
Gerakan Ivy langsung terhenti saat seorang wanita berteriak penuh penekanan padanya.
Saat gadis itu menoleh, matanya langsung melebar. Tidak hanya melihat Alice saja, namun gadis itu melihat empat orang yang kini di kenal sebagai A4 itu, juga menatapnya, tajam.
"Ivy ... ! Apa yang kau lakukan?"
Satu lagi teriakan sedikit histeris muncul dari belakang keempat orang itu. Saat orang itu langsung maju mendekatinya, Ivy langsung menyadari bahwa itu adalah ayahnya, Julius Clark.
"Ayah?!"
Tidak menjawab anaknya, Julius datang dan langsung menarik Ivy mundur dan menempatkan gadis itu di belakangnya.
Saat itu juga A4 dan yang lainnya juga mendekat. Hal itu, membuat gadis-gadis yang mengerubungi Noah langsung menjauh.
Tentu saja mereka tau siapa A4. Bahkan, saat ini Alice sudah menjadi idola gadis-gadis kaya. Menurut mereka penampilan dan karakter Alice yang cantik juga elegan, ditambah lagi fakta bahwa dia disebut-sebut sebagi tangan kanan the Ghost, membuat mereka semakin menghormatinya.
Namun, saat ini mereka belum bisa mencerna apa yang terjadi. Akan tetapi melihat orang-orang penting di acara ini yang datang dengan wajah pucat, membuat mereka mengerti bahwa ada yang salah di sana.
Begitu sampai di rooftop, Alice langsung bisa menemukan Noah. Namun, saat itu dia melihat beberapa gadis mengerumuninya.
Yang membuatnya reflek berteriak adalah, saat salah seorang gadis terlihat seperti ingin menendang Noah. Beruntung dia sempat menghentikan aksi konyol gadis tersebut.
Semua mata melihat A4 dan tamu penting yang lainnya mendekat pada pemuda yang mereka anggap pelayan itu. Hal itu membuat mereka penasaran. Namun, tidak ada yang berani bersuara untuk menanyakannya.
Hal yang selanjutnya terjadi, langsung menjawab rasa lenasaran mereka. Dan langsung membuat mata mereka terbelalak.
Alice, Antonius, Alex, dan Alber Hall, membungkuk sedalam sembilan puluh derajat dengan tangan rapat di kedua sisi tubuh, lalu berseru.
"Boss ... !"
Hal itu langsung di ikuti semua orang yang ada di belakang mereka, termasuk sang walikota yang tampa sadar juga mengikuti orang-orang di sekitarnya.
"BOSS ... !"
Saat itu, waktu seolah berhenti. Dalam beberapa detik, hanya ada keheningan di sana.
Saking terkejutnya, hanya Ivy dan gadis-gadis lainnya saja yang masih berdiri, sebelum akhirnya Julius Clark ayahnya, menarik dan mendesis tajam padanya.
"Ivy ... apa yang kau lakukan. Cepat membungkuk!"
Ivy langsung membungkuk dalam keadaan kepala yang tiba-tiba kosong. Begitu juga gadis-gadis lainnya.
Penghormatan yang seharusnya berlangsung sebentar itu, terjadi sedikit lama. Itu karena Noah juga ikut terkejut dan tidak sempat bereaksi apapun.
Dia tidak pernah di perlakukan sedemikian dihormati sebelumnya. Wajahnya saat itu berubah datar tanpa ekspresi.
Diamnya Noah, disalah artikan oleh Alice dan yang lainnya. Bagaimanapun, mereka semua tau saat datang, sebuah insiden yang menimpa BigBoss mereka itu, sedang terjadi.
Namun, beberapa saat kemudian, Noah bersuara.
"Kalian ... berdirilah."
__ADS_1
Mendengar perintah Noah, semua orang itupun kembali berdiri. Saat itu, Alice langsung mendekat pada Noah.
Sementara Antonius dan Alex, mengedarkan pandangan mereka pada gadis-gadis tadi, termasuk Ivy.
Semua undangan di sana, sebenarnya juga tak kalah terkejutnya. Siapa yang menyangka hari ini mereka akan membungkuk di depan seorang pemuda yang mengenakan pakaian pelayan.
Tapi sesaat kemudian, mereka semua juga menyadari bahwa, ada alasan kenapa pemiliki tunggal perusahaan Investasi besar bernama World Order ini, di sebut sebagai The Ghost.
Hari ini, tepat di depan mata mereka semua, alasan itu terungkap. The Ghost sang BigBoss, adalah seorang pemuda yang bisa muncul dengan pakaian pelayan di acara sepenting ini.
Mereka langsung menyimpulkan bahwa saat ini, sang BigBoss hadir dan menyamar sebagai pelayan, untuk menilai langsung, apakah mereka pantas bekerja di bawahnya.
Hal itu, membuat sebagianndari mereka merasa beruntung karena tidak berulah. Namun itu tidak terjadi bagi Julius Clark dan para orangtua gadis lainnya.
Jelas saat ini, anak-anak mereka sudah dengan konyol menghancurkan masa depan mereka sendiri dan Keluarganya.
"Noah, apa yang terjadi?" Tanya Alice gugup.
Noah hanya tersenyum hambar. "Nona Alice, aku rasa kau berteriak karena melihat apa yang terjadi, bukan?"
Alice langsung mengangguk. "Ya ... Ya. Aku akan mengurusnya." Jawabnya cepat.
"Baiklah, kalau begitu. Lemparkan mereka semua dari atas sini, ke bawah!"
Karena saat itu tak ada yang bersuara, perintah Noah terdengar sangat jelas. Apalagi pemuda itu mengatakannya dengan sedikit emosi.
Jelas itu membuat semua orang terkejut apalagi gadis-gadis itu dan orang tua mereka. Saat itu juga mereka langsung tau bahwa Boss mereka itu, bisa menjadi sangat kejam jika marah.
Antonius dan Alex langsung mengangguk dan mulai melangkah. Namun, tiba-tiba Noah kembali bersuara.
Entah kenapa semua orang langsung bernafas lega. Meski mereka sudah terbiasa dengan kekejaman Jaringan Mafia, namun saat ini mereka tidak siap melihat tujuh gadis cantik di lemparkan dari atas atap gedung ini, begitu saja.
"Ya, Ya. tentu saja. Itu bisa nanti. Kita tidak akan menambah rusaknya suasana lebih jauh lagi. Sekarang, ayo kita mulai acaranya." Ucap Alice cepat.
Namun, saat itu matanya menatap tajam Ivy dan Julius Clark ayahnya.
"Noah, silahkan."
Saat itu, Alice menunjuk sebuah panggung kecil yang telah dipersiapkan, tidak jauh dari sana.
"Baiklah, Nona Alice"
Saat tiba di atas panggung, Alice langsung maju dan berdiri di depan stand mic, dan mulai berbicara.
"Tuan-tuan dan semua tamu undangan. Hari ini adalah hari peresmian kantor pusat World Order sebelum kita benar-benar mulai bekerja. Dan sekarang, di antara kita, telah hadir orang yang telah dan akan mewujudkan mimpi kita untuk menjadi yang terkuat dan terbesar di masa depan."
Semua orang mendengarkan dengan seksama apa yang Alice ucapkan dari atas sana.
"Baiklah, aku tidak akan banyak bicara. Oleh karena itu, langsung saja. Aku perkenalkan langsung pada kalian. Pemiliki World Order, Tuan ... Noah Evans."
Saat itu, semua orang bertepuk tangan dengan antusias. Rasa penasaran serta keraguan mereka sudah terjawab. Alice baru saja menyebut bahwa pemuda itu, benar-benar pemiliki World Order.
__ADS_1
Noah langsung maju dan berdiri di depan Mic. Saat itu, suasana kembali hening.
Mereka ingin mendengar apa yang akan di ucapkan pemuda, yang di tangannya mereka gantungkan masa depan keluarga serta perusahaan mereka itu.
Noah mengedarkan pandangannya menatap semua orang. Entah kenapa, saat ini dia tidak merasakan gugup sama sekali. Menarik nafas sebentar, lalu dia mulai bicara.
"Baiklah, terimakasih atas perhatian kalian semua." Ucap Noah memulai.
"Aku rasa dengan bergabungnya kalian di sini, kalian sudah tau aturannya, Bukan?"
Saat itu semua orang mengangguk, mengerti. Itu membuat Noah puas.
"World Order aku dirikan untuk jauh melangkah ke depan. Aku tidak perduli berapa dana yang akan aku keluarkan. Tujuanku hanya satu ... "
Saat itu Noah mengangkat tangan sedikit dan menunjuk ke atas.
"Dimasa depan, Aku ingin World Order berdiri di puncak tertinggi."
Saat itu, tepuk tangan kembali bergemuruh dan para undangan saling bertatapan dengan semangat. The Ghost baru saja mengatakan tujuan besar dan menegaskan anggaran tak terbatas untuk mencapainya.
Tentu saja itu membuat semua orang senang. Ke depan, mereka akan merasakan aliran dan dari investasi besar World Order yang kini mereka ketahui masih memiliki dana cadangan dua puluh Milyar dollar.
Saat semua suara mereda, Noah kembali berbicara.
"Aku akan menambah seratus Milyar dollar, untuk mengambil alih dan mendominasi semua Jaringan bisnis di Silverstone. Aku memberi kalian waktu hanya tiga bulan. Tunjukkan padaku bahwa kalian pantas dan bisa aku andalkan."
Setelah mengatakan itu, Noah langsung mundur dan berbalik.
Hal itu, Tidak hanya membuat tamu undangan membeku. Bahkan, A4 juga langsung terdiam. Ini benar-benar kejutan yang tak terduga.
Lama Mereka terdiam, sebelum akhirnya Antonius dan Alex mulai bertepuk tangan. Hal itu langsung diikuti yang lainnya sebelum semuanya bertepuk dengan penuh semangat dan bergemuruh.
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
"WORLD ORDER ... !"
Mereka mulai menyerukan nama perusahan tempat mereka kini bernaung tersebut dengan penuh semangat yang semakin menggebu-gebu.
Noah tidak pernah mengatakan ini sebelumnya. Dan sekarang mereka dikejutkan dengan dan investasi yang luar biasa besarnya itu, ditambah target tiga bulan untuk menunjukkan kepantasan mereka.
Semua orang di sana sudah tidak sabar menunggu hari esok dan mulai bekerja. Mereka sangat yakin mimpi apapun yang mereka miliki saat ini, akan segera terwujud.
__ADS_1
Sekarang, tak ada keraguan lagi. Semua orang sangat yakin bahwa mereka berada di jalur yang tepat dan mengikuti orang yang benar.
Ini adalah pidato terbaik yang pernah mereka dengar seumur hidup mereka. Bos mereka ini, benar-benar memulai debut perusahaannya dengan luar biasa spektakulernya.