
Myra mendengarkan apa yang dikatakan Antonius dengan seksama. Sementara itu, Aiden dan Mia yang menyaksikannya, mengerutkan kening mereka saat melihat Myra memberi tanda meminta mereka tetap di sana, saat panggilan itu berlangsung.
Keduanya melihat Myra hanya mengatakan kata Ya dan Aku Mengerti, selama itu, sampai akhirnya panggilan itu berakhir.
Tau bahwa apa yang di bahas dokter wanita dan orang yang baru saja menghubunginya itu, juga menyangkut tentang mereka, Aiden langsung bertanya.
"Nona Myra, siapa itu tadi ... ?"
"Tuan Aiden, tentu kau sudah tau bahwa Tuan Evans bukan orang yang sederhana, bukan?"
TIdak perlu berpikir terlalu lama bagi Aiden untuk menganggukkan kepalanya. Tentu saja sejak awal dia dan yang lainnya tidak pernah menganggap Noah sederhana.
Sekarang saja misalnya. Aiden bisa menebak bahwa seseorang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Noah-lah yang baru saja berbicara dengan gadis di depannya ini.
"Ya, tentu saja aku tau itu."
Mendengar jawaban Aiden, Myra langsung mengangguk mengerti. Lalu mulai menjelaskan situasinya.
"Tuan Aiden, aku bisa pastikan Tuan Evans dalam keadaan baik, dan akan sadar. Akan tetapi, orang yang baru saja menghubungiku, mengatakan bahwa kalian berdua sudah bisa kembali ke HighCopper sekarang."
Mendengar kata-kata Myra, tentu saja keduanya langsung terkejut. Dan keterkejutan itu, tentu saja karena beberapa hal.
Yang pertama, orang yang berbicara dengan Myra, tentu sudah mengenal mereka. Itu menandakan, bahwa siapapun dia, pasti juga sudah mengetahui alasan kenapa keduanya bisa berada di sini.
Yang kedua, dengan meminta mereka untuk segera kembali ke HighCopper, itu seolah situasi yang terjadi di sini, akan segera di ambil alih.
Hal itu tentu saja tidak masalah bagi Aiden ataupun Mia. Hanya saja, sebelumnya mereka berniat menunggu di BronzeLand, setidaknya sampai mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, Noah, ketua mereka itu sadarkan diri dan dalam kondisi baik-baik saja.
Ketiga, dan ini hal yang mengejutkan mereka sekaligus membuat mereka sangat penasaran. Siapa orang yang memiliki otoritas yang mempu memberi perintah pengambil alihan seperti ini, dan di saat seperti ini.
Bronzeland sudah ditaklukkan. Akan tetapi, situasi masih sangat rentan bagi Noah maupun the Ravens. Itu kenapa Aiden tetap memilih di tempat ini.
Bahkan, Dale dan William juga melakukan hal yang sama. Hanya saja keduanya sedang tidak bersama mereka untuk saat ini.
Dale di bantu oleh William, sedang menyelesaikan urusan dengan keluarga Faust untuk Noah, sebelum akhirnya Dale berniat membawa keluarga itu kembali ke kotanya, untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah dia lakukan empat puluh tahun yang lalu.
Masih banyak hal yang berenang-renang di kepala keduanya, saat itu. Namun, Myra langsung menyeret mereka dari lamunan yang tak mereka sadari dengan kembali bersuara.
"Ada hal tentang tuan Evans, yang sebaiknya kalian tau dari dia sendiri atau tidak sama sekali. Akan tetapi, jika kalian meragukan siapa yang berbicara denganku, dia mengatakan bahwa dialah yang mengutus orang yang kini memimpin Jaringan yang benama Sattelite di kota kalian."
Terjawab sudah. Aiden dan Mia langsung mengerti bahwa tak salah lagi, siapapun orang itu, pasti akan lebih bisa di andalkan untuk mengurus segala sesuatunya di sini.
__ADS_1
Lagipula, jika mereka pikirkan kembali, mengambil alih satu kota, meskipun sulit masih mungkin dilakukan. Buktinya Noah bisa melakukannya.
Akan tetapi, membangun serta menata ulang kota yang akhirnya mereka sadari sudah rusak dari dalam hanya dengan berada beberapa hari saja di sini, hampir mustahil bagi mereka untuk melakukannya.
Tentu saja saat ini memerlukan orang-orang dengan kredibilitas di atas semua orang yang ada di sini untuk melakukannya. Dimana, orang-orang itu, pasti sudah tau apa yang akan mereka lakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk memulainya.
"Baiklah, kalau begitu ... Nona Myra, aku dan yang lainnya akan kembali ke HighCopper setelah ini."
Myra kembali mengangguk mengerti. Setelah itu, dia melihat Aiden dan Mia sudah berdiri dan beranjak untuk pergi.
Namun, baru beberapa langkah saja keduanya berjalan, Myra kembali mengingat satu lagi pesan Antonius yang diminta untuk dia sampaikan pada keduanya.
Cepat Myra berseru pada keduanya. "Tunggu sebentar ... "
Saat itu juga Aiden dan Mia menghentikan langkah, dan berbalik.
"Orang itu juga memintaku untuk mengatakan bahwa, kalian sudah mengerjakan bagian kalian dengan sangat baik, dan sekarang mereka hanya mengerjakan bagian mereka. Jadi, ini bukanlah sebuah pengusiran."
Baik Aiden dan Mia, langsung tersenyum mendengar hal tersebut. Mereka sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang diminta oleh orang tersebut.
Akan tetapi pesan terakhir darinya itu, sama saja siapapun dia, dia hanyalah anggota Noah, sama seperti mereka.
Menyadari bahwa Noah masih memiliki orang hebat lain yang berada di bawahnya, hal itu tentu saja membuat Aiden dan Mia adiknya itu senang.
"Ya, tentu saja kami mengerti hal itu. Tapi, terimakasih sudah mengatakannya. Kalau begitu, kami pergi ... "
Setelah itu, keduanya benar-benar pergi. Itu menandakan bahwa sekarang pengambil alihan dan rencana pembangunan serta menata ulang BronzeLand, benar-benar akan segera di mulai.
Setelah Aiden dan Mia pergi, Myra langsung berjalan ke ruangan dimana Noah kini sedang terbaring.
Setelah menutup pintu, Dokter wanita itu, langsung mengulas senyum di wajahnya sebelum bersuara.
"Mereka telah pergi ... "
Saat mendengar itu, Noah langsung membuka matanya, dan langsung bergerak untuk duduk.
Sambil memutar-mutar kepala guna meregangkan lehernya yang terasa kaku, Noah berkata.
"Hmm ... Ternyata berpura-pura seperti ini, lebih sulit dari pada melawan para bajingan itu."
Myra hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar hal itu. Dia adalah satu-satunya orang yang tau bahwa Noah sudah sadar hanya empat jam setelah operasi dilakukan.
__ADS_1
Sebagai orang yang menemukan Noah di atap gedung dengan kondisi yang sangat menggenaskan beberapa hari yang lalu, serta sebagai salah satu dokter yang ikut mengoperasinya, Myra masih tidak percaya bahwa Noah sudah bisa berdiri sehari setelahnya.
Bahkan, Acton yang memiliki luka tidak separah itu, sekarang masih terbaring lemah di ruangan lainnya.
Myra begitu penasaran apa yang membuat pemuda yang sekarang terlihat sangat gagah dan tampan namun penuh wibawa di depannya itu, merahasiakan prihal kesadarannya dari semua orang.
Akan tetapi, karena telah mengawasinya selama beberapa hari ini, Myra bisa melihat Noah mengendalikan beberapa orang hebat hanya lewat ponselnya saja.
Masih mengejutkan baginya, Noah mampu membuat kepala kepolisian negara bagian Goldwest, muncul di Bronzeland hanya dengan satu panggilan telfon saja.
Berpikir mengetahui hal tersebut diluar apa yang pantas diketahuinya, Myra menanyakan hal lain yang membuat dirinya juga sama penasarannya.
"Tuan Evans ... Sebenarnya, seberapa kuat dirimu?"
Saat Pertanyaan itu dia dengar, Noah telah berdiri dan menghadap pada dokter wanita itu.
"Aku tidak tau, tapi cukup kuat untuk mengambil alih kota ini dari tangan para bedebah itu ... "
Myra menelan ludah saat mendengar jawaban Noah. Tapi bukan jawaban pemuda tersebut yang membuatnya bersikap seperti itu. Akan tetapi hal lainnya.
Myra menyaksikan Noah membuka baju yang memperlihatkan setiap inci tubuh bagian atasnya yang sangat proposional, serta bekas-bekas luka yang entah kenapa membuat wanita itu menjadi bergairah.
"Sial ... Dia melakukannya lagi. Apa dia memang sengaja memancingku?" Batin Myra, masih sambil memperhatikan Noah sampai habis.
Setengah jam kemudian, Aiden dan Mia sudah melintasi jalan tol untuk kembali HighCopper.
Di perjalanan, rombongan mereka melihat empat helikopter sedang menuju arah berlawanan.
"Noah, benar-benar luar biasa, bukan?"
Aiden hanya menggelengkan kepalanya, saat mendengar Mia lagi-lagi memuji pemuda tersebut untuk kesekian kalinya.
"Ya, tentu saja. Dan itulah kenapa dia sangat pantas menjadi Raja ... Mungkin, akan segera menjadi satu-satunya."
Setelah itu, Aiden menginjak pedal gas dalam-dalam.
Sementara itu, di salah satu kota terbesar di negara bagian Goldwest, Paul Fargo kembali dipanggil ke kantor pusat Jaringan keluarga Fargo dimana ayahnya Haland Fargo berada.
"Katakan padaku, apa dia memang pantas untuk diundang dan menjadi bagian dari the Elevens ... "
Paul Fargo mengangguk yakin, sebelum akhirnya menjawab ayahnya dengan tegas.
__ADS_1
"Aku tidak pernah seyakin ini, seumur hidupku ... "