
Setelah menghubungi adiknya dan memberi tahu apa yang harus di lakukan, Nicholas Zargosky kembali memusatkan perhatiannya dalam masalah yang akan dia sebabkan di Blacksteel.
"Tuan Zargosky ... Aku sudah menyiapkan beberapa rencana agar Timothy Flare bersedia bertemu denganmu ... "
Nicholas hanya tersenyum kecut, sambil menjawab.
"Tamara, apapun rencanamu itu, tidak akan membantu ... Si tua brengsek itu bukan orang yang bisa kau temui hanya dengan sebuah rencana kecil saja. Sebaiknya pikirkan sesuatu yang sangat besar hingga bisa menarik perhatiannya ... "
Tamara adalah asisten kepercayaan Nicholas, wanita itu tidak hanya menjadikan Nicholas sebagai atasan saja. Dia bahkan akan melakukan apa saja untuk laki-laki berdarah dingin yang begitu membuat dirinya bergairah ini.
"Aku telah melakukannya, dan sepertinya dia tertarik ... "
Saat itu juga, Nicholas menoleh pada Tamara yang menatapnya dengan wajah menggoda. Seolah, apa yang akan dia lakukan, benar-benar akan membuat pemimpin Jaringan itu, akan tertarik.
Perlu beberapa saat sebelum Nicholas menyadarinya. Dan detik berikutnya, sebuah senyuman tersungging di wajahnya.
Nicholas langsung berdiri, dan mendekat pada Tamara, yang membuat wanita itu, memundurkan punggungnya karena aura dominasi yang dipancarkan oleh bosnya tersebut, membuatnya sedikit takut.
"Kau benar-benar tau apa arti bekerja keras ... Kau benar-benar bisa di andalkan ... "
Setelah mengatakan itu, Nicholas menarik wajah Tamara mendekat padanya lalu ******* Bibir wanita tersebut.
Seperti mimpi-mimpi yang sudah ratusan kali dia lewati, akhirnya apa yang dia lakukan membuat bosnya itu melihat kerja kerasnya.
Tidak yakin apakah ini benar-benar terjadi atau hanya mimpi seperti yang sebelum-sebelumnya, Tamara sama sekali tidak ingin melewatkan kesempatan itu begitu saja.
Wanita itu mengalungkan tangannya pada bahu pria itu dan membalas apa yang di lakukan Nicholas dengan lebih beringas.
Saat Nicholas Zargosky melepaskan ciuman tersebut, dia pun berkata dengan semangat.
"Maaf Tim ... Wanita ini adalah milikku ... Kau hanya bisa menikmatinya setelah aku ... "
Nicholas mengoyak pakaian yang dikenakan wanita itu hingga kedua bukitnya yang memiliki ukuran luar biasa itu, terlihat menantang. Dia langsung membenamkan kepalanya di sana.
Tak lama, Nicholas memberi tanda agar Tamara melepas pakaian yang menutup bagian bawahnya, yang langsung dimengerti dengan sangat baik oleh wanita tersebut.
Pemimpin Jaringan keluarga Zargosky itu, kemudian mengangkat dan mendudukkan Tamara di atas meja. Membuka lebar kaki wanita itu.
Nicholas melepas kancing celana dan membiarkan benda itu meluncur ke bawah. Setelah dia menurunkan hal terakhir yang menutupi senjatanya, dengan Gairah yang tiba-tiba saja membuncah di kepalanya, dia pun kembali berkata.
__ADS_1
"Aku menyukai wanita yang memiliki ambisi sepertimu ... "
Dengan wajah yang sama bergairahnya, Tamara balas menjawab.
"Datang dan masukilah ... Aku, Bos!"
Dengan senjatanya yang telah terhunus, Nicholas Zargosky akhirnya datang dan mewujudkan mimpi-mimpi Tamara, saat itu itu juga.
Sementara itu, masih di kota yang sama namun di gedung berbeda, ada satu Jaringan lainnya, yang memiliki ambisi yang tidak kalah besarnya.
Satu Jaringan yang memiliki pengaruh besar meski tidak sebesar Jaringan-jaringan yang di duduk di The Elevens.
Jaringan Fargo juga telah lama melakukan pergerakan mereka. Bahkan, hal semacam ini sudah mereka persiapkan jauh sebelum Nicholas Zargosky memulai apapun yang di rencanakannya.
"Ayah ... Bukan kah sebaiknya kita menambah kekuatan, seperti yang aku sarankan?"
Haaland Fargo menggelengkan kepalanya, dan berkata.
"Paul, ini jauh lebih besar dari apa yang kau bahkan aku pikirkan sebelumnya. Sebelumnya, aku hanya mengincar satu dari sebelas kursi di the Elevens. Sekarang tidak lagi ... "
Mendengar itu, mata Paul Fargo melebar. Dia tidak percaya ayahnya mengatakan sesuatu yang terdengar sedikit ceroboh tersebut.
Haaland Fargo tersenyum, lalu mendengus. "Cih, aku tidak ingin mati, dengan kaki seseorang masih di atas kepalaku ... Aku akan memanfaatkan momen ini, untuk membalikkan keadaan ... Jadi, sebaiknya kau fokus saja dengan apa yang sudah kita rencanakan, dan aku akan mengatur sisanya ... "
Paul Fargo menelan ludah, namun dia tidak berniat menghalangi niat ayahnya. Karena jauh di dalam hatinya, dia juga memiliki ambisi yang sama.
"Baiklah, jika begitu. Lalu, siapa yang akan kita korbankan terlebih dahulu?"
Saat Paul menanyakan hal tersebut, sebuah seringai licik muncul di wajah Haaland, ayahnya.
"Sudah saatnya kita merebut kembali apa yang telah di ambil, lalu membalaskan dendam adikmu ... Silverstone sepertinya sangat bagus agar kita bisa memulainya ... "
Saat itu juga mata Paul Fargo menajam. Dia telah menunggu momen ini. Sebelumnya, dia sudah ingin langsung membalas apa yang telah di lakukan Jaringan yang kini di gadang-gadang sebagi penguasa bisnis satu-satunya di kota itu, namun Haaland menghalanginya.
Terjadi kekacauan di saat bersamaan di the Elevens, dan mereka harus fokus dengan bertahan agar tidak ikut terkena imbas.
Namun sekarang, semua telah berubah. Keluarga Fargo dapat menuntaskan segala urusannya, hanya dalam satu tindakan.
"Baiklah ... Aku juga sangat ingin menghancurkan brengsek pengecut yang selalu bersembunyi dalam bayang itu ... The Ghost, huh? ... Aku akan menjadi mimpi buruk baginya ... "
__ADS_1
Pergerakan terus terjadi di segala penjuru negara Bagian Goldwest itu. Meski di permukaan masih terlihat tenang, namun jauh di dalam, Arus sudah mulai berubah.
Semua orang tengah bersiap dan bersiaga. Mereka akan melakukan apa saja untuk bertahan, bahkan menyerang jika di haruskan.
Antony Reyes juga sedang dalam perjalanan. Dia tidak menyangka bahwa dia mendapatkan misi yang akan membuatnya bergerak begitu dekat dengan Noah.
Kali ini saja, dia baru saja menghubungi seorang pemuda yang dikatakan Noah sangat penting dalam urusan mereka di HighCopper ini.
Sebuah gedung sudah terlihat, dan Antony Reyes mengenali pemilik gedung ini sebelumnya.
"Apa ini sungguh kebetulan? ... Apa the Ghost sudah mengetahui bahwa aku memiliki hubungan dengan keluarga ini, sebelumnya?"
Sementara, di dalam gedung itu, tepatnya di ruang pimpinan, terdengar suara perdebatan antara Ayah dan anak laki-lakinya.
"Jack ... Apa kau gila? ... Kenapa kau mengambil keputusan ini? Kau tau dengan siapa aku berurusan, bukan?"
Jack menggelengkan kepalanya, lalu menjawab. "Ayah, dengar ... Ini sama sekali tidak ada urusannya denganmu ... Aku hanya ingin memulai karirku, sedikit lebih cepat dari apa yang direncanakan. Itu saja ... "
"F**k! ... Ini bukan tentang karirmu, tapi ini tentang keselamatan hidup mu, juga keberlangsungan Jaringan Bisnis keluarga kita ... "
"Ayah ... Sudah aku katakan. Aku akan baik-baik saja ... Aku tau apa yang sedang aku lakukan. Sebuah kesempatan telah datang, dan aku ingin mengambilnya ... Kenapa kau membawa-bawa urusan Jaringan keluarga lain dalam hal ini?"
Jawaban anaknya, membuat Rick Langley frustasi. Dia mencoba menjelaskan hal yang sangat mudah, namun menjadi sulit karena Jack, putranya ini menolak untuk mengerti.
"Sial ... Kau Jack! Apa yang membuatmu sulit untuk mengerti kenapa aku memintamu untuk menolaknya? Dengar ... Siapa yang akan menjamin keselamatanmu, jika sesuatu yang besar, seperti yang pernah aku ceritakan benar-benar terjadi, Huh?
"Aku yang akan menjaminnya ... !"
Antony Reyes baru saja memasuki ruangan pemimpin perusahaan media milik keluarga Langley. Sebuah keluarga, di mana adik mendiang istrinya kini menjadi pemimpinnya.
Melihat Rick dan Jack begitu terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba itu, Antony Reyes kembali bersuara.
"Ricky ... Aku yang akan menjamin keselamatan Jacky ... mulai saat ini!"
Keduanya masih terdiam, dengan mata dan mulut terbuka, sama lebarnya.
Beberapa saat kemudian, barulah Rick Langley memiliki suara untuk merespon suami dari mendiang kakaknya itu. Disusul Jack tak lama berselang.
"A-antony Reyes ... ?!"
__ADS_1
"Pa-paman ... ?!"