World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Peringatan dan Ancaman


__ADS_3

Dale dan William langsung saling bertatapan. Itu karena, Toby bersikap tidak seperti biasanya. Mereka begitu mengenal pemuda yang ada di depan ini.


Bukan rahasia lagi jika Toby bersama Timnya, berusaha menguasai seluruh Negara Bagian Goldwest. Hanya saja, Tobias tidak pernah berbasa-basi seperti ini.


"Apakah kau berfikir dengan mengemis, kami akan menjadi pengikutmu ... "


William menganggukkan kepalanya, saat mendengar Dale berkata seperti itu. Namun, tentu saja Dale tidak bermaksud menghina saja. Gelagat Tobias, menunjukkan pemuda itu benar-benar telah berubah.


Tobias sendiri yang mendengar, hanya mendengus. "Huh, jadi kalian lebih memilih menjadi penjilat Jaringan baru itu, sementara aku menawarkan pada kalian sesuatu yang jauh lebih besar?"


Sekali lagi William dan Dale berpandangan. Jelas saat ini Tobias memang sudah berubah. Karena dahulu, pemuda ini bahkan tidak peduli dengan Jaringan mafia.


Karena jika dia peduli dan menggunakan latar belakangnya, maka sudah bisa dipastikan bahwa pemuda itu akan menjadi satu-satunya Raja jalanan di Goldwest.


Tobias adalah putra kedua dari sebuah Jaringan besar di negara bagian Goldwest. Kepala keluarga mereka, memegang satu kursi di the Elevens yang mana, sekarang di pegang oleh kakaknya.


Mempelajari situasinya, Dale mengehela nafas dan bertanya dengan suara rendah, namun penuh tekanan.


"Tobias Zargosky ... Katakan, apa sebenarnya maksudmu, datang menemui kami hari ini?"


Saat nama lengkapnya di sebut, muncul seringai di wajah pemuda itu.


"Huh ... Aku pikir, kalian melupakan siapa sebenarnya aku ... Tapi baguslah, semuanya akan terlihat menjadi lebih mudah jika kalian mengingatnya."


Tidak pernah keduanya melihat Tobias begitu bangga saat nama keluarganya di sebut. Itu karena dia tidak terlihat akur dengan ayahnya.


Namun sekarang sebaliknya. Tobias, terlihat bangga dengan itu. Hal yang membuat William dan Dale semakin curiga.


"Tidak perlu berpikir terlalu jauh ... Aku memang telah berubah. Tapi, tidak aku saja ... Banyak yang telah berubah."


Seperti melupakan ajakannya pada dua pemuda di depannya, Tobias berbalik. Dia langsung berjalan sambil mengangkat tangannya.


"Aku hanya melihat keadaan kalian berdua, sepertinya kalian semua memang sudah siap untuk di hancurkan ... Jadi, katakan juga pada anak baru itu, mungkin saja dia secara tidak sengaja bertemu denganku di masa depan ... "


William dan Dale terdiam. Mereka tau bahwa Tobias tidak bercanda dan sepertinya merek telah ketinggalan banyak hal.


"Dale, sebaiknya kita memperingatkannya ... Tobias bukan pemuda biasa. Kita bertiga bahkan tidak bisa mengalahkannya saat dia tidak menggunakan pengaruh keluarganya."


Jelas dari apa yang dikatakan Tobias, pemuda itu telah mengetahui tentang Noah. Dan kemungkinan besar, dia telah menargetkan Noah sebelumnya.


Dale mengangguk menyetujui itu, namun tak berselang lama, dia balik bertanya.

__ADS_1


"Menurutmu, apa yang sebenarnya sudah terjadi?"


William hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mendesah pasrah. "Aku tidak tau, tapi sepertinya kita harus segera mencari tau. Zargosky, bukan jaringan yang bisa di hadapi hanya karena seseorang sangat kaya. Keluarga itu, benar-benar berbahaya."


Suasana di HighCopper yang seperti biasa seolah tidak terjadi apapun, kini terasa berubah. William dan Dale yakin, kemunculan salah satu dari Raja jalanan itu, segera akan mejadi hal besar.


Akan tetapi, mereka belum memiliki petunjuk apapun untuk mengetahuinya. Saat kembali, keduanya sepakat untuk mencari tau, perubahan apa yang sudah terjadi di atas sana.


Sementara itu, Noah dan Alice sudah merasa cukup dengan informasi yang dia dapat dari Julius.


Julius sendiri, sudah menyiapkan beberapa rencana untuk mencari informasi keberadaan dua teman Noah. Hanya saja, pemuda itu seperti memiliki agendanya sendiri.


Setelah mengatakan Julius bisa melakukan apapun untuk mencari tau tentang itu, Noah berkata bahwa dia juga akan mencari dengan caranya sendiri.


Noah hanya meminta Julius mengatur beberapa hal untuknya, agar dia bisa lebih leluasa bergerak di kota ini. Termasuk, menyembunyikan identitasnya.


"Noah, kenapa kau memintaku kembali sekarang?"


Alice tidak menyangka bahwa Noah Akan memintanya untuk kembali ke Silverstone, sementara pemuda tersebut, terlihat tidak akan ikut bersamanya.


"Apa kau ingin penyamaran ku terbongkar, Bahkan saat aku belum memulainya?"


Alice bisa mengerti kenapa pemuda itu memutuskan akan ikut dalam pencarian tersebut. Hanya saja, untuk penyamaran yang akan dilakukan Noah, itu terdengar berlebihan.


"Baiklah ... Jika memang itu mau mu. Lagipula, kau bosnya ... "


Alice menghentikan mobil, tepat di depan gerbang sebuah pergudangan. Meski terlihat masih jauh, Noah yakin di salah satu gudang yang ada di dalam sana, itulah tempat yang di gunakan oleh Tim Sattelite sebagai basecamp mereka.


"Alice, aku tau kau mencemaskanku. Tapi, ketahuilah ... Aku tau apa yang sedang aku lakukan."


Alice menghela nafas dalam dan melepasnya dengan kasar. Berpikir untuk membawa Noah kembali, memang terlihat tidak mungkin lagi.


"Yah, aku mengerti ... Kemarilah ... "


Noah mengernyit heran, namun sesaat setelahnya, dia mendekatkan tubuhnya pada Alice.


"Lakukan dengan caramu, dan kembalilah ke rumah secepatnya ... "


Sebuah pelukan hangat dari wanita itu, benar-benar membuat suasana hati Noah teras tenang. Saat itu, dia kembali teringat bagaimana semua ini di mulai.


Untuk pertama kalinya, Noah membalas pelukan Alice dan berkata.

__ADS_1


"Nona Alice Sanders ... Entah jadi apa aku saat ini, jika saja aku tidak bertemu denganmu, saat itu ... Senang sekali rasanya kau ada dan memulainya bersamaku."


Alice tersenyum dan mempererat pelukannya. "Tanpaku, kau tetap akan menjadi orang hebat ... Hanya saja, kau tidak memiliki aku untuk berbagi kesenangan itu ... "


Seperti apa yang pemuda itu katakan, sebenarnya Alice juga memikirkan hal sama seperti Noah. Dia juga tidak tau jika siang itu, dia tidak bertemu dengan pemuda yang kini telah menjadi bosnya itu.


Setelah pelukan itu, Noah keluar. Namun, sebelum menutup pintu, Noah berkata. "Baiklah, hati-hati ... Bekerjalah dengan keras untuk World Order, dan tunggu aku di Silverstone."


Saat itu, Alice memakai kaca matanya hitamnya, dan balas berkata. "Aku selalu menunggumu, di tempat tidurku ... "


Mobil Alice melesat pergi, meninggalkan Noah yang baru berbalik, setelah mobil tersebut menghilang ditikungan.


Baru beberapa langkah saja dia berjalan, seorang gadis lainnya muncul dan meneriakkan namanya.


"Noah ... "


Noah mengenal mobil yang dikendarai dan gadis yang mengemudikannya. Dia tersenyum sambil menjawabnya. "Mia ... "


"Naiklah ... Aiden dan yang lainnya, sudah menunggumu ... "


Tidak jauh dari dugaan Noah, memang salah satu gudang di sana adalah Basecamp Sattelite. Namun, yang diluar dugaannya adalah, kegiatan yang sedang berlangsung di dalammnya.


Saat Mia membawanya masuk, Noah langsung di hadapkan dengan ruang besar yang di ubah menjadi bengkel modifikasi.


Ada puluhan, bahkan mungkin mencapai angka seratus dari jumlah mobil yang sedang terparkir di dalamnya.


Saat itu, Noah baru menyadari bahwa Sattelite tidak hanya Tim balap jalanan yang hanya menghabiskan waktu mereka untuk berkendara saja. Tim itu, memiliki kegiatan lain yang terbilang sangat produktif dan profesional.


Hanya saja, semua kegiatan itu sekarang terlihat terhenti, saat dia dan Mia masuk. Semua orang mendekat dan berdiri di belakang Aiden, yang tersenyum lebar merentangkan kedua tangan menyambutnya.


"Noah ... Selamat datang ... "


Sambil membungkukkan tubuh, semua orang dibelakang, ikut menyambut.


"Ketua ... Selamat datang ... !!"


Untuk pertama kalinya, di depan seluruh anggota Tim Sattelite yang diketuainya, Noah berdiri.


Noah mengangguk sekali, dan berkata


"Terimakasih ... "

__ADS_1


__ADS_2