World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Gagal Brutal


__ADS_3

Tidak hanya mengejutkan musuh, tapi apa yang dilakukan Noah juga mengejutkan William dan yang lainnya.


Hanya saja, saat itu mereka merasakan sesuatu yang berbeda. Meski tidak menyebutkannya, namu saat ini mereka merasa apa tang akan terjadi ke depan tidak akan seburuk yang mereka kira sebelumnya.


Noah benar-benar memukul mental musuh dengan sangat telak. Hal itu langsung memicu semangat William dan yang lainnya.


Karena saat itu juga mereka menyadari bahwa Noah benar-benar seorang Raja yang sudah berada di level berbeda.


William sudah tau apa yang harus dilakukannya saat ini. Melihat musuh di belakang yang tidak tau apapun yang sedang terjadi di depan sana, William langsung berseru pada anggotanya.


"Apa yang kalian tunggu?! ... Musuh kita berada di belakang sana."


Jika sekarang tidak ada musuh di belakang mereka, tentu saja mereka akan sangat enggan berbalik meninggalkan Noah yang kini sedang berhadapan dengan musuh yang sangat banyak itu, seorang diri.


Bukan karena ingin menolong. Saat ini mereka merasa apa yang mereka lihat adalah sebuah tontonan yang sangat luar biasa. Sehingga sangat sayang sekali untuk melewatkannya.


Dengan berat hati, mereka berbalik dan berjalan mengikuti William, salah satu dari empat Raja jalanan, ketua mereka itu.


Akan tetapi, saat mereka semua berjalan untuk menghadang musuh, sebuah kalimat dari William membuat mereka kesulitan untuk menahan senyuman.


"Sial! ... Jangan ada satupun dari kalian yang terluka. Karena aku tidak ingin menanggung malu lebih dari ini."


Tentu saja sepergi katanya itu, William menanggung malu. Menjadi satu dari empat Raja adalah sebuah kebanggaan tersendiri baginya.


Namun, saat salah satu Raja menunjukkan bahwa mereka berada di level yang jauh berbeda, membuat pemuda itu meragukan gelar yang kini di sandangnya tersebut.


"Hahahahaha ... Ketua, terimalah kenyataan ini. Bukankah pada kenyataannya kau dan Dale sendiri yang langsung mengakuinya sebagai Raja, untuk pertama kalinya."


Kata-kata anggota itu, sama sekali tidak membuat hatinya membaik. Tapi, bagi William itu tetap terdengar lucu.


Karena memang tidak pernah terjadi sebelumnya dimana saat satu orang menggantikan salah satu dari empat Raja, dimana Raja lainlah yang terlebih dahulu yang mengakuinya.


Namun saat itu terjadi, Noah berada dalam kondisi yang kini terasa begitu istimewa. Tidak hanya satu, tapi dua Raja yang lainlah yang pertama kali mengakui dirinya.


Dengan senyuman tidak percaya saat mengingat kejadian itu dan ditambah dengan ingatan apa yang dikatakan Noah sebelum memulai pertarungannya beberapa saat yang lalu, William bergumam.


"Ya, aku rasa dia tidak melebih-lebihkan dirinya ... Sepertinya, di masa depan, Noah memang mengemban takdir sebagai seorang penguasa."


"Hahahahahha ... Kau mengakuinya? Hahahahhaha ... "

__ADS_1


"Hahahahahha ... "


"Hahahahhahaha ... "


Berbeda dengan apa yang terjadi di depan sana. Apa yang kini di lakukan William dan anggotanya itu membuat musuh mereka bertanya-tanya.


Tidak ragu apalagi takut karena kalah jumlah, secara tidak langsung William membuat musuh mereka merasa sedikit keraguan.


Karena saat ini William dan seluruh anggotanya berjalan sambil tertawa terbahak-bahak memasuki pertarungan, seoarang mereka bukanlah apa-apa baginya.


Melihat itu, dengan nada sedikit terdengar gentar. Pemimpin musuh yang akan di hadapi William, berseru pada yang Lainnya.


"Apa yang lucu dari ini semua? ... Kenapa mereka semua tertawa?"


Tidak ada satupun dari mereka yang bisa menjawab pertanyaan itu. Namun begitu, salah satu anggota yang berada di dekatnya, menajamkan tatapannya.


Tak lama, matanya langsung melebar. Karena saat kelompok yang akan mereka hadapi itu semakin mendekat, kecurigaannya ternyata benar.


Tak ayal, hal tersebut membuatnya sangat terkejut. Tanpa dia sadari, dirinya langsung sedikit histeris.


"Sial! ... Itu memang dia?!"


Pria yang terlihat berdiri paling di depan itu, bertanya heran. "Siapa? ... Maksudku, siapa yang kau maksud?"


Mendengar pertanyaan itu, orang tersebut segera menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ... Dia tidak pernah menyebutnya."


Anak buahnya itu menelan ludah sebelum kembali bertanya. "Lalu, kenapa William Fane, satu dari empat Raja jalanan dan semua anggotanya itu, kini datang ke arah kita?"


Mendengar nama William apalagi dengan embel-embel nama besar keluarganya disebut, membuat sang pemimpin kelompok itu terkejut.


Saat itu juga, dia mencari satu orang dari sekian banyak orang yang kini berjalan ke arah mereka sambil tertawa itu, untuk memastikannya.


Tidak butuh waktu lama, karena William Fane memang berada di sana, dan berjalan paling depan, dengan tersenyum masam, seolah anggotanya sedang mengolok-oloknya.


"Sial ... Itu benar-benar dia."


Tidak hanya akan di buru oleh seluruh komunitas jalanan yang berada di bawah otoritas William saja, namun jika dia benar-benar bertarung dengan pemuda itu, apalagi sampai membuat pemuda itu terluka, cacat atau bahkan mati, Maka tidak diragukan lagi Jaringan keluarga Fane akan mencarinya hingga ke ujung dunia.


Apalagi, sejak beberapa bulan terakhir, terdengar bahwa keluarga Fane mengembangkan bisnisnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Beberapa jaringan Mafia bisnis yang cukup mengenal sepak terjang keluarga itu selama bertahun-tahun, tidak yakin yakin bahwa keluarga itu akan bisa berkembang tanpa bantuan Jaringan yang jauh lebih besar dari mereka.


Jika hal tersebut memang benar, maka bisa dipastikan tidak lama setelah malam ini, Jaringan keluarganya akan segera menghilang dari negara bagian ini.


"Sial ... Keluarga Faust telah membawa Jaringanku ke dalam masalah yang sangat besar."


Anggotanya langsung mengangguk setuju. "Ya ... Ini sangat berbahaya bagi semua orang. Keluarga Fane, terkenal sangat tidak ramah pada seseorang yang menyinggung keluarga mereka."


"F**k ... !"


Kata-kata anggotanya itu, sama sekali tidak melegakannya. Namun sekarang, tidak banyak waktu lagi karena William hanya tinggal belasan meter saja di depan mereka.


Di seberang sana, William bertekad untuk menunjukkan yang mengerikan. Karena, akan sangat memalukan jika mereka berakhir babak belur sementara di sisi lainnya Noah menghadapi musuh seorang diri.


"Jangan tunjukkan kelemahan sedikitpun. Aku ingin kalian menghajar semua orang-orang itu, hingga mereka mengingat malam ini, sebagai malam terburuk dalam hidup mereka. Kalian mengerti!"


"SIAP ... !!"


William baru saja akan berseru memerintahkan anggotanya untuk menyerang musuh yang kini sudah berada sangat dekat dari mereka, namun kejadian berikutnya membuat bingung seketika.


"Sial! ... Apa yang mereka lakukan?" Tanya William, heran.


Sama sepertinya, seluruh anggotanya juga tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan musuhnya.


"Aku tidak tau, tapi bukankah sedikit aneh jika ternyata di daerah ini, lawan akan membungkuk sebelum menyerang kita?"


Mendengar kata-kata anggotanya yang terdengar tidak masuk akal itu, William menggelengkan kepalanya cepat.


Dengan wajah kesal, William berteriak. "Hei brengsek! ... Apa yang kalian lakukan, bajingan!"


Mendengar pertanyaannya, pemimpin yang beberapa saat yang lalu sudah dia kunci sebagai target kebrutalannya itu, bersuara.


"Tuan Fane, sebelumnya aku minta maaf ... Sepertinya ada salah faham di sini. Aku Boris Hanson... Ayahku Sam Hanson."


Saat itu juga, William tertegun. Meski tidak sering bertemu, namun Sam Hanson tidak asing baginya.


"Kau, anak Paman Sam? ...  Maksudku, Big Sam?"


Boris berdiri dan menganggukkan kepalanya. "Sukurlah kau mengenal ayahku. Ya, aku anak kedua dari Sam Hanson,  atau lebih di kenal dengan nama Big Sam."

__ADS_1


Mendengar itu, William langsung mengusap wajahnya kasar, lalu berseru kesal.


"Oh F**k! ... Ini benar-benar Sial ... ! sepertinya saat ini, aku tidak jadi menunjukkan kebrutalanku, padanya!"


__ADS_2