World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pertemuan


__ADS_3

"kita akan melakukan pergerakan yang sangat besar. Jadi, aku ingin semua urusan di kota ini selesai tidak sampai satu bulan dari sekarang."


Alice yang berada di Silverstone, menjadi pusat semua pergerakan yang Noah lakukan.


Wanita ini, berperan sebagai orang kedua yang mengambil keputusan penting di World Order.


Dalam beberapa hari Alice sudah mendapatkan semua laporan perkembangan yang seharusnya membuat seseorang terkejut. Namun, tidak bagi wanita yang satu ini.


Jika Noah mengatakan bahwa pemuda itu ingin membalikan seisi dunia, maka dia akan percaya dan tetap mengikutinya.


Mempermalukan keluarga Zargosky, tidak lagi terdengar mengejutkan baginya. Hari ini saja, Antonius yang berada di bawah pemuda itu, baru saja menantang langsung keluarga Flare.


Alice hanya memasukkan itu dalam catatannya seolah itu sudah biasa, dan akan selalu terjadi, selama mereka berada di bawah pemuda yang bercita-cita ingin menjadi sang penguasa itu.


Tidak hanya itu saja, tidak Samapi dua jam setelah dia mendengar kabar dari Antonius, Old Ted yang kini berada di Amberlead, melaporkan satu lagi hal yang membuat Alice tersenyum dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Nona Alice ... Tuan Alex memerintahkan kami untuk mempersiapkan berkas perizinan landasan pesawat terbang. Apakah kita akan bekerja sama dengan sebuah maskapai?"


Alice, yang tengah duduk di ujung meja panjang dimana di setiap sisi meja itu, duduk semua eksekutif yang menggerakkan urusan Bisnis World Order.


"Kita tidak akan bekerja sama dengan maskapai manapun. Tapi, kita sudah membeli pesawatnya. Cepat selesaikan berkasnya, dan minta kuasa hukum kita untuk melegalkannya segera!"


Alice mungkin sudah mulai terbiasa. Tapi tidak dengan yang lainnya. Bahkan sampai detik ini mereka selalu di kejutkan dengan pergerakan perusahaan tempat mereka bekerja ini.


"B-baiklah ... Aku mengerti. Akan kami selesaikan secepatnya."


Alice mengangguk mengerti lalu berbalik menatap seseorang yang sejak tadi sudah mengangkat tangan, meminta izin untuk berbicara.


"Katakan!"


"Nona Alice, Sattelite meminta izin untuk mencairkan dana yang cukup besar ... Aku mendapatkan bahwa Tuan Julius Clark mengajukan Dua triliun untuk membebaskan sebuah lahan."


Alice hanya menganggukkan kepalanya sekali, lalu berkata "Setujui semua yang di ajukan Sattelite ... Mereka berada di bawah perintah langsung, The Ghost."

__ADS_1


Mata semua orang melebar saat mendengar nama pemimpin tertinggi perusahaan itu di sebut. Meski itu hanyalah sebuah gelar, tapi tetap saja hanya Alice dan beberapa orang saja yang bisa mengatakan hal tersebut dalam urusan bisnis menyangkut World Order, tanpa berkedip sedikitpun.


"Baik, segera akan aku lakukan."


"Bagus ... Ada lagi?"


Alice melihat bahwa orang itu masih terlihat ingin mengatakan sesuatu jadi dia kembali bertanya.


"Ya, Seseorang bernama Carl Portman ... Pencairan dana yang cukup besar. Aku belum menemukan nama orang itu, di Database Sattelite, ataupun World Order."


Mendengar itu, Alice sedikit mengerutkan keningnya. Dia seperti pernah mendengar nama keluarga itu, tapi wanita itu lupa dari siapa dia mendengarnya.


"Sebentar ... Untuk apa dana itu akan dia gunakan?"


"Dia mengatakan bahwa seseorang memintanya untuk mendirikan Yayasan pendidikan. Dia juga mengatakan bahwa dia sudah mencantumkan draft rencana pembangunan itu, pada anda."


Saat itu juga, Alice langsung mengingat bahwa Noah pernah menelfon untuk membicarakan ini sebelumnya.


Alice mengangguk sekali lagi, sebelum akhirnya berkata. "Ya, aku sudah memeriksanya ... Setujui, dan minta dia fokus pada Bronzeland, terlebih dahulu."


Untuk memulainya, Noah ingin Bronzeland menjadi awal dari pergerakan yayasan itu. Karena ini tidak ada urusannya dengan Jaringan dan Bisnis, maka Noah sengaja membuatnya terpisah, dan mempercayakannya pada Carl Portman untuk mengelolanya.


"Baiklah, aku akan menghubunginya dan mengatakan hal itu ... "


Setelah itu, Alice menatap pada semua orang di sana. Kemudian berkata.


"Jika kalian memiliki ide, jangan ragu untuk mengutarakannya. Atau, jika kalian memiliki kendala, langsung katakan padaku. Seperti kataku tadi, kita akan melakukan pergerakan besar. Semua bisa terjadi, jika kita di Silverstone sebagai pusat pengendali World Order, benar-benar sudah siap. Kalian mengerti?"


Semuanya langsung menganggukkan kepala mereka, mengerti. Tidak ada pekerjaan yang lebih mudah, daripada bekerja di sebuah Jaringan yang tidak memiliki masalah keuangan sama sekali.


Hanya saja, ambisi World Order yang sangat besar, memberi tekanan sendiri pada mereka. Namun, di saat yang sama, mereka merasa tertantang untuk membuktikan bahwa mereka semua memang pantas berada di bawah Jaringan yang mereka anggap sangat luar biasa dan di pimpin oleh orang-orang yang sangat luar biasa pula.


Baru saja pertemuan itu selesai, seseorang masuk dan langsung berjalan mendekat pada Alice.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Nona Alice, terjadi keributan di depan gerbang DevilHill ... Seseorang mengaku sebagi Paul Fargo dari Blacksteel, memaksa masuk, sementara mobil mereka tidak memiliki Pass untuk memasuki halaman di sini."


Mata Alice sempat melebar sebentar, saat nama keluarga itu di sebut. Tentu saja dia sangat mengenal dan tidak akan mungkin bisa melupakan nama keluarga tersebut.


"Apa yang dikatakannya?"


"Dia mengatakan bahwa dirinya mengenal anda, Tuan Antonius dan Tuan Alex, secara pribadi ... Seseorang sudah mencoba menghubungi Tuan Alex namun belum mendapat jawaban."


Mendengar itu, Alice berpikir sejenak, mencoba mempertimbangkan, apa yang harus dia lakukan. Namun, tak berapa lama dia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, biarkan saja di masuk."


Orang itu menganggukkan kepalanya, kemudian berbalik lalu pergi. Sementara itu, Alice mengetuk-ngetuk ponselnya ke atas meja sambil berpikir.


Sekarang, hanya ada dia di sana. Namun, jika dia membiarkan Paul Fargo membuat keributan di depan DevilHill, itu sama saja membuat World Order di rendahkan.


"Apa lagi yang diinginkan keluarga bajingan itu, di Silverstone?"


Alice hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu berdiri. Tak lama, dia berjalan sambil menghubungi seseorang, lewat ponselnya.


"Hahahaha ... Seharusnya, kalian melakukan ini dari tadi. Kalian membuatku tampak buruk. Padahal, aku hanya ingin bertemu dengan kenalan lamaku, saja."


Paul Fargo akhirnya mentertawakan semua penjaga yang mencoba menghentikannya. Karena setelah mengatakan bahwa dia mengenal tiga orang penting di dalam sana, sebuah perintah langsung membuat penjaga itu mundur, dan mempersilahkan dia dan orang-orang yang bersamanya memasuki kawasan itu.


Paul Fargo mengakui bahwa penjagaan di kota ini sangat baik. Namun, dia yakin saat namanya di sebut, itu akan memberi dampak berbeda pad salah satu dari tiga orang yang di sebutnya.


"Penjagaan seperti ini memang terlihat hebat. Tapi, itu hanya membuktikan betapa pengecutnya, orang yang berada di belakang semua ini ... "


Mobil mereka memasuki halaman Gedung Pusat World Order. Paul Fargo langsung turun dan melihat jauh ke dalam.


Dia tersenyum, saat melihat siapa yang sedang datang berjalan, menyambutnya.

__ADS_1


"Alice Sanders ... Aku akan bermain denganmu terlebih dahulu, sebelum mengirim kamu ke neraka, untuk menemani, adikku ... "


__ADS_2