
Sesampainya di mansion, Alice masih terdiam. Noah sengaja tidak mengajaknya bicara sepanjang jalan. Karena Noah juga tidak tau apa yang akan dikatakannya.
Noah hanya menelfon Albert Hall untuk menjelaskan situasinya, agar pria itu mengurus sisanya.
Bisa dia pastikan bahwa saat mereka keluar, pengawal itu sudah tak bernyawa lagi, Bahkan saat itu, Noah berharap Darold itu juga mati .
Noah sadar bahwa dia sudah melakukan pembunuhan pertamanya. Anehnya, dia tidak merasa takut atau menyesal sama sekali. Entah kenapa, dia merasa lega setelah melakukannya.
"Noah ... "
Saat ingin masuk ke kamarnya, Alice memanggilnya.
"Ya ... ?"
"Terimakasih ... !"
Saat itu Alice langsung memeluk Noah dan menangis di sana. Itu bukan karena dia takut apa yang telah dilakukan Noah pada Darold.
Akan tetapi itu tangisan lega dan bahagia, karena Noah baru saja melepaskannya gadis itu dari mimpi buruknya.
"Tidak perlu. Karena setelah ini, Tidak ada yang boleh meremehkan kita dan World Order lagi di masa depan. Mengerti?"
***
"Bell ... "
Pagi Noah terbangun Dan langsung melihat panel sistemnya. Tadi malam, Noah mendengar beberapa kali dentingan.
Satu bulan yang dia berikan pada A4, benar-benar bisa di atasi oleh mereka. Saat ini, Bar Poin sistem Noah bertambah 960.000 poin.
"Sesuai yang aku harapkan."
Namun, tidak itu saja. Ternyata Bar pengalaman dan mentalitas juga bertambah masing-masing sebanyak dua puluh tingkat.
"Baiklah, aku mengerti."
Saat itu, Noah langsung menaikkan bar vitalitas secara ekstrime. Menurutnya, ini kenapa dia tak sadarkan diri karena menaikkan hal lain saat itu, sementara vitalitasnya masih sangat rendah.
Noah menghabiskan 741.000P untuk membuat level vitalitasnya menyentuh angka enam puluh. Itu adalah angka terakhir yang bisa dia dapatkan di level 2 sistemnya ini.
Noah juga berniat menaikkan tingkat ilmu bela dirinya. Namun saat itu, Poin nya sudah tidak cukup.
Saat itu, hanya memerlukan tiga ratus ribu poin saja untuk menaikkan hingga satu level ke level ahli, tapi poin sistem yang tersisa, hanya 284.517P saja.
Setidaknya, saat itu Noah mulai mengerti. Jika vitalitasnya tinggi, maka nilai tukar poin pada keahlian spesial akan jauh lebih murah.
__ADS_1
"Cukup masuk akal ... "
Noah sudah tau siapa yang sekarang menjadi musuhnya. Walaupun saat ini, dia belum mengetahui sekuat apa mereka.
"Aku tidak peduli, kalian dahulu yang mengusik kami, maka jangan salahkan aku jika kalianlah yang akan aku hancurkan ... "
"Bell ... "
Sepertinya Noah duga sebelumnya, saat dia menutup Panel sistemnya, maka tubuhnya akan segera bereaksi. Saat itu juga Noah bergegas ke kamar mandi.
Karena Vitalitasnya sudah mencapai tingkat maksimal di level ini, maka tidak banyak yang terjadi saat itu.
"Ya, Tuan Evans?"
"Alex, aku ingin kau memeriksa ulang dua perusahaan yang berada di bawahmu. Aku rasa keduanya memiliki masalah. Aku akan mengirim datanya, tolong Urus itu ... "
Alex sedikit terkejut saat Noah menelfon dan mengatakan hal itu lalu memutus panggilannya begitu saja. Beberapa saat kemudian, Noah mengirimnya beberapa pesan.
"Alex, apa katanya?"
Alex hanya menggelengkan kepala saat Antonius bertanya, lalu mencoba menghubungi seseorang.
Albert Hall juga ada di sana. Ketiganya, di sibukkan untuk mengurus berbagai hal sejak tadi malam.
Meski bukan salah satu petinggi, tapi Darold Berton tergabung dengan Jaringan keluarga yang dahulu adalah musuh yang menghancurkan mereka.
Darold Berton adalah pemimpin Cabang Jaringan mafia Keluarga Fargo. Tentu saja sebentar lagi akan ada kekacauan, karena itu mereka langsung bersiap-siap untuk mengantisipasi segala sesuatunya.
Antonius begitu bersemangat. Siapa sangka bos nya memilih musuh pertama mereka adalah keluarga itu. Ini akan menjadi kesempatan besar bagi dia dan yang lainnya, untuk menuntaskan dendam lama mereka.
Dan benar saja dalam dua saja, beberapa pergerakan di kota Silverstone, sudah terasa berbeda.
Beruntung, Antonius sudah menghabiskan banyak anggaran untuk terlebih dahulu memperkuat jaringan bisnis mereka di Silverstone.
***
"Pranggg ... !"
"Sial ... mereka fikir mereka siapa? Huh? ... "
Arlen Fargo, anak kedua keluarga Fargo. Menghempas gelas anggur di tangannya karena murka. Darold adalah orang kepercayaannya. Jika ada yang berani mengusiknya, maka itu sama saja orang tersebut tidak memandangnya sama sekali.
Saat ini, Darold sedang di rawat secara intensif di rumah sakit karena cedera yang sangat parah di kedua pangkal pahanya.
"Tuan Muda, Luis Knox dan Luke Norman sudah datang."
__ADS_1
"Suruh mereka masuk, apa saja yang sudah dilakukan kedua orang bodoh itu?"
Saat itu, dua orang masuk menghadapnya dengan wajah sangat pucat.
"Tuan Arlen, ada masalah apa memanggilku?" Luis Knox bertanya.
"Tuan Knox, kenapa kau lama sekali. Aku memberi perusahaan kalian dana lebih besar daripada Wolrd Order sialan itu berikan. Kapan kau bisa merusak rencana mereka."
"Tuan Arlen, itu bisa kami lakukan setelah semua di mulai. Sekarang, hanya perlu sedikit menunggu."
Tidak terlalu menanggapi Luis Knox, Arlen langsung bertanya pada Luke Norman. "Tuan Norman, apa kau menciba mengkhianatiku?"
"Tidak ... Tidak mungkin, aku sudah mengikuti keluarga Fargo lebih dua puluh tahun lamanya."
"Baiklah, ... Jika begitu, kenapa Jaringan baru itu masih terlihat baik-baik saja. Aku memintamu mengacaukannya dari dalam, kenapa belum kau lakukan? Huh?"
"Tuan Muda, mereka memiliki dana yang sangat kuat. Saat ini, mereka hanya fokus membeli dan membangun. Jadi aku belum bisa bergerak sedikitpun."
Arlen Fargo tampak berfikir sejenak, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Lalu, seringai jahat muncul di wajahnya.
"Baiklah, Kalau begitu kita akan mengalahkannya. Buat mereka kesulitan mendapatkan apapun yang mereka butuhkan. Kumpulkan semua informasi tentang semua itu, dan berikan pada kami. Kau kau mengerti?"
"Baik Tuan, aku mengerti."
Arlen mengangguk dan mengibas-ngibaskan tangannya mengusir.
"Sekarang, pergilah. Lakukan semua seperti apa yang aku minta."
Saat mendengar sebuah jaringan baru muncul di Silverstone, Arlen sudah berniat menghancurkannya.
Begitu dia tau bahwa Alice dan yang lainnya ada di sana, Arlen menganggap keluarga Sanders sedang berusaha bangkit. Saat itu juga, dia langsung menaruh dua orang di dalam jaringan tersebut. Agar bisa langsung menghancurkannya dengan cepat.
Akan tetapi, dia tidak menyangka Jaringan baru yang bernama World Order itu, ternyata cukup kuat.
Hal itu membuatnya kesal, karena dalam satu bulan saja, Jaringan itu sudah merusak dominasi Cabang Jaringan keluarga Fargo dan meletakkan mereka di kasta kedua.
Keberadaan Darold Berton di Devil street bukanlah ketidaksengajaan. Arlen sengaja memerintahkannya untuk menekan Alice. Namun, siapa yang menyangka semua akan berakhir seperti itu.
Karena terlihat benar-benar mermehkannya, Saat ini Arlen Fargo benar-benar berniat menghancurkan World Order, bagaimanapun caranya.
"Alger ... Aku ingin kau menyelidiki keluarga siapa sebenarnya yang berada di belakang mereka. Jika kau memiliki kesempatan, habisi saja"
"Baik Tuan, Aku mengerti."
"The Ghost, huh? ... Aku tidak peduli."
__ADS_1