World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Satu Juta Dollar


__ADS_3

Tidak ada yang boleh mendahuluinya di jalanan, itulah prinsip yang selalu di pegang oleh Tobias Zargosky, sebagai satu-satunya raja dari empat raja jalanan, yang posisinya belum pernah tergantikan itu.


Melihat Lamborghini Veneno Roadster hitam itu tidak mengurangi kecepatan, Tobias Zargosky semakin bersemangat.


"Hahahha ... Jangan salahkan aku, jika mobil kesayanganmu itu, harus berakhir tidak baik hati ini ... "


Setelah mengatakan itu, Toby menginjak pedal dan menurunkan perseneling, sebelum akhirnya Menginjak gas dalam.


"Wooooommm .... "


Mobilnya pun langsung melesat cepat mengejar LVR hitam yang sudah meninggalkannya itu.


Lamborghini itu juga sepertinya tidak mengurangi kecepatannya. Malah, mobil itu menyalakan dua lampu tanda bahwa dia akan bergerak lurus.


"Baiklah ... Kita lihat kemampuanmu ... "


Tobias sengaja mengikuti dan tidak langsung mengejar. Dia tau bahwa yang mengendarai mobil di depannya itu, tidak hanya sekedar mampu membeli mobil tersebut. Namun, juga bisa mengendalikannya.


Mereka melewati beberapa blok, hingga memasuki jalan protokol kota HighCopper.


Meski jalanan itu lurus, bukan berati keduanya bisa melewatinya dengan mulus. Pada waktu ini, Ada banyak mobil yang juga melewati jalan itu.


"Boleh juga, tapi itu belum cukup ... "


Toby akhirnya berniat melewati mobil itu, untuk mempermalukannya.


LVR itu masih bermanuver ke kiri dan ke  kanan, untuk melewati mobil-mobil yang sekarang seolah berjalan lambat di depannya.


Sementara itu, Toby dengan mobilnya, melesat semakin cepat, dan melakukan hal yang sama.


Setiap pengendara mobil yang baru saja mereka lewati, terkejut karena kecepatan luar biasa yang mampu di capai mobil itu di jalanan, meski jalanan itu sendiri tidak kosong.


"Hoho ... Kau lumayan juga ternyata ... "


Adrenaline Tobias semakin terpacu karena Mobil di depannya di kendalikan dengan cukup baik. Namun, saat itu juga dia menggelengkan kepalanya.


"Tapi kau benar-benar sedang tidak beruntung, hahahaha ... Kau sedang berhadapan dengan orang tercepat di negara bagian ini, brengsek. Hahahaha ... "


Saat itu juga Toby langsung mengeluarkan seluruh kemampuan mobilnya, untuk mengejar LVR itu.


Dan benar, Hanya dalam beberapa detik saja dia sudah berada di belakang mobil itu. Keduanya saling berakselerasi untuk melewati mobil-mobil yang ada di depan.

__ADS_1


Untuk meningkatkan ketegangan, Toby sengaja berada tepat di belakang mobil itu, mengikutinya dengan jarak hanya beberapa inci saja.


Semua mata yang melihat keduanya melakukan itu di jalanan yang di penuhi mobil lainnya, merasa takjub. Namun, yang lebih membuat mereka terpana, ada mobil yang berada di belakang.


Perlu keahlian tingkat tinggi, serta pengalaman berkendara yang cukup banyak agar bisa melakukan itu. Apalagi dia melakukannya di jalanan. Tentu saja mereka semua merasa terpana.


Namun, tidak semuanya merasa seperti itu. Dari banyaknya orang yang melihat adegan itu, beberapa orang di sana mengenal mobil tersebut.


"Hahaha ... Bodoh sekali, bagaimana bisa orang itu terlibat dengan salah satu Raja jalanan. Apalagi, dia yang terkuat dari yang lainnya ... "


"Ya, meski dia mengendarai LVR, bagi Toby itu bukanlah apa-apa ... Di jalanan, di rajanya ... "


Apa yang dilakukan Toby, seharusnya membuat panik mobil di depannya. Namun kenyataannya tidak seperti itu.


LVR tersebut masih terus melaju dengan kecepatan yang semakin tinggi. Akan tetapi, tentu saja itu tidak membuat Toby heran.


Karena tenaga yang di miliki oleh mobil di depan serta desain nya yang emang dibuat agar selalu stabil di saat kencang, dia bisa menerimanya.


"Hahahaha ... Terimakasih telah membuat malam ini menjadi sempurna. Tapi, cukup sampai di sini saja bermain-main nya. Aku memiliki urusan penting yang harus aku selesaikan ... "


Setelah mengatakan itu, Toby menunggu sebentar untuk melihat selah. Begitu pemuda itu merasakan bahwa jarak antara mobil-mobil di depan mereka cukup memberinya ruang, dia kembali menginjak pedal dan menurunkan perseneling nya.


"Wooooommm ... "


"Selamat tinggal bocah ... Jadikan mobil mu itu, sebagai pajangan saja ... "


Setelah mengatakan itu, dia langsung menginjak pedal gas dalam, dan memaksa masuk ke selah di mana ada satu mobil lagi di depan keduanya.


Sontak hal itu membuat LVR itu harus memperlambat lajunya, jika tidak ingin berakhir keluar dari jalanan, dan menabrak orang serta bangunan-bangunan yang ada di sepanjang jalan itu.


Saat itu, Toby melihat dari kaca tengah mobilnya, dan tersenyum miring.


"Butuh seratus tahun lagi bagimu, untuk berhadapan denganku, brengsek ... "


Toby sudah melihat Hotel Haines yang juga berdiri di jalan utama kota itu, dan tersenyum. "Sekarang, waktunya mengambil kota ini."


Sementara itu, di dalam ballroom hotel Haines, Anson yang tadinya bercakap-cakap dengan Julius Clark dan Rick Langley, di buat heran dengan banyaknya tamu yang hadir.


Dia terpaksa meninggalkan keduanya dan pergi mendekat pada Bucky, untuk menanyakannya.


"Bucky, apa-apaan ini. Kenapa yang datang hanya anak-anak muda. Dimana orang tua mereka?"

__ADS_1


Bucky sama sekali tidak bisa menjawab. Sama seperti Anson, dia juga sama terkejutnya.


Anak-anak muda ini datang dan masuk, setelah menunjukkan undangan setelah mengatakan bahwa mereka mewakili keluarganya.


"Aku rasa, ini adalah ulah keluarga Zargosky ... "


Sebenarnya hal tersebut tidak perlu di ucapkannya. Anson sendiri, sudah menyimpulkan hal yang sama.


"Sial ... Bahkan sampai detik terakhir pun  keluarga itu masih tetap ingin mempermalukanku ... "


Tidak lama setelah mengatakan itu, semua kepala terangkat dan menoleh pada pintu masuk Ballroom hotel itu. Di sana, tampak seseorang telah berdiri dan berjalan masuk dengan penuh percaya diri.


"Bahkan, dia hanya mengutus adiknya, untuk datang kesini ... "


"Bukankah itu Toby? ... Jadi, aku rasa berita itu, benar. Dia akan memegang Jaringan bisnis Zargosky di wilayah ini ... "


"Keluarga itu memang menakutkan ... "


Meski sangat Samar, namun suara-suara bisikan itu masih bisa bisa terdengar. Melihat Tobias Zargosky memasuki ruangan itu, membuat atmosfir udara di sana berubah.


"Hahahaha ... Apakah sudah di mulai? ... " Entah kepada siapa dia bertanya, namun pemuda itu mengedarkan pandangannya ke segala arah. "Oh, sepertinya aku datang terlalu cepat ... Hhmm ... "


Sambil menanyakan itu, Toby berjalan langsung ke depan. Begitu sampai di podium yang seharusnya menjadi tempat bagi pembawa acara, mengatur jalannya acara Lelang yang akan Di adakan itu, Tobias Zargosky kembali berkata.


"Sebelum acara ini di mulai ... Aku ingin menegaskan satu hal ... "


Matanya di menyapu semua wajah yang kini menatapnya di sana. Pandangannya berhenti tepat di mana Julius Clark dan keluarganya berada.


"Aku akan berada satu juta dollar, di atas penawaran yang mampu kalian berikan pada seluruh aset keluarga Haines ... "


Tentu saja apa yang baru saja dikatakannya itu, menandakan bahwa dia akan terus berada di atas harga siapapun yang berani menawar aset keluarga Haines.


Itu cukup bisa dimengerti, karena Zargosky memang memiliki kemampuan untuk itu, masalahnya kalimat terakhirnya menegaskan sebuah ancaman.


"Akan tetapi, keluarga terakhir yang berani menaruh harga tertinggi ... Akan berbagi nasib sama dengan keluarga ini ... "


Semua orang langsung terdiam. Begitu juga Anson Haines. Cara Tobias mengatakan, bahkan jauh lebih buruk dari ancaman yang Nicholas Zargosky katakan padanya, sebelum semuanya berakhir buruk.


Anson Haines merasa keluarga Zargosky benar-benar menghancurkan keluarganya dengan cara yang paling kejam.


Namun, di dalam keputusasaan yang kembali dirasakannya itu, tiba-tiba saja seseorang bersuara.

__ADS_1


"Benarkah kau akan menawar satu juta dolar lebih tinggi? ... Jika begitu, kenapa tidak kita mulai saja lelangnya? ... Aku penasaran, apa keluargamu benar-benar mampu melakukan itu ... "


__ADS_2