
Di Alco City, keluarga Fane kedatangan tamu, yang sudah mereka duga akan berkunjung cepat atau lambat. Namun, Harry Fane tidak menyangka orang itu akan datang secepat ini.
Di atas gedungnya, baru saja mendarat sebuah helikopter pribadi, yang membawa tiga orang penumpang. Di mana, salah satu di antara mereka adalah Nicholas Zargosky.
Saat menginjakkan kakinya di atap gedung itu, Nicholas tersenyum miring. Di melihat Harry sedang menunggunya di sana.
"Tuan Fane ... "
Harry mengangguk sambil menyambut uluran tangan Nicholas, menjabatnya.
"Selamat datang ... "
Lima menit kemudian, mereka sudah berada di dalam sebuah ruangan, tempat pertemuan mendadak itu di adakan.
"Tuan Fane ... Seperti yang kau ketahui, aku tidak suka berbasa-basi. Jadi, mari kita langsung saja."
Harry hanya menganggukkan kepalanya, dan menjawab. "Maaf, Tuan Zargosky, aku pikir Tobias adikmu, sudah memberi tahu tentang ini sebelumnya."
Nicholas mengernyitkan keningnya, dan balik bertanya. "Toby?"
"Ya, Toby ... "
"Tidak, tidak ... Dia tidak memberi tahu apapun. Katakan saja, jika itu memang penting."
Harry tersenyum, namun dia menggelengkan kepalanya. Saat itu, dia langsung berdiri dan mulai berkata.
"Sejak beberapa hari yang lalu, aku bukan lagi pemimpin Jaringan keluarga Fane ... Semua itu, sudah aku serahkan pada William, anakku ... "
Mendengar itu, wajah Nicholas langsung berubah datar. "Harry Fane ... Ku ingatkan kau, agar jangan main-main denganku. Apa maksudnya itu?"
Harry memajukan tubuh sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja, dan bertumpu di sana.
"Nicholas Zargosky ... Awalnya, aku menganggap kalian dengan serius. Akan tetapi, sepertinya kalianlah yang sedang bermain-main di sini."
"Braaaakkk!!"
Nicholas menepuk kuat meja dan ikut berdiri. Dia menunjuk langsung pada Harry yang ada di depannya.
"Bermain, katamu? ... Kau pikir aku datang ke sini hanya untuk bermain-main? Tarik ucapanmu, atau kau akan sangat menyesal!"
Harry mendengus. "Aku rasa, kau memang terlalu muda untuk ini, Nicholas ... Aku akui kau bisa menghancurkan keluarga yang jauh lebih kuat dariku. Jadi, bukan tidak mungkin kau bisa dengan mudah menghancurkan Jaringan kami. Tapi ... "
Harry menggantung kata-katanya, sambil menunjuk jauh entah kemana.
__ADS_1
"Seseorang mampu memulihkan apa yang kau hancurkan dengan susah payah, lewat seorang gadis yang masih sangat-sangat muda ... "
Harry kembali menjeda kata-katanya, kemudian melipat kedua tangan di depan dada, lalu kembali berkata.
"Aku heran ... Apa yang masih membuatmu, begitu percaya diri saat mengatakan ancaman tentang hancur menghancurkan ini ... Sebelumnya, aku berpikir kau sangat pintar. Tapi ternyata aku sangat salah ... Itulah kenapa, aku akhirnya menyerahkan semuanya pada William, karena dia sudah berpikir jauh di depanku ... "
Nicholas semata tertegun sebentar, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Aku rasa, kau benar ... Salahku, membiarkan Tobias memegang sesuatu yang tidak dia mengerti. Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk tidak mengakuinya ... "
Harry mengangkat bahu, menanggapi pengakuan Nicholas tersebut. Namun, di sana bersamaan, dia melihat laki-laki itu kembali tersenyum.
"Tuan Fane ... Aku mentoleransi sikapmu ini. Dan kau menanyakan kenapa aku begitu percaya diri, bukan?"
Setelah bertanya, Nicholas kembali duduk. Dia sengaja menunggu reaksi Harry, dan merasa puas karena pria itu terlihat penasaran.
"Tuan Harry ... The Elevens ... Bukanlah yang tertinggi. Tidak ada yang seperti itu ... Jika kau melangkah lebih tinggi, kau akan melihat bahwa, sebagian besar dari negara bagian ini, sejak awal, sudah di kuasai satu Jaringan keluarga saja ... "
Mendengar itu, mata Harry melebar. Namun, saat itu juga dia melihat Nicholas Zargosky kembali berdiri, dan kembali berkata.
"Dengar Harry F**kin Fane ... aku kesini, bukan untuk berdebat dengan cecunguk seperti kau, apalagi anakmu ... Aku kesini, untuk melihat, apa sampah seperti kalian bisa berguna bagiku, atau tidak ... Jadi, katakan padaku apa yang kalian ketahui tentang orang itu ... "
Sementara itu, tidak jauh dari gedung keluarga Fane, William sedang menunggu kedatangan seseorang. Banyak hal, yang membuat mereka sulit untuk bertemu beberapa waktu ini.
Sebuah sedan Nissan G350Z yang sudah mengalami modifikasi penuh, berhenti tepat di belakang mobilnya.
William melihat Dale baru saja turun dari sana, dan datang mendekat. Meski sama-sama tersenyum, namun keduanya menggelengkan kepalanya di saat bersamaan.
Saat mereka berjabat tangan, William langsung berkata. "Seperti biasa ... Kau selalu berada di jalur yang tepat."
Dale menepuk pundak William, dan menjawab. "Seperti biasa ... Kau selalu, di jalur yang salah ... "
Keduanya memahami apa yang mereka katakan. Namun, begitu mereka selalu berakhir di tempat yang sama.
"Hmmm ... Kau tentu sudah tau, kenapa aku memintamu datang, bukan?"
William menghela nafas panjang, lalu melepasnya dengan kasar. Setelah merentangkan kedua tangan, di mengangkat bahu sekali, dan berkata pasrah.
"Yah, kita lewati saja bagian pembuka nya ... Jadi, apa taruhannya kali ini?"
William yang tersenyum, lalu berkata. "Masa depan ... !!"
Tidak ada kata lagi, setelah itu. Keduanya terdiam beberapa lama, sebelum akhirnya Dale bersuara.
__ADS_1
"Dale Kingstone ... Aku William Fane ... Menggunakan hak ku sebagai salah satu raja jalanan, untuk menantangmu ... "
Malam itu berlalu dengan sangat panjang. Di Silverstone, beberapa mobil mewah terus berdatangan.
Ada yang datang berkelompok, selebihnya hanya iring-iringan kecil saja. Akan tetapi, semua mobil tersebut, berakhir pada satu tempat.
DevilHill, sekali lagi menjadi pusat perhatian seluruh penduduk kota. Setelah pembangunan gila-gilaan pada Silverstone, kini pemilik bukit yang menjadi pusat pengendali bisnis di kota itu, terlihat akan segera mengadakan pertemuan keluarga Mafia, dari beberapa daerah.
Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Saat itu juga, penduduk kota mulai menyadari bahwa sebentar lagi, dari kota mereka akan di mulai sebuah pergerakan yang sangat besar.
"Apa kau berpikir saat ini, The Ghost ada di sana?"
"Tentu saja ... Namun, aku penasaran, apakah akhirnya dia akan menunjukkan wajahnya."
Dua orang yang duduk di sebuah restoran pinggir jalan, telah melihat setidaknya lima puluh mobi mewah melewati jalanan di depan mereka.
Setiap mobil itu, menggunakan plat nomor dari berbagai daerah. Saat itu, seorang pelayan yang membawakan pesanan mereka, mendengar percakapan itu.
"Bukankah tidak ada bedanya, jika dia menunjukkan diri atau tidak ... Tapi, seharusnya, kalian bertanya. Setelah semua yang dia lakukan pada kota ini, apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan?"
Saat itu juga, keduanya saling bertatapan. Namun, beberapa saat kemudian keduanya menggelengkan kepala, dan satu diantaranya berkata.
"Orang seperti kita, tidak tau apa yang ada di pikiran mereka ... Bagiku. Memiliki satu tempat usaha saja, sudah sangat sempurna."
Kata-katanya, mendapat anggukan dari temannya. "Ya, kau benar ... Kita tidak bisa memikirkan hal yang belum pernah kita rasakan, bukan?"
Saat mereka berkata seperti itu, tiba-tiba pelayan itu kembali berkata.
"Seorang anak muda, beberapa bulan yang lalu datang sedikit lebih pagi ke sini ... "
Saat itu, keduanya melihat pada pelayan wanita yang sudah sedikit berumur itu, dan bertanya.
"Nyonya ... Apa yang ingin kau katakan?"
"Ya, apa maksudmu? Dan apa hubungannya pemuda itu, dengan hal yang batu saja kita bahas?"
Saat itu, pelayan wanita tersebut hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tidak ... Aku hanya berpikir, saat dia akhirnya menunjukkan diri kembali di sini hari ini ... Ini, semua ini terjadi. Waktu itu ... "
Mendengar pelayan itu, berkata melantur, dua pria yang sedang di depannya mentertawakan nya.
"Nyonya ... Jika kau berpikir pemuda itu adalah, The Ghost ... Maka aku adalah Antonius dan di depanku ini, adalah Tuan Alex ... Hahahaha ... "
__ADS_1
Melihat kedua orang itu, menertawannya, sang pelayan hanya balas tersenyum dan berkata.
"Aku mengetahui sesuatu ... Tapi, kalian bukanlah orang yang tepat, untuk aku mengatakannya ... "