World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
World Order BlackGold Card


__ADS_3

"Noah, kenapa kau ingin memakai mobilku? Bukankah mobilmu jauh lebih bagus?"


"Justru karena itu, aku tidak ingin membawanya. Aku tidak ingin terlalu menarik perhatian. apalagi malam ini."


"Biar ku tebak, gadis itu juga akan ada di sana, bukan?"


"Yah, begitulah."


"Sebentar ... Beri aku sedikit waktu. Aku akan bersiap?"


"Alice, kau bisa membawa mobilku, tidak perlu mengantarku."


"Tidak, aku tidak akan mengantarmu. Tapi, ayo ke sana bersama. Ini weekend dan aku juga butuh sedikit hiburan."


"Hahaha ... Alice, apa kau tidak malu keluar bersamaku? Aku takut, aku akan mematahkan banyak hati laki-laki yang mengejarmu."


Alice langsung menggeleng. "Noah, sebaliknya. Apakah kau malu keluar denganku?"


"Hmm ... Tentu tidak. Justru aku merasa beruntung, karena ditemani wanita cantik sepertimu."


Mata wanita itu berbinar. "Apakah ini caramu, menagih janjiku? Kalau begitu, tidak perlu keluar, kita hanya perlu ke kamar. " Ucap Alice dengan ekspresi di buat-buat.


"Tidak, tidak. Lupakan saja. Sebaiknya, aku naik taksi saja."


****


Devilhill Entertainment. Sebuah pusat hiburan paling terkenal di Silverstone bahkan di negara bagian Goldwest.


Ada alasan kenapa jalan utama pusat hiburan ini bernama Devil street. Itu bukan karena dimana tempat ini berada. Akan tetapi karena apa yang ada di sepanjang jalan ini.


Segala bentuk hiburan malam di sajikan lengkap di setiap tempat di jalan itu. Mulai dari Club, Pub, Karaoke, kasino, bahkan pesta paling liar sekalipun bisa di temui di jalan ini.


Perputaran uang di tempat ini setiap harinya setidaknya berkisar tiga ratus juta dollar. Dan hampir separuh dari perputaran uang yang banyak itu,  ada di ujung jalan.


Horizone. Tempat yang menyediakan hiburan malam dengan level yang benar-benar berbeda. Ada alasan kenapa tidak ada pihak media ataupun wartawan yang diperbolehkan meliput DevilHill. Itu adalah karena keberadaan tempat bernama Horizone itu.


Bagi orang-orang super kaya, ini adalah cara mereka menghibur diri. Namun, bagi rakyat jelata. Tempat ini bagaikan surga dunia, yang tak akan bisa mereka capai.


Bagaikan mimpi, Tapi ini adalah kenyataan. Tiga sahabat Noah benar-benar sedang menginjakkan kakinya di depan gerbang tempat itu.


Keajaiban ini bermula saat tiga mobil menjemput mereka dan membawa ketiganya bertemu dengan salah satu dari empat orang paling berpengaruh dalam sejarah bisnis kota Silverstone yang sering di sebut sebagai A4, Antonius.


"Henry, aku tidak percaya Noah bisa membuat kita bertemu dengan Tuan Antonius."

__ADS_1


"Ya, aku juga. Tapi ini benar-benar nyata."


Liam dan Noel terus meneriakkan kalimat yang hampir sama beberapa kali. Apalagi saat ini, Di tangan ketiganya, mereka memiliki kartu spesial berwarna hitam berlogo World Order berwarna emas.


Dimana kartu tersebut hanya bermakna satu. All Acces. Ketiganya dapat menikmati apapun sepuas mereka, tanpa harus memikirkan berapa biaya yang harus mereka habiskan.


Memegang kartu itu saja, membuat tangan ketiganya terus gemetaran. Menyimpannya dengan sangat berhati-hati seolah itu adalah harta yang paling berharga yang pernah mereka miliki.


"Ya, aku juga berfikir sama. Siapa yang menyangka Tuan Antonius ingin menarik kita bekerja sama dan berinvestasi besar untuk itu."


"Tapi, dia mana Noah? Bukankah dia mengatakan akan menemui kita di sini?"


Ketiganya menunda untuk masuk, karena menunggu temannya tersebut. Namun, sampai saat ini, Noah belum menunjukkan batang hidungnya.


"Yo, Ini cukup mengejutkan, ternyata kalian benar-benar datang."


Greg dan Lucy seperti hantu. Tiba-tiba saja muncul entah darimana dan langsung mengejutkan ketiganya.


"Greg, Tidak perlu menyapa kami. Kami kesini bukan untuk bertemu denganmu. Jadi, urus saja urusanmu sendiri."


Henry sangat jarang mau menanggapi Greg. Namun, kali ini dialah yang pertama kali menjawab musuh Noah itu, dengan sedikit ketus.


Tak peduli, Greg terus berbicara. "Aku tebak, kalian menunggu Noah, bukan? Dengar, pecundang itu tidak akan datang."


Ketiganya sudah tidak ada minat untuk menanggapi Greg apalagi di sana ada Lucy. Entah kenapa sejak kejadian itu, mereka jadi membenci gadis yang pernah dekat dengan mereka itu.


"Apa kalian disini di minta Noah, agar kami percaya bahwa dia bisa membawa kalian masuk? Hahhahahaha!"


"Leyton, kami berterimakasih padamu karena pernah mengajak kami makan malam, tapi aku dan yang lainnya tidak bisa menerima hinaanmu pada Noah."


Saat mengatakan hal itu, mata Liam menjurus pada Jade. Dan Jade sendiri, tampak tertunduk saat itu.


"Tepat. Itu yang ingin aku katakan. Aku bisa saja membawa kalian masuk jika itu hanya masalah uang. Tapi, untuk masuk kedalam, hal itu tidak hanya membutuhkan uang. Kau juga harus memiliki ini."


Leyton memamerkan sebuah kartu berwarna merah dengan Logo DevilHill pada ketiganya. Hal yang sama juga di lakukan oleh Greg.


"Itu kenapa kami mengatakan pecundang itu menipu kalian. Tapi, kalian ternyata memang sangat bodoh." Ejek Greg.


"Yah, sayang sekali satu kartu ini hanya memperbolehkan kami membawa satu orang lain saja."


Meski nada Leyton terdengar penuh sesal. Tapi ketiganya tau bahwa orang itu sedang mengejek mereka.


"Sudahlah, kami tidak ada waktu untuk melayani para pecundang seperti kalian, sebaiknya kalian pergi ketempat di mana kalian seharusnya."

__ADS_1


Selesai Greg mengatakan itu, Henry yang sudah kesal, langsung menarik dua teman di sebelahnya.


Melihat Henry yang menarik Liam dan Noel mendekat pada pintu masuk itu, Greg berteriak padanya.


"Hei henry, apakah kau akan memohon pada penjaga agar membiarkan kalian masuk? Itu tidak akan bekerja di sini. Kalian hanya akan di permalukan."


Tanpa memperdulikan lagi ejekan Greg dan tatapan penuh hinaan dari Leyton di belakang mereka, ketiganya terus berjalan.


Greg dan Leyton langsung tertawa saat ketiganya menunduk dan berbicara pada penjaga tersebut. Mereka mengira hal tersebut tepat seperti apa yang mereka bayangkan.


Akan tetapi, semua jauh dari apa yang mereka duga sebelumnya. Alih-alih di usir. Semua petugas di sana langsung membungkuk penuh hormat pada ketiganya, dan langsung membawa mereka masuk.


"Leyton, apa yang terjadi? Kenapa para penjaga membungkuk pada mereka. "


Tidak menjawab, Leyton malah balik bertanya. "Kartu apa yang mereka tunjukkan?"


Tentu saja mereka tau apa yang terjadi. Masalahnya, mereka tidak tau kenapa itu bisa terjadi.


Apalagi mereka baru saja melihat dengan jelas bahwa henry dan yang lainnya menunjukkan sebuah kartu pada penjaga. Sekarang, ketiganya sudah berada di dalam.


Entah kenapa saat itu, Jade berusaha menahan senyum. Hatinya, benar-benar tidak menerima saat Greg dan Leyton terus menerus menghina Noah.


Namun saat ini, walaupun tidak di sini, Noah baru saja membuktikan bahwa dirinya memang bisa mengatur agar teman-temanya bisa masuk ke dalam DevilHill.


Tempat yang menurut Leyton dan Greg, tidak akan mampu di masuki oleh ketiga orang itu.


Dengan caranya, Noah selalu bisa membuat gadis itu terkesan.


"Leyton, aku rasa ada kesalahfahaman di sana. Ayo kita pastikan pada para petugas itu."


Saat Leyton ingin menjawab, Jade menyela. "Apa kalian kesini hanya datang untuk mengurus tiga orang itu? Jika begitu, sebaiknya aku pulang saja."


"Ya ... Eh, tidak. Maksud tidak. Tentu saja kami kesini untuk membawa kalian bersenang-senang."


Meski kesal, keduanya tetap mulai berjalan ke dalam. Di kepala mereka masih bertanya-tanya dan berniat mencari tau. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan sekarang.


Karena, Leyton sudah cukup sulit untuk membawa Jade agar mau ikut kesini. Rencananya untuk membuat Jade menjadi miliknya bisa gagal jika gadis ini memutuskan untuk pulang.


"Beep ... Beep ... "


Sebuah suara klakson mobil membuat keempatnya menyingkir. Saat itu, sebuah mobil Porchee berwarna merah melintas dan gerbang DevilHill entertainment pun langsung di buka.


Semua mata saat itu langsung tertuju pada mobil tersebut. Semua pengunjung tau bahwa hanya ada empat mobil yang bisa membuat gerbang itu terbuka. Mobil itu pasti milik salah satu A4 dari World Order.

__ADS_1


"Alice Sanders ... "


Gumam semua orang yang melihatnya.


__ADS_2