
Chris bisa melihat perubahan banyak raut di wajah Noah sejak pertama kali pemuda ini datang. Cemas, panik, lalu kali ini sangat marah.
"Noah ... Apa yang terjadi?"
Noah hanya menggelengkan kepalanya, lalu berjalan cepat. Sementara Chris berusaha mensejajari di sampingnya.
"Chris ... Aku akan menghubungi seseorang ... Dia akan mengurus Aiden. Aku ingin kalian ikut dan menjaganya ... Kita harus bersiap-siap pada segala kemungkinan."
Chris langsung menganggukkan kepalanya, mengerti. Lalu dia memberikan sebuah ponsel yang sejak tadi dia pegang, pada Noah.
"Apa ini?"
"Ini adalah milik Aiden ... Aku rasa, kau akan membutuhkannya. Jadi, sebaiknya kau saja yang memegangnya."
Noah mengangguk dan menyambar ponsel tersebut.
"Noah, setidaknya beritahu kami, kau akan kemana!"
Noah berhenti melangkah, dan berbalik pada Chris yang sudah berada di belakangnya.
"Aku tidak tau ... Tapi, aku bersumpah, akan menemukan mereka!"
Setelah mengatakan itu, Noah kembali berjalan.
"Laura ... Biarkan aku yang mengemudi."
"Baik ... "
Mobil itu bermanuver hebat, sebelum akhirnya melesat dari depan rumah sakit itu.
Saat ini, hanya ada satu tempat yang terpikir oleh Noah, untuk memulai semuanya.
Hanya dalam beberapa menit saja, dia sudah melihat sebuah gedung perusahaan Media, milik keluarga Langley.
"Tuan Reyes ... Aku akan berada di gedung Langley, sebaiknya kumpulkan beberapa orang yang menurutmu bisa mengumpulkan informasi secepatnya."
"Baik ... "
Lima belas menit kemudian, Noah sudah berada di lantai atas gedung tersebut. Di sana, sudah ada tiga orang yang di kenalnya, namun beberapa yang lainnya, adalah orang yang bisa dikumpulkan oleh ketiganya saat dia memintanya.
"Baiklah, dengar ... Tobias Zargosky telah menculik beberapa gadis yang ku kenal. Aku ingin kalian menggunakan apa saja, untuk bisa melacaknya. Aku tidak peduli, dengan cara apa yang akan kalian gunakan, atau berapa biaya yang akan habis untuk melakukannya. Yang aku inginkan hanya satu. Temukan sebuah petunjuk untukku, secepatnya!"
__ADS_1
Semua orang di sana langsung mengangguk mengerti. Saat itu juga Rick Langley mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Tuan, Gomes ... Aku ingin memakai ruang kerja kalian. Bisakah kau mengaturnya? ... "
Noah dan yang lainnya, langsung menoleh pada Rick Langley yang sedang mendengarkan jawaban dari seberang sana.
"Soal itu, jangan kau pikirkan ... Kau bisa meminta berapa saja, dan aku akan mengatur sisanya ... Sekarang, juga kami akan ke sana ... "
Sambungan itu terputus, setelah Rick menyampaikan beberapa kata. Pria itu langsung menatap pada Noah dan menganggukkan kepala.
"Kita mendapatkan akses ke ruang cctv kota ini, di kantor pusat kepolisian ... Aku rasa, itu adalah tempat yang paling tepat untuk memulai semua ini."
Entah kenapa, saat itu Noah langsung menatap masa Jack. Dia merasa telah beruntung karena mengenal pemuda ini, dan ayahnya.
"Tuan Langley ... Terimakasih ... Aku akan memberikanmu hadiah, saat semua ini berakhir. Sekarang, minta orang-orang mu, untuk membantuku ...."
Mereka semua langsung beranjak dari sana, menuju kantor pusat kepolisian kota HighCopper.
Sementara itu, beberapa waktu sebelumnya, di sebuah tempat yang belum diketahui semua orang, sebuah mobil minivan berwana hitam baru saja tiba.
Dari dalam sana, beberapa orang tampak keluar dengan satu orang gadis dengan tangan terikat, dan mulut tertutup lakban.
"Jika dia masih mencoba melawan, angkat saja ... !"
Dari ketiganya, terlihat bahwa perlakuan pemuda itu pada mereka sangat buruk. Terlebih pada satu orang.
"Aku tidak akan melupakan apa yang kau katakan tentang keluargaku\, di depan orang-orang itu\, bi****h!!"
Stella Portman, bisa dikatakan mengalami nasib paling tidak beruntung di sana. Tubuhnya di ikat, menggunakan lakban, dengan hanya mengenakan pakaian dallam saja.
Sudah dua hari gadis itu dalam keadaan seperti ini. Wajahnya, sudah di rusak, sementara luka lebam dan lecek, memenuhi tubuhnya.
Mata sayu di wajah yang pucat serta bibir pecah karena sangat kering. Bahkan untuk membasahi bibirnya saja, mulutnya seperti tidak memiliki cairan lagi. Tidak ada makan, bahkan Tobias Zargosky tidak memberikan mereka minum.
Stella mencoba membuka mulutnya, dengan tatapan nanar. Dia berusaha memohon, agar seseorang memberikannya air. Namun, empat orang yang ada di sana, hany tersenyum menggelengkan kepala.
"Kau mau air? ... Katakan, kau mau air?"
Jika memiliki kekuatan yang cukup, saat ini gadis itu mungkin saja bisa lari. Tapi, dengan kondisi yang sudah sangat lemah, jangankan berdiri, untuk menggerakkan tubuhnya saja, gadis itu benar-benar sudah tak berdaya.
Tergeletak di lantai yang kotor, seperti sampah tak berguna. Itulah, niat Tobias Zargosky saat memiliki gagasan untuk menculik gadis ini.
__ADS_1
Mia dan Sally yang juga dalam keadaan lemah, terbelalak saat melihat Tobias membuka resleting celananya. Beberapa saat kemudian, tubuh Stella menggeliat menahan sakit, saat air itu membasahinya.
"Hahahaha ... Kau tidak akan aku biarkan mati, meski kau memohon padaku ... "
Saat itu, Toby melihat mulut gadis itu bergerak, dan mengeluarkan suara serak.
Dengan senyum meremehkan, Toby sedikit berjongkok, dan mencoba mendengarkan.
"Faaaaaa ... K ... Yuuuu ... "
Mata Toby langsung melebar saat mendengar suara yang begitu serak, namun terasa sangat menusuk itu.
Kesal, saat dia berdiri, Tobias langsung menghantam perut gadis itu, dengan kakinya.
"F**k ... !!"
Stella sempat terseret lalu terguling sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya. Mia dan Sally kehilangan rasa takut mereka, dan berusaha memberontak. Namun, berbeda dengan Stella, keduanya terikat di kursi.
"Bruk ... "
Mia dan Stella terjatuh, setelah melakukannya. Hal itu, semakin membuat Tobias meradang. Karena apapun yang dilakukannya. Sepertinya sudah tidak bisa untuk membuat takut, gadis-gadis ini.
Toby berniat memberi mereka pelajaran, namun saat itu juga dia mendengar pintu gudang itu terbuka.
Beberapa orang yang dia kenal, datang dengan seorang gadis yang juga sangat dia kenal. Dan, Gadis inilah awal dari segalanya.
Tobias tersenyum puas mendapati hasil kerja anggotanya. Dia mendekat dan melihat Ivy dengan mulut tertutup, menatapnya tajam, seolah sedang mengumpat padanya.
"Bagus, bagus ... Bawa jallang ini ke sana, dan ikat bersama mereka. Aku akan bermain dengannya nanti ... "
Setelah mengatakan itu, Toby berjalan keluar. Dia akhirnya mengangkat ponsel yang sejak tadi bergetar di sakunya.
Panggilan itu sudah puluhan kali dia terima sejak beberapa hari ini. Namun, dia tidak ingin menjawab, sebelum dia merasa semuanya siap.
Batu saja Toby menggeser layar untuk menjawab, sebuah terika. Di seberang sana langsung menyambutnya.
"Apa yang kau lakukan\, brengsek! ... Apa kau tidak mendengar\, aku mengatakan agar kau tidak melakukan apapun\, sebelum aku perintahkan. Ba****d!!"
Nicholas tidak bisa lagi menahan emosinya, setelah mengetahui Tobias bergerak di luar kendalinya. Peringatan Timothy Flare padanya, membuat pria itu mulai memperhitungkan kemungkinan lawan yang lebih kuat, di HighCopper.
Akan tetapi, apa yang dilakukan Toby, berpotensi membuat keadaan yang sudah kacau, menjadi bertambah kacau.
__ADS_1
"Nich ... Aku tak sama sekali tidak meragukan mu untuk memimpin keluarga kita ... Tapi, aku Tobias Zargosky ... Tidak menerima perlakuan ini. Ini adalah masalahku dan aku akan menyelesaikannya dengan caraku ... setelah semua ini selesai aku akan membawakannya sebuah kepala. Saat itu, Kau boleh memarahiku, sepuas hatimu ... "