
Tujuh ketua Jaringan keluarga yang memutuskan bergabung di bawah bendera World Order, langsung sampai di Pusat Jaringan itu, setengah jam setelah Old Ted menghubungi mereka.
Meski tidak terlalu mengetahui latar bekang Noah, saat ini mereka tidak memperdulikan hal itu lagi. Bagi mereka saat ini, Noah, secara kapasitas, jelas memenuhi segala aspek sebagai pemimpin.
Setidaknya mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Meski sangat muda, Noah tidak terlalu banyak bicara. Akan tetapi, satu pukulan yang dilayangkannya pada Antony Reyes, segera membuka mata enam lainnya.
Apalagi saat ini seluruh Jaringan di Silverstone tau bahwa, World Order yang baru didirikan, bisa dengan mudah menghancurkan keluarga Fargo.
"Tuan Antonius, menurutmu, apa yang membuat Bos mengumpulkan semua orang?"
Antonius menggelengkan kepala saat menanggapi pertanyaan salah satu pemimpin Jaringan itu. "Kami tidak bertanya dan itulah cara kerja World Order."
"Jadi maksudmu, kita tidak tau apa—"
Kata-katanya langsung terpotong ketika tiba-tiba saja seorang pemuda masuk dengan tergesa-gesa.
Mereka langsung terloncat berdiri saat melihat siapa yang masuk. Namun, begitu mereka ingin menunduk memberi hormat, Noah mengangkat tangan menghentikannya.
"Kita lewati bagian itu. Sekarang ... Dengarkan aku."
Antonius dan Alex tau bahwa ada yang salah. Wajah Noah sedang menunjukkan amarah. Bahkan, saat ingin menghancurkan Arlen Fargo, Noah terlihat lebih santai.
"Cari dan temukan Jaringan siapa yang menjemput paksa Alan Winsky di rumahnya dua hari yang lalu ... Waktu kalian hanya dua jam."
Saat mendengar itu, tujuh ketua jaringan yang ada di depannya terdiam. Noah melirik mereka satu-satu bahkan pada Antony Reyes yang juga terdiam.
"Baiklah, jika begitu ... Aku anggap kalian tidak mampu ... "
Setelah mengatakan itu, Noah menoleh pada Ted Bowie. "Old Ted, suruh orang-orang ini keluar dari gedungku."
"Tiga puluh menit ... " Saat itu tiba-tiba Antony Reyes berseru.
Noah kembali menoleh pada Antony Reyes saat pria itu kembali menegaskan.
"Kami hanya butuh tiga puluh menit ... "
Saat itu, Noah langsung mengangguk. "Baiklah, jika begitu sekarang kalian sudah kehilangan beberapa detik."
Baru saja Noah mengatakan itu, enam Ketua Jaringan lainnya tersadar. Mereka langsung merogoh saku dan mengeluarkan ponsel mereka dan mulai menghubungi anggota mereka masing-masing.
Noah berjalan pada Alex dan Antonius yang juga berdiri tidak jauh dari orang-orang tersebut.
"Tuan evans ... "
"Antonius, Alex ... Alan Winsky adalah ayah Noel, sahabatku. Setelah ini, jika aku mengatakan bahwa seseorang adalah temanku, berarti mereka adalah saudaraku dan tentu saja ayahnya adalah ayahku juga. Jadi, Bersikap bijaklah saat menangani mereka. Tolong katakan itu pada Albert."
Keduanya menelan ludah begitu mengetahui awal masalah ini. Itu mungkin karena Albert tidak memberi tahu mereka siapa Alan Winsky setelah dia membebaskan Alan.
"Baik, Bos ... Kami akan mengingatnya."
"Ya, aku juga akan memberi tahu Albert agar tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan."
Saat mereka berbicara, tiba-tiba Antony Reyes mendekat.
__ADS_1
"Tuan Evans, Sudah kami temukan ... "
****
"Tuan Winsky ... Ini sudah untuk ke sekian kalinya aku bertanya. Siapa the Ghost?"
"Percayalah Tuan Norld, aku benar-benar tidak tau. Tidak ada untungnya bagiku tidak mengatakannya jika memang aku Mengetahuinya ... "
Alan benar-benar tidak tau kenapa tiba-tiba saja Albert Hall salah A4 dari World Order membebaskannya dan hanya menuntut Luke Norman. Namun, hal itu berdampak sangat buruk padanya dan mungkin juga keluarganya.
Sebenarnya, Alan sempat berfikir bahwa ini ada kaitan dengan Noel anaknya yang dia ketahui mendapat kontrak kerja sama dengan Antonius, A4 lainnya. Namun, sepertinya tidak begitu.
Dallas Norld, menjemput Alan beberapa hari setelah orang yang ada di depannya ini di bebaskan begitu saja.
Sebagai salah satu Jaringan yang memiliki kerja sama dengan keluarga Fargo di Silverstone, tentu saja dia langsung mencurigai Alan Winsky adalah mata-mata World Order di perusahaan Luke Norman.
Sekarang, dia dan beberapa ketua Jaringan lainnya sengaja membawa Alan ke gedungnya dan telah menahan Alan di sini selama dua hari.
"Dallas, aku rasa dia benar-benar tidak tau, aku lebih mencurigai hal lainnya saat ini."
Dallas Norld rugi setidaknya hampir tiga Milyar Dollar karena hilangnya Keluarga Fargo di Silverstone. Dan tidak hanya dia saja, orang-orang yang kini berada di ruangan ini, juga mengalami kerugian yang hampir sama banyaknya.
"Galen ... Apa maksudmu?"
Galen terlihat berfikir untuk mempertimbangkan kembali kecurigaannya. Namun, saat itu dia mengangguk yakin.
"Dallas, kemarilah ayo kita bahas hal ini sekali lagi."
Galen dan hang lainnya sudah membahas hal ini sebelumnya. Namun, dugaan bahwa Alan memang terlibat, sangat besar.
Saat Dallas mendekat pada mereka, Galen mulai memberikan pendapatnya.
"Dallas, bisa saja World Order sengaja membebaskannya, hanya untuk memancing kita."
Kening Dallas Norld berkerut. Dia sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Galen itu.
"Memancing? ... Kita?"
Galen menarik nafas dalam dan melepasnya kasar.
"Dengar ... Dari gerakan World Order, jelas mereka ingin mendominasi Silverstone ... "
Galen menjelaskan bahwa, ada kemungkinan Alan Winsky hanya umpan agar World Order punya alasan untuk bergerak.
Selama ini, baik dia Dallas Norld dan yang lainnya tidak memiliki masalah dengan World Order meski mereka berhubungan baik dengan keluarga Fargo.
Jadi, tidak ada alasan bagi World Order untuk menyerang mereka, apalagi secara terbuka. Sekarang, dengan mereka membawa Alan Winsky, jelas Mereka seperti sedang mencoba menentang World Order meski tidak secara terang-terangan.
Dengan kekuatan World Order sekarang, tentu saja mereka tidak memiliki kesempatan. Kecuali keluarga Fargo di BlackSteel benar-benar turun tangan untuk membantu.
Setelah mendengar penjelasan Galen, Dallas langsung mengerti. Dan kemungkinan itu terasa sangat benar. Karena, Alan Winsky sudah bekerja dengan Luke Norman cukup lama.
Sedangkan World Order, adalah jaringan baru. Meski empat orang petinggi World Order adalah orang-orang lama, mereka sudah terlebih dahulu menyelidiki keterikatan masa lalu antara keempatnya dengan Alan Winsky yang memang, tidak ada.
__ADS_1
Saat menyadari bahwa kesimpulan Galen sangat masuk akal, wajah Dallas seketika berubah.
"Sial ... Jika kesimpulanmu benar, maka, Aku rasa kita telah terperangkap."
Tidak hanya dirinya saja. Bahkan Galen dan yang lainnya juga merasakan hal yang sama.
"Dallas, sebaiknya kau hubungi keluarha Fargo di BlackSteel, jika World Order benar-benar datang kesini maka ... "
Otak semua orang bekerja sangat cepat saat Galen mengatakan hal itu, meski kata-katanya tergantung, namun jelas saat ini mereka telah memberikan kesempatan untuk World Order menguasai Silverstone.
"Baiklah, aku akan menelfon Tuan Haland ... Lagipula, dia yang memintaku untuk mencari tau tentang World Order."
Saat Dallas memencet salah satu Nomor yang ada di ponselnya, tiba-tiba saja pintu ruangan tempat mereka berada di buka. Matanya langsung terbelalak saat melihat siapa saat itu yang baru masuk.
Ted Bowie dan Antony Reyes serta enam ketua Jaringan yang sama besarnya dengan mereka masuk beriringan.
Dan tidak cukup sampai di sana, Antonius dan Alex menyusul di belakangnya.
"Halo ... ?"
"Dallas Norld ... Ada apa kau menelfonku ... "
Mendengar suara Haland di seberang sana, Dallas menjawab dengan suara bergetar.
"Tu-tu-tuan Haland ... World ... Order ... "
"Ada apa denganmu bangsat! ... Bicara yang jelas ... "
Dallas tak lagi berani bersuara, saat dia melihat seorang pemuda dengan Hody hitam, dan masker yang menutupi wajahnya, masuk dan langsung berjalan padanya.
"F**k ... Kenapa World Order Sialan itu?! ... Hei, Dallas ... Kau dengar aku, brengsek ... !!"
Suasana di dalam ruangan itu yang menjadi sangat hening, membuat suara Haland terdengar jelas.
"Kenapa World Order sialan itu? ... Kau f**kin bodoh ... !"
Dallas bahkan tidak berani bereaksi saat pemuda bermasker itu, mengambil ponsel yang ada ada di tangannya.
"Buk ... !"
"Praaannnngg ... !"
Satu tendangan tinggi yang sangat cepat dari Noah, mendarat tepat di wajah Dallas yang membuat pria itu terpental ke atas meja kaca dan membuatnya tak sadarkan diri saat itu juga.
Noah melihat nama kontak yang ada di layar ponsel di tangannya itu, tersenyum miring.
"Setelah aku membersihkan sisa-sisa Jaringanmu di kota ini, aku akan mendatangimu ... Sebaiknya kau bersiap-siap menunggu kehancuranmu."
"Siapa kau ... Bajingan?!"
"Kau sudah tau siapa aku ... "
Noah melemparkan ponsel itu begitu saja, sebelum akhirnya dia berbalik dan bicara pada semua ketua Jaringan yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Kalian punya dua pilihan ... Tunjukkan diri kalian bisa berguna, atau Pergilah ke neraka ... !"