World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pesta


__ADS_3

Saat menarik pelatuk, mata William sempat terpejam untuk sepersekian detik. Namun, detik berikutnya saat matanya terbuka kembali, dia mendapati Noah sudah berada sangat dekat dengan dirinya.


"Aku memaafkanmu ... Tapi aku tidak akan meminta maaf untuk ini ... !!"


Bersamaan dengan apa yang di ucapkan pemuda itu, William melihat kepalan tangan Noah datang dengan kecepatan tinggi, terarah ke wajahnya.


William yang berpikir bahwa dia baru saja sudah menghabisi nyawa pemuda itu, tidak siap dengan apa yang terjadi saat ini.


"Buk!!"


Akibatnya, satu pukulan keras dari Noah yang tepat mengenai pelipis matanya itu, sukses membuatnya terhuyung kesamping.


Namun, William memang tidak berharap Noah akan merasa cukup sampai di sana saja.


"Buukk!!"


Satu tendangan keras dengan kaki kiri pemuda itu, William merasa seluruh isi perutnya sudah berubah posisi.


William sama sekali tidak punya keinginan untuk melawan. Bahkan untuk menarik pelatuk senjata yang kini masih di tangannya itu tadi aja, dia sudah menghabiskan semua keberanian yang dia punya.


"Buk!!"


"Buk!!"


"Buk!!"


"Buk!!"


Noah terus menghantamkan pukulan serta tendangan pada William, meski tau bahwa pemuda itu sama sekali tidak terlihat memiliki niat untuk melawan.


"William ... "


"Buk!!"


"Kau tentu tau ... "


"Buk!!"


"Apa yang terjadi ... "


"Buk!!"


"Jika kau ... "


"Buk!!"


"Gagal ... "


"Buk!!"


"Membunuhku ... Bukan?!"


Noah terus memberikan pukulan saat dia menanyakan itu. Namun, saat ini wajah William sudah babak belur dan mulutnya sudah mengeluarkan darah.

__ADS_1


Meski masih berdiri, hanya butuh sedikit dorongan saja, maka pemuda itu akan tumbang.


William berusaha membuka satu matanya, karena satu lainnya sudah sangat sulit sekali untuk di buka.


William melihat darah mengalir dari pakaian pemuda itu, dan dia melihat bekas peluru menembus Hody di bagian bahu Noah.


"Sial, bahkan dengan luka tembak sekalipun ... Ternyata pukulanmu masih terasa sangat menyakitkan ... "


Meski William tersenyum saat mengatakan itu, namun tidak dengan Noah. Malah pemuda itu kini sedang mendekat.


Sebuah pukulan dia layangkan saat itu juga.


"Buk!!"


"Bruuukkk!!"


William jauh terlentang, namun kesadarannya masih ada. Akan tetapi sebelum dia menutup matanya William melihat Noah baru saja mengambil senjata miliknya, dan mengarahkannya pada William.


William tersenyum, dan berkata. "Kau benar-benar ... Monster!"


"Dor ... Dor ... Dor ... Dor ... Dor ... "


Noah melempar senjata itu pada William, dan segera berbalik.


"Dunia ini kejam ... Untuk hidup dengan tenang, aku harus lebih kejam, dari dunia itu sendiri ... Kawan ... "


Setelah mengatakan itu, Noah berjalan meninggalkan tubuh William yang tergeletak di Atap gedung rumah sakit itu.


Sementara itu, dinwaktu bersamaan. Di sebuah kota tidak jauh dari Blacksteel, sedang berkumpul ratusan mobil.


Tobias tidak mengatakan sebelumnya dengan apa yang akan dia lakukan setelah meminta wakilnya untuk mengumpulkan semua tim-tim jalanan yang dibawah otoritasnya di seluruh negara bagian GoldWest ini.


Sekarang, saat semuanya sudah berkumpul. Lebih dari seribu orang sedang berdiri menunggu instruksi darinya.


"Magi ... Aku ingin mengadakan sebuah pesta ... "


Saat mengatakan itu, Tobias Zargosky memasang seringai di wajahnya. Magi, yang merupakan wakil nya di Tim Fulcans, tentu saja merasa heran.


"Pesta? ... "


Toby menganggukkan kepalanya. "Ya, pesta ... Sebuah pesta yang sangat meriah. Hahahahhaa ... !!"


Tidak pernah Magi melihat Tobias bersikap seperti ini sebelumnya. Jika hanya pesta, tanpa di undang sekalipun semua orang ini pasti akan datang.


Namun, Magi tidak menyangsikan kemampuan keluarga Zargosky untuk mengadakan sebuah pasta. Akan tetapi, itu bukanlah salah satu kebiasaan Toby, salah satu Raja, dari empat raja jalanan di negara bagian GoldWest ini.


"Di sini?!"


Toby menoleh pada Magi, dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ... Pesta ini akan di adakan di sebuah kota yang cukup jauh dari sini."


Jawaban Tobias semakin membuat Magi, kebingungan. Dia tau bahwa saat ini Toby sedikit memiliki masalah dengan kakaknya Nicholas. Akan tetapi, sikap Toby sudah seperti orang yang memiliki gangguan jiwa.


"Jadi, di mana pesta yang kau maksud akan di adakan Toby?"

__ADS_1


Tobi kembali menoleh pada Magi, dan berkata. "Bronzeland ... Di sanalah pesta itu akan kita adakan ... "


Mendengar itu, mata Magi melebar. Meski belum memastikannya sendiri, tapi dari kabar yang beredar, salah satu Raja yang baru bertahta di antara yang lainnya berasal dari kota itu.


Magi cukup sering mencari informasi tentang perkembangan tim-tim di luar tim yang berada di bawah otoritas The Fulcans.


The Madness, itulah gelar yang orang-orang dari Bronzeland sematkan pada ketua baru tim Satelite yang berada di HighCopper, bernama Noah Evans.


"Toby ... Jadi, semua masalah ini barujung pada dia?"


Toby menganggukkan kepalanya, "Ya, aku tidak menyukainya dan apapun yang di milikinya. Aku ingin menghancurkan semuanya tepat di kampung halamannya sendiri ... Kau mengerti maksudku, Magi?


Tentu saja dia mengerti. Akan tetapi, menyerang langsung Bronzeland tidak terdengar seperti ide yang bagus. Apalagi tempat itu cukup jauh dan diluar wilayah kelurga Zargosky.


Melihat keraguan Magi, Tobias tersenyum. Namun dia tidak bisa menyalahkan pemuda itu.


Karena apa yang akan mereka lakukan ini terdengar cukup gila. Apalagi semua orang tau bahwa Raja baru itu diakui dua raja lainnya.


Akan tetapi, Tobias Zargosky tidak berniat melakukannya dengan setengah. Saat dia berkata untuk menghancurkan semua milik Noah Evans, itu bukanlah sebuah ungkapan.


Toby berjalan mendekati sepuluh mobil Box yang terparkir di depan Basecamp the Fulcans. "Magi, kemarilah ... Aku ingin menunjukkan sesuatu."


Magi berjalan mendekat pada Toby Yanng saat ini sudah berada di belakang mobil itu, dan membuka pintu Box mobil tersebut.


Saat sampai di sana, dan melihat ke dalam, Mata Magi langsung terbelalak.


"Holy F**k ... kau tidak bercanda!"


Masih dengan seringai yang sama, lagi-lagi Toby menganggukkan kepalanya.


"Aku akan membawa pesta ini ke sana ... "


Magi tidak lagi bicara, karena masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


Box yang ada di depannya ini, menyimpan ratusan senjata api. Dia yakin benda yang sama juga tersimpan pada mobil yang lainnya.


"Sial ... Ini bukanlah sebuah pesta ... Dengan semua ini, kau tidak hanya berniat menghancurkannya saja, bukan? Kau ingin menghancurkan seluruh kota itu, kan, Brengsek!!"


Meski wakilnya itu sedang mengumpat padanya, Namun Toby hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya, aku akan memulainya dari sana ... Setelah ini, tidak ada lagi empat Raja ... "


Setelah mengatakan itu, Tobias berjalan ke arah kerumunan yang sedang menunggunya.


Dia menaiki sebuah Atap mobil dan berdiri di sana. Di tangannya, dia sedang memegang sebuah senjata semi otomatis berlaras panjang, dan mengarahkannya ke atas.


Detik berikutnya, ledakan dari ujung moncong senjata secara beruntun yang dilepaskannya, sukses mengejutkan semua orang di sana.


Toby tersenyum saat orang-orang itu kini melihat padanya. Meski tidak ada yang bertanya, tapi Toby tau apa yang ingin diketahui semua orang yang menatapnya dengan melebarkan mata mereka ini.


"Dengar, kalian brengsek!! ... "


Toby memang tidak pernah ramah pada seluruh pengikutnya. Namun begitu, semua dari mereka mematuhinya. Seperti saat ini saja, beberapa mata menantapnya dengan antusias.

__ADS_1


"Aku akan mendanai masing-masing seratus juta dollar, untuk setiap tim yang ikut denganku ke Bronzeland ... !!"


__ADS_2