
"Tuan Clark, aku akan langsung saja. ... Apakah kalian senang bekerja denganku?"
Mata ketiganya langsung melebar. Rasanya, mereka langsung mengetahui kemana arah pembicaraan pemuda pemegang kekuasaan tertinggi di Jaringan World Order ini.
"Tuan Evans, maaf kan kami. Kami akan melakukan apa saja untuk tetap berada di dalam Jaringan World Order."
Noah kembali tersenyum saat mendengar kata-kata dari Miranda yang di sampaikan dengan nada yang terdengar sedikit memelas itu.
"Hmm ... Sayang sekali. Aku datang memang untuk meminta kalian secara langsung untuk keluar dan menghapus jejak keberadaan kalian di World Order."
Mendengar itu, tentu saja ketiganya langsung terkejut. Bahkan, meski mereka sudah menduganya, tapi tetap saja mereka tidak siap.
Mengikuti sebuah jaringan tidak selalu tentang uang tapi juga sebuah perlindungan bisnis dan jaminan keamanan tidak hanya harta, ini juga menyangkut nyawa dan masa depan sebuah keluarga.
Keluar dari sebuah jaringan besar, akan membuat mereka rentan. Hanya menunggu waktu sebelum akhirnya mereka di hancurkan jaringan bisnis keluarga lain.
Belum sempat ayah dan ibunya menyampaikan kata-katanya, Ivy langsung berdiri dan bersimpuh meletakkan keningnya di paha Noah yang sedang duduk.
"Tuan Evans, semua salahku. Tolong jangan libatkan ayah dan ibuku."
Noah juga terkejut dengan reaksi gadis ini, tak sadar dia mengusap rambut ivy di sana. Namun, begitu dia sadar apa yang dilakukannya, dengan cepat dia kembali berbicara.
"Kalian, tenanglah. Biarkan aku menyelesaikan dulu maksudku ... Duduklah kembali dan dengarkan, aku."
Noah membiarkan mereka kembali duduk, dan menunggu agar ketiganya sedikit lebih tenang. Setelah memastikan semua siap, dia kembali berbicara.
"Maaf, apakah ada dari kalian yang berasal dari kota ini?"
Miranda langsung mengangguk "Ya, Tuan Evans, aku lahir dan di besarkan di sini. Keluargaku juga tinggal di kita ini."
Mendengar itu, Noah sangat senang. Menurutnya, ini akan lebih bagus jika mereka mengenal kota ini.
"Aku punya rencana mendirikan perusahaan bayangan di kota ini."
Ketiganya langsung mengernyitkan dahi seolah tak percaya apa yang baru saja mereka dengar. Baru saja World Order berdiri, dan pemiliknya mengatakan akan membuka satu perusahaan lagi, sebagai bayangan.
Julius Clark menelan ludah sebelum memberanikan diri bertanya sekali lagi, untuk memastikan.
"Tuan Evans, maksud anda?"
__ADS_1
Noah mengangguk. "Dengar ... Aku akan menjelaskannya pada kalian ... "
Mulailah Noah menjelaskan maksudnya saat ini pada ketiganya. Pemuda itu memulai dengan mengatakan bahwa keluarga Fargo di Silverstone, berusaha memonopoli segala kebutuhan World Order.
Jadi, Noah ingin mengambil alih perusahaan yang menjadi penyedia barang itu. Tentu saja tidak akan berguna jika keluarga Fargo mengetahui jika World Order yang membelinya.
Hal itu hanya akan membuat Keluarga Fargo mencari cara lain untuk merusak jaringan bisnis World Order. Sementara, di lain sisi, Noah ingin balas menghancurkan mereka, dengan permainan mereka sendiri.
Setelah Noah berhasil mengambil alih perusahaan distributor, maka World Order akan melakukan pemesanan gila-gilaan dan membocorkan informasi itu pada keluarga Fargo.
Setelah itu, Noah juga akan mendirikan perusahaan yang akan menampung semua yang dimiliki keluarga Fargo. Hal itu, akan terus di lakukan sampai keluarga itu mencapai batasnya.
Setelah itu, barulah World Order bergerak dan mengambil alih semua bisnis keluarga Fargo di Silverstone, dan mendominasi jaringan di sana.
Perusahaan yang baru tentu saja bisa berinvestasi di bisnis lainnya. Noah juga akan melebarkan sayap dimulai dari HighCopper ini.
Noah tidak berniat membatasi ruang geraknya. Bagaimanapun keduanya adalah perusahaannya.
"Tuan Evans, ... Jadi, maksud anda, kita akan mengambil keuntungan dari permainan keluarga Fargo itu sendiri?"
Noah mengangguk. "Ya, meski pada akhirnya aku akan menghancurkan keluarga Fargo. Tapi, sebelum itu terjadi, aku akan membuat mereka terluka sampai kehabisan darah terlebih dahulu. Kalian mengerti maksudku?"
Ternyata, The Ghost(sang Hantu), tidak hanya sebuah gelar saja. Noah Evans, benar-benar memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
"Baiklah, kami mengerti ... Jadi, anda akan meminta aku dan istriku menyelidiki Jaringan di kota ini?"
"Tidak, bukan begitu. Aku sudah mendapatkan koneksi pertama."
"Lalu, kenapa anda bertanya tentang asal istriku?"
Noah tersenyum. "Tentu saja itu akan lebih mudah bagi kalian di masa depan. Itu karena aku ingin kalianlah yang memegang dan mengendalikan perusahaan ini."
Ketiganya kembali membeku. Hal ini benar-benar tidak mereka duga. Baru saja rasanya Noah membanting mereka ketanah, dan sekarang pemuda itu melambungkan ketiganya tinggi ke udara.
Saat sebelum bicara, Miranda sudah merasakan air sudah membasahi celana bagian dalamnya, mungkin hal itu sudah terjadi juga pada suami dan anak gadisnya, tapi dia tidak peduli lagi.
"Tuan Evans ... Bolehkah kami tau, berapa anggaran yang akan World Order siapkan untuk perusahaan baru ini?"
"Hmm ... Seratus Milyar pertama sudah—"
__ADS_1
"SERATUS MILYAR ... ?!"
Noah menarik nafas saat ketiganya berseru memotongnya.
Sadar akan kesalahan mereka, ketiganya langsung menunduk merasa bersalah.
"Maafkan kami, itu terdengar sangat ... "
Noah menggelengkan kepala, dan kembali melanjutkan penjelasannya.
"Seratus Milyar, sudah aku tawarkan pada dua perusahaan pertama, kalian hanya perlu melanjutkannya saja. Dan aku akan memberi seratus milyar lagi sebagai dana cadangan. Aku juga akan memberi dana terus, jika kalian mampu mengekspansi Jaringan di kota ini. Bagaimana?"
Bagi keluarga Clark, saat ini terasa seperti tersapu angin surga. Mereka tidak tau harus bereaksi apapun.
Hanya saja sebagai pengusaha yang telah malang melintang di dunia Jaringan Bisnis yang kejam ini, Julius harus memastikan satu hal. Karena, di masa depan dia tidak ingin melakukan kesalahan yang fatal.
"Tuan Evans, kenapa anda meminta kami yang melakukannya? Anda pasti mengenal banyak orang yang memiliki kemampuan di atas kami."
Noah tersenyum, dan menoleh pada Ivy. "Aku menyukai Ivy ... Dia adalah gadis pertama yang aku lihat benar-benar berani bertanggung jawab dengan kesalahannya. Dan aku merasa itu karena didikan kalian. Jadi, bukankah itu sudah cukup untukku mempercayakan semua ini pada kalian? Atau, kalian memang tidak menginginkannya? Jika begitu aku—"
"Tidak, tidak. Kami menginginkannya dan kami akan bertanggung jawab atas semuanya. Anda bisa mempercayakan ini pada kami. Tentu saja. Bukankah begitu, sayang? "
"Ya, Ya. Sukurlah kau menyukai Ivy, kami akan mendidiknya lebih baik lagi di masa depan. Dan tentu saja. Serahkan pada kami, dan kami tidak akan merusak kepercayaanmu."
Noah, menganggukkan kepala. Dan segera berdiri.
"Baiklah, jika begitu sudah diputuskan. Kalian hanya punya waktu sampai esok hari. Sebaiknya, kalian persiapkan semuanya. Dan satu lagi ... "
Saat itu, mereka melihat Noah sedang memikirkan sesuatu. Hal itu kembali membuat mereka takut. Takut bahwa Noah akan merubah pikirannya. Tentu saja.
"Satellite, ya. Satellite. Itu nama perusahaanya."
Saat itu, mereka mendapati Noah langsung pergi begitu saja. Percakapan ini hanya terjadi tidak sampai setengah jam dan selama itu, pemuda itu bisa membolak-balikkan dunia mereka dengan sangat mudahnya.
"Ivy ... Putriku, apa kau menyesal menjadi miliknya, nak?" Tanya Julius, dengan nada bergetar.
Ivy Clark yang sejak beberapa saat yang lalu sudah membatu, kini membuka mulut berusaha mengeluarkan suaranya. Dengan mata nanar, dia berkata.
"Tidak ... Aku benar-benar bersyukur, mendapati kenyataan bahwa aku, miliknya."
__ADS_1