
Apa yang di katakan oleh Dax, tentu saja membuat Noah terkejut. Dia tidak menyangka saudaranya memiliki hubungan dengan salah satu ketua Jaringan di Bronzeland.
"Dax, seberapa kuat Jaringan Cadman di kota ini?"
"Aku rasa, mereka sama kuatnya dengan yang lainnya."
"Baiklah, biarkan saja Jaringan itu dan beralih ke keluarga Collins ... "
Noah memutus panggilan begitu saja karena Sekarang otaknya berfikir sedikit lebih keras.
Beberapa waktu kemudian, Fredy dan Bearice sampai di gedung Jaringan Briley. Di sana, mereka di sambut layaknya tamu kehormatan.
"Fredy, kau kembali ... Hahahaha."
Kurt menyapa Fredy seolah tidak pernah terjadi apapun sebelumnya. Bahkan, pemuda itu tidak menyapa Bearice.
"Kurt, aku tidak datang untuk menyapamu. Katakan, apa yang membuat kalian mengundang kami kesini?"
Pada dasarnya, Fredy bukanlah orang bodoh. Hanya saja kehidupan yang keras di kota ini, membuatnya selalu menunduk pada seseorang yang memiliki kekuatan serta kekuasaan di atasnya. Salah satunya Kurt Briley ini.
Namun demikian, sekarang sudah berubah. Fredy sangat mengerti bahwa posisinya di The Ravens, bukanlah posisi sembarangan. Satu kota ini sudah tau bahwa dia menjadi wakil ketua gangster terbesar itu.
Wajah Kurt seketika berubah. Meski tidak senang dengan tanggapan Fredy, tapi kehadiran dua orang ini sekarang begitu penting bagi Jaringannya.
"Oh, Fredy ... Kau sudah berubah. Bagus, bagus ... Hahahahha."
"Tuan Briley, sudahi basa basimu. Seperti kata wakil ketua the Ravens, kami kesini tidak untuk menyapamu ... "
Bearice tidak bisa menyembunyikan kegeramannya pada pemuda itu. Melihat Kurt Briley tidak memandangnya sama sekali, sungguh wanita itu berharap pemuda tersebut bisa mati di tangannya saat ini juga.
Kurt menoleh pada Bearice yang menatapnya tajam. Dan di sinilah Putra Lil Briley itu menunjukkan kebodohannya.
"Bearice, jangan bicara denganku seolah-olah kau sudah berada di atas sesuatu, Bi**ch ... "
Mendengar itu, Bearice tersenyum miring. "Kau, akan mati di tanganku ... Ingat kata-kataku ini, brengsek!"
Tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun. Itulah yang Noah tekankan pada dua orang ini saat menemui Jaringan Briley. Pasalnya, jika mereka menunjukkan sedikit kelemahan saja, maka rencana mereka akan gagal.
Saat Kurt terlihat ingin menanggapi kata-kata Bearice, seseorang menyela mereka.
"Tuan Fredy dan Nona Bearice, kalian sudah di tunggu. Silahkan ikut aku ... "
Keduanya hanya mengangguk dan berjalan melewati Kurt Briley untuk mengikuti orang tersebut.
Saat Bearice berjalan di depannya, Kurt Briley bergumam, geram. "Kau akan merasakan lebih dari yang sebelumnya, Bit**h ... "
Saat itu juga Bearice berhenti dan balik menoleh pada Kurt. "Kau tau tentang ini? ... Kau tidak ada apa-apa saat si tua Lil Briley, kami hancurkan."
__ADS_1
Mata Kurt Briley melebar saat mendengar kata-kata Bearice. Namun, gadi itu segera melanjutkan langkah meninggalkannya.
"Fredy Bronxson ... Ayo masuk. Hahahha "
Lil Briley tak ubahnya dengan orang-orang yang ada di depan. Entah kenapa sambutan ramah yang jelas hanya basa-basi itu, membuat Fredy dan Bearice mual.
"Tuan Briley, langsung saja. Tidak perlu basa-basi seolah kita memiliki hubungan baik."
Saat kata-kata itu di dengar Lil Briley, pria tua itu langsung mengubah Raut wajahnya.
"Brengsek kau ... Kau fikir aku benar-benar akan menyambut kalian dengan baik? ... Katakan, apa tujuan ketua the Ravens sebenarnya?"
Fredy mendengus. "Huh, kau tau tujuannya. Kenapa masih bertanya?"
Lil Briley terkesiap. Belum lama rasanya pemuda yang kini berbicara di depannya ini, menjadi kacungnya. Sekarang, mereka bicara seolah mereka sedang setara.
Tentu saja itu membuatnya tidak senang. Namun, tekanan dari keluarga Faust, membuatnya harus menahan diri, agar tidak membunuh Fredy saat ini juga.
"Baiklah, bukankah kalian ingin membuka Jaringan? ... Jadi, keluarga Faust memberi kalian kesempatan. Namun begitu, kalian harus bekerja di bawah Jaringannku, katakan itu pada Ketuamu."
"Hahahahha ... "
Fredy langsung tertawa saat mendengar kata-kata Briley. Namun, setelah tawanya mereda, dia kembali berkata.
"Lil Tua ... Katakan pada keluarga Faust, kami tidak membutuhkan izin apapun dari keluarga Faust, apalagi kalian."
Saat Fredy mengatakan hal tersebut, Bearice maju sedikit lebih mendekat pada Lil Briley.
Sebuah map berwarna hitam, baru saja di letakkan di atas meja di mana Lil Briley duduk.
Lil Briley mengangkat alis, dan bertanya heran. "Apa itu?"
"Bukalah, kau akan tau."
Sementara Lil Briley, mengambil map tersebut, Bearice mengangkat ponselnya dan segera menghubungi Noah.
"F**K ... !!"
Fredy dan Bearice tersenyum mendengar Lil Briley mengumpat. Mereka tau benar apa yang ada di dalam map tersebut.
Di sana hanya ada satu lembar kertas, yang bertuliskan. "Go To Hell ... "
"Tuan Briley seseorang ingin bicara denganmu ... "
Lil Briley langsung menyambar ponsel Bearice. Tanpa menanyakan apapun, dia sudah tau siapa yang berada di sebalik panggilan tersebut.
"Bangs*t ... Kau mengancamku, huh? ... Ingat ini brengsek. Aku Lil F**kin Briley akan—"
__ADS_1
Tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, Noah di seberang sana langsung bertanya.
"Kau akan apa? ... "
"Kau akan mati, bajingan!"
Setelah mengatakan itu, Lil Briley tidak mendengar apapun dari Noah. Namun beberapa detik kemudian, dia kembali mendengar pemuda itu bersuara.
"Bisakah pemadam kebakaran di kota ini memadamkan enam gudang di waktu bersamaan? ... Hmm, aku rasa itu mustahil, bukan?"
Mata Lil Briley langsung melebar, sebelum akhirnya dia berteriak histeris. "Bangsat ... Di mana kau bajingan?"
"Tenanglah, Lil Briley ... aku hanya bertanya. Berikan ponsel ini pada gadis itu."
Lil Briley tidak menyangka tiba-tiba posisinya di bawah ancaman The Ravens. Tepat seperti apa yang di katakan Bourne Scout, pemuda ini tidak banyak kata.
Bearice mengambil ponsel yang di ulurkan Lil Briley, lalu mendekatkan pada telinganya.
Sambil melirik pria tua itu, Bearice memanggil Noah. "Ya, Ketua?"
Sementara Lil Briley melihat Bearice mendengarkan Noah berbicara, dia menoleh pada Fredy yang mamandangnya dengan tatapan meremehkan.
"Apa sebenarnya rencana kalian, brengsek?"
Fredy hanya menggelengkan kepala, "Kau akan mendengarnya."
Tak lama setelah Fredy mengatakan itu, Bearice sudah mengakhiri sambungan.
"Tuan Briley, kau punya waktu satu jam. Beri tahu pada keluarga Faust, bahwa Ketua kami ingin bertemu. Jika tidak ... "
Bearice manggantung kata-katanya, sebelum akhirnya menggelengkan kepala. "Aku rasa, aku tak perlu mengatakannya, bukan?"
Fredy dan Bearice pergi begitu saja setelah mengatakan hal tersebut.
Sebenarnya, ini sangat tidak wajar. Sempat terfikir oleh Lil Briley untuk menyandera kedua orang itu, Namun nalurinya mengatakan bahwa itu akan sangat merugikannya.
Lama dia berfikir, sebelumnya akhirnya dia mengambil ponsel dan mencari sebuah nama di daftar kontaknya.
"Tuan Briley ada—"
"Eddy ... Sepertinya, kita berhadapan dengan seseorang yang benar-benar tudak memiliki aturan ... Eh, maksudku, dia memiliki aturan permainannya sendiri ... "
Meski jauh lebih muda, tidak pernah Lil Briley menyela Eddy Faust sebelumnya. Namun sekarang, dia melupakan basa basi itu dan langsung mengatakan apa yang ada di kepalanya.
"Tuan Briley, apa maksudmu?"
"Dia ingin bertemu denganmu ... "
__ADS_1
"Siapa?"
Lil Briley, menelan ludah sebelum menjawab Eddy Faust. "The Madness ... Dia ingin bertemu denganmu ... "