World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Prinsip Dasar


__ADS_3

Begitu sambungan terputus, Alice langsung mengedarkan pandangannya pada semua orang.


"Lupakan soal draft yang aku bicarakan ... Sekarang, kita pindah ke Aula Pertemuan gedung ini."


Setelah mengatakan itu, Alice langsung berdiri. Dia berjalan dan di susul yang lainya.


Namun, saat dia melihat Henry dan dua yang lainnya juga sudah ikut berjalan, dia berhenti. Hal itu menarik perhatian semua orang.


"Kalian bertiga, di minta untuk menunggu di sini ... "


Noel sempat mengernyitkan keningnya dan ingin bertanya. Namun, cepat Henry memegang bahu. Saat pemuda itu menatapnya, dia menggelengkan kepala, memberi tanda.


"Baiklah Nona Alice, kami mengerti."


Melihat itu, Alice tersenyum. "Baik, terimakasih."


Kemudian Alice kembali berbalik, dan mulai berjalan kembali. Sambil berjalan di koridor gedung itu, Ted Bowie menghampiri.


"Alice ... Apa dia juga meminta semua orang yang aku maksud, ikut dalam pertemuan ini?"


Alice menganggukkan kepalanya, lalu berkata. "Dia meminta semuanya ... Aku rasa itu berarti semuanya."


Ted Bowie menganggukkan kepalanya, mengerti. Saat itu juga langkah nya terhenti.


"Tuan Bowie, ada apa?"


Sarah terpaksa ikut berhenti, saat melihat itu. Di memperhatikan Ted Bowie seperti sedang menunggu seseorang.


"Sarah ... Ikuti Alice, dan yang lainnya!"


Tidak perlu berpikir lama bagi Sarah, gadis itu langsung mengerti. Dilihat dari gelagat pria itu, pasti ada yang ingin di lakukannya sebelum akhirnya menyusul ke tempat pertemuan yang di maksud.


Di belakang, Old Ted melihat Antony Reyes dan beberapa orang sedang berjalan. Merekalah yang sedang dia tunggu.


Melihat Ted Bowie berdiri dan terus menatap, seolah sedang menunggunya, Antony Reyes langsung bertanya, begitu mendekat.


"Bowie, ada apa?"


"Apa semuanya telah datang? ... Bos meminta mereka untuk ikut dalam pertemuan ini ... "


Mendengar itu, Antony Reyes sempat melirik pada Rick Langley. Dia melihat pria itu mengangguk kemudian menoleh pada Ted Bowie.


"Tuan Bowie ... Seperti yang kau minta, mereka semua sudah berada di sini sejak beberapa jam yang lalu. Aku akan meminta mereka langsung ke sini."


Mendengar itu, Ted Bowie sedikit lega. "Bagus ... Aku akan menelfon yang lainnya. Katakan pada mereka, Jangan membuat, the Ghost menunggu."


Mereka semua turun dua lantai, di mana Aula pertemuan milik World Order berada. Ini pertama kalinya tempat itu di gunakan. Beruntung, Noah memberi tahu lebih cepat, sehingga segala sesuatu yang diperlukan sudah siap.


"Henry ... Kenapa Nona Alice melarang kita bergabung pada pertemuan itu? ... Aku pikir, dia sudah mengerti kenapa kehadiran kita begitu penting."


Liam sebenarnya juga ingin menyampaikan protesnya. Namun, Noel sudah mendahuluinya.

__ADS_1


Henry hanya menarik nafas dalam, dan melepasnya dengan kasar. Dia menggelengkan kepala, seolah tak percaya Noel masih mempertanyakan ini.


"Noel ... Liam ... Apa kalian lupa, kenapa kita bisa berada di sini?"


Noel dan Liam berpasangan, lalu Kemabli menatap pada Henry.


"Bagaimana kami bisa lupa. Tapi, kenapa kau bertanya? ... Bukankah itu tidak penting untuk saat ini?"


Pertanyaan Liam, langsung mendapat anggukan Oleh Noel. Dia merasa, itu memang tidak ada hubungannya.


"Coba kalian pikir. Sebenarnya, kita bekerja untuk siapa? Dan siapa penghubung kita, dengan orang itu?"


Saat itu juga, keduanya langsung mengerti arah pembicaraan Henry. Noel langsung menghempaskan bokong nya di kursi, kembali duduk dan meletakkan sikunya di meja lalu bertopang kepala.


"Yah, kau benar ... Kita bekerja untuk The Ghost dan yang menghubungkan kita padanya, Nona Alice ... "


Henry ikut duduk, dan menganggukkan kepalanya. "Jika Nona Alice meminta kita di sini, maka kita akan di sini. Jika dia meminta kita ikut, maka kita akan ikut ... Aku tidak mau melangkahi wanita itu dan membantah apapun yang dikatakannya, sekuat apapun alasan kita ... "


Henry menatap pada keduanya bergantian dan kembali melanjutkan.


"Kalian tentu tidak lupa bahwa kita berada di sini juga karena seseorang telah berkoban untuk kita, bukan?"


Keduanya langsung tertunduk. Tentu saja mereka tidak akan pernah lupa. Jika di ingat kembali, Noah lah yang membuat mereka bisa berada di sini.


Sepengetahuan mereka, pemuda itu telah melakukan sesuatu, yang membuat Alice mau merekrut ketiganya.


Setelah itu, entah bagaimana bisa the Ghost memperhatikan mereka secara khusus, dan mendirikan sebuah perusahaan media, yang mereka yakin akan menjadi yang paling besar tidak hanya di Silverstone saja.


Mereka semua langsung menganggukkan kepala. Malah, mereka juga sudah memikirkan hal yang sama.


Noah, selalu menjalani hidup yang tidak mudah. Mereka sudah mengetahui hal tersebut, sejak mereka pertama kali bertemu dengan teman mereka itu.


Ketiganya, berpikir untuk membuat Noah bangga. Setelah itu membalas kebaikannya.


"Ya, aku berpikir akan membagikan separuh gajiku untuknya, Noah pantas menda—"


"Gaji siapa yang ingin kau bagikan denganku, Tuan Noel?"


Pembicaraan itu, terpotong karena seseorang yang baru saja masuk, menyelanya.


Mata mereka melebar, saat menyadari orang itu adalah pemuda yang sedang mereka bicarakan.


"Noah ... Kenapa kau bisa berada di sini?"


Tentu saja hal itu, yang pertama kali terlintas dan dipertanyakan Noel saat melihatnya. Namun, mendengar itu, Noah hanya tersenyum.


"Aku hanya ingin bertemu dengan kalian saja, apa tidak boleh?"


Ketiganya menarik nafas, dan menahannya. Tentu saja apa yang di maksud oleh Noel, dan yang lainnya bukan seperti itu.


"Noah, tentu saja boleh ... Tapi, maksud Noel, adalah kenapa kau bisa berada di sini ....maksudku ... Hmmm ... "

__ADS_1


Liam tampak berpikir sejenak, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Tak lama Kemudian dia kembali bicara.


"Oke, kau sangat dekat dengan Nona, Alice ... mungkin kalian ... Hmmm, ah kau pasti tau maksudku. Tapi, ini ... Tempat ini ... "


Melihat Liam kebingungan menyusun kata. Henry memegangi bahunya, agar segera berhenti. Setelah itu, dia yang bicara.


"Noah ...yang kami maksud, ini adalah gedung pusat World Order ... Dan kau baru saja masuk ke salah satu ruangan yang tidak bisa di masuki oleh siapa saja, hanya karena dia mau."


Noah kembali tersenyum, dan menggelengkan kepalanya. "Baiklah, ini memang gedung pusat World Order ... Dan kalian sudah di sini, dan aku ingin bertemu. Di mana masalahnya?"


Bahu ketiganya, langsung melorot seperti orang yang sangat putus asa. Namun, sesaat setelahnya Noah kembali bersuara.


"Henry ... Liam ... Noel ... Ikutlah denganku. Aku akan menunjukkan pada kalian sesuatu ... "


Tidak sampai tiga puluh menit, semua orang sudah masuk ke dalam Aula pertemuan di gedung tersebut.


Ada sekita empat ratus orang yang datang, tidak termasuk dengan orang-orang yang tadi telah melakukan pertemuan terlebih dahulu.


Orang-orang tesebut adalah ketua-ketua Jaringan, dari berbagai kota yang tersebar di seluruh negara bagian GoldWest.


Saat ini, mereka semua sedang menunggu, salah satu orang yang menjadi bahan pembicaraan, sejak kemunculannya dan Jaringan yang didirikannya.


Melihat bagaimana Silverstone saat ini, semua sepakat bahwa orang yang lebih di kenal dengan panggilan the Ghost itu, lebih kuat dari cerita-cerita yang beredar.


"Sial ... Entah kenapa, aku merasa sedang di dalam sarang kara monster ... Kau lihat di sana? Bukankah dia adalah ketua Jaringan di ujung barat kota, setelah kita kita?"


"Ya, tapi ... Jika kau tidak melewatkannya, itu adalah Anson Haines, bukan? ... Aku tak percaya, the Ghost ini, bisa membuat pria itu menunggu."


"Kau lihat, tiga wanita cantik yang ada di sana? ... Salah satu dari mereka itu bernama Sarah Kingstone ... Kalian tau keluarga Kingstone dari Amberlead, bukan?"


"Hehehe ... Tentu saja aku tau ... tapi, kalian harus tau ini. Jika ada yang paling berbahaya di sini, tentu saja wanita yang di tengah."


"Ya, aku rasa dia sangat cantik! Meski ya ... Maksudku, Ketiganya sangat cantik!"


"Yang di tengah Itu adalah Alice Sanders. Orang yang paling dekat, dengan sang penguasa Jaringan yang luar biasa ini."


Pembicaraan seperti itu, terjadi hampir di semua titik di Aula pertemuan gedung, yang sangat besar itu.


Melihat orang-orang yang sedang berkumpul di dalam ruangan ini, bukankah orang-orang biasa, menyebabkan suara riuh karena bisikan memenuhi seluruh ruangan itu.


Namun, suara itu langsung terhenti, saat seseorang menyalakan mic dan langsung bicara.


"Selamat Sore ... Aku Alice Sanders ... Terimakasih atas kesediaan kalian untuk datang pada pertemuan ini ... Kalian tentu sudah tau kenapa kalian diundang ke sini, bukan? jadi kami tidak akan memulainya dari sana lagi ... "


Alice menjeda kata-katanya, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Saat itu, dia melihat Semua orang menganggukkan kepala mereka.  setelah itu, dia kembali melanjutkan.


"Aku hanya ingin mempertegas satu hal, Dan ini adalah prinsip dasar yang sudah di tanamkan pada kami, dan seluruh orang yang berniat untuk berada di bawah jaringan ini tanpa terkecuali ... "


Saat itu, Alice kembali menjeda kata-katanya, dan raut wajahnya langsung berubah. Dengan suara rendah, dan penuh penegasan, wanita itu kembali berkata.


"Tunjukkan diri kalian berguna, atau ... Pergilah ke neraka!"

__ADS_1


__ADS_2