World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pergerakkan The Ravens


__ADS_3

Hukum gangster berlaku untuk siapa saja yang terkuat akan memimpin. Meski berlangsung dengan cepat, tapi apa yang Noah lakukan, sesuai dengan aturan the Ravens.


Meski awalnya banyak yang menyayangkan the Ravens tiba-tiba kehilangan ketua mereka, tapi setelah mereka fikir-fikir kembali, Noah memang sangat kuat walaupun masih sangat muda.


Semua orang masih terdiam saat Noah mengatakan hal itu. Namun, beberapa saat kemudian, Noah kembali bersuara.


"Oh, sial ... Apa aku baru saja mengambil alih kepemimpinan sekelompok orang-orang bodoh?"


Saat Noah mengatakan hal itu, barulah semua orang tersentak dari ketertegunan mereka.


Tak lama, mereka mendekat dan mulai membentuk barisan. Gadis yang tadi bersama ketua The Ravens yang sudah terkapar tak sadarkan diri itu, membungkukkan badan di ikuti yang lainnya.


"Ketua ... "


"KETUA ... !"


Dengan begitu, Kini Noah resmi mengambil alih The Ravens, Gangster terkuat di BronzeLand.


"Keparaaaat ... ! Maju kalian semua bajingan ... "


Semua orang kembali tegak dan menoleh pada Fredy yang terlihat baru saja terbangun.


Di tangan pemuda itu, ada sebuah balok sepanjang satu meter. Dengan wajah penuh emosi, dia terlihat ingin menantang semua orang.


"Fredy ... Fredy. Sudah berakhir."


Fredy mengernyitkan dahinya, saat melihat Noah berdiri di depan semua anggita the Ravens yang terlihat sedang berbaris.


"Noah, kau tidak apa-apa? ... "


Noah mengangguk. "Ya, aku baik. Sekarang, buang jauh-jauh kayu itu. Kau menakutiku ... "


Fredy melihat kayu yang ada di tangannya, lalu menatap Noah lalu kembali ke kayu itu.


Saat dia membuangnya, Noah berjalan padanya. Saat itu semua orang berbalik untuk melihat kedua orang tersebut.


Noah memegang pundak fredy, dan berbalik menatap semua anggota the Ravens.


"Pria ini yang akan menjadi wakilku ... Ada yang keberatan?"


Dalam satu hari saja, berita tentang di ambil alihnya kepemimpinan The Ravens langsung menyebar ke seluruh kota BronzeLand.


Walaupun itu cukup mencengangkan, Namun begitu, pergantian ketua gangster memang sering terjadi. Hal tersebut tidak akan berdampak pada banyak hal.

__ADS_1


Hanya saja banyak yang tidak mengetahui bahwa ketua the Ravens yang sekarang, meski sangat muda memiliki agendanya sendiri.


Tiga hari sejak berita itu tersebar, muncul satu lagi berita yang jauh lebih menggemparkan.


The Ravens menyatakan akan mendirikan sebuah Jaringan. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Itu benar-benar menarik perhatian seluruh Jaringan Mafia Bisnis di BronzeLand.


Sudah sejak lebih dari tiga puluh tahun, belum pernah ada yang berani membuka Jaringan Bisnis baru di kota itu. The Ravens terlihat ingin membuat perbedaan pada tahun ini.


"Sial, mereka fikir mereka siapa?"


Dia sebuah gedung berlantai lima di pusat kota, Bourne Scout. Pemimpin jaringan yang biasanya mempekerjakan the Ravens untuk menangani urusan-urusannya, tentu saja tidak bisa menerima begitu saja.


Hal itu di sebabkan Jaringan mereka menjadi sorotan dan dituduh seolah memiliki andil di sebalik alasan kenapa The Ravens yang sejak dahulu bekerja dibawah mereka, ingin naik kejenjang berikutnya.


"Tuan Scout, aku rasa sebaiknya kita memanggil ketua the Ravens yang baru itu. Aku dengar dia hanya seorang pemuda yang berasal dari salah satu panti asuhan di sudut kota."


Bourne mengangguk "Ya, aku benar. Panggil bocah sialan itu. Sepertinya aku harus memberinya pelajaran."


Sementara itu, di gedung lainnya di BronzeLand. Kurt Briley dan ayahnya membahas hal yang sama. Namun, dalam konteks berbeda.


"Ayah, aku rasa ini kesempatan kita menjatuhkan Bourn dan mengambil alih wilayah mereka."


Lil Briley, mengangguk-anggukan kepala. "Ya, tapi kita tidak bisa berbuat jauh sebelum semuanya jelas. Setidaknya, kita menunggu dan melihat apa tindakan Bourn Scout tentang itu."


"Kurt ... Kau melupakan satu hal. The Ravens atau siapapun itu, tidak menaruh Bourne Scout di manapun. Keluarga Faust yang menginginkan mereka, jadi kita tidak bisa apa-apa."


Wajah Kurt langsung berubah. Sudah lama dia ingin menjalankan bisnis seperti apa yang kini di pegang oleh keluarga Scout.


Sumber daya serta wilayah di BronzeLand sangat terbatas. Membuka bisnis dengan bentuk yang sama, tidak akan menghasilkan apapun.


Sama dengan anaknya, Lil Briley juga memikirkan hal yang sama. Namun, sampai saat ini tidak ada terdengar kabar bahwa keluarga Faust mempermasalahkannya. Tidak ada cara lain baginya, selain menunggu dan melihat perkembangan semua ini.


Saat ini, Noah sedang berada di markas The Ravens. Hanya tiga hari saja, markas itu sudah di sulap menjadi lebih tertata dan sudah memiliki berbagai macam perlengkapan seperti perkantoran.


"Ketua, apa kau yakin ingin mendirikan Jaringan sendiri?"


"Apa kau selamanya ingin menjadi orang-orang tak berguna seperti sebelumnya, Dax?"


Dax adalah pemimpin The Ravens sebelum Zarko Mengalahkannya. Namun kini dia harus menerima kenyataan bahwa Zarko dikalahkan dengan mudah oleh seorang pemuda yang kini duduk di depannya itu.


"Tidak, tidak ... Tapi, jika kita mendirikan Jaringan, bukankah kita butuh modal?"

__ADS_1


Noah sudah mengerti cara kerja The Ravens. Pemasukan mereka, ada pada kerja yang diberikan oleh beberapa Jaringan, sebagai keamanan, penagih hutang atau pekerjaan-pekerjaan kotor lainnya.


"Kalian tidak perlu memikirkan modal. Lagipula, sekarang kalian di bawahku. Untuk awal ini, jika kalian berguna Aku akan memberi tunjangan satu juta dolar pertahun pada setiap anggota The Ravens."


Mendengar jumlah uang yang disebut Noah, seketika semua orang yang sibuk bekerja membersih-bersihkan gudang itu, menghentikan kegiatan mereka dan menoleh pada Noah.


Dax yang tertegun, sekarang seolah mempelototi Noah.


"Hei, sial ... Kenapa kau melihatku seperti itu?"


Dax menelan ludah untuk mencoba memastikan kata-kata Noah.


"Ketua, kau tidak sedang bercanda, kan?


"Dax, aku tidak bercanda dengan kata-kataku, sekarang kumpulkan rekening kalian, aku akan mengirim sejumlah uang sebagai permulaan."


Noah bisa saja memberikan mereka lebih dari pada itu. Namun, dia tidak ingin melakukan hal yang terlalu menarik perhatian.


Jika semua orang tau bahwa dia memiliki terlalu banyak uang, maka keseriusannya dan megambil alih The Ravens akan dipertanyakan.


Namun begitu, Noah tidak akan segan-segan untuk menarik perhatian banyak orang, agar dia berhasil mendirikan Jaringan baru di kota ini.


Saat mereka sibuk berbicara, Noah melihat beberapa orang dengan berpakaian rapi dan berkaca mata hitam, masuk kedalam.


Noah hanya melirik sebentar saat merasakan orang-orang tersebut berjalan ke arah mereka.


"Dax, katakan pada ketua baru kalian, dia di panggil Tuan Bourne."


Dax langsung berdiri dan membalikkan badannya. Dia melihat siapa yang bicara lalu sebuah senyum meremehkan muncul di wajahnya.


"Sial, kau fikir siapa dirimu berani berbicara seperti itu di depan kami?"


"Dax, jangan lupakan diri kalian dan dengan siapa The Ravens berurusan."


"Katakan pada Siapapun yang menyuruhmu kesini, minta dia sendiri yang datang jika memiliki kepentingan denganku."


Saat mereka berbalik, Noah sudah berdiri di sebelah orang yang berbicara. Saat dia ingin menanggapi, sepersekian detik, dia sempat melibat Noah tersenyum sebelum tiba-tiba pandangannya menjadi gelap.


"Buk!"


Sebuah tendangan keras dari Noah, sudah mendarat di kepalanya.


Saat orang itu terkapar, Noah melihat pada dua orang lainnya yang berdiri di sana, yang menatapnya terperangah.

__ADS_1


Noah mengangkat dagunya sekali, dan kembali berbicara.


"Aku bicara pada kalian ... Jika ada keperluan denganku, Katakan pada orang itu, agar datang kesini sendiri untuk menghadapku. Mengerti?"


__ADS_2