World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Terimakasih, Ivy


__ADS_3

Lima belas menit sebelum pembicaraan antara Toby dan Noah terjadi, Julius Clark bersama Miranda dan anak mereka Ivy, benar-benar merasa kiamat akan segera tiba.


Pasalnya, tiba-tiba saja sekretarisnya memasuki Ruangan yang menjadi kantor Julius, di mana mereka masih berusaha mencari solusi atas permasalahan yang tengah mereka hadapi, menyerukan kode merah.


Sebuah kode, yang hanya menjurus pada satu Fakta. Sang penguasa tertinggi Jaringan yang memayungi serta orang yang mengangkat derajat keluarga itu setinggi langit, akan atau baru saja tiba di sana.


"Sial, ini sudah berakhir ... "


Kedatangan Noah yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu itu, membuat ketiganya benar-benar panik.


"Ayah, a-ku ... a-kan ... menjelaskannya ... "


Ivy Clark, gadis yang biasanya sangat percaya diri dan cukup berani berani dalam mengahadapi masalah itu, sekarang seperti kehilangan dirinya.


Berita tentang bagaimana cara Noah menaklukkan Bronzeland, telah menunjukkan pada mereka, selain menyandang gelar sebagai the Ghost yang misterius, pemuda itu juga memiliki nama lain, yang sesuai dengan karakter lain di dalam dirinya yaitu, The Madness.


"Ivy ... Duduk saja, jika kau tetap berdiri, maka kau akan jatuh begitu dia masuk."


Tidak menunggu, Julius memutuskan untuk menyongsong kedatangan Noah.


"Miranda, kau di sini sa—"


Kata-kata Julius yang hendak mengatakan agar istrinya tetap di dalam dan menemani putri mereka yang tampak sudah sangat pucat itu, harus terpotong, karena saat itu juga seseorang yang sudah berdiri di pintu, bertanya.


"Tuan Julius ... Apa kau akan pergi?"


Saat menyadari siapa yang baru saja masuk, ketiganya merasakan udara di sekitar menghilang. Bahkan, untuk menjawab pertanyaan Noah saja, Julius seperti kehilangan suaranya.


Noah hanya tersenyum, saat melihat bagaimana ekspresi ketiganya saat ini. Dia sudah bisa menyimpulkan apa yang sedang terjadi.


Akan tetapi, apa yang ada di dalam pikiran Noah, sungguh jauh berbeda dengan apa yang ketiganya itu pikirkan saat ini.


"B-bos ... Beg-begini ... "


Julius sadar bahwa Noah kemungkinan besar sudah mengetahui situasinya. Namun, dia kehilangan akal dan tidak tau harus memulai dari mana untuk menjelaskan.


Melihat ketiga orang itu begitu takutnya, Noah hanya bisa menggelengkan kepala, dan mencoba tersenyum untuk mencairkan suasana.


"Tuan Clark ... Tenangkan dirimu ... " Setelah mengatakan itu, Noah menoleh pada Miranda dan Ivy yang kini berdiri dengan tubuh gemetar. "Nyonya Clark, Ivy ... Duduklah ... "


Miranda dan Ivy tidak berani untuk duduk, karena saat itu Noah masih berdiri. Namun, keduanya juga tidak berani membantah perintahnya.


Entah kenapa, permasalahan duduk saja, terasa begitu besarnya bagi mereka.saat berhadapan dengan pemuda ini.

__ADS_1


"Tu-tuan ... Evans ... A-aaku ... A-aku ... "


Saat itu, Noah melihat Ivy semakin gugup. Dia berpikir jika terus membiarkan gadis itu berdiri di sana sedikit lebih lama, maka gadis itu akan segera tumbang.


"Ivy tenanglah ... Semua baik-baik saja ... "


Saat itu, sebuah kehangatan langsung menjalar ke sekujur tubuh gadis itu, karena satu tangan Noah telah merangkulnya.


Namun begitu, hal tersebut membuat ketakutan gadis itu berubah menjadi rasa sesal yang sangat mendalam. Dia merasa benar-benar telah membuat semua orang dalam masalah.


Melihat bagaimana Noah berkata, jelas menandakan bahwa pemuda ini benar-benar sudah mengetahui masalah apa yang sedang di alami perusahaan Sattelite milik Noah, yang sudah dipercayakan pemuda itu pada ayahnya.


"Tu-tuan ... Evans ... Maafkan aku ... "


Miranda dan Julius, hanya bisa terdiam saat putri mereka menangis. Namun, satu hal yang membuat mereka benar-benar tidak bisa berkata-kata adalah, bukannya marah namun, pemuda yang bisa menghilangkan udara di sekitar mereka hanya dengan keberadaannya itu saja, membawa putri mereka ke dalam dekapannya lalu mengusap rambut gadis itu, berusaha menenangkannya.


"Tidak apa-apa ... Tidak apa-apa ... "


Melihat itu, Julius dan Miranda mulai kembali bernafas. Setidaknya, jika Noah marah, pemuda itu tidak langsung menunjukkannya.


"Tuan Evans, a-aku be-benar-benar bodoh ... Maafkan aku ... "


Gadis itu masih menangis, saat mengatakannya. Namun, saat itu Noah hanya bisa diam dan terus berusaha membuat gadis itu tenang.


Beberapa saat setelahnya, tangis Ivy sudah sedikit mereda. Dan Noah meminta sekali lagi agar mereka duduk, setelah dia melakukannya terlebih dahulu.


Setelah semuanya tampak sedikit lebih tenang, Noah mengedarkan pandangannya pada ketiga orang itu, yang sama sekali tidak berani balas menatapnya.


Noah tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Karena mereka berada di Awah Jaringannya, maka Noah menganggap semua orang adalah keluarganya.


Namun, saat pandangannya berhenti pada Ivy, Noah menanyakan langsung ke intinya.


"Ivy Clark, Jawab aku ... Apa kau menyukai pemuda itu?"


Satu pertanyaan itu, langsung membuat mata Ivy melebar. Entah kenapa, otaknya seperti berhenti bekerja, dan tubuhnya bergerak dengan sendirinya.


Gadis itu langsung datang mendekat, dan duduk di bawah lalu bersimpuh di paha pemuda Noah.


"Tuan Evans ... percayalah padaku ... Aku berani bersumpah atas kedua orang tuaku, Aku sama sekali tidak menyukainya ... dan aku akan selalu menjadi milik mu ... "


Meski kejadian itu begitu cepat, serta kata-kata yang di ucapkan oleh Ivy terasa sedikit berlebihan bagi Noah, namun hal itu sudah menjelaskan segalanya.


Pemuda itu tersenyum, lalu berkata.

__ADS_1


"Bagus ... Jika begitu ... Hubungi dia ... !"


Mata mereka terbelalak saat Noah mengatakan itu. Namun, saat itu juga pemuda itu meresponnya.


"Aku ingin bicara dengan bajingan yang berani mengusik Jaringan dan orang-orang ku ... "


Juki mengangguk saat Ivy melihat padanya. Saat itu juga, gadis itu mengambil ponselnya lalu mencari nama Tobias Zargosky di sana.


Saat melihat Ivy sudah menekan tanda memanggil, Noah meminta benda itu dari tangan gadis tersebut.


"Berikan padaku ... "


Ivy yang tidak berani menolak, langsung memberikan ponsel itu pada Noah. Saat di tangannya, Noah perlu dua kali mengulang memanggil sebelum akhirnya seseorang di seberang sana menjawab.


Saat itu, mereka bisa langsung mendengar Tobias berbicara di seberang sana, Karena Noah menggunakan pengeras suara.


"Ivy, maaf ... Saat ini aku sedikit sibuk ... Jika kau ingin membicarakan sesuatu, maka kau bisa bertemu denganku nanti malam. Kau bisa datang ke kamarku di—"


Kata-kata Tobias itu, membuat wajah mereka Julius, Miranda dan Ivy langsung memerah.


Namun, saat mereka melihat raut wajah Noah, pemuda tersebut sekarang tampak sangat berang, dan langsung memotong kata-kata Toby.


"Dengarkan aku, kau brengsek ... Kau telah salah memilih lawan bermain ... Tidak ada satupun orang yang diperbolehkan mengusik apalagi meremehkan sesuatu yang aku miliki ... "


"F**k ... Siapa kau, brengsek? ... Kau tidak tau siapa a—"


Keluarga Clark seperti sedang menyaksikan dua orang Raja, yang sedang saling menantang, untuk mengajak berperang.


Namun, kalimat terakhir yang di ucapkan Noah, sudah langsung menjelaskan kemana masalah yang berawal dari perasaan ini, akan berujung.


"Persetan dengan kau atau keluarga busuk mu itu ... Kau sibuk, Huh? ... Bersiaplah, karena aku, akan membuatmu benar-benar sibuk ... "


"F**kin, Bas***rd ... Siapa kau—"


Noah langsung memutus panggilan itu, tanpa memberikan kesempatan pada Tobias Zargosky untuk menanggapinya.


Pemuda itu mengembalikan ponsel tersebut pada Ivy, sambil tersenyum.


Akan tetapi, baik Ivy maupun Miranda apalagi Julius Clark, benar-benar tertegun dengan apa yang baru saja terjadi.


Ketiganya terdiam, karena saat itu Ivy, Miranda dan Julius Clark menyadari bahwa mereka baru saja menjadi saksi saat The Ghost, mengibarkan bendera perang pada keluarga yang di gadang-gadang sebagai pemicu pergerakan yang merusak keseimbangan dunia Mafia, di seluruh penjuru negara bagian GoldWest itu.


Masih dalam ketertegunan mereka, tiba-tiba tangan Noah sekali lagi mengusap rambut Ivy.

__ADS_1


"Ivy Clark ... Terimakasih. Karena kau, aku memiliki alasan untuk ikut langsung dalam pertempuran ini ... "


__ADS_2