
Beberapa waktu tinggal bersama, memang membuat Noah dan Alice semakin dekat.
Bercanda seperti itu, sudah menjadi hal biasa bagi Keduanya. Setidaknya, keduanya saling mengisi. Dari Alice, Noah banyak belajar tentang dunia yang sedang mereka jalani.
Hal itu karena Alice menjalani dunia yang seperti itu sejak kecil. Dahulu, Jaringan Keluarga Sanders cukup diperhitungkan. Sayang, mereka harus hancur karena munculnya Jaringan yang kuat dan menargetkan keluarga Sanders sebagai salah satu korban ekspansi bisnis mereka.
Dan Noah hadir untuk membalaskan apa yang Alice anggap tidak mungkin sebelumnya. Meski berharap Noah dan World Order benar-benar bisa menghancurkan keluarga Fargo, tapi dalam hati kecil Alice, wanita itu mencemaskannya.
Dia tidak mau Noah lengah, dan berakhir seperti ayahnya. Itu kenapa kadang Alice mencari tau apa yang dilakukan Noah. Karena Alice juga menyadari, kekayaan saja tidak cukup. Dia ingin Noah benar-benar kuat dari sisi apapun.
****
"Noah, apa kau yakin akan menunjukkan dirimu padanya?"
"Old Ted, aku yakin percaya padamu. Tentu kau tidak akan menyebutkan nama seseorang, jika kau tidak merasa bahwa orang itu cukup baik. Setidaknya dalam hal ini. Bukankah itu cukup?"
Noah akhirnya memutuskan untuk menemui seseorang yang di sebutkan Ted Bowie sehari sebelumnya.
Memang, ada resiko besar yang harus dia ambil jika Jaringan itu tidak berniat membantunya. Akan tetapi, jika dia tetap bersembunyi dan bermain aman, maka tidak ada yang akan terjadi.
Sampailah mereka pada Manor mewah yang terletak di salah satu satu bukit di kota Silverstone, milik keluarga Reyes.
"Noah, orang ini sedikit rumit. Maksudku, kau mungkin pernah bertemu Arlen, tapi Reyes punya sedikit kebiasaan berbeda. Karena itulah keluarga Fargo tidak berani mengusik Mereka."
Apapun yang dikatakan Ted Bowie, sepertinya tidak akan terlalu berguna. Karena saat ini, mereka telah masuk kedalam manor tersebut, setelah di sambut oleh beberapa orang didepan Manor yang bisa Noah duga sebagai praktisi bela diri.
"Lihat, siapa yang datang. ... Ted Bowie! Hahahaha ... !"
"Antonio, terimakasih sudah mau mendengar permintaanku."
Noah bisa melihat sedikit perubahan wajah Old Ted saat orang itu menyapanya. Dari cara mereka berinteraksi, dia bisa menyimpulkan bahwa hubungan keduanya tidak sederhana.
"Bicara apa kau? ... Kau tau bahwa kau selalu di sambut di sini, bukan?"
Old Ted hanya mengangguk. Saat itu, mereka ada di ruang tamu besar di lantai bawah manor tersebut. Hanya ada dua orang di sana yang berdiri jauh dari Antony Reyes, sementara pria yang terlihat sama tuanya dengan Old Ted itu mendekat
Namun, saat itu tiba-tiba saja Ted Bowie berkata setengah berbisik padanya. "Noah, berhati-hatilah. Jangan tertipu dengan wajah dan usianya pria ini—"
Tidak sempat Old Ted menyelesaikan kata-katanya, Noah tiba-tiba sudah bergerak maju dengan cepat dan langsung menghambur pada Antony Reyes sambil melayangkan pukulannya.
Tidak hanya membuat Ted Bowie terkejut, Antony juga sama. Namun, saat Noah sudah berada begitu dekatnya, sebuah senyum tersungging di wajahnya.
"Menarik." Gumamnya.
"Buk ... !"
__ADS_1
Pukulan Noah itu bisa di tangkis oleh Antony, namun saat itu juga, senyumnya yang tadi terkembang langsung menghilang.
"Sial ... !" Umpatnya.
Tenaga yang di lepas Noah dalam pukulan itu, lebih kuat dari apa yang diperkirakan Antony Reyes. Saat itu juga dia melihat kebawah dan menyadari bahwa kuda-kuda yang digunakan Noah untuk menyerangnya, terlihat sempurna.
Namun begitu, hatinya sangat senang. Segera dia memberi serangan balasan pada pemuda yang menyerangnya itu.
Pertarungan antara keduanya pun langsung terjadi. Hal itu tentu saja mengejutkan Ted Bowie.
Dia tau benar siapa Antony Reyes dan tentu saja dia juga sangat mengetahui siapa Noah. Akan tetapi, apa yang dia lihat saat ini, diluar dugaannya.
Pertukaran jurus antara keduanya saat itu, di saksikan Old Ted seolah menyaksikan dua praktisi bela diri profesional sedang berhadapan.
"Kau, hebat juga."
Sambil menyerang dan mengantisipasi serangan balasan dari lawannya, Antony Reyes memujinya.
"Tidak, aku tidak sehebat itu."
Noah menjawab sambil melakukan hal yang sama mungkin lebih. Karena saat itu, dia mengetahui bahwa Antony Reyes yang saat ini dia hadapi, terlihat sangat santai.
Tau apa yang dimaksud Noah, Antony kembali menanggapinya. "Itu kenapa aku memujimu. Sekarang, tunjukkan padaku semua yang kau punya."
"Akan kucoba."
Noah tidak mau mengalah, dia memaksa tubuhnya bergerak lebih cepat hingga ke batasnya.
"Apa tujuanmu kesini?"
Sambil terus bertukar serangan, keduanya berbicara.
"Bekerjalah, di bawahku!"
Mata Antony Reyes langsung melebar. Sedangkan Ted Bowie hampir saja muntah darah mendengar apa baru saja dikatakan Noah.
"Kau cukup sombong anak muda. Setidaknya, kau harus tau seberapa hebat dirimu sebelum mengatakan hal itu di hadapanku."
Noah merasakan kemarahan Antony Reyes dari serangannya yang semakin cepat dan kuat itu. Akan tetapi, Noah tau hanya ini cara Antony mau mendengarnya.
"Saat ini, aku tau batasku dan seberapa hebat dirimu. Itu sudah cukup bagiku."
Bukan jawaban itu yang di inginkan kepala keluarga Reyes tersebut. Tapi, setiap kata yang keluar dari mulut pemuda yang dilawannya ini, menarik minatnya.
"Buk ... !"
__ADS_1
"Buk ... !"
Dua pukulan Antony mendarat di dada dan wajah Noah. Pukulan yang cukup keras itu, membuatnya terhuyung sedikit kesamping.
"Bagaimana kau bisa meminta aku bekerja padamu, sementara dengan ini, aku bisa membuat mu berlutut."
Antony Reyes melompat dan berputar di udara, sebelum sebuah tendangan keras yang memanfaatkan momentum putaran itu, mendarat leher antara bahu dan kepalanya.
Tepat seperti apa yang di katakan Antony Reyes, tendangan tersebut dimaksudkannya untuk membuat Noah berlutut padanya.
Sebuah senyum terkembang di wajah Antony melihat Noah sudah merendahkan tubuhnya. Namun, senyuman itu tak lama.
"Tidak, satu tendangan lemah seperti itu, tidak akan bisa membuatku berlutut ... "
Ted Bowie yang sempat berfikir sama dengan Antony, kini juga menyadari hal itu. Meski sudah terlihat seperti itu, ternyata lutut Noah belum menyentuh lantai.
Noah menggunakan kelengahan Antony karena terkejut itu, untuk melayangkan upper cut kuat ke dagunya.
Namun, saat itu Antony sempat menyilangkan tangan untuk menahannya, sehingga pukulan Noah tidak bisa mengenainya.
Akan tetapi semua orang di sana bisa melihat dengan jelas pukulan Noah tersebut, mampu mengangkat tubuh Antony belasan sentimeter ke udara.
Tau bahwa pemuda ini berbahaya, Antony mundur beberapa langkah memasang kuda-kuda dan lebih waspada.
Namun saat itu, tiba-tiba Noah tersenyum padanya, dengan pipi bengkak dan mulut mengeluarkan darah.
"Kau tak bisa membuatku berlutut, tapi aku bisa membuatmu mundur lima langkah."
Saat itu juga baru mereka sadar bahwa Antony Reyes telah dipaksa mundur oleh pemuda itu. Namun, hal itu tidak cukup sampai di sana.
Kata-kata Noah membuat pria itu kembali terperangah.
"Meski mulutmu mengatakan tidak, tapi nalurimu mengingatkan padamu, bahwa kau harus mundur jika berhadapan denganku, bukan?"
Saat itu juga Antony Reyes berdiri dan mendekat pada Noah. "Aku Antony Reyes, siapa kau anak muda?"
"Aku Noah ... Noah Evans!"
Antony Reyes mengangguk, dan tiba-tiba kembali tersenyum. "Baiklah, Tuan Evans ... ."
"Buk ... !"
Sebuah pukulan cepat yang sangat kuat dari Antony Reyes, mendarat di pelipis mata Noah yang sukses membuat pemuda itu jauh terlentang kebelakang, tak sadarkan diri.
"Aku ingin bicara dulu dengan teman lamaku. sementara itu ... tidurlah."
__ADS_1