World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Peran


__ADS_3

Setelah mengatakan itu pada Boris, Noah langsung berjalan ke mobilnya.  William hanya bisa mengangkat bahu pasrah.


Sebelum pergi, William berkata pada Boris.


"Boris, Sudah aku katakan ... Dia berbeda. Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa dia monster? ... Sebaiknya, kau selesaikan apa yang baru saja kau katakan. Mengerti?"


Masih sambil mengusap keningnya yang kini bengkak dan berdarah, Boris hanya bisa mengangguk.


"Maaf tuan Fane, aku terlalu bersemangat ... "


William meninggalkan Boris sambil berkata.


"Setelah semuanya selesai, susul kami ke BronzeLand ... Jika beruntung, Mungkin saja kau bisa menjadi pengikutnya."


Tentu saja saat Mendengar William mengatakan hal itu, Wajah Boris berubah cerah.


Bagi orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia Mafia, dominasi adalah segalanya.


Melihat bagaimana Noah bersikap pada seseorang sekelas William Fane, Boris sama sekali tidak meragukan kekuatan  Finansial Noah. Apalagi kekuatan fisiknya, karena baru saja dia merasakan bagaimana kerasnya kepala pemuda itu.


Eddy Faust yang sudah lari dari perangkap yang disiapkannya yang ternyata gagal total itu, kini merasa sangat cemas.


Meski belum terlihat ada mobil yang menyusul dia dan anggotanya di belakang, tapi dia tau bahwa orang yang kini dihadapinya benar-benar sangat berbahaya.


"Tuan Faust, kemana tujuan kita kali ini?"


Mendengar pertanyaan anggotanya yang sedang mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi itu, Eddy Faust membuat berfikir sejenak.


"Tidak ada pilihan lagi, saat ini sepertinya kita harus menghadapi mereka dengan kekuatan penuh."


Eddy Faust langsung mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang. Tidak butuh waktu lama, di seberang sana, orang tersebut langsung menjawabnya.


"Eddy?"


"Paman Roman, aku dalam perjalanan menuju tempatmu ... Siapkan semua pasukan kita yang ada ... "


"Eddy, apa yang terjadi? Aku baru saja mengutus sebagian orang untuk menghancurkan the Ravens yang sudah mengepung rumahmu, sesuai renca sebelumnya."


Mata Eddy langsung melebar. Saat itu dia langsung memikirkan sesuatu.


"Paman, perintahkan semua anggotamu untuk berputar arah. Musuh sebenarnya ada di belakangku."

__ADS_1


"Eddy ... Kenapa kau begitu takutnya? Kita sudah mempersiapkan ini jauh sebelumnya. Aku rasa, Orang-orang yang ada disini, cukup untuk meng—"


"F**k ... Dengarkan aku. Di belakangku sekarang adalah orang yang tidak bisa di hadapi hanya karena kita menang jumlah ... Dia ... Dia ... "


Kata-katanya tergantung di udara. Karena saat itu Eddy Faust melihat kerlipan lampu mobil dari kaca jauh di belakang mereka.


"Paman, siapkan semua petarung terbaik yang sudah kita panggil. Pemuda ini benar-benar berbahaya ... "


"Eddy ... "


Eddy Faust langsung memutus panggilan, tanpa mau mendengar kata-kata pamannya lagi.


Saat itu juga dia kembali mencari di daftar kontak yang ada di ponselnya, untuk menghubungi orang yang lainnya.


"Eddy Faust, Sialan kau brengsek! ...  kenapa kau meninggalkan kami, dan kabur begitu saja, bajingan!"


Eddy Faust mengernyitkan dahinya. Dia tidak menyangka saat ingin menghubungi Bourne Scout, yang menjawab panggilan tersebut ternyata adalah orang lain. Namun begitu, dia mengenali siapa yang berbicara di seberang sana.


"Barbara, aku tidak punya waktu untuk berdebat. dengar ... Aku akan memberi kalian setengah saham yang kami miliki, jika kalian mau mengerahkan seluruh pasukan yang ada di bawah Jaringan kalian, untuk membantu—"


Kali ini, kata-kata Eddy Faust yang terpotong. Karena saat itu Barbara menyela dengan sinis.


"Huh, kau mengatakan itu sekarang? ... Aku fikir, sebelumnya keluarga Faust cukup kuat. Setelah meninggalkan kami begitu saja, Pada akhirnya kau meminta bantuan pada kami? Begitu? ... Sial, aku lebih ingin melihat keluargamu hancur dari pada mendapatkan apa yang kau katakan, bajingan ..."


Barbara langsung memutus panggilan tersebut, yang Pandangan Eddy Faust langsung kosong seketika.


"Sial, ternyata benar,  jallang itu benar-benar ingin melihat keluargaku hancur ... "


Tiga orang yang berada di mobil yang sama dengannya, hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


Namun, salah satu dari orang itu, tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung berseru, yang langsung membuat suasana di dalam mobil. Seketika berubah.


"Bukankah, Tuan Roman sedang berhubungan dengan seseorang yang sangat kuat dari kota BlackSteel?"


Eddy, berbalik dan melihat anggotanya yang baru saja mengatakan hal tersebut. Meski belum mengatakan apapun, kali ini wajahnya tersenyum.


"Sial, kenapa kau baru mengatakan hal itu sekarang?"


Anggotanya memundurkan kepala, heran. Meski mendengar Eddy mengumpat padanya, tapi bosnya itu tidak terlihat sedang marah. 


"Maaf, aku baru mengingat hal itu, saat anda menelfon tuan Roman."

__ADS_1


Eddy Faust menatap jauh kebelakang, dan melihat beberapa mobil kini terlihat semakin mendekat. Dia menggelengkan kepala lalu segera berbalik menatap ke depan.


Masih dengan senyum miringnya, Eddy Faust kembali menggelengkan kepala sambil bergumam. "Sial, kenapa aku tidak mengingat hal ini sebelumnya."


Tentu saja saat ini suasana hatinya berubah. Sibuk memikirkan Noah Evans dan the Ravens yang mengacaukan BronzeLand beberapa waktu ini, membuatnya melupakan sesuatu yang sangat penting.


Roman Faust pamannya, mewakiki Jaringannya telah membuat kesepakatan besar, dengan sebuah Jaringan Mafia di kota BlackSteel.


Memikirkan hal tersebut, Noah yang kini mengejarnya, tak lagi menjadi soal baginya. Karena, dia juga baru mengingat kata-kata pamannya, bahwa mereka sudah bergerak sesuai rencana.


Saat itu, Eddy Faust memikirkan kembali kata-kata Barbara yang baru saja menolak untuk membantunya.


"Ingin melihat keluargaku hancur, huh?  ... Saat semua selesai, kalian semua akan menyesal ... "


Jauh di belakang mereka, William yang kini duduk di sebelah di mana Noah sedang mengemudikan mobilnya untuk Mengejar musuh mereka, terlihat sedang berfikir.


Sambil melihat kerlipan dari lampu mobil-mobil musuh yang kini ada masih berada jauh di depan mereka, Akhirnya William mengingat sesuatu.


"Noah, aku yakin bahwa di dalam salah satu mobil di depan sana, pasti ada setidaknya satu orang dari keluarga Faust. Tapi, aku rasa dia bukanlah otak dari keluarga tersebut."


Tentu saja akan sangat aneh jika ketua atau pemimpin tertinggi dari Jaringan yang mengendalikan sebuah kota dibelakang layar, turun langsung untuk mengurus semuanya sendiri.


Mendengar itu, Noah mengangguk setuju. "Aku juga berfikir seperti itu."


"Noah, jika orang yang di depan kita, bukanlah otak dari Jaringan Faust, bukankah sekarang kita sedang mengincar mangsa yang salah?"


Tentu saja William sekarang berkesimpulan begitu, bahkan saat ini dia berfikir bahwa Dale sedang menuju ke arah musuh yang sebenarnya. Namun begitu, Noah menjawabnya.


"Tidak, aku yakin kita sudah melakukan hal yang benar ... "


William menoleh pada Noah, dan kembali bertanya. "Maksudmu?"


"Menurutku, Mereka sengaja menunjukkan Manor  yang berada di ujung kota itu, agar semua orang berfikir bahwa di sanalah tempat mereka mengendalikan segalanya."


Mendengar kata-kata Noah, saat itu juga mata William melebar. Apa yang dikatakan Noah saat ini, terasa lebih masuk akal baginya.


"Noah ...  Apakah ini berarti bahwa sejak awal, kau sengaja menyuruh semua orang ke Manor itu, agar musuh berfikir bahwa kita sudah masuk dalam jebakan mereka?"


Noah menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ... Aku belum secerdas itu. Aku hanya berfikir saat ini, seseorang sedang mencoba mengambil perannya masing-masing."


William tidak begitu memahami maksud perkataan Noah, dia terdiam tanpa bisa menemukan pertanyaan yang tepat, agar saat ini dia tidak terlihat bodoh.

__ADS_1


Tapi, beberapa saat selanjutnya, dia kembali mendengar Noah berkata.


"Sejak kemunculanku di kota ini, tidak mungkin keluarga Faust hanya diam dan menunggu saja, bukan?"


__ADS_2