World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Rest Area


__ADS_3

Hari ini, Noah memacu Lamborgini Veneno Roadster hitam miliknya menelusuri jalan tol kota. Saat itu, noah sedikit kesal karena mendengar berita yang tersebar di universitas.


Dia bisa saja langsung datang dan menghajar Greg dan Leyton saat itu juga. Namun, itu adalah sebuah kebodohan bertengkar karena hal sekecil itu hanyalah tindakan anak kecil. Akan tetapi, Noah memiliki rencana lain untuk kedua orang itu dan anak kecil manapun akan menangis jika tau apa yang di rencanakan Noah, pada keduanya.


Dan di sinilah Noah sekarang. Menginjak pedal gas mobilnya dalam, Noah semakin melesat cepat.


"Benar-benar omong kosong ... !"


Satu hal lagi yang membuat pemuda itu kesal. Beberapa hari menghabiskan waktu di perpustakaan, ternyata itu tidak banyak membantunya dalam memahami banyak hal.


Menurut Noah, Hampir semua buku yang dia baca tentang bisnis, hanya berisi omong-kosong. Hukum perdagangan yang sesungguhnya tentu sudah jauh berubah.


Saat ini, seseorang bisa mendapatkan bir dengan gratis di sebuah toko dengan mengacungkan senjata pada pemilik toko. Dan Itu bukanlah perampokan. Hal itu hanyalah konsekuensi dan harga yang harus di bayar pemiliki toko, karena tidak membayar kelompok tertentu untuk menjamin keamanannya.


Dan polisi, hanyalah sekelompok badut-badut bergaji dengan seragam yang dibeli dengan uang hasil pajak rakyat.


Itulah contoh kecil salah satu hukum bisnis yang kini berputar di dunia. Dalam skala lebih besar, hal itu menjadi lebih kompleks.


Apa saja bisa di gunakan sebagai senjata, agar si pemilik perusahaan menjadi takut dan memberikan apapun yang pembeli mau atau sebaliknya.


Yang jelas, hukum bisnis di sekolah atau universitas, hanyalah teori yang harus di pahami agar bisa mendapatkan gelar pendidikan. Tidak lebih.


Noah membutuhkan sesuatu yang kebihbdari teori untuk dasar keahliannya, agar dia bisa meningkatkannya pada bar KS dalam Bell, Sistemnya.


Di lain sisi, Noah bersama World Order, kini sedang berfokus untuk bersaing dengan lawannya. Meski musuh belum menunjukkan pergerakan mereka secara terang-terangan, namun sekarang semua sudah mulai berubah.


Hanya butuh tiga hari saja, pasokan barang-barang untuk keperluan World Order sudah mulai berkurang dan beberapa lainnya sudah terhenti.


Jelas, mereka tau keluarga Fargo sedang berada di balik semuanya. World Order sudah mengantisipasi itu sebelumnya.


"Kita lihat, sekuat apa kalian mampu menahannya."


Noah sangat kesal saat mendengar Darold mengatakan bahwa World Order bukan apa-apa di mata mereka.


Sebenarnya, apa yang di katakan Darold, tidak sepenuhnya salah. Meski memiliki dana melimpah, Jaringan Noah benar-benar baru, dan tidak memiliki pengaruh apapun di luar sana.


Hal itu, membuat Noah sedikit iri. Karena, dia merasa bisa menguasai Silverstone hanya dengan dana. Ternyata tidak. Dirinya terlalu bodoh dan naif Jika masih berfikir seperti itu.


"Woooomm ... !"


Noah sedikit terkejut karena Tiba-tiba mendengar sebuah mobil baru saja menyalipnya. Saat itu, Noah langsung mengernyit heran.


"Ada apa dengan orang itu? ... "


Mobil yang baru saja menyalipnya kencang, tiba-tiba melambat tepat di depannya. Hal itu, sontak membuatnya juga ikut melambat.

__ADS_1


Sebuah tangan keluar dari sana seolah memberi tanda agar dia mengikutinya. Penasaran, Noah juga mengeluarkan tangan memberi tanda jempol ke atas menyetujuinya.


Kini, mobil itu kembali melaju dan Noah langsung mengikutinya. Beberapa lama mereka terus seperti itu, sampai akhirnya mobil di depan menggiringnya masuk ke sebuah rest area.


Di sana, mata Noah sedikit melebar. Ada banyak Mobil Sport yang sedang tersusun rapi. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata pengemudi mobil di depan benar-benar wanita. Padahal, Noah sudah menduga saat melihat tangan gadis itu saat tadi memberi tanda.


"Hei, ayo turun dan bergabung dengan kami." Ajak gadis itu, ramah.


Niah hanya mengangkat sedikit alis dan menggembungkan pipinya, lalu melepaskan udara di sana.


"Oke, sebentar."


Akan tetapi, baru saja Noah turun, teman-teman gadis itu sudah banyak mengerumuni mobil.


"Hai, lihat apa yang aku bawa."


"Oh, F**k! ... Ini benar-benar LVR!!"


"Wow ... Ya, tidak salah lagi."


Noah menjadi sedikit canggung. Jelas di depannya ini adalah anak-anak orang kaya, bahkan mereka juga memiliki keterkejutan sendiri saat melihat mobilnya.


"Apa ini, memang selangka apa yang di katakan Laura?"


Noah sempat berfikir saat Laura mengatakan bahwa mobilnya hanya ada sembilan unit di dunia, itu hanya trik marketing saja. Namun, melihat bagaimana ekspresi orang-orang di depannya ini, seolah mengisyaratkan bahwa itu benar adanya.


Gadis itu menawarkan undangan dengan sangat ramah. Tidak ada alasan bagi Noah untuk menolaknya.


"Ya, tentu saja. Aku juga sedang tidak ada sesuatu untuk dilakukan."


"Bagus, jika begitu. Kenalkan. Ini teman-temanku."


Noah menyambut jabat tangan dan berkenalan dengan teman-teman Mia. Dan hampir setiap yang dia salami, memuji mobilnya.


"Tidak perlu begitu, ini hanya mobil."


Mendengar perkataan Noah, mukut mereka tiba-tiba melebar.


"No Way ... Bro, aku katakan. Ini semua mobil ... " Tunjuk salah satu teman Mia yang mengaku bernama Chris, pada deretan mobil sport milik mereka. Lalu, dia menunjuk Mobil Noah dengan kedua tangan dan telapak tangan terbuka lebar. "Dan ini, LVR ... Itu berbeda!" tegasnya.


Saat itu, semua orang tertawa dan Noah hanya menggaruk-garuk kepalanya, yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"Ayo, ikut ... Kami akan mentraktirmu minum."


"Baik, terimakasih." Noah pun mengikuti mereka.

__ADS_1


Sampai di dalam rest Area, setelah sedikit berbasa-basi. Mereka kembali di sibukkan dengan topik pembahasan masing-masing.


Saat itu, Noah merasa hanya beberapa gadis saja yang terlihat sekali-sekali melirik padanya. Noah tau maksudnya, hanya saja dia tidak terlalu memikirnya.


"Jadi, Noah. Darin mana asalmu?"


"Aku dari Bronzeland."


"HAH?! ... "


Noah hanya asal menjawab pertanyaan Mia itu. Lagipula dia tidak berbohong dan dia memang berasal dari sana dan sekarang tinggal di Silverstone. Tapi siapa yang menyangka semua orang kan terkejut seperti itu.


"Kenapa? Ada yang salah dengan kota itu?" Tanya Noah sedikit bercanda.


"Tidak, tidak. Hanya saja, itu sedikit tak biasa."


Noah hanya menganggukkan kepala. Tentu saja tak biasa. Noah juga tak akan percaya jika ada orang membawa mobil LVR lalu mengaku berasal dari kotanya.


"Jadi, kau datang untuk menantang salah satu empat raja?"


Pertanyaan Mia itu, sontak membuat Noah sedikit terkejut. "Empat Raja, siapa itu?"


"Bro ... Jika tak tau Empat Raja, sekarang, kami percaya kau dari BronzeLand." Timpal Chris.


Noah hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan Chris itu.


Akan tetapi, semua mereka di sana yakin Noah sedang merahasiakan asal usulnya.


Biasanya, orang-orang kaya akan dengan bangga mengatakan siapa dia dan Keluarganya dan orang miskin akan berlaku sebaliknya.


Dan ada suatu pengecualian untuk orang-orang tertentu. Bagi semua orang di sana, Noah tidak perlu membanggakan apapun, karena apa yang dia bawa, sudah menjelaskan statusnya. Dan itu, pasti luar biasa.


Mereka tidak akan mencari tau hal itu, jika Noah memang tidak mau menceritakannya. Faktanya, Noah cukup ramah saja, itu sudah terasa berbeda.


"Empat Raja, adalah empat penguasa jalanan di negara bagian Goldwest. Nanti malam, seperti biasanya. Mereka akan memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menantang mereka untuk menunjukkan dominasinya."


Entah kenapa melihat bagaimana cara Mia menjelaskannya, hal tersebut terdengar sangat menarik.


"Hmm ... Aku tidak tau, tapi aku tertarik untuk melihatnya."


"Benarkah? ... Jika begitu, kau bisa datang bersama kami." kali ini, Chris kembali menanggapi.


"Ya, tentu saja. Lagipula, aku yakin cuma kalian yang aku kenal di sana."


"Bagus, ini bagus sekali ... Hahahahaha."

__ADS_1


Saat itu, Chris membayangkan bagaimana terkejutnya orang-orang saat mereka tiba. Meski tidak ikut, jelas dengan kedatangan LVR, tim mereka akan menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Bersulang ... !"


__ADS_2