
Mendengar kata-kata Antony Reyes, Jack langsung berbalik.
"Apa maksud paman? ... Jangan katakan bahwa kita akan—"
Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, Noah yang tadi ada di sebelahnya, sudah langsung berjalan menuju pintu masuk gudang itu.
Sementara, Antony Reyes hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu memukul pundak Jack, dan berkata.
"Kau bisa menunggu di sini, sementara kami akan mengurus sisanya ... "
Jack tidak tau harus berkata apa, karena jelas bahwa dia sudah menyampaikan semua informasi yang di dapat pada keduanya.
Di dalam sana,.Jack mengetahui bawah ada sekita empat sampai lima puluh orang, yang bersiaga.
"Sial ... Ada apa dengan orang-orang ini? ... Apakah ini cuma karena mereka benar-benar ingin terlihat keren?"
Jack melihat keliru dan ke kanan, namun tidak melihat siapapun di sana. "Ah, sial ... Sebaiknya aku mengikuti mereka saja."
"Braaaakkk ... "
Semua orang yang ada di dalam, terkejut saat tiba-tiba saja pintu kecil di sebelah gerbang gudang itu, terbuka dengan paksa.
Setelahnya, muncul sosok pemuda dari luar dan masuk ke sana. Salah satu orang yang berada di lantai bawah dan dekat dengan pintu itu, berseru.
"Siapa kau, brengsek? ... "
Tidak menanggapinya, pemuda itu langsung berlari ke arahnya.
"Sial ... Kau pikir kau—"
"Brukk ... !"
Sebuah pukulan keras mendarat di tenggorokan orang tersebut.
"Aku? ... Apa kau tetap ingin tau?"
Noah meninggalkan orang memiliki postur tinggi dan berbadan tegap yang sudah tergeletak di bawah itu, begitu saja.
"Ah, apa kalian ingin berkenalan juga?"
Saat ini, di depannya sudah berdiri beberapa orang yang siap melawannya.
"Kami sama sekali tidak perlu mengetahui siapapun orang bodoh, yang ingin mengantarkan nyawanya, dengan cara menerobos ke sini ... "
Noah tersenyum dan berkata. "Bagus, kalau begitu majulah ... "
Tentu saja mereka tidak merasa perlu harus meladeni anak muda itu dengan kekuatan penuh.
"Tangkap dan lempar dia ke laut ... "
"Buk ... !"
"Buk! Buk!"
Tiga orang yang baru saja maju, kini sudah tersungkur di tanah. Noah menatap pada orang yang tadi bicara dan bertanya.
"Kau butuh lebih dari ini untuk menangkap ku\, As*h**e ... "
Terkejut, orang itu mudur selangkah. Dan akhirnya kembali bertanya. "Sial, siapa dirimu?"
Noah menggelengkan kepalanya. "Bukankah kau tidak perlu tau ... Kau baru saja mengatakannya, bukan?"
Antony Reyes yang sudah ikut masuk, hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Menakutkan sekali memang. Tidak ada basa-basi, huh?"
Di berjalan melewati seseorang yang terbaring dengan kepala menghadap sesuatu dengan cara tidak wajar.
__ADS_1
"Seharusnya, kau tidak berbicara dan lari saja ketika berhadapan dengan orang ini ... Hahahaha ... "
Setelah itu, pria tua yang pernah menjadi komandan Ted Bowie itu, berteriak pada Noah.
"Boss ... Sisakan untukku ... !"
Saat itu, orang yang menanyakan namnya tadi, sudah berlutut memegang perutnya. Sambil menarik rambut dan mengangkat wajah orang tersebut, Noah menjawab.
"Tuan Reyes ... Tolong wajah orang ini, sedikit kau perbaiki ... Aku tidak menyukainya ... "
Satu deti setelah Noah mengatakan itu, telapak sepatu Antony Reyes mendarat di wajahnya.
"Bruk!"
Pria itu terlentang tak sadarkan diri, dengan hidung sudah mundur kebelakang.
"Hhmm ... Aku rasa wajahnya sudah sedikit lebih tampan ... "
Noah menganggukkan kepalanya, menyetujui kata-kata pria tua itu.
"Serahkan yang di sini padaku ... Jack akan membantu ... "
Noah mengangguk mengerti, dan langsung pergi dari sana. Anehnya, beberapa orang yang tersisa, membuatkan pemuda itu lewat begitu saja.
Sampai detik ini, ketiganya tidak bisa mencerna bagaimana tiga orang yang baru saja mendekat, langsung tumbang hanya dengan satu pukulan saja.
Saat melewati mereka, Noah berkata. "Jika kalian merasa melawannya akan lebih mudah, maka kalian salah besar ... "
Saat pemuda itu berlalu, satu teman mereka yang berdiri paling di depan, sisa berada dalam posisi terlungkup dengan kaki di pegang pria tua itu.
"Kraaakkk ... "
"AAAARRGGGGGHHHHH ... "
"Praaaanggggg ... "
Jendela kaca di ruangan Atas, baru saja pecah. Namun, tidaknya itu saja. Dua orang teman mereka lainnya, terlihat terbang keluar dari sana.
"Aaaaaa ... !"
"Aaaaaa ... !"
"Bruuukkk ... "
Mereka kembali berubah pikiran. Mungkin, pemuda itu jauh lebih buruk dari laki-laki tua yang ada di depan mereka saat ini.
"Jack ... Bantu temukan orang-orang itu ... "
Antony Reyes, sudah lama mejalani ini. Meski terlihat takut dengan kehadirannya, orang-orang ini tidak akan mengatakan apapun tentang keberadaan orang-orang yang mereka cari.
Lagi pula, jika memberi jeda dan waktu untuk mereka berpikir, maka semuanya akan jadi sulit untuk di kendalikan.
"Hei ... Apa.mau kalian, huh?"
Antony Reyes hanya menggelengkan kepalanya. "Pertanyaanmu sudah sangat terlambat ... Anak muda ... "
"Arrrrhhh ... "
"Sial, apa dia Monster?!"
Mereka yang berada di bawah, melihat pada ruangan yang di mana Noah berada di dalamnya.
"Menjauh kau, hei ... Apa mau mu?"
Antony Reyes hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata. "Pertanyaan yang salah."
__ADS_1
Hanya ada lima orang tersisa di bawah sana. "Pak tua? ... Kami tidak memiliki masalah dengan kalian, jadi kenapa kalian menyerang kami dengan tiba-tiba?"
Tidak Antony Reyes yang menjawab, tapi Jack langley yang bersuara.
"Masalah kalian hanya satu. Kalian berada di bawah Zargosky ... "
Mendengar itu, mata mereka semua melebar. Jika orang-orang ini tau bahwa mereka bekerja pada keluarga Zargosky dan tetap memutuskan untuk menyerang, maka kesimpulannya hanya satu. Mereka bukan lawan biasa.
"Tidak perlu berpikir terlalu jauh ... Meski kalian mengatakan di mana kalian menyembunyikannya, kalian tetap akan berakhir buruk. Jadi, majulah ... "
Itu hanya hal yang ingin di ucapkannya, namun Antony Reyes sama sekali tidak memberikan mereka kesempatan untuk maju. Karena saat dia mengatakan itu, dirinya sudah berada di dekat mereka semua.
Melihat tingkah suami bibinya itu, Jack menggelengkan kepalanya, dan bergumam sambil menaiki tangga.
"Kau harus berada sedikit jauh, untuk mengatakan agar mereka maju untuk menyerang mu, orang tua gila."
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
Hanya ada suara pukulan yang tepat mengenai sasarannya. Namun, sama sekali Tidak ada suara teriakan, dari kelimanya.
"Nah, aku rasa wajah kalian lebih tampan sekarang ... "
Antony Reyes menghancurkan susunan bibir dan gigi kelima orang itu.
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
"Buk! ... Buk! ... Buk!"
Tidak ada serangan balasan, karena pria tua itu bergerak dengan sangat cepat dan terencana. Sekarang, kelimanya sudah tergelatak di tanah.
"Sial, bagaimana bisa bibiku menikahi pria gila ini?"
Jack yang melihat dari atas, tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. Baginya, Antony Reyes begitu menakutkan. Beruntung, pria tua itu adalah keluarganya.
Dia berbalik, dan melihat keruangan yang dia yakin Noah masih berada di sana.
Saat dia masuk dan melihat keadaan di dalam. Saat itu juga mulutnya terbuka dan matanya melihat nanar.
Setidaknya ada sekitar dua puluh orang, sudah tak sadarkan diri, dengan sedikitnya dua sampai tiga tulang di tubuh mereka, patah.
"Sebenarnya, orang seperti apa yang sedang aku ikuti ini ... "
Jack membiarkan Noah melewatinya begitu saja, saat pemuda itu keluar dari sana.
"Jack, sepertinya mereka ada di sebalik ruangan itu ... "
Jack hanya berbalik, dan melihat Noah sudah kembali menerjang sebuah pintu dan menghilang dari pandangannya.
"Untuk apa kau memberi tahuku, jika kau sama sekali tidak butuh bantuanku, bos?"
__ADS_1