World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pertarunganku


__ADS_3

Alger langsung memasang kuda-kuda waspada saat melihat Noah berlari padanya.


Pria berbadan besar itu, bersiap menerima tendangan atau pukulan yang akan di kerahkan Noah. Matanya sangat awas.


Seperti sebagai mana praktisi ilmu beladiri level raja lainnya, Alger tidak akan bisa di serang dengan mudah, jika sejak awal dia tidak meremehkan Noah.


"Hiyaa ... "


"Buk!"


Satu tendangan menyamping dari Noah, berhasil di tangkap Alger, Namun saat itu juga kaki Noah langsung terlepas. Alger merasakan sakit pada tangan yang menangkap serangan itu.


"Sial, Bocah ini benar-benar kuat."Batinnya.


Memang Noah memiliki level beladiri di bawah Alger, tapi soal kekuatan, Noah memiliki vitalitas yang sedikit tidak biasa.


Mungkin, jika mereka berada pada level yang sama, bisa saja pertarungan ini bisa dimenangkan Noah.


Itu Mungkin, tapi mungkin juga tidak. Karena setelah Noah melepas tendangan itu, Alger melihat lawannya masih terhuyung.


Berfikir bahwa efek serangannya tadi masih bekerja, Alger langsung menyerang balik Noah dengan tinjunya.


Namun saat baru saja dia melayangkan tinjunya, saat itu juga dia sadar bahwa Noah tersenyum.


"F**k ... !"


Sudah terlambat. Noah menangkap tangan Alger dan memanfaatkan momentum serangan yang kuat itu untuk membantingnya keras ke lantai.


"BrUuuk ... "


"Aaarrrrrtggggghhh ... "


Tidak memberi jeda, Noah balas menyerang wajah Alger yang sedang terlentang di bawahnya, dengan pukulan yang keras, bertubi-tubi.


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Hiyaaaaa ... !"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


Sekarang Noah terlihat benar-benar ingin menghancurkan wajah lawannya. Beberapa Saat setelah itu, mata semua orang melebar.


Noah mengangkat kepala Alger, terlihat ingin menghempaskannya ke lantai yang keras itu.


Mata Arlen benar-benar melebar. Karena Saat itu, sepertinya Alger akan segera berakhir.


"Buuuuuuk ... !"


Alger berhasil mengangkat kaki dan menghantamkannya pada Noah. Meski tendangan itu terlihat asal dan tak terarah, tapi cukup untuk menyelamatkan kepalanya yang hampir saja pecah.


Saat Noah mundur, Alger langsung berbalik dan berusaha berdiri.


"Alger ... Apa yang kau lakukan brengsek, bunuh bocah sialan itu sekarang, Assh**e ... !"


Semua orang tidak mendengarkan umpatan Arlen yang sudah seperti orang gila itu. Namun, mereka semua menatap kedua orang yang sedang bersabung nyawa di tengah ruangan itu.


"Sekarang, Kau terlihat lebih tampan ... "


Keduanya terengah tampak kehabisan nafas. Bertarung dengan niat membunuh, benar-benar menguras tenaga.

__ADS_1


Alger mendengus saat Noah mengatakan hal itu. "Huh, Seharusnya kau berkaca."


Noah sebenarnya bahkan lebih parah. Karena Hampir seluruh Tubuhnya terluka dan berdarah. Termasuk wajahnya yang kini juga di penuhi darah.


"Tapi, kita di sini bukan untuk itu, bukan?"


Alger tersenyum miring. "Ya, aku di sini untuk menghabisi mu."


Setelah Alger mengatakan itu, keduanya kembali maju untuk saling bertukar jurus dan serangan.


Saat ini, semua yang melihat keduanya bertarung, tidak lagi memandang Noah lemah. Buktinya, meski terluka cukup parah, sampai saat ini Alger tidak bisa menghabisinya.


Antony Reyes memperhatikan jalannya pertarungan itu dengan wajah yang sulit digambarkan.


"Sial ... Anak muda ini, benar-benar sesuatu."


Saat menggumamkan itu, matanya melirik Ted Bowie sekali sebelum akhirnya dia tersenyum.


"Kau benar-benar sudah menemukan orang yang sangat pantas untuk di ikuti, Sialan ... "


Sementara itu, Antonius dan Alex sangat terpana dengan kemampuan bertarung dan semangat serta tekad Noah.


Keduanya sudah hidup di dunia seperti ini cukup lama, namun mereka belum melihat pemuda yang begitu gigihnya.


Noah bisa saja meminta mereka untuk bertarung melawan Alger. Namun, sepertinya Noah tidak berfikir demikian.


"Alex, apakah kau memikirkan hal yang sama denganku ... ?"


Alex langsung mengangguk. "Ya, kita sudah melihat banyak orang-orang kuat. Tapi ... Saat ini aku sangat yakin, kita sedang mengikuti seseorang yang tidak hanya kuat, tapi dia adalah yang terhebat di antara mereka."


Saat mereka berbicara, Noah dan Alger masih bertukar serangan. Kali ini, keduanya sudah bergerak sedikit lebih lambat.


Namun, tenaga yang mereka lepas di setiap pukulan atau tendangan, tidak berkurang sama sekali.


"Kau, benar-benar kuat. Aku mengakuimu ... Hehe ... Hehe... "


Noah hanya tersenyum masam mendengarnya. "Aku hanya bisa bilang, kenapa orang kuat sepertimu, bisa berakhir bekerja pada pecundang itu."


"Tidak ada yang aneh, dunia memang seperti itu, kekuatan bisa dibeli ... Kekayaan bisa di raih. Tapi kau ... Kau ... !"


"Arrrggghhh ... !"


"Argh ... !"


Semua mata terbelalak. Dari banyaknya serangan yang saling mereka lancarkan, akhirnya Noah berhasil mendaratkan pukulan telak dada Alger.


Tepat di depan Arlen, Seteguk darah segar, baru saja dimuntahkan pria berbadan besar itu.


Akan tetapi, Noah juga mendapat pukulan di bahu kirinya.


Alger tertunduk memegang dadanya, sementara Noah memegang bahunya. Dampak serang Alger, membuat satu tangannya terasa melemah.


Noah tidak mau lengah, dia langsung kembali menyerang. Namun, sesaat sebelum Noah tiba, semua orang melihat Arlen mendekat pada Alger dan memberikan sesuatu pada anak buahnya itu.


"Ssseeeeuuuppp ... "


Sebuah pisau di tangan Alger, berhasil melukai perut Noah. Beruntung sesaat sebelumnya, Noah menyadari dan memaksa kakinya melambat dan berhenti di waktu yang nyaris, tepat.


"Arlen ... Kau bajingan ... !!"


"OLD TED ... !!"


Teriakan Noah, berhasil membuat langkah Ted Bowie berhenti saat terlihat hendak menyerang Arlen.


Saat dia menoleh pada Noah, mata Noah membuat pria tua itu merinding.


Tidak hanya dia, namun semua orang di sana, termasuk Antony Reyes juga.


"Ini pertarunganku ... !"


Waktu seolah berhenti saat Noah mengatakan itu. Terlihat dia tidak ingin sipapun membantunya saat ini.

__ADS_1


"Siapa saja yang ikut campur, akan berhadapan denganku ... !!"


Setelah mengatakan itu, Noah kembali maju menerjang Alger. Saat itu juga, mereka melihat sebuah pertarungan yang sangat mengerikan.


Sebagian dari Mereka sudah biasa melihat bagaimana orang bertarung dengan senjata. Namun melihat bagaimana cara Noah menghadapinya, benar-benar tak biasa.


"Seuup!"


"Buk!"


"Seuup!"


"Buk!"


"Seuup!"


"Buk!"


"Seuup!"


Setiap ayunan pisau dari Alger yang melukainya, dibalas Noah dengan pukulan. Saat ini, Noah sama sekali tidak terlihat menghindari pisau itu.


Mata Alger melebar saat menyadari hal tersebut. Entah kenapa, menghadapi Noah, seolah tidak ada satupun yang membuat pemuda itu takut.


"Kau ... Kau ... Tidak takut, Mati ... !"


Noah tak menjawab tapi terus memberikan pukulan bertubi-tubi.


"Alger keparat ... Bunuh dia sekarang, brengsek ... Bodoh!"


Kata-kata Arlen itu, membuat semua orang kesal. Bahkan, anak buahnya sendiripun, terlihat sangat dongkol.


Saat melihat Alger lengah, Noah memukul keras pergelangan tangan Alger yang memegang pisau, hingga membuat benda itu terlepas dan jatuh ke bawah.


Noah langsung menyambar pisau tersebut lalu megayunkanya dengan cepat dan kuat, pada Alger.


"Sreeeet ... "


Sebuah luka panjang dari perut bawah kanan hingga bahu kiri Alger, langsung terbuka dan mengeluarkan banyak darah.


Saat itu, mata semua orang melebar. Luka Alger ternyata memang sangat parah. Kulit dan dagingnya benar-benar terkoyak dan menganga.


"Ini akhirnya ... "


Tau bahwa dirinya sudah tidak bisa apa-apa lagi, Alger hanya berdiri pasrah saat Noah mendekatinya.


"Sebuah Kehormatan bagiku, mati di tanganmu ... Tuan Ev—"


"Seuup ... !"


Noah baru saja memutus setengah tenggorokan Alger sebelum sempat mengatakannya.


"Katakan itu nanti, saat kita bertemu lagi, di neraka ... !"


"Brrrukk!"


Tubuh besar Alger ambruk Saat Noah sudah berbalik. Namun, Wajah Noah di penuhi darah yang menyembur dari leher pria yang baru saja meregang nyawa itu.


Noah sudah dipastikan memenangkan pertarungan dan taruhan tesebut. Namun, tidak sempat semua orang merasa lega, Arlen kembali mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


"Dor ... !"


Sebuah suara tembakan menggelegar di udara.


Semua orang terdiam dengan apa yang baru saja mereka lihat. Bahkan, Antony Reyes pun terbungkam.


Tiba-tiba Tawa Arlen menggema di ruangan itu.


"Haha ... Haha ... Hahahahahahha! "


"Kalian lihat? ... Aku memenangkan ini ... Hahahahha ... !"

__ADS_1


Saat itu, mereka melihat tubuh Noah, sudah tergeletak di bawah.


__ADS_2