World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pengejaran


__ADS_3

Noah menganggukkan kepalanya, lalu


"Seperti kataku, aku tidak datang untuk berbasa basi. Kalian hanya memiliki dua pilihan  saja ... Tunjukkan diri Kalian berguna agar bisa bekerjalah di bawahku


Atau, Jual seluruh aset kalian kepadaku lalu menghilanglah dari kota ini ... "


Begitu saja. Hanya itu saja yang dikatakan Noah, lalu pemuda itu segera pergi dari sana.


Datang lalu menghajar seseorang dan pergi begitu saja setelah menaruh ancaman bagi yang lainnya.


The Madness, gelar yang tak hanya sebutan. Nama itu benar-benar menggambarkan sosok pemuda tersebut.


Mereka diam membatu saat setelah Noah mengucapkan apa yang baru saja mereka dengar. Eddy, bahkan Randy Faust sendiri tidak pernah memberi terror yang begitu menakutkan.


Namun begitu, Faktanya sekarang seorang pemuda telah muncul dan bisa memberikan aura intimidasi yang begitu mengerikan. Ketua sebuah Jaringan sekelas Bourne Scout saja, hanya seperti sampah tak berguna di hadapannya.


"Kalian memang tak punya banyak pilihan. karena sekarang, Keluarga Faust tidak berhutang pada Jaringanku. Nona Barbara, bukankah kau berada di bawahnya. Sebaiknya, kau melihat berkas yang berada di tumpukan paling bawah."


Sebelum pergi menyusul William yang sudah terlebih dahulu mengikuti Noah di belakang, Dale memberi satu lagi peringatan pada seluruh ketua jaringan yang masih terdiam tersebut.


Barbara Cadman yang lebih dahulu mendapatkan kesadarannya karena namanya di sebut, langsung menarik sebuah kertas yang berada di bawah berkas yang lainnya.


Begitu dia berhasil Mendapatkannya, dengan cepat dia berusaha memahami isi yang terkandung di dalamnya.


Tidak butuh waktu lama bagi wanita itu untuk tau apa maksud dari rangkaian kata-kata yang ada di selembar kertas tersebut.


Di sana tertulis jelas bahwa keluarga kingstone, memberikan surat kuasa serta menyerahkan seluruh aset yang di miliki atas penipuan yang dilakukan serta kerugian yang di alami mereka yang di sebabkan oleh keluarga Faust, pada Noah Evans.


Barbara langsung mengangkat kepala, namun dia tak lagi melihat Dale Kingstone di sana.


"Apa yang tertulis di sana?"


Penasaran, dua orang ketua Jaringan yang duduk di sebelah Barbara, mendekat untuk melihatnya.

__ADS_1


Seperti Barbara, tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk mengerti maksud dari surat pernyataan tersebut.


"F**k ... Bagaimana bisa keluarga itu, memberikan aset yang begitu banyak seperti pada pemuda itu, begitu saja?" serua salah seorang dari mereka.


Namun satu yang lainnya, tidak berseru melainkan bergumam. Tapi, suaranya cukup terdengar jelas oleh yang lainnya.


"Aku rasa, beberapa saat lagi sejarah dominasi serta keberadaan keluarga Faust di kota ini, akan segera berakhir."


Yang lainnya langsung mengangguk setuju. Namun, saat itu sebuah ingatan terlintas di kepala Barbara.


Saat wanita itu tiba-tiba berdiri dan mengumpulkan seluruh berkas yang ada di meja itu, Ketua Jaringan hang lainnya lagi langsung bertanya.


"Nona Cadman, mau kemana kau? Dan, apa yang akan kau lakukan?"


Barbara menggelengkan kepalanya cepat sambil berkata. "Aku harus memastikan sesuatu. Sebaiknya, untuk sementara kita ikuti saja permainannya?"


Saatbitu juga seluruh ketua Jaringan di sana mengernyit kan kening mereka, heran.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Kalian pasti sudah menyadari bahwa saat ini, Kita tidak punya banyak pilihan dan waktu."


Meski paling muda apalagi satu-satunya wanita di antara yang lainnya di sana, tapi sepak terjang Barbara Cadman sebagai seorang ketua Jatingan Mafia bisnis di kota ini, tidak bisa diremehkan.


Bukan tanpa alasan kenapa keluarga Cadman bisa jauh lebih besar dari pada yang lainnya di kota ini. Meski di bawah tekanan keluarga Faust, dengan kelicikannya wanita ini bisa membuat perkembangan Jaringan keluarganya tidak bisa di hentikan keluarga itu.


"Nona Barbara ... Aku rasa apapun keputusanmu, kami akan mengikutinya."


Pernyataan dari salah seorang di sana, mendapat anggukan dari yang lainnya saat itu juga.


Bagi mereka, saat ini Barbara pasti memiliki rencana. Bahkan, bergabung dengan Noah saja, mereka juga sudah menduga bahwa wanita itu sudah menyiapkan beberapa rencana.


Karena bukan Rahasia umum lagi di antara mereka bahwa wanita tersebut, beberapa waktu yang lalu, hanya menunggu saat yang tepat untuk bisa menyingkirkan keluarga Faust, dan mengambil alih kota ini.


Barbara mengedarkan pandangannya. Melihat Semua orang mengangguk dan terlihat percaya padanya, membuat Barbara yakin apa yang sekarang ada di kepalanya adalah keputusan yang tepat.

__ADS_1


"Sial! ... Aku tidak akan tunduk, jika aku tidak benar-benar mengetahui, siapa sebenarnya lawanku ini." Gumam Barbara sambil berjalan cepat meninggalkan semua orang yang berada di sana.


Sementara itu, saat Noah keluar dari gedung perusahaan Cadman, hari sudah gelap.


Di dalam mobil yang dikemudikannya, di sana William menjelaskan situasinya.


"Noah, sebagian dari anggota kami, sudah mengepung Manor milik keluarga Faust."


"Bagus, itu kenapa aku meminta Aiden dan Dale kesana, untuk memastikannya."


William menganggukkan kepalanya. Namun saat itu dia kembali bertanya.


"Anggotaku di depan, telah menaruh alat pelacak dari beberapa mobil yang terparkir tidak jauh dari gedung tadi. Apa kau yakin bahwa dia adalah salah satu dari keluarga Faust?"


Saat itu Noah menggelengkan kepalanya, ragu. "Jujur saja, aku tidak tau satupun dari mereka. Hanya saja, aku yakin di dalam ruangan tadi, salah satu mereka ada di sana Sebelumnya. Akan tetapi, jika keluarga itu berhasil menipu keluarga Kingstone empat puluh tahun yang lalu, maka untuk menangkap dan menghabisi keluarga itu,  aku rasa tidak akan mudah."


"Ya, aku rasa juga begitu. Apa kau berfikir bahwa mereka sudah selalu siap untuk menghadapi situasi yang tidak terduga seperti ini?"


"Pasti! ... Selama ini Keluarga itu sangat berhati-hati dalam bersembunyi. Tentu saja mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu jika hal seperti ini terjadi."


Keduanya sepakat agar lebih berhati-hati. Berbeda dengan jumlah pasukan mereka yang sedang menuju Manor yang mereka yakini milik keluarga Faust, saat ini, dengan hanya dua puluh mobil saja, mereka mengikuti jejak keberadaan beberapa mobil yang di duga salah satu keluarga Faust berada di dalamnya.


Mobil di depan mereka, membawa Noah dan William berbeda arah dan terus berjalan seperti sedang menuju kota lain dari Bronzeland.


William dan timnya memacu mobil mereka, Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Saat memasuki jalan tol, baik William ataupun Noah, sangat yakin masih bisa mengejar target sebelum sampai pada tujuan mereka.


Namun, setelah satu jam melewati Tol,  mobil-mobil yang sedang mereka kejar sudah terlihat. Hanya saja, saat itu terlihat mobil-mobil itu mengarah ke pintu keluar, dimana rambu penunjuk arah mengisyaratkan bahwa pintu tol tersebut tidak mengarah ke kota manapun.


"Sial! ... apa mereka akan berputar arah?"


Saat itu terlintas dipikiran keduanya, bahwa mobil-mobil yang sedang mereka kejar hanya sebagai pengalihan saja, agar pasukan mereka terpecah.


"Noah, apa kita akan terus mengejar mereka?"

__ADS_1


__ADS_2