World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Umpan


__ADS_3

Alex sedang berada di kantor pusat World Order begitu juga dengan yang lainnya.


Saat Noah memutus telfon, Alex langsung menjelaskan situasinya pada mereka.


Saat itu juga, mereka melakukan persiapan. Karena Jelas Bos mereka berniat berperang langsung dengan musuh masa lalu mereka itu.


"Alex, bagaimana dengan kerugian yang akan disebabkan oleh tindakan ini?"


Alex hanya menggeleng. "The Ghost hanya mengingatkan padaku bahwa kita adalah World Order."


"Itu saja?"


Alex menggeleng. "Tidak, Bos juga mengatakan, kita akan membalas mereka sepuluh kali lipat." jelasnya dengan bangga


Saat itu mereka semua langsung tersenyum. Hal Itu sudah sangat menjelaskan bahwa uang bukan masalah.


Bagi mereka, tujuan World Order saat ini tentu saja sudah jelas. Hancurkan musuh di depan mata.


"Baiklah, Bos kembali menambah modal perusahaan. Dia mengatakan agar mengalihkan pada Pusat Olah Raga Goldwest tiga puluh milyar dan perkembangan pusat bisnis sebanyak tiga puluh Milyar dolar." Jelas Alice.


Mata Alex melebar. "Aku hanya mengajukan ima belas, kenapa Bos memberi dua kali lipatnya?"


Kali ini, Antonius yang menjawab, dengan bangga. "Bukankah kita World Order?"


Alec memiringkan kepala dan menarik alisnya naik tinggi. "Ya, itu ... kita."


"Albert, berapa dana yang dibutuhkan badan hukum, Untuk satu tahun ke depan?"


Albert tertegun dan langsung berfikir cepat. "Aku sudah mengajukan dua Milyar Dollar. Kalian tau, sekarang sangat sulit dan saingan semakin kuat dan—"


"Itu tidak bisa ... !" Potong Alice cepat.


Saat itu, Albert hanya mengangkat bahunya. "Yah, mungkin terlalu besar, kalau begitu, satu Milyar saja. Aku rasa bisa."


Saat itu, tiba-tiba saja ketiganya melipat tangan di dada dan melihat pada Albert sambil menggelengkan kepala mereka serentak, seolah tak percaya.


Mata Albert melebar. "Hei, ini sudah aku fikirkan matang-matang,  Sekarang hakim-hakim itu sudah licik seperti ular dan—"


"Albert ... !!" Potong ketiganya serentak.


"Apa?! ... " Jawabnya kesal.

__ADS_1


"Sepertinya Kau sudah melupakan hal yang paling penting di sini."


Melihat Albert yang tiba-tiba kebingungan, ketiganya berseru padanya.


"kita adalah WORLD ORDER ... !!"


"Dua puluh Milyar Dolar ... Itu anggaran tahunan untuk bagian hukum." Tegas Alice.


Mata Albert melebar, lalu mengangkat tinggi tangannya kemudian menarik cepat sikunya ke sisi kanan kiri dadanya,  dia berteriak.


"Yeaaaaahhh ... "


"Yes! ... Yes! ... Ya, kita World Order ... Tentu saja, kita ... Ya, hmm ... Aku akan membuat ular-ular itu makan sampai mereka mati kekenyangan. Haha ... Haha ... Haha ... Hahahahahahha ... !"


Ketiganya hanya menggelengkan kepala melihat salah satu A4 yang paling tua itu, yang kini berjalan bolak balik dengan semangat.


"Hahahahahha ... Kami adalah World Order ... Matilah kalian Fargo! Hahahahha ... !" Teriak Albert sekali lagi di dalam ruangan itu.


Alice membiarkan orang tua itu dengan kegembiraannya. Lalu kembali melanjutkan pembahasan mereka.


"Antonius ...  Program untuk perusahaan WallEye media, bagaimana?"


"Alice, mereka memang teman-teman the Ghost.  Tapi, aku telah membahas ini dengan beberapa ahli. Apa yang mereka kirim, menunjukkan bahwa ketiganya memang sangat berbakat."


Melihat Alice, Antonius mengangkat bahu dan berkata.


"Ya ... Ya ... Mereka teman-temannya. Tentu saja kita tidak perlu heran jika the Ghost berteman dengan orang-orang dengan bakat luar biasa."


"Hahahahhaha ... !"


Ketiganya tertawa. Saat itu, mereka merasa apa yang mereka anggap sulit dahulu, kini terasa mudah.


"World Order harus membuatkan gedung baru untum mereka. Bos ingin kantor mereka terpisah!"


"Baiklah ... "


"Kami adalah WORLD ORDER ... Woooo Hoooo ... !!" Teriak Albert sekali lagi.


*****


Beberapa hari setelah itu, di sebuah gedung pencakar langit di kota Silverstone, Arlen Fargo sedang memegang sebuah map.

__ADS_1


Di sana, dia memegang beberapa data keperluan material dari World Order untuk membangun ulang Pusat Olah raga dan renovasi banyak gedung di DevilHill. Di dalamnya juga terdapat informasi pasokan logistik dan barang-barang keperluan bisnis Jaringan perusahaan World Order.


"Tuan Norman, apakah ini sudah semuanya?"


Luke Norman yang kini berdiri di depannya, mengangguk. "Untuk sekarang ini sudah semuanya."


"Bagus, kalau begitu. Beri aku informasi lainnya saat kita bertemu lagi. Sekarang pergilah."


Akan tetapi, Like Norman tidak langsung beranjak. Tampaknya ingin mengatakan sesuatu.


Arlen yang menyadari hal itu, kembali bertanya. "Ada apa?"


"Tuan Muda, jika kita membeli semua material itu terlebih dahulu, bukankah Jaringan Keluarga Fargo akan menderita kerugian?"


"Praaaakkk ... !"


Arlen Fargo meninju meja lalu berdiri dan menatap Luka Norman tajam.


"Aku akan terus membeli kebutuhan mereka sampai bisnis mereka tidak bisa bergerak. Kau meremehkan kekuatan dana Keluargaku?  Lima Milyar ini, bukan apa-apa, Mengerti?"


"Ya, baiklah ... Tentu saja. Maafkan aku."


Saat itu, Arlen kembali berkata. "Saat mereka benar-benar tidak bisa bergerak lagi dan akan bangkrut, Kita akan menjualnya dengan harga lebih murah pada siapa saja selain mereka."


Saat itu juga, Luke Norman mengerti maksud Arlen. "Ayah dan anak sama saja. Benar-benar licik." Batinnya.


Saat Luke Norman pergi, Arlen memanggil tangan kanannya Alger.


"Bagaimana, sudah kau temukan?"


"Tuan muda, mungkin ini sedikit memakan waktu. Aku tidak menemukan Alice bertemu orang lain. Kami sedang berusaha menyadap telfonnya."


"Bagus ... Teruslah berusaha. Beri aku berita baik secepatnya."


"Baik, aku mengerti ... Jika tidak ada lagi, maka permisi, aku pergi dulu."


"Hmmm."


Arlen Fargo tersenyum licik. Saat ini, dia berfikir jika World Order benar-benar bangkrut dan saat perusahaan itu di jual, maka dia dan Jaringan Keluarga Fargo akan memonopoli semuanya agar bisa membelinya.


Hal yang sama seperti saat dia menghancurkan keluarga Sanders, saat jaringan mereka datang ke kota ini, beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kalian akan menderita hal yang sama lagi. Tapi, kali ini akan kubuat kalian tidak akan bisa bangkit lagi."


__ADS_2