World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Myra Collins


__ADS_3

Noah berbalik dan melihat seorang dokter yang bertanya padanya. Dari wajah dokter itu, tentu saja Noah belum melupakannya.


Noah berusaha tersenyum walaupun banyak pikiran dan rencana yang kini berenang-renang di kepalanya.


"Helo, Dokter ... Senang bertemu lagi."


Dokter Wanita yang sempat ragu itu, balas tersenyum.


"Oh, ternyata benar. Sukurlah ... Senang bertemu denganmu lagi,  Tuan Evans."


Saat itu juga, Dokter wanita itu seolah mengingat sesuatu. Dan langsung bertanya.


"Apa kau mengenal, pasien ini?"


Noah langsung mengangguk saat itu juga. "Ya, dia saudaraku."


Mata Dokter itu langsung melebar dan mulutnya ternganga. Beberapa detik, seolah otaknya sedang memikirkan sesuatu. Namun, beberapa saat berikutnya dia langsung mendekat pada Noah dan berkata dengan sangat cepat.


"Tuan Evans, memang kondisi pasien cukup parah. Akan tetapi, kami di sini pasti bisa merawatnya. Sekarang, dia sudah sangat stabil dan akan bangun tidak lama lagi. Kau tidak perlu memanggil helikopter untuk membawanya ke Silverstone. Percayalah ... "


Noah menggelengkan kepalanya, untuk menanggapi namun saat itu juga, dokter tersebut salah mengartikannya.


"Oh ya, aku mengerti ... Tentu saja, ini salahku ... Maaf, sebentar ... "


Dokter itu kini terlihat gugup saat meraba-raba saku di pakaiannya. Saat menemukan apa yang di carinya, wajahnya terlihat lega.


Noah mengernyit heran dengan tingkah dokter tersebut apa lagi saat ini dia terlihat tidak sabar menunggu agar orang yang sedang dihubunginya di seberang sana, segera menjawab panggilannya.


"Ayah, sepertinya dalam waktu dekat, akan ada helikopter lagi akan mendarat di sini. Agar tidak terjadi kehebohan seperti sebelumnya, sebaiknya minta beberapa orang untuk mengatur tempat pendaratannya ... "


"Dokter, tidak ... Maksudku, aku tidak akan memanggil helikopter atau apapun."


Mendengar Noah menyelanya, Dokter tersebut langsung kembali berkata di sana. "Ayah, batalkan itu ... Tapi, aku rasa sebaiknya kau kesini."


Setelah memutus panggilan, dokter itu berbalik dan menoleh pada Noah dan saat itu Noah kembali mengernyit heran. Karena, jelas terlihat Dokter cantik itu, baru saja sedikit membungkuk dan saat ini terlihat sangat gugup.


"Maaf, Tuan Evans ... Aku ... Aku ... "


Noah kembali menggeleng dan berkata. "Noah ... panggil saja aku Noah."


Kali ini Dokter tersebut yang menggelengkan kepalanya, dan membalas menanggapi.


"Tidak, tidak. ... Aku tidak berani."

__ADS_1


Noah menghela nafas dan melepasnya. Saat itu, dia melihat name tag dokter itu yang ada di bajunya dan memanggilnya.


"Dokter Collins? ... "


"M-Myra ... Panggil saja aku Myra, Tuan Evans."


Tentu Berhadapan dengan Noah membuat Myra sangat gugup. Hal itu karena, Noah bisa dengan mudah Mendatangkan sebuah helikopter medis dengan peralatan lengkap dari rumah sakit terkenal di negara mereka dengan sangat mudahnya.


Itu saja sudah menunjukkan bahwa Noah sangat kaya raya. Namun itu belum seberapa. Yang membuatnya terkejut adalah siapa yang menunggu mereka saat baru saja mendarat di rumah sakit itu.


Selain seorang dokter, Myra adalah putri pemilik rumah sakit ini. Jadi, bisa dikatakan bahwa keluarga berasal dari jaringan bisnis di bidang obat-obatan dan peralatan kesehatan.


Tentu saja dia bisa langsung mengenali Empat orang yang menunggu itu. Mereka adalah Alice Sanders, Antonius Zephire, Alex Hutching dan Albert Hall.


Empat orang yang dikenal sebagai A4 dari sebuah perusahaan investasi baru yang sangat besar di Silverstone saat itu, yang bernama World Order. 


Masalahnya, kejadian mengejutkan itu tidak sampai hanya itu saja. Empat orang tersebut terlihat sangat menghormati Noah.


Meski terkenal sangat misterius, sudah dipastikan Hanya ada satu orang saja yang bisa membuat keempat orang tersebut menundukkan kepala mereka saat berhadapan dengannya. Itu tentu saja sang pemimpin Jaringan tersebut.


Saat itu, Myra Collins langsung menyadari bahwa dia sedang berada di sebelah orang paling misterius di negera bagian Goldwest, dan mungkin saja di seluruh negara ini.


Saat itu, jika saja dia bukan seorang profesional saat menangani pasien, mungkin Myra sudah terjatuh karena saking gugupnya.


"Baiklah, aku rasa tidak perlu meminta ayahmu untuk kesini. Lagipula, ini sudah larut malam."


Myra langsung mengangguk, dan mengangkat ponsel dan kembali menghubungi ayahnya.


Noah membiarkan wanita itu berbicara, sementara dia mendekat untuk sekali lagi melihat keadaan Issac.


Saat Myra selesai, Noahbkembali menoleh padanya dan berkata.


"Dokter ... dari sikapmu, aku bisa menyimpulkan bahwa kau sudah tau siapa aku, bukan?"


Myra langsung mengangguk cepat, dan mengangkat tangan kanan tergenggam dengan jari tengah dan telunjuk Terbuka.


"Tuan Evans, aku bersumpah aku tidak mengatakan hal ini, bahkan pada ayahku sendiri."


Myra cukup cerdas. Tentu saja dia tau saat seseorang di beri gelar The Ghost bukan tanpa alasan. Dia tidak ingin sebuah kecerobohan yang konyol, membuat dia atau keluarganya hancur begitu saja.


Noah mengangguk. "Baiklah, aku menghargainya. Terimakasih."


Walaupun sangat gugup, Myra sangat bersukur malam ini memutuskan untuk bekerja pada Shift malam.

__ADS_1


Melihat Myra, Noah menjadi memiliki sebuah gagasan dalam benaknya.


"Dokter Myra, apakah kau sibuk?"


Myra segera menggeleng. "Tidak, tidak sama sekali ... "


Sikap Myra yang seperti itu, tentu saja membuat Noah tidak nyaman.


"Tidak perlu gugup begitu ... Aku hanya seorang pemuda biasa, yang tumbuh di kota ini."


Mata Myra langsung melebar. Dan dia segera menutup mulutnya sebelum berseru. "Tidak mungkin ... "


Noah menggelengkan kepalanya dan tersenyum mengerti.


"Tentu saja kau akan sulit mempercayainya. Tapi, aku sudah mengatakan padamu bahwa Nyonya Victoria adalah ibuku dan pemuda yang kini terbaring ini adalah saudaraku. Seharusnya, dengan melihat data mereka, kau sudah mengetahuinya bukan?"


Ya, memang benar. Saat begitu kembali dari Silverstone, Myra langsung mencari tau siapa Noah. Saat itu, dia menemukan latar belakang pemuda tersebut berasal dari panti asuhan yang di kelola Victoria di kota ini.


Namun seperti banyak orang lain pikirkan, itu pasti hanyalah sebuah alibi yang dipersiapkan untuk menyembunyikan latar belakang pemuda itu yang sesungguhnya.


Dan seperti yang hampir semua orang simpulkan, mencari latar belakang orang seperti Noah, sama saja dengan menggali kuburan mereka sendiri. Saat itu juga, Myra langsung berhenti bahkan tidak ingin memikirkannya lagi.


Karena Myra tidak bersuara. Noah kembali berkata.


"Maukah kau menemaniku di sini? Ada beberapa hal tentang kota ini yang ingin aku ketahui dan mungkin saja kau lebih banyak mengetahuinya."


Myra langsung mengangguk. "Baiklah, jika anda tidak keberatan. Kita bisa bicara di ruanganku atau ... "


Myra menggelengkan kepalanya. Saat itu, ajakannya terdengar sangat konyol. Dia seolah sedang berusaha mencari kesempatan untuk berdua di ruang pribadinya dengan Noah.


"Baiklah, terimakasih."


"Kau mau? ... Eh tidak, maksudku. Baik, baik, silahkan ikut aku."


Saat setelah beberapa saat berada di ruangannya, Noah langsung membuat Myra benar-benar terkejut.


"Tuan Evans ... Maaf, aku ingin memastikan sekali lagi. Apa kau benar-benar ingin mengajak kami bergabung di bawah World Order, Jaringanmu?  ... "


Noah hanya mengangguk. "Ya, aku berniat begitu. Apa menurutmu itu ide yang buruk?"


Myra menggeleng-geleng cepat. "Tidak, tidak, tidak ... Itu tidak buruk, bahkan tidak sama sekali ... Itu ... !"


Myra kembali mengambil ponselnya tergesa-gesa dan menunduk pada Noah sebelum kembali berkata. 

__ADS_1


"Tuan Evans, aku rasa aku memang harus memanggil ayah ... Tidak, maksudku direktur rumah sakit ini kesini, sekarang juga."


__ADS_2