World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Menang Atau, Pergilah ke neraka!


__ADS_3

"Tuan Reyes, kenapa kau menolak membantu?"


Lagi-lagi diluar dugaan Arlen, persiapan World Order tidak sederhana. Bahkan, saat dia memerintahkan Alger untuk mengumpulkan orang-orang, saat itu juga mereka mengetahui bahwa World Order telah lebih dahulu mengatur banyak gangster di kota ini.


"Arlen, kau Sepertinya sedikit naif. Kau berlagak seperti yang terkuat. Namun, kau melupakan sesuatu."


Kata-kata Antony Reyes membuat kening Arlen Fargo mengkerut. "Apa maksudmu?"


"Kalian keluarga Fargo datang ke kota ini. Dan mencoba mendominasinya. Alice, Alex dan Antonius adalah penduduk Silverstone. Ini rumah mereka ... "


"Tuan Reyes, aku hanya melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang Jaringan lain lakukan. Tidak ada aturan yang melarang sebuah jaringan untuk mengembangkan diri, bukan?"


Antony Reyes mengangkat Bahunya.


"Ya, tentu saja ... Kau bisa melakukannya. Namun, sekarang kau berhadapan dengan Tuan Rumah. Lalu, kau berniat membawa gangster kota ini untuk menyerang DevilHill dimana di sana adalah satu-satunya kekuatan asli kota ini yang tersisa."


Arlen langsung terdiam saat mendengar penjelasan Antony Reyes itu. Namun, saat dia ingin menanggapi, Kepala keluarga Reyes itu, kembali bersuara.


"Arlen, sudahi permainan anak-anakmu ini, musuh yang kau lawan bukan orang yang bisa kau hadapi. Tapi, karena aku sedikit memberi muka pada ayahmu, maka jual seluruh Aset kalian disini pada World Order dan pergilah saat ini juga atau—"


"Tuan Reyes, jika kau memang memberi ayahku muka, maka seharusnya kau membantuku."


Meski kata-katanya di potong, dia tidak memperdulikannya. Antony Reyes mengangkat satu tangan dan mendekatkan ujung jempol dan jari telunjuk nya, dengan memberi jarak setipis yang dia bisa diantaranya.


"Aku bilang sedikit, seperti ini ... "


Setelah mengatakan itu, Antony kembali berkata. "Aku tidak peduli dengan kau hancur atau tidak. Tapi, ini dunia kita. Kau berani berbuat, maka kau tau akibatnya."


Kata-kata Antony Reyes itu, menyulut emosi Arlen. Saat itu, dia berdiri dan berkata dengan geram.


"Setelah urusanku dengan World Order sialan itu selesai, aku akan meminta ayahku membuat perhitungan denganmu. Dan—"


"Huh, lihat apa yang lakukan, ternyata kau memang lebih bodoh dari yang aku perkirakan ... "


"Antony ... !!"


Teriakan murka Arlen, hanya dapat cibiran dari Antony Reyes. "Bajingan kecil busuk. bersiaplah! ... kau tidak perlu lagi mencarinya ... Karena dia sudah datang!"


Saat itu, terdengar beberapa suara orang melangkah melangkah memasuki kediaman Antony Reyes.


Saat Arlen dan anak-anak buah termasuk Alger berbalik, mata mereka semua melebar.


Jelas mereka tau siapa yang baru saja datang. Itu adalah, Alice, Antonius, Alex dan Albert. Empat orang yang dikenal sebagai A4 dari World Order dan satu orang yang juga mereka kenal Ted Bowie, atau lebih di kenal dengan panggilan, Old Ted.


Akan tetapi yang membuat mata mereka terbelalak adalah. Orang yang berjalan paling di depan. Arlen dan Alger mengenal pemuda itu.


Tepat saat dia menghentikan langkahnya, dengan sebuah senyuman, Noah menyapa.


"Yo, Arlen ... Sepertinya kau terlihat sangat kacau sekali, sekarang."


"Kau ... Kau ... The ... The ... "

__ADS_1


Noah mengangguk. "Kalian memanggilku begitu. Ya, itu aku."


"Bajingan ... Kau mempermainkan aku, Sialan ... !"


Noah langsung berlari menyongsong saat Arlen terlihat akan menyerangnya.


"Buk ... !"


"Pranggggg ... !"


Dengan tangan masih berada di kedua saku depan celananya, Noah memberikan tendangan kuat tepat di dada Arlen Fargo, yang membuat laki-laki itu, terjungkal kebelakang dan rebah menghantam meja kaca tepat di depan Antony Reyes duduk.


"Maaf, Tuan Reyes. Aku akan membersihkan kekacauan ini nanti ... !"


Antony Reyes hanya mengangkat bahu. "Ya, setiap benda yang hancur, aku hitung satu juta dolar Walaupun itu hanya vas bunga."


Noah hanya tersenyum, "Catat saja dan berikan padaku setelah ini selesai."


"Deal! ... Hahahahhaha!"


"Prangg ... !"


Antony menghempaskan gelas di tangannya ke lantai hingga pecah.


"Oh, aku memecahkannya. Tapi, itu karena kau tiba-tiba menendang bedebah ini ke sini. Itu mengejutkanku."


"Ya, aku akan membayarnya."


Alger yang tadi tak sempat bereaksi, kini langsung berlari pada Arlen dan mendirikan bos nya itu.


"Bos, kau tidak apa-apa?! "


"F**k apakah aku terlihat seperti itu bagimu?  ... Hah?!"


Setelah mengumpat kesal pada anak buahnya itu, Arlen berbalik pada Antony Reyes.


"Antony Reyes, kau menjebakku?"


Pria tua itu tersenyum meremehkan. "Kau datang sendiri tanpa ku undang. Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku menjebakmu? Apa otakmu benar-benar tidak bekerja?"


"Lalu, kenapa orang-orang sialan ini bisa berada di sini?  Hah?"


"Brengsek kau bocah ... Jika kau selamat darinya maka aku yang akan membunuhmu. Dia tamu ku dan kau tamu tak di undang. Sekarang, selesaikan urusan kalian."


Beberapa saat setelah itu, Antony kembali bicara. "Karena kau tamu tak di undang, maka setiap benda yang kalian pecahkan aku akan menagih sepuluh juta dolar."


Arlen masih ingin menanggapi Antony Reyes, namun dia kembali mendengar Noah bersuara.


"Bukankah, kau mencariku? Sekarang, aku di sini. Apa yang akan kau lakukan?"


Mendengar kata-kata Noah yang seolah menantangnya itu, Arlen mendengus kesal.

__ADS_1


"Seharusnya, aku sudah membunuhmu sejak pertama aku melihatmu.!"


"Lalu, kenapa tidak kau lakukan? Bukankah aku mengatakan bahwa The Ghost sedang berada di restoran mewah saat kau menanyakan keberadaannya?"


"F**k ... Kau bajingan ... Perhatikan mulutmu saat berbicara, Sialan!"


Saat itu, wajah Noah langsung berubah datar. "Apa menurutmu aku peduli siapa dirimu? ... Bukankah kau menginginkan DevilHill? Kalau begitu, aku akan memberikannya padamu. Tapi ... "


Noah sengaja menggantung kata-katanya. Lalu dengan senyuman mengejek dia menantang Arlen. "Kau harus bisa mengalahkanku terlebih dahulu dalam pertarungan. Bagaimana?"


Mata semua orang saat itu langsung melebar. Noah baru saja mengatakan bahwa dia akan menyerahkan DevilHill, jika Arlen bisa mengalahkannya.


Akan tetapi, Antony tau bahwa Arlen tak akan mampu mengalahkannya. Kecuali ...


Melihat Arlen terdiam, Noah kembali berbicara.


"Huh, aku tau kau tak akan mampu. Jadi, aku naikkan taruhannya. Pilih siapa saja dari anggotamu untuk melawanku. Namun, jika mereka kalah, maka seluruh Usaha Jaringan keluargamu di kota ini, jadi milikku. Bagaimana?"


Inilah yang ditakutkan semua orang. Jelas Arlen tidak akan mampu mengalahkan Noah. Akan tetapi, saat ini di sana asa Alger. Noah baru saja mengambil resiko tinggi dalam pertaruhan ini.


Senyum Arlen langsung tersungging saat itu juga. "Kau yang mengatakannya. Jadi, kau harus menepati kata-kata mu."


Noah mengangguk. "Baiklah, jika kalian menang aku bahkan akan memberikan World Order pada kalian."


Mata Arlen langsung melebar. Begitu juga yang lainnya.


Antony Reyes sempat hendak protes mengingatkan Noah. Karena, dia tau siapa Alger dan bagaimana kekuatan tangan kanan Arlen itu.


Sama seperti dirinya, Alger adalah praktisi beladiri level Raja. Sengaja dipekerjakan keluarga Fargo untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.


Namun, saat Antony benar-benar akan berkata, Noah langsung memotongnya.


"Tuan Reyes, bisakah kau menjadi saksinya?"


Hal itu benar-benar mengejutkan semua orang. Apalagi orang-orang World Order, termasuk Ted Bowie.


Melihat dari mana saja, Alger yang bisa dipastikan akan menjadi lawan Noah, terlihat sangat unggul. Setidaknya, perbedaan kedua fisik mereka, telah membuktikannya.


Apalagi, sebenarnya duel ini tidak pernah sama sekali dibahas oleh Noah sebelumnya. Karena sejak awal, Mereka sudah merencanakan hal lainnya dengan Antony Reyes.


Saat itu, Antony Reyes hanya menyunggingkan  senyum dan menggeleng seperti tak percaya.


"Anak Muda, kau benar-benar gila ... Tapi baiklah, aku menyukainya ... kebetulan kalian akan bertarung di sini, maka kalian harus mengikuti aturanku."


Antony Reyes maju ke depan dan berdiri di antara dua kubu yang berseteru. Setelah menatap mereka satu-satu, Pria tua itu menyunggingkan senyum, lalu berkata dengan bangga.


"Keluarga ini berdiri di atas genangan darah. Jadi, jika kalian ingin bertarung di sini, maka aturannya hanya ada satu. yaitu ... "


Saat itu, mata Antony Reyes menajam dan langsung berkata dengan penuh penegasan.


"Menang atau pergilah ke neraka ... !"

__ADS_1


__ADS_2