World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Cara memukul


__ADS_3

Dalam situasi seperti ini, memang tak banyak yang bisa dilakukan Noah, selain benar-benar menyingkirkan semua orang yang ada di gedung ini.


Meski vitalitas, intuisi serta level bela dirinya sudah tinggi, tapi bertarung di tiga tempat berbeda menghadapi banyak orang dengan mendapatkan luka yang cukup menguras darahnya, Noah tau bahwa dia akan segera mencapai batasnya.


"Mati kau, Sialan ... "


Satu orang yang terlebih dahulu mendekat, langsung melayangkan pukulan yang terlihat akan membuat tubuh Noah terpental jika dia berhasil mendaratkannya dengan tepat.


"Buk ... "


"Kraaak ... "


"Katakan itu pada dirimu sendiri, brengsek ... "


Mata orang itu terbelalak saat menyadari bahwa Noah sama sekali tidak mengelak, malah, menunggu pukulannya dengan kepalan juga.


Malang baginya, meski memiliki tubuh yang sedikit lebih besar, namun soal tenaga Noah ternyata masih mengunggulinya. Buktinya, saat benturan dua kepalan itu terjadi, setelahnya terdengar suara retakan tulang.


Tentu saja awalnya dia tidak menyadari hal itu, karena terlebih dahulu terkejut dengan apa yang dilakukan lawannya. Namun, saat rasa panas yang mulai terasa di kepalan tangannya, otaknya langsung menerima sinyal rasa sakit yang luar biasa.


"Arrrrrrrgggggghhhhhh ... "


"Buk ... " "Buk ... " "Buk ... "


Lolongan teriakan yang itu hanya sempat terdengar sebentar, sebelum Noah kembali memberi tiga serangan beruntun yang di akhir sebuah pukulan keras di belakang kepalanya.


Saat itu juga, orang tersebut tersungkur tak sadarkan diri. Namun begitu, Noah yang sedang kesal, mengumpat pada tubuh orang yang sudah tidak jelas masih hidup ataupun tidak itu


"Kau berisik sekali, bajingan ... "


Noah langsung melihat pada beberapa orang yang tadi berniat menyerangnya jiga, yang sekarang sudah menghentikan langkah mereka.


"Kenap kalian berhenti, Asshooooole ... Serang dia ... Dia akan mencapai batasnya. ... "


Mendengar teriakan dari belakang sana, beberapa dari mereka melirik pada darah yang terus mengalir di kaki Noah.


Dua orang saling berpandangan, lalu saling mengangguk mengerti. Setelah itu mereka mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


Kali ini, mereka tidak melakukannya dengan cara membabi buta seperti apa yang dilakukan rekan mereka yang menjemput naas beberapa saat yang lalu tersebut.


"Kalian terlalu lama, brengsek ... "


Sangat tidak mereka duga. Dengan luka serta peluru yang bersarang di kakinya. Noah masih bisa bergerak segesit ini.


Baru saja mereka berkedip, tiba-tiba Noah sudah satu langkah mendekat, pada salah satu dari mereka.


"Awas ... "

__ADS_1


Berpikir bahwa Noah akan menyerang lawannya, satu yang lainnya mengingatkan.


"Hehehe ... Kau yang seharusnya waspada ... "


Dia benar-benar salah perhitungan. Lawan mereka benar-benar tidak mudah. Buktinya, saat dia berteriak mengingatkan tadi, ternyata langkah Noah berikutnya, terarah pada dirinya.


Satu gerakan memutar yang di lakukan Noah, membuat reflek mengantisipasi tendangan yang mungkin saja di lakukan Noah padanya.


"Buk ... "


"Arrrrrggghhhh ... "


Lagi-lagi dia salah mengira. Ternyata Noah hanya melakukan setengah putaran untuk mengecohnya.


Karena saat dia menutupi Wajah, Noah memutar balik tubuhnya dan sedikit menunduk, sebelum melayangkan upper cut yang sangat kuat ke arah dagunya.


Kepalan tangan Noah itu, benar-benar mendarat telah di rahangnya. Dan tidak hanya berhasil menghancurkan barisan giginya. Akan tetapi, satu pukulan tersebut, juga berhasil mengangkatnya ke udara, dan langsung jatuh terlentang tak sadarkan diri lagi.


Sekali lagi mereka menyaksikan sendiri bahwa gelar yang mereka sematkan pada pemuda itu sebagai the Madness, benar-benar tepat. Malangnya, mereka berada di posisi yang berseberangan dengan pemuda yang baru saja melumpuhkan dua orang meski kondisinya sedang terluka parah.


"Apa kau pikir aku akan berhenti hanya sampai di situ, bodoh ... "


"Hah ... "


Semua orang memang terkesima dengan apa yang dilakukan Noah. Akan tetapi, sikap itu sungguh tidak tepat untuk saat ini. Karena, satu orang yang berada paling dekat dengan pemuda itu saat ini, sangat menyesalinya.


"F**k me ... "


Sebuah ujaran yang dia ucapkan untuk dirinya sendiri, saat melihat kedatangan sebuah kaki dalam kecepatan tinggi, yang terarah langsung, tepat ke wajahnya.


"Bruuuuk ... "


Begitu tubuh itu tersungkur, Noah tidak menyia-nyiakan waktu dengan menatapnya. Dia langsung berbalik dan melangkah vepat bernkat menyerang sisa dari mereka.


Namun saat ini, enam orang yang tersisa di sana, sudah mengambil sikap waspada dan menjnggu kedatangan pemjda tersebut.


"Hati-hati, dia bukan manusia ... "


Saat kata itu terlontar dari salah satu nggota Barbara tersebut, semua orang mengangguk menyetujuinya. Bagi mereka Noah bukanlah manusia. Setidaknya, tidak ada manusia Normal yang pernah mereka temui, memiliki ketahanan tubuh seperti yang di miliki pemuda itu, selama mereka menjalani dunia Mafia yang sangat kerasa ini.


Terlebih lagi, ilmu beladiri yang dikuasai pemuda tersebut dengan ditambah sikap kejam dan bengisnya yang tak mengenal ampun saat menghabisi lawan-lawannya, yang membuat mental mereka remuk hanya karena melihatnya saja.


Jika bisa memilih, mereka akan kembali ke saat dimana mereka lebih mementingkan hidup mereka sendiri, dan menyelamatkan saudara dari pemuda gila yang sudah satu langkah di depan mereka itu.


"Sekarang ... "


Satu teriakan lagi dari belakang sana, menyentak kesadaran mereka. Hal itu ternyata sangat berguna. Karena saat Noah berniat menyerang salah satu dari mereka, lima Lainnya melihat kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk membalas serangan lawan mereka itu.

__ADS_1


Dua orang langsung melayangkan kepalan tangan serta satu tendangan. Mereka yakin dengan serangan gabungan seperti itu, pemuda tersebut tidak akan mampu menghindarinya.


Itu jika Noah memang berniat menghindarinya. Akan tetapi tidak.


"Buk ... "


"Buk ... "


"Buk ... "


Ada tiga benturan yang terdengar. Dua jelas mengenai kepala dan paha Noah yang mana seperti hampir tidak berefek apapun baginya.


"Bruuuk ... "


Berbeda dengan nasib yang menimpa teman mereka yang menerima pukulan Noah. Orang itu, baru saja tergeletak di tanah dengan rahang yang sudah tidak lagi berada ditempat di mana semestinya.


"Huh ... Apa ini saja kemampuan kalian? ... Akan aku tunjukkan, pada orang-orang bodoh seperti kalian, bagaimana caranya ... "


Mata mereka terbelalak saat Noah yang sudah berbalik dan langsung melompat ke udara. Kali ini, sebuah putaran sangat jelas di lakukannya.


Sebuah sapuan dari kaki pemuda tersebut terlihat jelas di arahkan pada salah satu dari dua anggota keluarga Barbara yang tadi menyerangnya.


Tidak sempat menghindar, orang tersebut mencoba menahannya sekuat tenaga.


"Bruuuuuuk ... "


Sama hal dengan dirinya, Noah yang kesal karena luka nya kembali menjadi target mereka, dengan sekuat tenaga pula melakukan serangannya.


Alhasil, tubuh orang tersebut tidak mampu menahannya dan langsung ambruk ke tanah. Dengan kuatnya hantaman yang mendarat di bahunya, jelas tulang-tulangnya tidak lagi dalam bentuk dan berada di posisi normal.


"Dan Ini, caranya jika kau ingin melumpuhkan seseorang, dengan satu pukulan ... "


Tentu saja orang itu tak lengah dengan apa yang akan dilakukan Noah. Saat kepalan tinju dari pemuda itu datang. Dia langsung mengangkat kedua tangan coba menahan.


"Buk ... "


Setelah tinju itu mendarat. Semua orang di sana sedikit terkejut. Karena rekan mereka masih terlihat berdiri, seolah tidak terjadi apapun.


Namun, saat Noah berbalik dan menatap mereka. Tubuh teman mereka itu masih tetap diam berdiri seperti itu.


"Dia mati berdiri ... "


Memang tidak memuat tubuh lawannya jatuh tersungkur atau terpental kebelakang. Tapi, pukulan yang di hantamkan Noah dengan kuat dan sangat cepat pada dada kiri lawannya itu, menyebabkan getaran hebat yang memaksa jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.


Tiga dari mereka yang tersisa, benar-benar tidak tau haru berbuat apa saat Noah sedang mendekat. Jangan untuk melawan, untuk melarikan diri saja, kaki mereka sudah tidak mampu bergerak.


"Saatnya mengakhiri permainan bodoh ini ... "

__ADS_1


__ADS_2