
Pertemuan itu dimulai dengan Anson Haines sebagai pembicara pertama. Pria itu menjelaskan bagaimana cara kerja The Elevens dan beberapa keluarga yang ada di sana.
Hal itu membuka mata banyak orang. Bagiamana pun, Anson sudah berada sangat lama di posisi itu. Beberapa poin tentang kekuatan serta kelemahan Jaringan yang sudah berada di tahap itu dia jelaskan dengan terperinci.
Ditambah pengalamannya yang baru-baru ini terjadi dalam keluarganya, membuatnya lebih mengerti tentang betapa mengerikannya persaingan di level itu.
Sarah, menjelaskan otoritas yang dia pegang. Hal itu tentu saja membuat semua orang terkejut. Wanita muda itu mendapat kepercayaan untuk mengendalikan wilayah yang dulunya menjadi otoritas keluarga Alexander Reamus.
Yang lebih mengejutkan sebenarnya adalah, hampir semua orang tau bahwa wilayah itu tengah bersengketa langsung dengan tiga Jaringan Keluarga Mafia besar lainnya.
"Alex, informasi yang kau berikan sangat berguna ... Terimakasih, karena telah pulang tepat waktu."
Alex menganggukkan kepalanya, dan tersenyum saat Noah mengatakan itu padanya, sementara yang lain masih menyimak Sarah berbicara di sana.
Sementara itu di Alco City, juga terjadi sedikit kejadian dia atas serta di bawah tanah.
Pertemuan rahasia antara Zargosky dan dua keluarga lainnya di adakan di gedung milik Keluarga Fane. Sementara William yang sebelumnya sudah mendapat kepercayaan sebagai pemimpin keluarga itu, tidak bisa hadir di sana.
Perempuan itu juga di hadiri hampir seluruh Jaringan-jaringan yang berada di bawah mereka.
"Tobias Zargosky ... Sepertinya, aku terlalu memandang tinggi dirimu. Kenapa kau melakukan hal konyol seperti itu?"
Tobias yang duduk di seberang meja, terlihat sangat kacau. Pemuda itu bahkan tidak berani menemui atau menjawab panggilan Nicholas kakaknya, sejak terakhir kali mereka bicara.
Dia menyesap habis minuman yang ada di gelasnya, dan menghempaskan gelas itu kelantai.
__ADS_1
"Praangg!!"
Dengan wajah bengis, dia menunjuk pada wajah William Fane yang duduk di di depannya.
"William F**kin Fane ... apa kau datang hanya untuk mengejekku? Atau ... "
William tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Meski tidak menyukai pria di depannya ini, dia memang tidak pernah menyangka Toby nekad melakukan hal bodoh dengan menculik wanita. Apalagi, dia hampir berakhir konyol karenanya.
Namun, wajah William seketika berubah saat itu juga. "Toby, kau terlalu meremehkan siapa yang sedang kau hadapi. Jadi sebaiknya mulai saat ini kau tetap diam dan terus bersembunyi."
Meski mau, William sama sekali tidak bisa membantu. Namun, jelas Tobias akan membahayakan semua orang. Jadi karena itulah dia datang setelah pemuda ini menghubunginya.
Mendengar itu, Tobias berdiri sambil menggelengkan kepalanya. "William, aku katakan padamu! ... Aku belum habis ... !"
"Orang yang ingin kau hadapi, tidak memiliki tujuan yang sama dengan mu ... Jujur saja, aku tidak berada di sini untuk mendengar betapa mengirimkannya dirimu Toby ... Kalau kau tak segera membuka mata, maka kau akan mati tanpa mengetahui apapun."
Setelah mengatakan itu, William berbalik dan pergi dari sana. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar Tobias berteriak padanya.
"F**k!! ... Bagaimana kau bisa berkata seperti itu, brengsek?! ... Sementara Kau dan keluargamu memilih untuk berada di bawah Jaringan keluargaku ... "
William berbalik dan tersenyum meremehkan. "Itu kenapa aku mengatakan padamu, buka matamu dan lihat bagaimana dunia ini bekerja, Idiot!!"
Emosi Tobias tersulut, dia berjalan hendak mendekati William. Namun, saat dia sudah berada satu langkah lebih dekat, William berbalik dan meletakkan moncong senjata api di kening pria itu.
"Buka mata mu\, brengsek!! ... Apa kau pikir saat ini aku atau keluargaku tetap di sini hanya karena ingin berada di dalam Jaringan keluarga busuk mu itu\, As*****e?!"
__ADS_1
Mata Toby melebar. Dia bisa merakan bahwa William serius dengan setiap satu suku katanya. Jika dia salah bicara, bisa dipastikan isi kepalanya akan segera menjadi bubur saat itu juga.
Tobias Zargosky menelan ludah, sebelum akhirnya kembali bersuara. "Jadi, ini yang kau katakan cara dunia bekerja, Huh?"
William sedikit mengangkat dagunya, lalu kembali menarik senjata itu dari sana.
Setelah berbalik dan tepat sebelum dia melangkah pergi, William kembali bersuara.
"Ada hal di dunia ini yang tidak bisa kau pilih, meski kau mau ... Aku sadar bahwa aku berjalan di tempat yang salah. Hanya saja, aku tidak akan pernah merengek seperti anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang dia mau."
Toby terdiam ditempatnya berdiri, setelah mendengar kata-kata William tersebut. Lama dia termangu di sana, sebelum sebuah seringai muncul di wajahnya.
"Baiklah, William ... Setidaknya, kedatanganmu telah memberiku sebuah ide ... Kita akan bicara lagi, setelah ini semua selesai, brengsek!"
Toby tidak lagi ingin berlama-lama di kota ini. Sekarang ada sebuah tempat yang menurutnya bisa membuatnya membalikkan keadaan.
"Noah Evans ... Setelah ini selesai, Hanya akan ada satu Raja tersisa ... "
Toby keluar dari tempat itu, dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Setelah dia melakukan manuver hebat dan menginjak gas dalam-dalam, mobil itu melesat ke arah sebuah kota.
"Toby?"
"Siapkan semua orang ... Kita akan memulai sebuah perang!!"
Toby melemparkan ponselnya Asal, lalu mengangguk perseneling membuat Torsi mobil itu meninggi seketika. Raungan mobilnya, langsung memecah kesunyian jalanan yang di lewatinya.
__ADS_1