
mendengar itu, wajah Paul Fargo yang tadi terlihat santai, kini berubah serius.
"Sial, aku mengancamku?"
Tentu saja hal itu tidak bisa di terima Paul Fargo. Karena mungkin saja pemuda di depannya gila, tapi dia juga bukan orang yang bisa dengan mudah diremehkan.
Noah mengelengkan kepalanya dengan santai. "Tidak, aku tidak mengancammu. Tapi, aku rasa kau pasti sudah tau jika kita bertarung, pasti akan ada yang mati, bukan?"
Paul Fargo langsung tertegun. Karena apa yang dikatakan Noah memang benar. Karena memang jika keduanya bertarung, salah satu nyawa mereka mungkin saja akan melayang.
Untuk alasan yang jelas, Paul Fargo tentu saja tidak keberatan jika memang harus bertarung. Masalahnya, saat ini dia merasa Noah sedang menyampaikan sebuah pesan padanya.
Beberapa saat kemudian, Paul langsung menyadarinya. Dengan tersenyum, Paul. Langsung menganggukkan kepalanya.
Sambil mengangkat kedua tangan dan meninggikan bahunya sekali, Paul berkata pada Noah. "Baiklah, aku mengerti ... Sepertinya, mulai dari sini, aku harus menegaskan, bahwa aku sama sekali tidak terlibat dalam masalah kalian, disini."
Noah membalasnya dengan anggukan, sebelum mengalihkan pandangannya, pada Randy, yang masih berdiri memandangnya, kesal.
"Baiklah, orang tua ... dari wajahmu, sepertinya kaulah yang kini berhutang padaku."
Meski masih kesal dan begitu marahnya, lagi-lagi pemuda itu mengatakan sesuatu yang mengejutkannya.
"Hutang katamu?! ... F**k, kenapa aku bisa berhutang padamu, bocah brengsek?!"
Kali ini, Noah tidak berniat menghindari lagi. Karena saat ini sudah jelas apa yang akan dilakukannya untuk kota ini.
"Pertama, aku sudah mengganti rugi apa yang telah kau larikan dari keluarga Kingstone dan bersembunyi di kota ini ... Jadi, kau berhutang padaku, untuk itu ... "
Mendengar nama keluarga Kingstone do sebut, bahkan Roman sekalipun ikut terperangah. Jika memang Kingstone sudah mengetahui keberadaan mereka, maka semuanya memang sudah benar-benar kacau.
Ketiganya sempat melihat Paul Fargo bereaksi atas apa yang diucapkan Noah. Namun, semua itu tidak cukup sampai di sana. Karena Noah kembali bersuara.
"Kedua, kalian harus membayar, semua hal buruk yang kalian sebabkan, semenjak keluarga kalian menginjakkan kaki di kota ini."
Eddy Faust tidak terlalu mengerti apa yang dikatakan Noah terkait hubungan keluarganya dengan keluarga Kingstone yang dikatakan Noah.
Tapi, Saat Noah mengatakan tentang membayar ganti rugi atas kota ini, Eddy merasa sedikit memiliki kesempatan untuk melakukan kesepakatan dengan pemuda itu.
Karena, jika hanya ganti rugi, mereka tidak akan keberatan membayarnya, mengingat apa yang akan mereka dapatkan setelah keluarga Faust berhasil bekerja sama dengan keluarga Fargo.
Mencoba tenang, Eddy Faust bertanya. "Jadi, berapa yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Hahahahaha ... "
Tawa Noah terdengar begitu hambar bagi mereka. Namun begitu, pemuda itu berbalik dan menatap mata Eddy Faut tajam.
"Bukan berapa yang harus kau tanyakan, brengsek... Tapi, apa?"
Tidak perlu menjadi sangat pintar untuk mengetahui apa yang diminta Noah saat itu. Sudah jelas dalam keadaan seperti ini, jika seseorang tidak lagi memperhitungkan uang, maka tentu saja hal lain yang lebih berharga adalah nyama.
Dengan kata lain, saat ini sama saja Noah menegaskan pada mereka bahwa, dia meminta nyawa ketiganya. Hal, yang tidak akan diberikan siapapun padanya.
Tidak ada lagi percakapan setelahnitu, karena saat setelah Noah mengatakan hal tersebut, Roman langsung melompat menghambur untuk menerjangnya.
Reflek Noah menendang meja yang terbuat dari batu granit di depannya, untuk memaksa sofa yang sedang di duduki mundur.
Roman cukup terkejut saat mendapati Kaki nya hanya berhasil menendang udara yang hanya beberapa jengkal saja dari kepala pemuda tersebut.
Meski Noah Berhasil menghindari serangannya, Roman tidak berhenti di sana. Melihat Noah masih duduk di atas sofa itu, Roman kembali berniat menyerangnya.
"Kau butuh lebih dari serangan kejutan untuk melawanku, orang tua ... "
Tentu saja Noah sudah mengantisipasi hal tersebut. Karena sejak awal, dia sudah bersiap untuk menghadapi situasi apa saja.
"Buk!"
"Argh!"
Hanya saja, Roman tidak menyangka bahwa Noah memiliki kekuatan yang seperti itu. Meski tidak mematahkan jari-jarinya, rasa sakit yang dirasakannya, membuat Roman mundur Beberapa langkah, sedikit kesamping.
Sambil mengibas-ngibaskan lengannya, Roman mengumpat. "F**k ... Ternyata kau memang cukup kuat, bajingan... !"
Saat ini, Noah sudah berdiri. Namun begitu sepertinya dia tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh Roman padanya.
Hanya saja, meski tidak menatap langsung, Noah bisa merasakan serangan lain akan segera datang.
Dan benar saja, Noah bisa merasakan dari apa yang dia dengar di sebelahnya, sebuah tendangan sedang mengarah padanya.
Dengan cepat Noah menunduk untuk menghindar, dan berbalik untuk memberi serangan balasan.
Melihat Roman mundur kesamping sebelumnya, membuat Noah sudah curiga bahwa itu hanya pengalihan. Orang tua itu sengaja seperti benar-benar kesakitan untuk menarik perhatian Noah, dan memberi ruang untuk Eddy Faust, anak dari kakaknya untuk menyerangnya.
Namun sayang, beberapa waktu ini, Noah sudah terlibat dengan banyak pertarungan untuk menghadapi banyak orang, dalam waktu bersamaan.
__ADS_1
"Wuushh ... "
Sapuan kepalan tangan Noah, berhasil di hindari oleh Eddy Faust. Hal itu tentu sedikit mengejutkan Noah, karena dia yakin meski tidak menggunakan seluruh tenaganya, tapi serangannya cukup cepat.
"Hehehe ... Aku mengakuimu sangat kuat. Tapi, ada alasan kenapa keluarga ini bisa bertahan. Kami, tidak seperti apa yang kau fikirkan, Breng—"
"Buk!"
"Argh!"
Kata-kata Eddy, terhenti karena Noah langsung kembali bergerak, dan melayangkan pukulan dengan lebih cepat. Sial baginya, ternyata Noah tidak begitu terkejut seperti apa yang dia pikirkan sebelumnya.
"Kau pikir aku akan membiarkan kau menyombongkan dirimu, hanya karena bisa menghindari pukulanku?"
Sekilas saat melihat mata Eddy Faust yang menatapnya teralih ke arah lain, Noah tau bahwa sebuah gerakan telah memicunya.
Noah melompat sedikit kesamping sebelum akhirnya berputar untuk menunggu serangan yang datang.
Lagi-lagi pengalihan perhatian, adalah taktik dari cara keluarga ini bertarung. Karena kaki Roman, menyapu udara menerjang ke arahnya.
Tau menghindar kesamping tidak cukup, Noah berniat menangkis serangan tersebut. Akan tetapi, dalam sepersekian detik, dia bisa melihat Eddy Faust juga akan memberi serangan susulan.
Tau, jika hanya dengan menghentikan tendangan Roman hanya akan memberikan Eddy kesempatan untuk menyerangnya, saat itu juga Noah kembali bergeser sedikit mendekat pada Roman, dan menangkap paha laki-laki yang sudah sedikit lebih tua itu.
Mata Roman melebar, saat melihat Noah tersenyum menyeringai padanya. Barulah beberapa saat kemudian, Roman tau apa yang akan dilakukan Noah padanya.
"Kau saja yang merasakannya, orang tua ... "
Sambil menahan paha Roman, Noah menangkap leher pria itu, sebelum membalik badan Roman dan sedikit melemparpaknnya ke arah di mana Eddy telah melompat di sisi lainnya.
"Sialan kau—"
"Bruuk!"
"Arrrrrrrgggggghhhhhh ... "
"Praaaang ... "
Tendangan Eddy yang pada awalnya sengaja diperuntukkan pada Noah itu, mengenai tubuh Roman, dengan sangat telak.
Akibatnya, adik ayahnya itu terpelanting ke atas meja, dimana Paul Fargo kini berada.
__ADS_1
Hanya saja, saat itu juga naluri Noah meneriakkan tanda bahaya. Karena tidak ada Randy Faust di sana.
"Kau mencariku, bocah? Hehehe ... "