar perjam dan belum termasuk makanannya. Tentu saja makanan di sana akan jauh lebih mahal.


"Nona Banks. Terimakasih atas tawaranmu. Aku rasa kami di sini saja."


"Tidak perlu sungkan. Tuan Knox. Malam ini, Royal Kitchen memberi servis spesial untuk kalian semua. Karena malam ini kita kedatangan tamu yang sangat spesial, maka semuanya akan gratis."


"Baiklah, kalau begitu Nona Banks. Aku sangat menghargainya. Aku akan mengatakan ini pada ayahku, setelah ini."


Ira Banks hanya menanggapi Leyton dengan senyuman.


"Silahkan, Tuan Evans. Lewat sini." Ucap Ira.


Hampir semua orang tidak menyadarinya. Namun, Noah tentu saja merasa heran. Karena wanita cantik itu menawarkannya naik dan bisa mengetahui nama belakangnya.


"Jade, ayo. Aku rasa ini malam keberuntungan kita semua." Ucap Leyton sambil mengajak Jade naik kelantai tiga.


Jade sendiri juga merasa aneh. "Bagaimana Manager itu bisa tau nama Noah?" Batinnya.


Di atas, mereka baru saja masuk keruangan privat yang sangat luas. Dekor ruangan itu sangat mewah. Dengan satu meja besar berukir yang juga terlihat indah.


Setidaknya, meja itu mampu memuat dua puluh orang. Seolah saat itu mereka sedang memasuki aula makan keluarga bangsawan.


"Jade, silahkan."


Takut Jade memilih duduk di sebelah Noah, Leyton buru-buru menarik kursi untuknya. Temannya yang lain langsung mengerti dan mengapit gadis itu duduk diantara mereka.

__ADS_1


"Leyton, kau luar biasa!"


"Ya, kita tidak menyangka kau akan membawa kita kesini."


Berbagai macam pujian diterima Leyton. Tentu saja semua orang berfikir begitu. Bahkan Noah berfikir sama.


"Terimakasih Leyton."


"Noah, nikmati saja harimu. Anggap saja ini kesempatan seumur hidup."


Leyton sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang mendengarnya.


"Noah, kau harus bersyukur. Karena Leyton membawamu dan teman-temanmu ke sini."


"Ya. Jika tidak, orang-orang seperti kalian mungkin tidak akan pernah bahkan hanya untuk makan di lantai paling bawah."


Teman-teman leyton dan beberapa gadis lainnya menatap Noah dan teman-temannya, jijik. Mereka menyayangkan Jade bersikeras membawa kelompok miskin itu kesini.


Jika bukan Karena Leyton memiliki ketertarikan pada Jade, mungkin menyapanya saja, mereka tidak akan mau.


Noah tidak terlalu memperdulikan itu. Dia berfikir ini bukanlah hinaan. Karena Noah menganggap orang di depannya hanya orang-orang bodoh yang belum tau betapa kayanya dia sekarang.


"Oh, F**k! ... "


Semua orang terkejut saat tiba-tiba Salah satu teman Leyton berseru. Saat itu, dia ingin melihat menu. Tanpa dia duga, daftar harga-harga makanan di sana benar-benar mahal.


"Kalian, coba lihat daftar harganya." seorang gadis lainnya, juga berseru tak kalah histerisnya.


Merekapun melihat daftar menu didepan mata mereka. Seketika mata semua orang melebar.


Tidak ada satupun makanan di sana yang berharga di bawah lima ratus dollar. Bahkan, hanya untuk satu Steak paling murah saja, Royal Kitchen mematok harga berkisar seribu dolar.


Untuk Wine termurah di lantai itu, di beri harga sepuluh ribu dolar. Saat itu, mereka langsung menoleh pada Leyton.


Mereka tidak menyangka pengaruh keluarga Leyton sudah sebesar ini. Beberapa gadis kini menjadi semakin iri pada Jade karena sebenarnya, Leyton melakukan ini hanya untuk menarik perhatiannya. Namun, bagi teman laki-laki Leyton, mereka merasa sangat bangga.


"Noah, meski semua ini gratis, kau dan teman-temanmu harus tau diri. Aku takut jika kalian memesan yang paling mahal, nanti perut kalian tidak terbiasa."


Mendengar itu, semua orang tersenyum menahan tawa. Leyton memang meminta mereka menekan Noah. Jika bisa sedikit mempermalukannya.


"Hei, Barney. Apa maksudmu?" Liam tidak terima dengan kata-kata Barney itu.


"Apa? Aku tidak bermaksud apa-apa.!"


"Kau tidak—"


Saat Liam ingin kembali berkata, seorang wanita cantik, sudah berada di belakang mereka. Wanita yang sangat elegan itu, menyela mereka.

__ADS_1


"Selamat malam Tuan-tuan dan Nona-nona. Selamat datang Di Royal Kitchen. Aku, Alice Sanders."


Dengan senyum yang sangat menawan, dia menyapa semua orang. Saat ini, Alice berdiri tepat di belakang, Noah.


__ADS_2