
"Bell ... !"
[Nama Pengguna \= Noah Evans]
[Status : Manusia Bumi, level C]
[Pengalaman(P) \= 70]
[Mentalitas(M) \= 40]
[Vitalitas(V) \= 60]
[Sense (S) \= 25]
[Intuisi (I) \= 20]
[Keahlian Spesial (KS) \= (!)]
[Poin (P) \= 812.217]
[Poin Spesial (PS) \= 50]
[Level (L) \= 2]
[Minimal Belanja Bulanan (MBB) \= Komplit]
Dugaan Noah salah, berfikir saat dentingan suara sistemnya itu berbunyi, adalah tanda bahwa dia sudah berhasil menaikkan levelnya.
Akan tetapi, Level Sistemnya tidak berubah. Dua dentingan itu hanya menaikkan level pengalaman dan mentalitasnya, dan mengubah angka pada poin sistemnya,
"Delapan ratus ribu?"
Saat itu Noah mencoba mengingat, apa yang menyebabkan dia bisa mendapatkan poin ini. Namun, beberapa saat kemudian dia mengingatnya.
"Ah, ini terlambat sekali ... Hampir saja aku mati."
Poin itu pasti di dapat setelah berinvestasi di perusahan Aiden. Saat itu, dia berfikir bahwa transaksi itu akan sangat cepat dan mudah.
Jadi, sebenarnya saat bertarung dengan Alger, Noah menduga dia akan mendapatkan poin sebelum itu dan langsung menaikkan level keahlian bela dirinya dengan poin tersebut.
Namun, hingga semua berakhir, poin tidak kunjung bertambah. Saat itu juga Noah tersenyum menggeleng.
"Huf ... Beruntung aku bisa mengatasinya."
Saat ini, Noah masih terbaring di tempat tidur di rumah sakit. Namun, dia merasa sudah jauh lebih baik selain tersisa rasa nyeri pada luka bekas tembakan Arlen yang mengenai perutnya.
Lama Noah berfikir sebelum akhirnya memutuskan.
"Aku harus meningkatkannya sekarang, bisa saja saat itu hanya sebuah keberuntungan."
Noah memakai poin yang baru dia dapatkan itu, untuk menaikkan level bela dirinya.
[Nama Pengguna \= Noah Evans]
[Status : Manusia Bumi, level C]
[Pengalaman(P) \= 70]
[Mentalitas(M) \= 40]
[Vitalitas(V) \= 60]
[Sense (S) \= 25]
__ADS_1
[Intuisi (I) \= 20]
[Keahlian Spesial (KS) \= 4]
[Poin (P) \= 212.217]
[Poin Spesial (PS) \= 100]
[Level (L) \= 2]
[Minimal Belanja Bulanan (MBB) \= Komplit]
"Bell ... !"
Noah kembali memejamkan mata saat dia merasakan perubahan di dalam tubuhnya.
Dominasi, itulah yang awalnya Noah anggap hal yang akan membuat misinya selesai agar dia bisa menaikkan levelnya.
Akan tetapi itu tidak terjadi, bahkan setelah Noah mengalahkan Jaringan keluarga Fargo di Silverstone.
Sore harinya, saat Noah kembali membuka mata, dia mendapati seorang wanita cantik duduk di sebelahnya yang langsung tersenyum padanya.
"Alice ... "
"Kau sudah bangun? Tidurmu nyenyak sekali."
Noah hanya membalas senyuman Alice dan mengedarkan pandangannya. Di ruangan itu ternyata ada yang lainnya, termasuk Antony Reyes, juga enam orang yang tak dikenalnya.
"Kenapa sulit sekali bagimu untuk mati?"
Sapaan Antony itu, juga di balas sebuah senyuman oleh Noah, dengan sedikit mengangkat lengannya.
"Yah, aku rasa dunia ini masih ingin aku tetap di sini."
"Selamat, bos."
Noah hanya sedikit mengangguk, setelah membuat tubuhnya duduk di atas tempat tidur tersebut.
Sebenarnya, ada alasan kenapa Antony Reyes mengatakan hal itu. Karena, saat Noah dirawat, awalnya dokter menganggap luka-lukanya sangat parah dan membutuhkan perawatan intensif.
Namun secara mengejutkan, luka-luka Noah sembuh dengan kecepatan yang sangat mengagumkan. Bahkan, di hari ketiganya ini, luka goresan-goresan kaca di seluruh tubuhnya sudah mengering.
Hanya ada satu luka yang masih membuat Noah merasa sedikit nyeri di dalam perban yang melilit perutnya.
Meski awalnya dokter mengatakan butuh setidaknya dua minggu untuk di rawat, Sore itu juga Noah keluar dari rumah sakit, dengan hanya tinggal satu perban yang masih melingkar di tubuhnya.
Akan tetapi, ada sebuah kejadian yang sedikit menarik saat Noah bersiap untuk pulang.
Saat itu, ketika mereka semua sedang berjalan, di lorong rumah sakit itu, tiba-tiba Antony bersuara.
"Noah ... "
Noah dan yang lainnya, langsung menghentikan langkah mereka dan berbalik saat melihat Antony Reyes telah berhenti terlebih dahulu.
"Ada apa tuan Reyes?"
Antony Reyes menatap Noah dan yang lainnya bergantian. Di sebelahnya, ada enam orang yang tadi sudah mengenalkan diri pada Noah.
"Sekarang, dengan bergabungnya orang-orang ini, Sudah ada enam jaringan yang setara denganku, memutuskan berada di bawahmu. Tapi ... "
Antony Reyes tidak bisa menahan apa yang ada di kepalanya. Dia tidak mau menunggu lebih lama untuk memastikan pilihannya.
Saat itu Noah langsung mengerti apa yang ada di kepala orang tua itu.
__ADS_1
"Kau tidak bisa tunduk begitu saja, bukan?"
Tanggapan Noah, membuat Antony menggelengkan kepalanya, namun dia tersenyum sambil menaikkan sedikit bahunya. .
"Yah ... Sepertinya, kau sudah mengerti. Keluargaku berdiri di atas genangan darah dan—"
Belum sempat Antony Reyes menyelesaikan kata-katanya, Noah langsung memotongnya.
"Antony Reyes, persiapkan dirimu ... !"
Mendengar itu, mata semua orang melebar. Bahkan sekarang, Ted Bowie langsung bersuara.
"Antonio ... !"
Antony Reyes langsung menoleh pada Old Ted dan menggeleng. "Tidak, Bowie ... Aku tidak akan memintanya untuk membuktikan sekarang. Aku akan menunggu dia benar-benar—"
Lagi-lagi Noah memotongnya. Dan berseru
"Antony Reyes, aku bilang ... Persiapkan dirimu!"
Saat itu juga, suasana langsung berubah. Saat ini, mereka mengetahui dengan sangat Jelas apa yang akan segera terjadi.
"Kau ... ?"
Tidak ada yang sempat bereaksi sebelum menyadari bahwa Noah sudah bergerak dengan sangat cepat mendekat pada Antony Reyes.
"Huh ... Gila, seperti biasanya. Tapi, kau yang minta. Jangan salahkan aku kalau—"
Antony Reyes langsung melebarkan matanya. Saat itu, dia menyadari pola langkah Noah yang mendekat pasanya, telah berubah.
Tau bahwa mengelak sudah tidak sempat lagi, Antony mengambil kuda-kuda dan langsung menyilangkan tangan menanti serangan Noah itu.
"Buk ... !"
Sebuah pukulan dari Noah yang mengarah pada dada Antony Reyes, mampu di tahan orang tua itu dengan merapatkan kedua tangannya di sana.
Akan tetapi, tubuhnya terdorong jauh beberapa meter ke belakang, masih dengan kuda-kuda bertahan.
Serangan yang sangat cepat dan kuat itu, benar-benar membuat semua orang terkejut. Bahkan hal itu membuat enam orang pemimpin Jaringan yang kini berdiri terlalu dekat dengan Noah, menahan nafas mereka.
"Antony, sama sepertimu, aku juga tidak mau menunggu ... "
Noah langsung berbalik membelakangi mereka. Menoleh sedikit kebelakang, dia kembali bicara.
"Sekarang, beristirahatlah ... Saat kau sudah sedikit lebih sehat, tunjukkan padaku bahwa kau memang pantas berada di bawahku ... "
Noah mulai melangkah begitu saja meninggalkan Antony Reyes yang masih terdiam dengan posisi yang sama, seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
"Uhuk ... Uhuk ... !"
Enam pemimpin jaringan lain yang berdiri di sana yang masih terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat, melebarkan mata mereka saat mendapati Antony Reyes, terbatuk dan memuntahkan seteguk darah.
"Bruuuuk ... !"
Saat tubuh Antony Reyes ambruk tak sadarkan diri, Noah kembali berhenti.
Menyadari itu, Enam pemimpin jaringan lainnya, langsung menelan ludah, sebelum akhirnya mendengar Noah kembali bersuara.
"Hal ini, juga berlaku untuk kalian berenam ... "
Setelah itu, Noah benar-benar pergi yang langsung di ikuti Ted Bowie dan empat orang lainnya.
"Jika Dominasi tidak mengubah apapun, maka aku benar-benar akan mengambil alih kota ini ... !" Batinya
__ADS_1