World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Satu Lainnya


__ADS_3

Saat itu juga, dia langsung melihat perbedaan level antara bos dan wanita yang berada di atasnya, dalam jaringan World Order tersebut. Noah, terlihat sangat tenang.


Mengetahui bahwa Noah tidak begitu terkejut, Julius kembali melanjutkan penjelasannya.


"Aku rasa, demi keamanan mereka, teman-teman anda dan timnya, untuk sementara, sengaja memutus komunikasi ... "


Alice menganggukkan kepalanya cepat, "Ya, itu masuk akal ... Lalu, apa kemungkinan keduanya?"


Tanggapan dan pertanyaan Alice itu, sontak mengubah raut wajah Julius. Sebenarnya, dia berfikir bahwa keduanya tidak perlu bertanya lagi untuk kemungkinan kedua ini.


Berurusan dengan sebuah Jaringan Mafia, akan membuat Henry dan Liam, sahabat Noah dalam bahaya. Akan tetapi, jika berurusan dengan jaringan yang saat ini memiliki kekuatan serta kekuasaan di atas kertas, melampaui Jaringan World Order, tentu saja menjadikan itu hal yang lebih mengerikan.


Tau bahwa Julius ragu, Dengan nada sedikit datar, Noah bersuara.


"Apa kau berfikir bahwa teman-temanku dan timnya, sudah tertangkap oleh mereka?"


Hampir saja Julius tersedak oleh nafasnya sendiri, saat mendengar Noah bertanya. Namun, semua tidak terjadi, saat dia mengangkat wajah, dan melihat ekspresi dari pemuda yang memiliki seluruh aset World Order tersebut.


"Bukan ... Ya, maksudku, tidak ... Tidak seperti itu. Tapi ... "


Mengatakan hal yang membuat Noah cemas, bukan pilihan. Tapi, mengatakan sesuatu yang tidak sesuai nalar, juga bukan sebuah hal yang bijak.


Kening Julius berkerut saat melihat Noah hanya tersenyum menatapnya. Namun itu belum sama sekali membuatnya lega.


"Henry dan Liam, bukan dua orang yang bodoh. Aku mempercayai mereka. Jadi, mari kita berasumsi dengan pendapat pertamamu ... "


Alice yang sebelumnya terkejut, kini lebih dikejutkan lagi dengan reaksi Noah. Karena tidak ada kepanikan di wajah pemuda itu. Padahal, dia mengetahui bagaimana pentingnya dua sahabatnya itu, bagi Noah.


"Noah, apa kau ... "


Alice langsung menggantung kata-katanya. Sekarang, dia berfikir cepat. Meski masih sangat muda, Noah baru saja melakukan hal luar biasa yang tidak mungkin dia atau A4 lainnya mampu melakukannya. Apalagi, saat seumuran pemuda itu.


Jadi, untuk meragukan bagaimana cara Noah bereaksi, sepertinya tidak Tepat bagi Alice untuk meragukannya.


"Aku mengerti situasinya. Jadi, kita kembali pada masalahnya. Anggap saja mereka seperti yang pertama. Sekarang, katakan padaku, bagaimana jika begitu?"


Julius merasa lega. Kata-kata Noah membuatnya langsung bisa berfikir jernih. Dia menarik nafasnya, lalu berkata.

__ADS_1


"jika memang begitu, Aku yakin mereka akan ada saat acara lelang di adakan."


Kata Lelang, langsung menarik perhatian Alice.


"Lelang?"


Julius menganggukkan kepalanya. "Ya Lelang ... Seluruh aset perusahaan itu, akan di lelang ... "


Kali ini, Noah dan Alice kembali saling bertatapan, kemudian serentak mengajukan pertanyaan yang sama.


"Kapan?! ... "


Sementara itu, masih di HighCopper, Aiden dan beberapa anggota tim Sattelite, sedang berkumpul di Basecamp mereka.


Dari situasi yang terlihat, Tampaknya mereka sedang membahas hal yang begitu penting.


"Aiden, seperti yang aku katakan sebelumnya. Akan ada perubahan besar di Goldwest ini. Sepertinya, salah satu Raja jalanan, menantang William dan Dale di saat bersamaan."


Sebenarnya, ini bukan lagi berita baru. Berbeda dengan bagaimana dua Raja itu menghargai Noah, hal yang sama tidak berlaku bagi satu Raja lainnya.


William dan Dale, tidak menyukainya. Bahkan cenderung memusuhi Raja tersebut. Tidak mengherankan, karena satu orang itulah yang terlebih dahulu memulainya.


Saat Aiden menanyakan hal tersebut, anggota Sattelite lainnya langsung terdiam.


Sambil menggelengkan kepalanya, Chris berkata pasrah. "Entahlah ... Aku fikir bajingan itu tidak akan menunjukkan dirinya lagi, setelah kejadian itu ... "


Aiden juga berfikir sama. Saat dia masih menjadi salah satu dari empat Raja Jalanan, bertiga dengan William dan Dale, mereka pernah menghadapi satu Raja jalanan lainnya.


Memang tindakan mereka bertiga saat itu, terlihat seperti pengecut. Akan tetapi, siapapun yang tau dengan kejadian aslinya, akan mengerti kenapa mereka bertiga bertindak sejauh itu.


Seperti apa yang baru saja dikatakan oleh Chris, Satu Raja lainnya memang seorang bajingan.


Berbeda dengan mereka dan hampir seluruh geng Jalanan yang menjunjung kebanggaan sebagai dasar tim-tim mereka. Satu Raja lainnya itu, tidak berdiri berdasarkan hal yang sama.


"Ah sial! Red Falcon, muncul di saat yang tidak tepat ... "


Chris yang terdengar begitu frustasi, membuat Aiden menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Chris, mari lupakan Red Falcon sejenak ... Bagaimana dengan Jaringan keluargamu?"


Chris menghela nafas lalu menggelengkan kepalanya. Di wajahnya terlihat bahwa pemuda itu sedang menyesal.


"Yah, sepertinya keluargaku akan ikut hancur dengan mereka ... "


Beberapa bulan yang lalu, Saat keluarga Aiden dan yang lainnya memutuskan bergabung dengan perusahaan dan Jaringan Sattelite, keluarga Chris memutuskan untuk memilih jalan lain.


Namun, saat itu keputusan mereka terlihat masuk akal. Meski perusahaan Sattelite milik Noah memiliki modal yang besar dan berkembang dengan sangat pesat, itu belum ada apa-apanya, jika di bandingkan dengan Jaringan yang mereka ikuti saat itu.


Namun, Jaringan Century yang dipimpin oleh salah satu ketua yang tergabung dan menjadi bagian dari the Elevens tersebut, tiba-tiba bangkrut dengan sangat mengejutkan.


Sepanjang sejarah dunia bisnis di negara bagian Goldwest, belum pernah terjadi hal seperti ini. Dimana, sebuah Jaringan Raksasa, hancur tanpa kejelasan yang pasti.


Mereka semua terdiam. Jika memungkinkan, mereka sangat ingin menyelamatkan Chris dan keluarganya. Akan tetapi, mereka belum memiliki kemampuan untuk itu.


Lama mereka terdiam, sebelum akhirnya Mia yang sejak tadi tidak bersuara, kini membuka mulutnya dan berbicara.


"Aiden, bagaimana jika kau menghubungi Tuan Julius?"


Sebenarnya, bukan Hanya itu yang terpikir di kepala Mia. Tentu saja baik dia dan yang lainnya sudah memikirkan jika masalah Chris ini, akan mudah terselesaikan jika mereka menghubungi Noah.


Akan tetapi, mereka semua di Bronzeland saat itu. Jadi, mereka tau bahwa Noah memiliki sesuatu yang jauh lebih penting untuk di pikirkan, jika dibandingkan dengan mengurus masalah satu keluarga saja.


Aiden langsung menganggukkan kepalanya. Dia juga memikirkan hal yang sama. Sekarang, hanya Julius Clark yang mungkin bisa membantu Chris dan keluarganya.


Namun, saat Aiden baru saja mengambil ponsel di sakunya. Benda tersebut langsung bergetar.


Raut Wajahnya berubah saat melihat layar ponselnya tersebut. Dia melihat pada Mia sebentar, lalu kembali ke layar ponsel sebelum mengusapnya dan menjawabnya cepat.


Dengan membesarkan suara penerima, Aiden berkata. "Noah? ... Apa terjadi sesuatu?"


Mendengar Aiden menyebut nama Noah, Yang lainnya langsung menajamkan telinga, mencoba mendengar dengan seksama.


Mereka masih mengingat bagaimana Noah yang mereka kenal sebelumnya beraksi di Bronzeland. Dan belum ada yang melupakan bagaimana mengerikannya ketua mereka tersebut jika sesuatu membuatnya marah.


The Madness, bisa menghancurkan apa saja sebagai konsekuensinya. Jadi, Saat Noah menghubungi mereka, Atmosfir ditempat itu, langsung berubah.

__ADS_1


"Aiden, aku di HighCopper ... "


__ADS_2