World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Acton dan Barbara Cadman


__ADS_3

Lil Briley semakin gugup. Pasalnya, Eddy Faust langsung diam dan belum memberikan tanggapan apapun di seberang sana.


Keheningan terjadi sedikit lama, sebelum akhirnya Putra tertua keluarga Faust itu, kembali bersuara.


"Tuan Briley, kirim pesan pada ketua the Ravens, mereka di undang untuk bergabung dengan kita."


Mata Lil Briley langsung melebar. Saat itu juga dia langsung menyadari bahwa sekarang The Ravens telah mendapat pengakuan dari keluarga Faust.


Hal yang tidak pernah terjadi selama lebih dari tiga puluh tahun terakhir, akan terjadi dalam waktu dekat. Sebuah Jaringan baru akan segera berdiri di kota Bronzeland.


"Eddy, apa kau yakin? ... Maksudku, ayahmu tidak akan mem—"


Belum sempat Lil Briley menyelesaikan kata-katanya, Eddy Faust memotongnya.


"Tuan Briley, jika kalian sedikit saja menggunakan otak, maka hal ini tidak akan pernah terjadi. Sekarang, aku akan mengambil alih masalah ini. Sampaikan saja pesanku pada pemuda itu."


Setelah mengatakan hal tersebut, Eddy memutus sambungan begitu saja.


Lil Briley masih terdiam dengan ponsel masih menempel di telinganya. Semua itu terjadi bukan tanpa alasan.


Dengan kekuatan The Ravens saat ini, mereka tidak hanya akan menjadi Jaringan baru yang biasa. Mereka berpotensi untuk menjadi yang terbesar di antara yang lainnya.


Sementara itu, di kediamannya, Eddy Faust, sudah memperkirakan hal ini akan terjadi.


Mungkin di antara semua orang, hanya dirinyalah yang sejak awal sama sekali tidak meremehkan Kekacauan yang di sebabkan oleh gangster itu.


Eddy Faust juga sangat yakin bahwa pemuda yang kini menjadi ancaman besar pada kestabilan bisnis di BronzeLand itu, hanya mengancam.


Satu jam bukan waktu yang sebenarnya, Eddy menyadari bahwa itu hanyalah sebuah penekanan bahwa The Ravens tidak akan tunduk di bawah Jaringan manapun di kota ini.


Eddy Faust mengambil gelas Vodka di meja dan menenggak habis isinya. Sebuah senyum tersungging di wajah pria itu.


"Hmm ... Ini sangat menarik ... " Gumamnya.


Benar saja, Noah memang sengaja membuat Lil Briley dan Jaringannya merasa tertekan.


Karena tentu saja tidak semudah itu untuk menemui keluarga Faust yang sudah beberapa dekade terakhir, mengendalikan kota di dalam bayangan.


Oleh karena itu, saat ini dia sudah berada di depan sebuah gedung, di mana seorang ketua Jaringan telah menunggunya.


Tidak ada gedung yang memiliki ketinggian yang melebihi gedung ini, di Bronzeland.


Dari bentuk dan ukurannya saja, jelas bahwa pemilik gedung ini adalah Jaringan terbesar yang berada di bawah Keluarga The Faust.


"Tuan Evans, selamat datang ... "


Niah mengangguk pada Myra saat melangkah memasuki lobi gedung tersebut. Di sana dia juga sudah melihat Phill Collins, dan beberapa pengusaha sedang menunggunya.


Mereka semua tampak tersenyum menyambut pemuda tersebut, sedang kan seorang wanita yang berdiri di sebelah Myra, langsung menyambut dengan kata-kata yang sama sambil menjulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"Tuan Evans, selamat datang ... Aku Britney Stark."


Noah menyambut jabat tangan wanita itu, "Nona Stark, terimakasih atas sambutannya."


"Tidak perlu, Tuan Evans. Ayo ikut aku, Bos kami telah menunggumu."


Noah mengangguk."Baiklah, kalau begitu."


Saat sampai di pintu Di sebuah ruangan di gedung itu, Britney membukakan pintu bagi Noah. Sementara, yang lainnya terus berjalan untuk memasuki ruangan lainnya.


Saat Noah memasuki ruangan tersebut, Matanya sedikit melebar. Dia sudah di tunggu oleh dua orang yang mana salah satunya sangat dia kenal.


Pemuda yang tumbuh bersamanya di panti itu, tersenyum saat menyambutnya.


"Noah, kau datang juga."


Noah juga sudah mendapat kabar ini sebelumnya, namun begitu tetap saja melihat salah satu saudaranya terikat dengan salah satu Jaringan di BronzeLand, dengan posisi yang sangat tinggi membuatnya sedikit heran.


Noah hanya mengangkat sedikit dagunya sebelum balas menyapa, seolah mereka tidak begitu akrab. "Acton ... "


"Hoho, apa yang sedang kulihat ini? Apakah begini cara dua orang yang bersaudara saling menyapa?"


Noah menoleh pada seorang wanita yang berumur pertengahan tiga puluhan. Meski memiliki wajah yang cukup cantik, tapi bagi Noah figur wanita itu lebih terkesan licik.


"Barbara, Ini Noah ... Dan, Noah ... Ini Nona Barbara Cadman."


Barbara mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Noah.


"Yah, sepertinya aku harus mengakuinya ... Terimakasih sudah menjaga saudaraku."


Barbara menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendekati dan memeluk Acton. "Tidak perlu, kami saling menjaga."


Noah hanya bisa menghela nafas dan melepasnya dengan sedikit kasar sebelum menggelengkan kepalanya.


"Ya, baiklah ... Terserah."


Sikap Noah membuat Acton mengernyitkan dahinya. Wajahnya langsung berubah tidak senang. "Noah, meski kita tidak saudara kandung, tapi Barbara adalah calon kakak iparmu. Apa kau tidak bisa bersikap lebih sopan padanya?"


Tidak oernah Noah berfikir untuk tidak menghormati Acton sebelumnya. Namun sekarang situasi sudah jauh berbeda.


"Maaf, Acton. Tapi sekarang Aku kesini bukan sebagai adikmu ... Aku datang karena di undang oleh seseorang. Di lain kesempatan, kau bisa membawa siapa saja ke rumah dan memperkenalkannya pada kami."


"Hahahahaha! Sesuai dengan kabar yang beredar. Tidak banyak bicara, langsung keintinya. The Madness ... Bukankah begitu?"


Noah hanya menggelengkan kepala. Namun wajahnya masih datar tanpa ekspresi apapun. "Nona Barbara, sudahi basa-basi ini, dan katakan saja langsung, apa tujuanmu mengundangku kemari."


Tidak Barbara, Namun kata-kata Noah langsung di jawab oleh Acton.


"Noah, aku tidak menyangka kau akan menguasai The Ravens. Sepertinya Silverstone sudah jauh merubah dirimu. Baiklah, kita lupakan hal lain dan mari bicara bisnis."

__ADS_1


Kalimat Acton benar-benar membuat kesimpulan Noah semakin kuat. Acton memiliki peran besar di Jaringan Keluarga Cadman.


"Oke, cukup masuk akal. Jadi, apa yang ingin kalian sampaikan?"


Acton merangkul bahu Barbara dan berkata dengan penuh percaya diri.


"Kami ingin The Ravens bekerja di bawah keluarga Cadman. Sebagai gantinya, kau akan kami beri lima persen saham dari total seluruh bisnis Jaringan ini, bagaimana?"


Noah mengangguk-anggukan kepala lalu menggeleng setelahnya. Sebuah senyum meremehkan tersungging di wajahnya.


"Acton, aku penasaran ... Apa sebenarnya kau mengerti dengan apa yang kau ucapkan?"


"F**k ... ! Noah, sepertinya kau sudah terlalu memandang tinggi dirimu sendiri."


Acton berjalan mendekat seolah ingin menegaskan sesuatu. Namun, begitu dia berada satu langkah di depan Noah, sebuah tendangan langsung mendarat di perutnya.


"Buk!"


"Argh ... !"


"Sial ... Kau ... Kau ... "


Acton tidak bisa menyelesaikan kata-kata karena perutnya begitu sakitnya. Tendangan Noah tang mengejutkan itu, tidak hanya cepat namun juga sangat keras.


Noah menoleh kebawah dan menatap Acton dengan tatapan jijik.


"Ingat tempatmu sendiri dan perhatikan dengan siapa kau bicara saat ini, brengsek ... !"


Setelah Noah mengatakan itu, dia menegakkan kepalanya dan menatap Barbara yang juga menatapnya.


"Nona Cadman. Kau tau posisi Jaringanmu saat ini. Sekarang, katakan apa pilihanmu?"


Barbara mengangguk mengerti. Saat Senyum liciknya semakin terlihat jelas


"Yah, dunia ini berputar seperti itu. Tapi, jika kau memang ingin Jaringanku berada di bawahmu, setidaknya berikan aku sedikit bukti, bahwa kau memang memiliki kemampuan mengambil alih kota ini, dari keluarga Faust ... Tuan Evans, kau tau bahwa dunia tidak hanya bergerak hanya karena kau kuat, bukan?"


Noah mengangguk. "Setidaknya hari ini aku bertemu seseorang yang memiliki otak ... "


Noah melirik pada Acton sebelum berbalik pergi dari ruangan tersebut, begitu saja.


Namun saat sampai di dekat pintu, Acton bersuara sambil menahan rasa sakit yang masih melilit perutnya.


"Noah ... Kau tidak tau apa yang sedang kau hadapi, brengsek ... !"


"Acton ... "


Acton melihat Noah sepertinya akan mengatakan sesuatu namun setelah itu, dia tidak mendengar apapun lagi dari kata-kata menggantung pemuda tersebut.


"Bruk!"

__ADS_1


Saat Noah menghilang di sebalik pintu. Barbara langsung menendang punggung Acton.


"Brengsek ... Selain ekormu itu, kau memang tidak berguna ... As*h*lle ... !"


__ADS_2