World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Mereka Saudaraku


__ADS_3

Beberapa jam berlalu sejak kejadian itu. Di Blacksteel, pada tengah malam Nicholas Zargosky mendapatkan sebuah panggilan, yang membuat otak di kepalanya menggelegak.


"Apa kau bilang, brengsek?!"


Di seberang sana, Tobias adiknya, baru saja menjelaskan dengan nada terbata-bata.


"Kakak, ini diluar perkiraan ku ... Aku rasa kau juga tidak menduganya bukan?"


Nicholas terdiam. Apa yang di katakan Toby ada benarnya. Ini memang jauh di luar apa yang di pikirkan selama ini.


"Toby ... Tetap di sana, sementara aku ingin memastikan sesuatu ... Jangan berbuat apapun, sebelum aku memberikan perintah padamu, kau mengerti?"


Di seberang sana, Tobias menganggukkan kepalanya lalu menjawab. "Baik, aku mengerti."


Nicholas baru saja ingin memutus panggilan, namun tiba-tiba Tobias kembali memanggilnya.


"Kakak, satu lagi ... "


Tidak ada yang lebih penting daripada gagalnya usaha mereka untuk mendapatkan wilayah Jaringan keluarga Haines. Jadi, Nicholas terlihat tidak begitu tertarik dengan apa yang akan di katakan adiknya, setelah mendengar berita tersebut.


"Ya, katakan ... Jangan bilang kau masih ingin menyerang Keluarga Clark, sementara kita belum tau siapa orang di balik keluarga itu ... "


Mendengar itu, cepat Tobias menjawabnya. "Tidak, tidak ... Aku sudah mengerti soal itu. Tapi ini berbeda ... "


"Cepat katakan, jangan membuang-buang waktuku dengan hal yang tidak penting."


Kali ini Toby tidak langsung menjawab, dia tampak berpikir sejenak. Hal itu membuat kesabaran Nicholas hampir sampai ke batasnya.


Baru saja dirinya ingin mengumpat pada adiknya karena terlalu lama itu, tiba-tiba Toby mengatakan sesuatu yang membuatnya langsung terdiam.


"Kami kehilangan lima orang itu ... "


Setelah mengatakan itu, Tobias tidak mendengar apapun dari kakaknya sebagai tanggapan. Lama dia menunggu, sebelum akhirnya dia mencoba memanggil Nicholas yang masih terhubung dengannya.


"Kak—"


"Praaaaaannnnnnggg...!!"


Toby mendengar suara benda-benda pecah, sebelum panggilan mereka benar-benar terputus.


Tobias terduduk di meja, di kamarnya. Saat itu juga dia mencoba mengingat banyak hal, tentang apa yang sudah dia atau keluarganya telah  lewatkan, hingga semua berakhir sangat kacau dan memalukan seperti ini.


Lama dia termenung, sebelum akhirnya sebuah wajah muncul di kepalanya.

__ADS_1


"William ... Brengsek itu, pasti mengetahui ini ... "


Saat itu juga Tobias berdiri dan beranjak keluar dari kamarnya. Saat berjalan, dia mencari sebuah nama di ponselnya.


"Toby?"


"William Fane ... Kita harus bertemu, sekarang juga!"


Sementara itu, di sebuah rumah sakit di HighCopper, Noah dan beberapa orang sudah berada di sana sejak beberapa jam yang lalu.


Pemuda itu berhasil menemukan Henry dan Liam juga tiga orang lain, yang menjadi rekan mereka. Hanya saja, saat itu keduanya sudah tidak sadarkan diri.


Noah terpaksa harus menahan amarahnya, Karena tau bahwa saat ini keselamatan mereka jauh lebih penting.


Antony Reyes yang melihat Noah duduk menunduk di salah satu sudut di koridor rumah sakit itu, mendekat dan berkata.


"Bos, kita bisa mengatur cara untuk bertemu dengan Nicholas Zargosky ... Untuk meminta pertanggung jawabannya."


Saat itu, Noah langsung menggelengkan kepalanya. Dia langsung berdiri dengan wajah datar, namun entah kenapa saat itu Antony Reyes merasa pemuda tersebut jauh lebih menakutkan.


"Tuan Reyes ... Mereka berdua, adalah sahabatku ... Hanya ada sedikit dari orang yang rela berkorban untukku, di saat aku berada di bawah ... "


Saat itu, Antony Reyes melihat mata pemuda itu, berlinang.


Setelah mengatakan itu, Noah pergi begitu saja meninggalkan Antony Reyes di belakang, yang menatap punggungnya.


"Matilah kalian Zargosky ... Kalian baru saja melakukan kesalahan terbesar, sepanjang sejarah keluarga kalian ... "


Saat dia mengatakan itu, Jack datang menghampiri dan bertanya.


"Paman, kemana dia?"


Keduanya menatap Noah yang berjalan semakin menjauh dari sana. Namun, tak lama Antony Reyes berkata untuk mengingatkan Jack.


"Jacky ... Bersiaplah ... Dia benar-benar akan segera memulai nya ... !"


Pasca kejadian di Hotel Haines, suasana di kota HighCopper sepenuhnya berubah. Memang, tidak terlihat namun bisa di rasakan.


Arus sudah berubah. Semua mata tertuju pada Julius Clark dari Sattelite. Mereka menganggap keberadaan orang itu di HighCopper, tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.


Ivy Clark, putrinya sudah menunjukkan seberapa berbahayanya keluarga itu. Sampai saat ini, masih banyak yang sulit untuk mempercayai, di mana seorang gadis bisa mempermalukan salah satu keluarga Zargosky seolah itu bukan apa-apa.


Dan lebih gilanya lagi, Mereka bisa membuat keluarga Haines yang sudah hancur kembali dalam keadaan sedia kala, hanya karena satu pesan pemberitahuan saja.

__ADS_1


"Ayah, kau pasti tidak akan percaya ... Ivy mengatakan bahwa dia adalah tuannya ... Pemiliknya ... Maksud ku, itu berarti ... "


Seorang pemuda, di kantor ayahnya mencoba menjelaskan kembali kejadian yang dia lihat sendiri di depan mata kepalanya itu.


"Ya, aku mengerti maksudmu ... Seseorang telah memperkenalkan dirinya, dengan cara yang sangat luar biasa, bukan?"


Mendengar ayahnya berkata seperti itu, cepat sang pemuda menganggukkan kepalanya, tanda setuju.


"Ya, itu maksudku ... Orang itu ... Orang itu, benar-benar keren ... "


Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. Mereka mencoba meyakinkan kepala keluarga masing-masing untuk segera mengambil sikap, dan bergabung dengan Haines ataupun Sattelite.


"The Miracles ... Ya, itulah kami menyebutnya ... Ayah, kami benar-benar melihat sebuah keajaiban."


Seorang gadis, dengan ekspresi menggebu-gebu memperagakan bagaimana luar biasanya cara Ivy Clark menghancurkan dominasi Keluarga Zargosky, di hotel Haines malam sebelumnya.


"Tenanglah putri ku ... Sekarang, kau terlihat melebih-lebihkan nya."


Gadis itu langsung memasang wajah tak percaya, saat ayahnya mengatakan itu.


"Melebih-lebihkan, katamu? ... Ayah, dengar ... Apa yang aku tunjukkan padamu, Bahakan tidak separuhnya. Aku yakin, jika kau di sana ... Hari ini, aku dan ibu pasti sudah berada di rumah sakit, menjagamu, jantungmu pasti tidak siap melihat semua kejadiannya ... "


Di sebuah bukit, berdiri bila yang terlihat seperti istana. Di sanalah Anson Haines dan keluarga tinggal.


Pria itu bisa melihat seluruh HighCopper dari sana. Sejak malam, dia tidak bisa tidur dengan tenang. Bukan lagi karena memikirkan hutang namun karena betapa leganya dia, bahwa hari ini benar-benar tiba.


"Sayang ... Kenapa kau masih berdiri di sana? ... "


Anson Haines tidak perlu berbalik untuk mengetahui siapa yang baru saja mengatakan itu padanya. Istrinya yang kini berdiri di sebelahnya itu, bahkan sempat kehilangan kesadarannya saat mendengar kabar bahwa seseorang baru saja mengeluarkan mereka dari lubang neraka.


Sambil terus melihat kota HighCopper dari sana, Anson Haines berkata.


"Istriku ... Jika dia meminta semua milik kita, saat aku menawarkan diri sebagai pengikutnya, apa pendapatmu?"


Mendengar itu, istri Anson Haines memeluknya. Dan berkata. "Itu tidak mungkin ... "


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Karena Dia tidak membutuhkan apapun dari kita ... Bukankah kau menyebutnya,  The Miracles? ... "


Anson Haines melihat layar ponsel yang ada di tangannya sambil tersenyum, dan menganggukkan kepala.


"Sang Keajaiban ... Aku benar-benar ingin bertemu denganmu."

__ADS_1


__ADS_2