
Mia dan teman-temannya mengajak Noah ke kota HighCopper. Sebuah kota pinggir laut yang memiliki pelabuhan membentang sama panjangnya dengan kota itu.
Memiliki pelabuhan, membuat kota ini dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan eksport-import. Hampir semua kebutuhan material dan logistik di seluruh negara bagian Goldwest datang dari kota itu.
Tidak mengejutkan jika disini dipenuhi oleh anak-anak orang kaya. Seperti yang Noah lihat sekarang, setidaknya ada ratusan mobil sport dan mobil-mobil mewah berkumpul di salah satu distrik di sana.
Saat tiba, mereka sedikit terlambat. Saat itu beberapa balapan sudah di mulai. Namun, ada sedikit hal aneh terjadi begitu iring-iringan mereka memasuki tempat yang sering digunakan oleh orang-orang ini berkumpul.
Seperti yang diharapkan oleh Chris, kedatangan mereka dengan Noah benar-benar menarik perhatian hampir semua orang.
"Noah, seperti yang aku katakan, ada empat Raja di seluruh Goldwest. Saat ini di sini, ada tiga. Dengan memenuhi syarat tertentu, siapa saja boleh menantang untuk mengambil alih posisi mereka."
Noah hanya mengangguk saat Mia menjelaskan itu.
"Hei Bro, apa kau tidak tertarik untuk menggeser salah satu puncak?"
Chris sangat ingin Noah menggunakan mobilnya, untuk mencoba mengalahkan salah satu dari Raja jalanan itu.
"Maaf Chris, aku tidak tertarik. Aku datang hanya untuk melihat-lihat saja."
"Yah, kau benar. Mungkin, kau memiliki sesuatu yang hebat tapi kau tudak memiliki hasrat penguasa."
"Deg!"
Saat Chris mengatakan itu, tiba-tiba saja Noah merasakan jantungnya menendang rongga dadanya.
"Chris, apa yang membuat gelar itu begitu berarti, hingga kau sangat tertarik?"
Chris menggelengkan kepala seolah tak percaya saat Noah mengatakan itu. Namun, dia tetap menjawabnya.
"Dengar teman. Seperti yang aku katakan. Penguasa ... Selama kau memegang gelar itu. Kau akan di hormati seluruh jalanan. Mereka akan bergerak jika kau menginginkannya. Gelar ini, sangat berarti lebih dari yang kau bayangkan."
Saat itu, Noah melihat pada Mia yang tersenyum padanya. "Chris benar ... Menjadi yang teratas maka kau akan memiliki rasa hormat dari banyak orang. Itu sudah menjadi hukum di Goldwest dan banyak negara bagian lainnya. Ini tidak hanya sekedar balapan, ini mencakup banyak hal."
Saat Noah ingin menanggapi, tiba-tiba saja beberapa orang datang menghampiri dan menyela pembicaraan mereka.
"Mia Larson ... Hahahaha!"
Tanpa menoleh, Saat itu, Noah bisa melihat perubahan wajah Mia.
Saat orang yang menyapa Mia sambil tertawa itu mencoba mendekat, Chris langsung menghadangnya.
"Byron, kenapa kau kesini?"
"Oh wow, lihat, siapa yang bicara."
__ADS_1
Noah memperhatikan saat keduanya saling berhadapan. Saat itu, keduanya sama-sama memiliki tatapan tajam.
"Chris si pesuruh. Apa kau lupa hukumnya, huh? Aku adalah satu dari empat Raja. Perhatikan sikapmu, sebelum aku benar-benar mempersulit semuanya bagi kalian."
Saat itu juga, Noah bisa melihat mata Crhris langsung tertunduk. "Jadi, anak ini salah satu raja?" Batinnya.
"Mia, abaikan saja orang ini."
"Hahaha ... Tim Pecundang akan selalu di isi oleh para pecundang."
Mendengar itu, Mia langsung berdiri dan mendekat pada Byron. Gadis yang terlihat kecil di depan pria yang memiliki tubuh yang sangat tinggi itu, menunjuk dan Matanya menatap tajam.
"Kau, hanya Raja palsu ... Kami tau apa yang kau lakukan saat itu."
Tidak merasa terintimidasi, Byron hanya mengangkat alisnya dan tersenyum miring. "Apa yang aku lakukan? ... Ayo, katakan. Kenapa tidak kau umumkan jika memang tau apa yang aku lakukan saat itu? "
"Kau ... "
"Aku apa? Huh? ... Kau ingin mengatakan aku curang? Begitu?"
Saat itu, Mia kehabisan kata-kata. Balapan jalanan memnag tidak memiliki aturan tertulis. Tapi, Byron benar-benar melakukan hal memalukan saat merebut gelarnya itu.
Perseteruan itu, buyar karena salah seorang teman Byron tiba-tiba saja berteriak histeris.
"F**k lihat ... Ini LVR ... !!".
"Bro, ini punyamu?"
Noah memundurkan kepalanya sedikit, karena teman Byron itu bertanya terlalu mendekat.
"Ya, begitulah ... bukan apa-apa."
"Apa maksudmu bukan apa-apa? Ini LVR. ... Byron, coba kau lihat, ini benar-benar keren, bro."
Byron berjalan mendekat dan memperhatikan Noah dan Mobil. Saat itu, dia melipat tangan di dada dan tersenyum meremehkan.
"Huh, memiliki mobil hebat, tidak akan membuatmu tiba-tiba menjadi hebat ... "
Saat itu, Byron yang memiliki badan lebih tinggi dari Noah, sedikit menunduk saat menatapnya. "Katakan apa kau kesini di minta pecundang-pecundang ini untuk menantang aku?"
Noah mengernyitkan dahinya. "Aku tak mengenalmu, aku tak punya alasan untuk menantangmu?"
"Haha ... Haha ... Satu lagi pecundang baru di tim ini."
Selesai mengatakan itu, Byron langsung berbalik. Sebelum dia pergi, sekali lagi pemuda jangkung itu berkata sambil menunjuk Mobil Mia.
__ADS_1
"Membawa mobil mantan Raja kemanapun kalian pergi, tidak akan membuat tim pecundang seperti kalian menjadi Raja ... Huh! Kalian, benar-benar memalukan."
Mia dan teman-temannya benar-benar dibuat terdiam oleh pemuda itu. Bahkan, mereka tidak bisa mengangkat wajah saat Byron menunjuk mobil Mia.
Akan tetapi, baru beberapa langkah Byron menjauh, sebuah suara menghentikannya.
"Hei, aku merubah pikiranku ... "
Byron dan teman-temannya berbalik untuk melihat siapa yang berbicara.
Saat itu, Noah melipat tangan di dadanya. "Sekarang, aku memiliki alasan untuk menantangmu ... "
Mata semua orang langsung melebar. Seperti yang di harap-harapkan semuanya, salah satu Raja akan turun ke jalan malam ini.
Tidak di ragukan lagi, Dengan LVR nya, jelas Noah memenuhi syarat untuk menantang salah satu Raja.
"Baiklah, sekarang apa yang kau pertaruhkan?" Byron balik menantang.
"Terserah ... kau Rajanya bukan?"
Byron mencibir sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Baiklah ... Kalau begitu. Jika kau kalah, aku mau mobilmu."
Noah hanya tersenyum, "Tidak masalah!"
Mata orang di sana langsung melebar. Bahkan, Byron sendiri juga sama. Dia hanya berniat menggertak, tapi pemuda didepannya ini langsung menyanggupinya.
Saat itu, Byron langsung senang. Tapi, dia tidak terlalu menunjukkannya.
"Baiklah, jika kau menang kau bisa mengambil gelar Raja dariku."
"Aku tidak tertarik dengan gelar sampah seperti itu. Kau bisa menyimpannya."
Saat mengatakannya, Noah mendekat pada Byron. Pemuda itu menunjuk Mia. "Jika kau kalah berlututlah di depan gadis ini. Bagaimana? "
Wajah Byron langsung berubah. Apalagi saat itu sudah banyak orang mengerumuni mereka. Jika dia menolak, maka ini sama saja dia mengatakan bahwa dia akan kalah.
"Kau terlalu percaya diri seolah kau bisa mengalahkanku. Tapi, baiklah ... Itu akan terjadi jika aku berakhir di belakangmu, bukan?"
Noah hanya mengangkat bahunya, dan berkata "Ya, tentu saja."
"Persiapkan mobil mu, kita akan mulai pada putaran selanjutnya."
Setelah mengatakan itu, Byron langsung berbalik meninggalkan Noah dan yang lainnya.
Noah hanya tersenyum miring melihat punggung Byron dan timnya. Saat itu juga, Noah bergumam.
__ADS_1
"Bell ...!"