
"Alice, coba hubungi sekali lagi." Pinta Antonius.
Alice, Antonius, Alex serta Alber Hall, kini sedang menunggu di depan pintu Gedung itu.
Menurut mereka, seharusnya Noah sudah sampai saat ini. Karena Alice sudah mengkonfirmasi acara akan diadakan jam tujuh malam dan Noah sudah mengatakan akan berada di sini saat itu.
Namun, hingga saat ini, Bos mereka itu bekum juga menunjukkan batang hidungnya. Bahkan, Alice dan Antonius sudah beberapa kali mencoba menghubunginya, tidak ada jawaban apapun dari Noah.
"Sudah, tapi tetap dia tidak menjawab" jawab Alice.
Sebenarnya, jika Noah mengatakan dia tidak bisa hadir, itu akan lebih mudah. Tentu saja tidak akan ada yang berani memarahinya. Tapi, saat ini mereka sedikit kebingungan dalam situasi ini.
Mereka bisa saja terus melanjutkan acara tanpa Noah, karena keempatnya berfikir Noah mungkin tidak suka menunjukkan diri. Lagipula, orang-orang sudah terlanjur menyematkan gelar The Ghost pada pemuda yang tiba-tiba mendirikan perusahaan investasi besar yang bernama World Order itu.
Sekarang, beberapa CEO perusahaan yang di bawah World Order, ataupun perusahaan rekanan mereka ada di sana. Bahkan, walikota sengaja menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan orang yang luar biasa ini.
Sebagai A4, Alice dan yang lainnya berubah menjadi sosok yang disegani bahkan ditakuti. Tidak ada yang menyangka, dalam satu minggu lebih, mereka bisa mengambil alih empat puluh persen bisnis di Silverstone.
Beberapa jaringan Mafia Bisnis besar langsung mereka letakkan paksa di kasta kedua di kota itu, dengan mereka sebagai yang pertama.
Alex membuat badan keamanan serta mengumpulkan gangster-gangster besar di kota agar masuk ke dalam jaringan mereka.
Apalagi, sekarang ada kehadiran Albert Hall di sana. Sudah bisa dipastikan, akan sangat sulit dan berbahaya jika harus berhadapan dengan keempatnya saat ini.
Ted Bowie, yang baru saja tiba, mendekat pada Alice. Sebagai penanggung jawab acara, pria itu merasa ikut bertanggung jawab. Dia yang merasakan kecemasan gadis itu dan memiliki gagasan.
"Nona, Alice. Izinkan aku untuk menjemput BigBoss ini. Katakan padaku, alamatnya."
Mendengar itu, mata Alice langsung melebar, dan langsung menanggapinya.
"Old Ted, Kau benar. Kita tidak bisa diam saja. Sekarang, jemput Bisboss di hotelnya."
Mendengar itu, Ted Bowie langsung mengangguk mengerti. Sejak bergabung, pria itu sudah tau bahwa BigBoss mereka di beri gelar The Ghost karena sebuah alasan.
Sebagai seorang profesional, dia tidak menanyakan identitas BigBoss itu pada Alice. Namun, saat ini situasi sedang darurat. Jadi, Ted Bowie mendekatkan wajahnya sedikit pada Alice.
"Nona, alice. Sekarang, bisakah aku mengetahui nama Bigboss kita itu, dan bagaimana ciri-cirinya?." Tanyanya, setengah berbisik.
__ADS_1
Mendengat pertanyaan Old Ted, kening Alice mengernyit. Namun, Entah kenapa gadis itu, ikut menjawab dengan setengah berbisik juga.
"Old Ted, apakah aku belum memberitahumu, siapa BigBoss kita?"
Saat itu, semua yang sedang menunggu melihat mereka dengan rasa penasaran. Menurut orang yang ada di sana, pasti sedang terjadi sesuatu.
"Ted Bowie menggeleng. "Tidak, Nona tidak pernah mengatakannya, dan aku juha tidak berani, bertanya."
Alice menganggukkan kepala, sepertinya dia memang belum mengatakan tentang itu saat merekrut kembali salah satu orang kepercayaan Ayahnya ini.
"Baiklah, kau mengenalnya. Orang itu adalah Noah, Noah Evans."
Sekarang, Ted Bowie yang mengernyit heran. "Aku mengenalnya? Siapa yang Nona maksud dengan, Noah Evans?"
"Noah Evans, dia menjadi OB dibawah pengawasanmu di CrystalSky. Apa kau tak mengingatnya?"
Ted Bowie menarik nafas panjang, dan melepasnya. "Nona Alice. Aku rasa sekarang bukan saat yang tepat untuk bercanda."
Alice langsung menggeleng. "Tidak! Tidak, aku tidak bercanda. Selama ini, Noah menyembunyikan jati dirinya. Itu alasan kenapa orang-orang menyebutnya The Ghost. Aku akan menjelaskan padamu nanti. Sekarang, jemput dia."
Sekarang Ted Bowie menelan ludah. "Nona Alice, jika apa yang kau katakan itu, benar ... sepertinya, aku baru saja melakukan kesalahan."
"Noah sudah sejak tadi berada di gedung ini. Dan aku sudah menyuruhnya naik ke atas. Masalahnya ... "
Semua orang melihat Alice dan Ted sedang berbincang semakin serius, sampai akhirnya semua yang di sana di kejutkan oleh suara gadis itu, saat tiba-tiba saja dia berteriak histeris.
"APA KATAMU?! ... PELAYAN?! ... "
Melihat bagaimana perubahan wajah Alice dan tiga lainnya menjadi kelam, Saat itu juga mereka tau ada yang salah. Namun, tidak ada satupun yang berani untuk bertanya.
Sekarang, semua orang berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah A4 menuju lantai atas, tempat di mana acara penyambutan The Ghost sang Bisboss World Order, diadakan.
***
Enam orang gadis dan satu pemimpin. Noah sudah pernah melihat ini, beberapa kali didalam hidupnya.
Akan selalu ada geng kecil jika beberapa orang sudah berkumpul dan satu orang akan menjadi Pemimpinnya. Di sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah menengah atas di kampusnya, tentu saja Tak terkecuali di sini.
__ADS_1
Bahkan, di antara anak-anak orang kaya sekalipun, akan ada satu yang melebihi yang lainnya. Jika tidak itu karena penampilan atau kekuatan. Tentu saja kekuasaan, dalam hal ini kecantikan dan kekayaan yang berlebih.
"Kau ... Ikut kami!"
Perintah seorang gadis pada Noah.
Saat itu Noah merasa telah cukup banyak mengalah. Seorang gadis di dalam lift, boleh menghajarnya. Karena, akan sangat bodoh sekali rasanya melawan seorang gadis cantik saat seorang diri, apalagi itu memang salahnya.
Akan tetapi, saat ini tentu saja Noah tak akan membiarkannya lagi. Pasalnya, gadis-gadis ini berani padanya hanya karena mereka mengira Noah hanyalah seorang pelayan, dan mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk menjilat tuan putri mereka.
"Nona-nona sekalian. Aku harap kalian tau apa yang kalian lakukan." Ucap Noah tiba-tiba.
Gadis-gadis itu pun tampak sedikit terperangah, tak tak terkecuali ketua mereka.
"Apa maksudmu? ... Cepat ikut kami, atau kami akan memanggil keamanan dan menyuruh mereka untuk melemparmu dari atas sini."
Noah hanya mengangguk. "Begitukah? ... Baiklah. Aku akan mengikuti kalian, tapi ... "
Noah sengaja menggantung kata-katanya dan mengedarkan pandangannya pada semua gadis itu, lalu berakhir pada gadis yang tadi mereka panggil dengan sebutan Nona Ivy itu.
"Jangan salahkan aku, jika aku berlaku kasar, setelah kalian mengetahui siapa aku sebenarnya." Sambung Noah sambil tersenyum.
"Kau? ... Beraninya kau mengancam kami. Apalagi sekarang ada Nona Ivy di sini. Kau tau siapa dia?" Teriak salah satu gadis.
Teriakan itu, langsung menarik perhatian para tamu di sana. Saat itu, mereka merasa heran di acara penting seperti sekarang ini, ada orang yang berani membuat keributan.
"Dia adalah Ivy Clark. Putri dari Jul—"
Tidak membiarkan gadis lainnya menyelesaikan kata-katanya, Noah kembali memotong.
"Nona, apa aku terlihat perduli? ... Aku bahkan tidak peduli dia anak walikota sekalipun." Tegasnya.
Gadis-gadis itu terdiam saat mendengar apa yang baru saja dikatakan Noah. Namun, saat itu juga Ivy terlihat sudah tersulut emosi.
Gadis itu langsung berjalan mendekat, lalu mengangkat sedikit rok mininya terlihat ingin menendang Noah sekali lagi.
Saat kakinya sudah akan bersiap menendang, sebuah suara berteriak keras pada mereka.
__ADS_1
"Kalian ... Hentikan ... !!"