
Sementara itu beberapa waktu yang lalu, di sisi lain kota BronzeLand, di sebuah manor yang sudah diyakini tempat dimana Eddy Faust tinggal selama ini, sudah di kepung oleh Dale dan seluruh anggota yang dia bawa.
Namun, saat mereka tiba di sana, tidak begitu banyak orang yang berjaga di sana. Akan tetapi, beberapa saat kemudian, Dale melihat beberapa mobil datang ke arah mereka.
"Bos, sepertinya itu bukan mereka."
Tepat seperti apa yang dikatakan oleh anggota yang berada di dekatnya, memang mobil-mobil itu bukan Noah dan William, melainkan anggota dari keluarga Faust dan Fargo.
"Sial, siapa mereka?"
Dengan banyaknya mobil yang datang tentu saja Dale sudah bisa menebak bahwa Jumlah mereka juga tidak sedikit.
Meski sudah bersiap untuk menghancurkan keluarga Faust, tapi saat ini mereka sadar bahwa mungkin saja mereka sudah salah perhitungan.
Mengantisipasi bentrokan yang sepertinya akan segera terjadi, Dale langsung berseru pada semua orang.
"Persiapkan diri kalian! ... Mereka pasti musuh."
Sebelum mobil-mobil itu mendekat, Dale sempat mengambil ponselnya dan langsung menghubungi William.
Menurut Dale, mungkin saja William dan Dale juga bernasib sama.
"Dale ... Ada apa?"
William yang sedang duduk di bangku penumpang dimana Noah sedang mengemudikan mobilnya itu menjawab cepat.
"William, sepertinya keluarga Faust sudah menyiapkan sesuatu ... "
Noah menoleh sebentar pada William yang terlihat mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh Dale di seberang sana, dengan seksama.
"Apa katanya?"
William yang baru saja memutus sambungan tersebut, balik menoleh pada Noah.
"Sepertinya, Dale dan anggotanya sudah di datangi lebih banyak orang."
Mendengar itu, Noah langsung melambatkan laju mobil dan langsung berhenti beberapa saat kemudian.
Menyadari apa yang dilakukan Noah, William bertanya, heran. "Noah, kenapa kau berhenti?"
"Apa menurutmu Dale bisa mengatasinya?"
William langsung tertegun saat Noah menanyakan hal tersebut. Memang, sepertinya keadaan Dale tidak sedang bagus. Tapi, William yakin dia tidak akan mudah di kalahkan begitu saja.
"Aku tidak yakin. Tapi, Dale cukup kuat. Aku rasa dia bisa mengatasinya."
Noah langsung mengangguk mengerti saat mendengar jawaban William tersebut. Kemudian, dia kembali memacu mobil itu.
Tak lama, di depan mereka terlihat mobil Eddy Faust mengarah ke sebuah bangunan yang terlihat cukup besar. Akan tetapi, tidak itu yang menarik lerhatian keduanya.
__ADS_1
Begitu banyaknya orang yang berjaga di depan bangunan tersebut, membuat Noah kembali menghentikan mobil yang dia bawa.
Saat mobil benar-benar berhenti, William semoat berfikir bahwa Noah berniat menunggu anggotanya yang berada di belakang mereka.
Sekuat apapun Noah, Menurutnya saat ini sangat konyol menyerang berdua saja ke tempat itu. Namun, apa yang di fikirkan William sepenuhnya salah.
"William, sampai disini saja. Sebaiknya kau balik dan bantu Dale ... "
Mata William melebar saat mendengar Noah mengatakan hal tersebut.
"Noah, apa maksudmu?!"
Sambil membuka pintu mobil, Noah menjawabnya. "Aku akan mencari cara untuk masuk ke sana. Sekarang, bawa anggotamu dan bantu Dale ... Setelah itu, kalian bisa kesini."
Tidak menunggu tanggapan William, Noah langsung keluar dari mobil.
Di dalam, William hanya bisa terdiam melihat Noah yang kini berjalan cepat menuju bangunan di mana setidaknya ratusan orang berjaga.
"Sial ... Orang ini, benar-benar gila ... "
Tidak tau batas kegilaan yang bisa ditunjukkan Noah, William tidak berniat membantahnya. Lagipula, beberapa saat yang lalu, dia baru saja melihat bagaimana Noah mengatasi musuh-musuhnya.
William langsung berpindah ke bangku pengemudi, dan langsung menginjak gas sebelum akhirnya bermanuver berbalik dan melesat meninggalkan tempat itu.
"Ah, Persetan ... " Serunya, sambil memukul stir mobilnya.
Keluarga Faust jelas licik serta licin. Kemampuan mereka untuk menutupi jejak keberadaan selama beberapa tahun, setelah berhasil menipu keluarga Kingstone sebelum akhirnya menghilang, benar-benar tidak bisa di remehkan.
Saat ini, Noah hanya berharap William bisa membantu mengatasi apapun yang tengah di hadapi Dale di tempat lainnya.
Bagaimanapun, semua ini bermula dari dirinya. Tentu saja Noah tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada mereka.
Setelah berbalik dan mulai berjalan kembali, tak lama sesuudah itu, diapun bergumam.
"Bell ... "
Kembali pada saat sekarang, Di kediaman Roman Faust, akhirnya Paul mengerti kenapa Randy Faust bersikeras untuk melakukan negosiasi tertutup dengan keluarga.
Sempat berfikir bahwa ayahnya Haland Fargo sudah memberikannya tugas sepele untuk mengurus masalah di kota yang dia anggap sangat tidak menarik ini, kini mulai menunjukkan semangatnya.
"Tuan Faust, mengenai kesepakatan yang kau tawarkan. Akan lebih baik jika kita bahas kemudian hari. Tapi, bukankah saat ini sebaiknya kita menyelesaikan masalah yang ada di sini?"
Randy menggelengkan kepalanya saat mendengar kata-kata Paul tersebut. Tau bahwa nilai tawar bisnis darinya sangat tinggi, Randy Faust berfikir untuk menaikkan resiko.
Melihat bagaimana perubahan reaksi Paul Fargo, muncul ketamakan di dalam hatinya. Baginya, butuh lebih dari apa yang dikatakan Paul jika memang ingin bekerja sama dengan keluarga Faust saat ini.
"Maaf Paul, Sepertinya kau tidak mendengarnya dengan jelas ... Jika hanya masalah ini, sebenarnya aku tidak peduli. Bahkan jika kota ini hancur sekalipun aku juga tidak perduli."
Mafia licik, menjelaskan bagaimana sikap Randy Faust saat ini. Akan tetapi, itu tetap bukan hal yang baru di dunia mereka. Paul Fargo tentu memakluminya.
__ADS_1
Tapi, Eddy Faust sendiri baru menyadari bahwa ayahnya itu berani bertindak sejauh ini. Karena, dia sendiri sudah mengetahui bahwa jika ada sebuah Jaringan dimana mereka sebaiknya tidak mencari masalah di negara Bagian Goldwest ini, tentu saja Keluarga Fargo salah satunya.
Hanya saja di lain sisi Paul Fargo menanggapi hal tersebut dengan cara berbeda. dia juga tidak sebodoh itu, akan larut dalam iming-iming Randy Faust terkait tambang emas yang telah ditemukan itu.
Selain memberi tugas ini, Haland ayahnya, telah memperingatkan bahwa keluarga yang kini tengah dihadapannya ini, terlihat sangat licin dan picik.
"Tuan Faust, sepertinya kau melupakan sesuatu. Jika kau memang tidak perduli dengan kota ini, lalu kenapa sebelumnya kau membutuhkan bantuan kami untuk menyelesaikan masalah ini?"
Randy Faust tersenyum miring, sambil mendengus. "Huh ... aku hanya ingin melihat, apa kalian benar-benar keluarga yang tepat bagiku, untuk melakukan kerja sama, itu saja."
Kata-kata Randy Faust itu menyulut emosi Paul, dengan menggeretakkan giginya, dia bergumam dengan geram.
"Brengsek, kau orang tua ... Jika hanya bicara, semua orang bisa. Kau bahkan tidak memiliki bukti tentang tambang—"
Paul Fargo tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, karena saat dia mengatalan itu, Randi Faust mengambil vas bunga dari tembikar berukuran cukup besar yang ada di atas meja di depan mereka, lalu menghempaskannya saat itu juga.
"Praaaaaaang ... !"
Berfikir bahwa Randi akan melakukan hal yang tidak diduganya, Paul sempat bersiaga. Akan tetapi apa yang dia lihat saat vas bunga itu pecah, benar-benar membungkamnya.
"Bukankah kau perlu bukti? ... Ini, lihatlah sendiri ... "
Di atas meja, di antara pecahan tembikar dan bunga, mereka melihat beberapa bongkahan logam berwarna kuning terang yang menyilaukan.
Di antara bongkahan-bongkahan itu, ada beberapa yang memiliki ukuran cukup besar, hampir sebesar kepalan tangan orang dewasa.
"Ini, hanya Sample di permukaan yang kami temukan ... Sekarang, apa kau sudah bisa membayangkan berapa banyak yang akan kita miliki saat benar-benar menambangnya?"
Paul Fargo tidak dapat berkata-kata. Apa yang dilihatnya sekarang, adalah bukti yang diperlukannya.
Randy Faust telah menunjukkan itu padanya dan tidak ada lagi alasan untuk meragukannya.
"Oh, jadi semuanya bermula karena itu ... "
Bukan Paul yang berkata. Karena laki-laki itu masih terlihat terkejut beberapa saat yang lalu. Akan tetapi, suara itu berasal dari tempat lain tidak jauh dari sana.
Tepatnya, dilantai atas di ujung tangga, seorang pemuda entah sejak kapan sudah berdiri di sana.
Saat itu juga mata Eddy Faust terbelalak. Sempat berfikir bahwa pemuda itu bukan lagi masalah, melihat keberadaannya yang entah bagaimana bisa berada di sana. Tentu saja membuatnya benar-benar terkejut.
"Ka-kau ... Ba-ba-bagaimana ... "
Eddy Faust tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu dia melihat pemuda yang mereka beri gelar the Madness itu, kini berjalan mendekat pada mereka.
"Sial ... Seharusnya aku sudah menduga, bahwa ini bukan hanya sekedar permainan kucing-kucingan ... Tapi, sepertinya ini jadi sangat menarik."
Saat mengatakan itu, mata Noah beradu pandang dengan mata Paul Fargo yang kini menatapnya tajam.
"Brengsek ... Siapa kau, bajingan?!"
__ADS_1