
Noah terdiam membatu di depan kedua orang tersebut. Berfikir bahwa hidupnya sudah cukup sulit dan sangat menyedihkan, ternyata itu belum seberapa jika di bandingkan dengan apa yang sudah di alami oleh Bearice dan Fredy.
Bahkan, Noah juga baru menyadari kehidupan saudara-saudaranya sangat suram dan menyeramkan. Seolah, tidak satupun dari mereka yang memiliki masa depan yang sedikit lebih cerah.
"Noah, Dunia ini sangat kejam. Jika kau ingin hidup tenang, maka, kau harus lebih kejam daripada dunia itu sendiri."
Sekali lagi peringatan gelandangan tua itu terngiang di kepalanya.
Tau Noah begitu terkejutnya, Bearice kembali bersuara. "Noah, kau tidak perlu terkejut begitu. Kau cukup beruntung karena memiliki kesempatan untuk keluar dari neraka ini."
Noah mendapatkan kesadarannya kembali, lalu mengangguk. "Maaf, jika aku mengungkit masalah ini."
"jadi, Noah ... Kau harus segera pergi sekarang. Aku yakin, mereka akan mencarimu."
Sekali lagi Fredy mengingatkannya. Namun, saat itu Noah sudah memantapkan hatinya.
"Tidak, aku tidak akan pergi. Jujur saja, aku memang sengaja memancing mereka agar mencariku."
Kali ini, dua orang yang tinggal bersama itu yang terkejut dengan pengakuan Noah.
"Sial ... Noah, kemana perginya otakmu yang cerdas itu? Apa Silverstone lebih mengerikan daripada kota ini?"
Pertanyaan Fredy di jawab dengan gelengan kepala saja. Namun, setelahnya Noah balas bertanya.
"Baiklah, karena sudah terlanjur seperti ini. Maka katakan padaku, kenapa kalian berdua bisa terlibat dengan jaringan keluarga brengsek itu?"
Saat itu juga, kedua orang itu saling bertatapan. Kemudian, Fredy menoleh pada Noah, lalu kembali pada Bearice.
Satu anggukan dari Bearice langsung membuat Fredy mengerti.
"Noah, sebenarnya ini tidak bisa kami ceritakan pada siapapun. Tapi, karena kau sudah bermasalah dengan mereka, jadi tidak akan ada bedanya."
Saat Fredy mengatakan hal tersebut, Bearice mengangguk di sebelahnya.
"Tentang apa itu? ... Bukankah, mereka Jaringan Mafia? Aku rasa, kita semua sudah tau bagaimana cara kerjanya, bukan?"
Keduanya serentak menggeleng. Namun, kali ini Bearice yang bersuara.
"Noah, itulah yang terlihat di luar. Tapi, aku dan Fredy tau sedikit lebih banyak dari yang lainnya."
Kali ini, Noah melihat keduanya bergantian. Seolah saat ini dia benar-benar tidak tau apa-apa.
"Apa maksud kalian? ... Kalian pernah bekerja di bawah mereka?"
Saat itu keduanya langsung tertawa, namun tanpa suara. Hal tersebut membuat Noah semakin kebingungan.
Namun, itu tidak lama. Fredy akhirnya menjelaskannya.
"Noah, cerita yang sedikit panjang. Tapi, aku rasa kau punya waktu untuk mendengarkannya, bukan?"
Satu anggukan Noah, membuat Fredy tersenyum dan bertanya.
"Noah, apa kau pernah mendengar keluarga Faust?"
"Tidak, aku tidak pernah mendengar nama keluarga itu. Apakah mereka berada di BronzeLand?"
__ADS_1
Fredy tersenyum miring. "Di BronzeLand? ... Noah, merekalah BronzeLand itu sendiri."
"Fredy, apa maksudmu?"
"Semua yang ada di kota ini, terikat dengan keluarga itu. Jadi, apapun yang terjadi di kota ini, terjadi atas izin keluarga tersebut. Sekarang, apa itu sudah membuatmu mengerti?"
"Fredy, jangan berbelit-belit katakan saja langsung."
Noah menatap Bearice lalu mengangguk. "Ya, kenapa kau menjadi seperti manusia misterius?"
"Ya, seperti kataku ... Keluarga Faust, memonopoli segala hal di kota ini."
Saat itu, Noah langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Fredy. Mungkin ini terdengar mirip dengan dirinya dan World Order sekarang, di Silverstone.
"Fredy, bagaimana cara bertemu dengan keluarga ini?"
Saat itu, Bearice yang menjawab. "Noah, kau tidak akan pernah bisa bertemu salah satu dari mereka, jika mereka tidak ingin bertemu denganmu. Begitulah cara kerja keluarga Faust di kota ini."
Saat itu, Noah melipat kedua tangan di depan dadanya. Wajahnya mengukir senyum.
"Setidaknya, saat ini aku sudah memiliki sebuah nama ... "
"Noah, apa maksudmu? ... Kau ingin bertemu dengan mereka?"
Tidak menjawab pertanyaan temannya itu, Noah balik bertanya. "Fredy, jika kau memiliki kesempatan untuk menghancurkan keluarga Briley dan Faust itu, apakah kau akan melakukannya?"
"Tentu saja ... Aku rela mati jika bisa melakukannya ... Mereka ... Mereka ... F**k ... Aku ingin membalas semuanya ... "
Noah Berbalik dan melihat Bearice. "Bagaimana denganmu, BB. Apa kau akan melakukannya juga?"
Saat itu, wajah Bearice berubah sangat serius. "Noah ... Lihat aku sekarang, dan cobalah kau mengingat bagaimana aku dulu. Setelah itu, kau akan langsung mendapatkan jawabannya."
"Baiklah, jika begitu aku akan memberitahu kalian sebuah rahasia besar, yang tidak aku katakan bahkan pada saudara-saudaraku. Ini mungkin sedikit akan mengejutkan kalia dan semua orang di kota ini, jika mereka mengetahuinya ... "
***
Cara yang Noah lakukan salah. Kini, dia sudah Menyadari hal tersebut. Menanam modal di rumah sakit tidak akan bisa karena jelas Keluarga Faust yang melarangnya.
Berniat mencari tau Jaringan terbesar dengan cara menarik perhatian keluarga Briley untuk menyelidiki seluruh bisnisnya, ternyata benar-benar tidak akan ada gunanya.
Menurut penjelasan Fredy dan Bearice, Noah tidak akan pernah bisa mengakuisisi apapun di kota ini. Karena, semua orang di BronzeLand, di bawah tekanan.
Hal itu itu karena, keluarga Faust ada di belakang semua Jaringan keluarga BronzeLand. Mereka yang akan menentukan apa seseorang bisa masuk dan berbisnis di kota ini, atau tidak.
Setelah semalam dia membahas banyak hal dengan kedua orang itu, kini Noah sudah tau akan memulai semuanya dari mana.
"Noah, aku tidak tau apa yang kau pelajari di Silverstone, hingga kau bisa melumpuhkan lima orang anggota jaringan Briley. Tapi sekarang ... Ini benar-benar gila."
Awalnya, Fredy hanya menganggap Noah bercanda saat menanggapi sarannya, bagaimana cara agar dirinya bisa menarik perhatian Jaringan keluarga Faust.
Meski apa yang dikatakannya benar, namun menantang sebuah gangster di markasnya sendiri, itu adalah hal gila dan tidak ada satupun orang yang ada di kota ini, yang cukup bodoh berani untuk melakukannya.
Namun, Fredy benar-benar salah. Orang bodoh dan gila itu benar-benar ada. Dan saat ini dia sedang berdiri di sebelah orang tersebut.
"Fredy, tenangkan dirimu ... Bukankah, kau sebenarnya tidak sepengecut ini?"
__ADS_1
Saat masih sekolah, Fredy sering membantu Noah. Saat itu, Fredy memang cukup berani. Bahkan, temannya itu tidak segan-segan akan membantunya jika Noah sedang menghadapi banyak orang, meski mereka berdua akan berakhir dengan menyedihkan.
"Noah, kita bukan lagi anak sekolah ... Orang-orang ini, berani menggunakan senjata mereka. Itu benar-benar bukan untuk menakut-nakuti saja."
Fredy semakin gugup saat beberapa orang kini berjalan mendekat pada mereka. Ini bukan karena Fredy tidak mengenal orang tersebut.
Ini adalah soal, apa yang baru saja di teriakan Noah, begitu mereka memasuki sebuah gudang yang di gunakan sebuah Gangster sebagai markas mereka.
The Ravens, nama Gangster tersebut. Tidak salah lagi. Menurut Fredy, inilah Gangster terkuat serta terbesar di BronzeLand.
Fredy berani bersumpah bahwa dia benar-benar hanya bercanda saat meminta Noah menantang orang-orang ini, untuk memulai rencana mereka.
Saat ini, ada sekitar sepuluh orang yang berbadan besar, dengan wajah yang sangat sangar dan badan di penuhi tatto, menatap keduanya, tidak suka.
"Kau ... Apa yang baru saja kau katakan, brengsek?"
Noah melipat tangan di dadanya, lalu menjawab dengan santai.
"Aku ingin kalian bekerja di bawahku ... Jika kalian tidak mau, maka aku akan memaksa."
"Oh, F**k ... Noah, kau tidak mengatakan sepanjang itu sebelumnya. Kenapa kau menambah-nambahnya?"
Fredy benar-benar tidak menyangka Noah akan menjadi sebodoh ini, setelah kembali dari Silverstone.
"Fredy, kau bisa menyingkir ... Aku rasa aku saja cukup untuk membuat para pesolek ini tunduk ... "
"Holy F**kin ... ******* ... Noah, kau ... kita kembali—"
Saat itu, Noah memegang bahu Fredy, yang langsung membuat pemuda itu terdiam.
"Fredy, bukankah kau meminta bukti? ... "
"Noah, mereka adalah the Ravens ... Merekalah yang ter—"
"Justru itu, aku tidak akan melakukan ini di sini, jika mereka adalah gangster yang terlemah."
Mata Fredy terbelalak, Noah benar-benar tidak mengecilkan suaranya saat mengatakan hal tersebut.
Malah, saat ini Fredy yakin Noah berusaha agar semua orang yang ada di dalam bangunan itu, mendengar ucapannya.
Saat itu juga, Fredy langsung pasrah. "Oh, sial ... Cepat atau lambat, aku akan mati juga. Setidaknya saat ini jika aku mati, aku akan memiliki teman yang cukup gila untuk berbicara di neraka."
"Fredy ... "
"Apa? ... "
"Tidurlah, sebentar ... "
"Hah? ... Apa kata—"
"Buk!"
Noah baru memukul tengkuk temannya itu, untuk membuatnya pingsan. Setelah menyambut tubuhnya, Noah menarik Fredy cukup jauh, lalu kembali ke depan semua orang-orang itu.
Sepuluh anggota gangster itu, sedikit kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi. Kedua orang ini, terlihat sangat bodoh dan konyol sekali
__ADS_1
Namun, beberapa saat kemudian, Noah benar-benar menyatakan sesuatu yang membuat hampir lima puluh orang yang ada di ruangan itu, marah, dengan sangat lantang.
"Aku Noah Evans ... Kalian bisa tunjukkan diri kalian berguna padaku, atau ... Pergilah ke neraka."