World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Reaksi


__ADS_3

Sementara itu, Jaringan Keluarga Fane dan Kingston di buat terkejut dengan kepulangan dua putra mereka dari kota Silverstone.


Pasalanya, kedunya membawa berita yang mengatakan bahwa seseorang dari BronzeLand akan datang dan mendirikan perusahaan investasi di HighCopper dan mengakuisisi serta mengekspan salah satu perusahaan mereka.


Di rumah keluarga Fane yang kebetulan berada di kota itu, Harry Fane sang kepala keluarga kembali bertanya.


"William, apa kau yakin dia dari BronzeLand?"


"Ayah, dia mengatakan begitu. Tapi aku juga meragukannya."


Harry mencoba berfikir keras. Setaunya, tidak mungkin ada keluarga yang sangat kaya berasal dari kota itu.


"Begini, kita tidak bisa gegabah. Tapi siapkan saja apa yang dia minta. Bagaimanapun, jika apa yang dia katakan itu benar, maka kau akan memiliki seorang relasi yang sangat kuat di umurmu yang masih sangat muda ini."


Mungkin banyak yang tidak tau, tapi tentu saja Harry mengetahui hal ini. Ada beberapa keluarga yang memang sulit untuk di dekati dan cenderung menyembunyikan kekuatan dan kekuasaan mereka.


Seperti penjelasan anaknya, menurut Harry, Seorang anak muda yang memakai pakaian murahan namun membawa mobil termahal di negara mereka, adalah hal yang benar-benar tidak wajar.


Apalagi, pemuda itu menjadikan tunggangannya tersebut sebagai bahan taruhan seolah itu bukan apa-apa. Hal itu menambah ketidakwajaran ini.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan meminta eksekutif kita untuk membuat perhitungan dan penawaran."


Saat itu, William ingin segera pergi namun Harry kembali menghentikannya.


"William, dengarkan aku baik-baik ... Kita mungkin terlihat sangat kuat, akan tetapi sejak aku muda aku selalu mendengar cerita tentang, ada beberapa keluarga kuno yang memiliki kekuatan serta kekuasaan yang tidak terlihat. Dan aku ingin kau mengingat ini ... Jika kau merasa dia sangat kuat namun tetap menyembunyikan asal usulnya, sebaiknya berhenti mencari tau tentang itu. Karena jelas, Jaringan kita tidak akan mampu berhadapan langsung dengan keluarga seperti itu, kau mengerti? ... "


Mata William melebar, dia juga pernah mendengar hal itu sebelumnya. Tapi, menurutnya keluarga seperti itu hanya cerita yang dikarang dan di kisahkan secara turun temurun saja.


Namun, melihat bagaimana cara Noah, dia mulai berfikir bahwa keluarga seperti itu benar-benar ada dan Noah, berkemungkinan sangat besar lahir dari keluarga itu.


Sama dengan apa yang di bahas keluarga Fane dirumahnya. Saat Dale kembali ke kota AmberLead di mana Jaringan keluarganya berpusat, Ayah Dale, Hale Kingston juga berfikiran sama.


"Dale, jika memang dia sanggup melakukan apa yang dia katakan, maka, kau tidak perlu mencari tau lagi asal usulnya. Ikuti saja, karena itu akan baik untukmu di masa depan. Aku punya perasaan yang kuat tentang itu."


Saat itu, disa kebetulan kakak Dale, Sarah Kingston yang merupakan wakil dari ayah mereka juga di sana.


"Dale, benarkah dia semuda itu?"


"Kakak, kau mungkin akan terkejut saat melihatnya, kau yang memiliki selera dengan standar sangat tinggi untuk memilih pasanganmu, akan mengubur dalam-dalam prinsipmu itu, jika bertemu dengan Noah. Aku sangat yakin itu."

__ADS_1


Sarah menyunggingkan senyum meremehkan, "Mungkin saja, tapi dia harus benar-benar bisa melakukan apa yang seperti ayah katakan tadi."


Dale yang diluar sana terlihat sangat pendiam, dirumahnya merupakan anak yang sangat ramah dan hangat bersama keluarganya. "Kau mau bertaruh?"


"Kau menantangku?"


Dale menggeleng, "Tidak, lupakan saja. Aku pasti menang dan ini sama sekali tidak adil untuk di jadikan bahan taruhan."


Merasa standarnya di remehkan adik semata wayangnya itu, Sarah benar-benar merasa tertantang. "Baiklah, jika benar dia seperti apa yang kau katakan, maka kau menang dan apa taruhannya?"


"Hmm ... Aku pikirkan nanti, setelah aku menyiapkan semuanya."


"Oke, sebaiknya kau bersiap dengan kekalahanmu, aku bukan benar-benar memasang level yang sangat tinggi untuk laki-laki yang berani menyentuhku, kalau tidak, dia akan mati dengan kehilangan dua bolanya itu."


Hale Kingston hanya bisa menggelengkan kepala saat anak gadisnya mengatakan hal tersebut. Karena, sudah tak terhitung banyaknya dia harus membereskan masalah seorang pemuda yang kehilangan kejantanannya sejak Sarah masih sekolah.


"Baiklah, kau begitu ... Aku pergi dulu."


****


"Ivy ... ! Apa kau melakukan hal yang membuat Tuan Evans marah lagi?"


Julius Clark memegang Dahi, pria itu tampak sangat cemas. Sementara istrinya yang melihat merasa heran.


"Julius, apa yang terjadi?"


"Tuan Antonius baru saja menelfonku ... "


Saat itu juga, istri dan anaknya saling berpegangan tangan. "Apa katanya?"


Julius mengusap wajahnya, dan menatap keduanya. "The Ghost ... Memintaku untuk menemuinya di HighCopper."


Jantung keduanya langsung berdetak kencang, saat nama itu di sebut oleh Julius.


Miranda istrinya yang sempat terdiam sebentar karena terkejut, tiba-tiba bersuara. "Ivy, cepatlah bersiap. Kita akan ke HighCopper."


Julius mengernyitkan keningnya, heran. "Miranda, apa maksudmu?"


Miranda menggeleng. "aku mendengar, tidak ada satupun orang selain A4 yang pernah di minta langsung menemuinya. Ini pasti sangat buruk."

__ADS_1


Berfikir bahwa istrinya akan membawa Putri mereka kabur, Julius mengingatkan. "Miranda, apa kau berfikir kita bisa kabur dari orang sepertinya?"


Miranda langsung berhenti dan menatap suaminya itu. "Julius, apa kau berfikir aku sebodoh itu? Tentu saja tidak. ... Kita harus bersiap sekarang. Kita akan menemuinya bertiga dan meminta maaf sekali lagi padanya dengan cara yang lebih baik."


Julius mengangguk. "Ya, kau benar ... Ivy, bersiaplah dan berdandanlah sebaik mungkin. Kita akan berangkat malam ini juga."


"Ya, sebaiknya jangan buat dia menunggu." Sambung Miranda.


Itulah yang terjadi tadi malam. Setelah Noah memutus panggilan, Antonius langsung menghubungi Julius dan mengatakan bahwa Noah ingin bertemu dengannya di HihgCopper tanpa memberi penjelasan apapun.


Mengingat tragedi yang mereka alami saat bertemu Noah sebelumnya, tentu saja kepanikan serta ketakutan langsung mengambil alih kinerja otak mereka.


Dan di sinilah ketiganya sekarang. Menunggu kedatangan Noah di sebuah restoran sederhana di kota HighCopper, dengan sangat gugup.


Mereka sudah berada di sini sejak restoran ini buka, hingga menjelang jam siang. Ketiganya, benar-benar tidak ingin membuat Noah, menunggu.


Bahkan, Miranda tidak berani ke toilet. padahal, sejak beberapa menit yang lalu, kantong kemihnya sudah terasa penuh.


"Tuan dan Nyonya Clark ... Aku tidak menyangka kalian semua akan kesini."


Ketiganya langsung terperanjat saat tiba-tiba saja mendengar suara seorang pemuda menyapa mereka.


"Bos ... !"


Tak sengaja Julius berseru sedikit keras saat berdiri, hendak memberi hormat.


"Tuan Clark, aku rasa kalian sudah tau aturannya."


Saat itu juga, ketuganya menileh kesekitar dan mendapati orang-orang di sana, mekirik mereka dengan tatapan heran.


"Oh iya, iya.  ... Maafkan aku."


Noah hanya tersenyum sedikit canggung saat itu. Dia juga tidak menyangka apa yang dilakukannya, akan membuat keluarga Clark begitu takutnya saat bertemu dengannya.


Ivy sendiri, seperti sudah kehilangan separuh nyawanya saat menyadari kedatangan Noah. Karena saat itu, dia melihat kembali pemiliknya. Ya, pemilik dirinya.


"Maaf, membuat kalian menunggu."


"Tidak, apa-apa. Kami baru saja tiba dan tidak menunggu sama sekali."

__ADS_1


Saat Julius Clark mengatakan itu, mata Noah melihat ada tiga gelas kopi di sana. Itu menandakan bahwa jelas mereka menunggu setidaknya dari beberapa jam yang lalu.


__ADS_2