World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Situasi Yang Asing


__ADS_3

[Nama Pengguna \= Noah Evans]


[Status \= Manusia Bumi level C]


[Pengalaman(P) \= 110]


[Mentalitas(M) \= 80]


[Vitalitas(V) \= 80]


[Sense (S) \= 45]


[Intuisi (I) \= 40]


[Keahlian Spesial (KS) \= 5]


[Poin (P) \= 562.217]


[Poin Spesial (PS) \= 100]


[Level (L) \= 3]


[Minimal Belanja Bulanan (MBB) \= Komplit]


[Misi Sistem : Pembangunan]


[Mode Misi : WRATH]


[misi Utama : Penguasa]


Beberapa saat sebelum menyela percakapan empat orang tersebut, panel Bar Sistem milik Noah masih terbuka.


Beberapa waktu ini, dengan pembangunan yang dilakukan oleh Alice dan yang lainnya di Silverstone, Noah bisa meningkatkan level vitalitas, mentalitas serta intuisinya.


Hanya saja, peningkatan level pengalaman di bar tersebut, tentu dia dapat dari apa yang sedang dia lakukan di sini.


Baru saja, Noah mendapatkan keahlian spesial baru sebagai mata-mata di sistemnya. Ini sebenernya tidak dia duga. Menurutnya, seharusnya untuk mendapatkan satu keahlian spesial, setidaknya dia memiliki dasar dari keahlian tersebut.


Akan tetapi, saat ini Noah tidak ada waktu untuk memikirkan hal tersebut. Dengan harga yang cukup tinggi, Noah menukar poin sistemnya, dan langsung menaikan level keahlian spesial yang mendukungnya untuk bisa menyusup kedalam bangunan yang di jaga oleh ratusan orang itu.


Berhadapan dengan Paul, tiba-tiba intuisi Noah bereaksi. Menurutnya, pria yang kini seperti tengah bersiap untuk menyerangnya tersebut, cukup kuat. Bahkan, mungkin sangat kuat.


Noah tidak tau jika tidak mencoba bertarung dengannya. Bukan takut, karena Noah sudah berada di level beladiri tingkat tinggi. Bertarung saat ini bukanlah masalah. Tapi Noah memiliki pemikiran lain tentang itu.

__ADS_1


Noah terus berjalan menuju tempat dimana mereka kini telah berdiri, tanpa menunjukkan keraguan sedikitpun.


Hal itu menimbulkan sedikit keraguan pada Paul. Menurutnya, seseorang yang berhasil menyusup ke dalam, tentu saja bukan orang biasa.


Dia kembali teringat betapa gugupnya Eddy Faust beberapa detik yang lalu, saat melihat pemuda itu telah berada di sana.


Paul langsung dapat menyimpulkan bahwa pemuda inilah yang menjadi biang masalah seperti apa yang telah diceritakan oleh Eddy beberapa waktu yang lalu.


"Sial ... Jadi, kau orangnya, Huh?"


Melihat anaknya yang begitu gugupnya, Randy juga sudah bisa menebak siapa pemuda itu. Hanya saja, karena Noah terlihat begitu muda, pria tua itu terdengar sedikit meragukan bahkan terlihat meremehkannya.


Beralih menatap siapa yang bertanya, Noah sempat tersenyum sebentar pada Paul Fargo, sebelum akhirnya menjawab Randy Faust.


"Siapa yang kau maksud, orang tua?"


Paul Fargo yang juga ikut berbalik saat Noah berjalan melewatinya begitu saja lalu berdiri satu langkah di depan Randy Faust seolah itu bukan apa-apa, kini benar-benar merasakan perubahan atmosfir di ruangan tersebut.


"Hei ... Kema—"


Paul Fargo langsung mengangkat tangan untuk menghentikan Roman yang terlihat ingin memanggil orang yang ada diluar.


Sebagai petarung, Naluri Paul mengatakan bahwa mereka akan kesulitan jika pemuda ini bereaksi. Mungkin dia bisa mengatasi pemuda ini walaupun akan terjadi pertarungan yang cukup sengit.


Akan tetapi, keberanian pemuda itu untuk menunjukkan diri secara langsung dengan cara seperti ini, membuat Paul bersikap berhati-hati.


Sekali lagi Noah bertanya pada Randy Faust, tanpa berbalik sedikitpun, saat Roman yang tadi sempat berteriak, kini terlihat sedang menyuruh beberapa orang yang tampak berlari kedalam, untuk segera mundur dan kembali keluar.


Randy Faust menelan ludah. Baru beberapa saat yang lalu dia merasa sudah berada di atas angin karena berhasil menyita perhatian Paul Fargo dengan cara menunjukkan bongkahan emas sebagai bukti kata-katanya, kini entah bagaimana sedang merasa terintimidasi.


"K-kau ... Kau ... Pemuda itu?"


Noah menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya bahwa pria tua itu masih bertanya.


Noah kembali berjalan melewati Randy Faust dan menoleh pada dua orang lainnya. Sebelum akhirnya berdiri di sofa di ujung, tepatnya di depan sofa sebrang meja, dimana Paul Fargo tadi duduk.


Noah merentangkan tangan sebelum akhirnya kembali bicara. "Tuan-tuan, duduklah ... "


Demi apapun, tidak ada satu orangpun di sana, yang mengerti apa yang sedang di lakukan Noah saat itu.


Pemuda yang entah muncul dari mana itu, kini sedang bertindak seolah dia adalah tuan rumah sedangkan mereka adalah tamunya.


"Kau ... ?! Apa maksud—"

__ADS_1


Tentu saja Roman Faust tidak bisa menerima sikap Noah tersebut, dan terlihat seperti akan mendekat dan berniat menyerang Noah. Hanya saja Paul Fargo kembali memotongnya.


"Roman ... Duduklah ... !"


Untuk membuktikan dirinya sebagai kandidat pewaris salah satu jaringan Mafia terbesar di negara Bagian Goldwest, Paul Fargo telah melawan banyak orang kuat sebelumnya. Baik kuat secara finansial maupun secara fisik.


Banyak orang-orang yang benar-benar kuat tapi cukup bodoh. Akan tetapi, dia belum pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya.


Meski meremehkan apa yang terjadi di kota BronzeLand ini, akan tetapi bukan berarti Paul tidak mencari tau apa yang benar-benar terjadi di sini.


The Madness, sebuah sebutan yang di sematkan bagi orang-orang pada seorang pemuda, yang di sebut-sebut sebagai awal seluruh kekacauan yang membuat Jaringan Keluarga Faust yang selama ini bersembunyi di balik bayang-bayang di kota ini, ternyata bukan isapan jempol belaka.


Sesuai dengan gelarnya, the Madness (kemarahan/kegilaan), menurut Paul kata itu tidak berlebihan. Karena, pemuda yang kini berada di tengah-tengah mereka ini, benar-benar dipenuhi dengan kegilaan.


"Jadi, apa yang kau inginkan?"


Paul bertanya pada Noah, beberapa saat setelah mereka semua kembali duduk.


Noah mengangkat satu kaki dan menaruhnya di atas meja, sebelum akhirnya menjawab dengan sikap dan nada bicara yang benar-benar tidak sopan, sebagai satu-satunya orang yang di anggap asing, bahkan ancaman di sana.


Sambil mengedarkan pandangannya, Noah balik bertanya. "Kenapa kau bertanya padaku, seharusnya, aku yang bertanya pada kalian ... Kenapa orang-orang seperti kalian ini, bisa berada di kota ini?"


Melihatbdan mendengar Noah, Randy Faust yang benar-benar sudah kehabisan kesabarannya, berdiri dan langsung menunjuk pada Noah.


"F**k! ... Apa maksudmu bertanya seperti itu, brengsek?!"


Noah sekali lagi menggelengkan kepalanya, saat mendengar Randy Faust tersebut. Namun, kali ini dia menatap tajam pada Paul Fargo, dan menanyakan hal lainnya.


"Kau ... apa kau juga anggota keluarga Faust? ... Tidak, tidak ... Aku rasa bukan. Hmm ... Apa kau memiliki hubungan bisnis, dengan keluarga busuk ini?"


Inilah yang sebenarnya terjadi. Meski tidak tau nama-nama mereka, Noah sudah bisa menebak tiga orang lainnya adalah keluarga Faust.


Akan tetapi, bagaimana semuanya bersikap, Noah bisa menyimpulkan pria yang berada di depannya ini, tentu bukan bagian dari mereka.


Saat itu juga otak Paul Fargo berfikir cepat. Baginya, Pasti ada maksud kenapa pemuda itu mempertanyakan apa hubungan dirinya dengan keluarga Faust.


Dunia seperti ini, memerlukan kecepatan serta ketepatan berfikir. Meski muda, Paul yakin bahwa Noah bukan pemuda bodoh yang menanyakan hal tersebut tanpa alasan yang jelas.


"Bagaimana kau ingin aku menjawabnya? ... Seperti yang kau lihat, tentu aku kesini untuk membuat kesepakatan dengan Jaringan ini. Tapi, kau baru saja merusaknya, bukan? Jadi, bisa dikatakan aku belum memiliki kesepakatan resmi apapun dengan mereka."


Mata Randy, Roman, dan Eddy Faust, seketika melebar saat mendengar jawaban Paul Fargo itu.


Dalam situasi yang aneh ini, Paul Fargo seolah ingin berlepas tangan dari masalah mereka.

__ADS_1


Baru saja Randy ingin melayangkan pertanyaan untuk memprotes kata-kata Paul Fargo, Noah kembali berbicara yang membuat semua orang di sana, terperangah.


"Bagus ... aku rasa, kau akan tetap hidup malam ini, untuk melihat hari esok ... "


__ADS_2