World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Aku Akan Datang


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu sejak pertemuan seluruh jaringan yang ada di BronzeLand, namun The Ravens tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan pergerakan mereka.


Meski belum menguasai seluruh dunia bawah tanah di sana, tapi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa The Ravens adalah Gangster terbesar di kota tersebut.


Wilayah kekuasaan mereka sudah lebih dari lima puluh persen dari total luas BronzeLand. Hanya menunggu waktu saja sebelum akhirnya merek menguasai semuanya.


"Noah, ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi seperti ini dan di mana yang lainnya?"


Di BronzeLand, Noah memilih tetap tinggal di panti dimana dia di besarkan. Tujuannya, agar semua saudaranya yang masih ada di kota itu, mudah menemukannya.


Seperti saat ini, akhirnya dua orang saudaranya datang menemuinya.


Seperti kebanyakan orang yang mengenalnya, tentu saja sulit mempercayai berita yang tersebar beberapa hari terakhir terkait perubahan di dunia bawah tanah.


"Matthew, kenapa kau datang hanya untuk memarahi Noah?"


"Issac, dia melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya. Tentu saja aku memarahinya. Dan ... Kenapa kau membiarkannya melakukan ini?"


Issac yang sudah keluar dari rumah sakit sejak beberapa hari yang lalu, awalnya juga terkejut dengan perubahan besar di kota itu.


Apalagi semua itu di sebabkan oleh Noah, adiknya. Dia tidak menyangka Noah yang selama tumbuh bersama dengan mereka di sana, mampu melakukan hal yang tak mungkin orang lain bisa melakukannya.


"Membahayakan nyawanya? ... Matthew, Denish, jujur saja. Kalian pasti datang hanya karena diutus bos kalian masing-masing untuk menemuinya, bukan?"


Selama Noah di panti, ada lima orang yang memiliki umur diatasnya. Issac, Matthew dan Denis adalah tiga di antaranya.


"Issac, apa maksudmu? Aku dan Matthew mencemaskannya."


Setelah mengatakan itu, Denish menoleh pada Noah yang sejak kedatangan mereka hanya diam saja.


"Noah, sekarang kau harus mendengarkan kata-kata Matthew. Kau membahayakan nyawamu sendiri dan berurusan dengan Jaringan seperti ini bukan permainan anak-anak."


"Benar, Noah. Dengarkan aku ... Pergilah dari kota ini sekarang. Kau sedang di incar oleh banyak Jaringan. Kami kesini untuk memperingatkanmu agar kau menyudahi ini semua."


"Matthew ... Kau, tidak berhak bicara—"


"Mencemaskanku? Huh? ... Kalian datang untuk memperingatkanku?"


Noah tiba-tiba bersuara dan langsung berdiri. Entah kenapa, saat itu bagi keduanya Noah menjadi sangat menakutkan.

__ADS_1


"Dimana kalian berdua saat Lily, Hanna dan Julie di bawa pergi keluarga Briley? ... Dimana kalian saat Issac harus bersujud di depan keluarga itu, dan harus berakhir di rumah sakit? ... Sekarang, kalian mencemaskanku? Aku tidak mengingat bahwa aku begitu spesial bagi kalian berdua."


"Noah, maksudku begini ... Soal itu ... Aku ... "


"Sudahlah Matthew, Noah sudah tau maksudmu. Itu kenapa dia masih memilih tinggal di sini, kami menunggu kalian."


"Issac, kau tidak tau maksud kami. Kalian mungkin hanya pernah mendengar nama-nama seperti Briley, Scout, dan yang lainnya. Tapi, Noah akan di incar oleh Jaringan yang—"


Belum sempat Denish menyelesaikan kata-katanya, Noah sudah langsung memotongnya.


"Faust, Huh? ... Aku memang sedang memancing keluarga itu keluar."


Mata Matthew dan Denish langsung melebar saat mendengar kata-kata Noah. Tidak hanya sudah mengetahui keluarga Faust, tapi Noah juga dengan jelas mengatakan bahwa dia memang sengaja melakukan semuanya untuk memancing keluarga itu.


"Noah, jika kau sudah tau, maka kau pasti juga sudah tau seberbahaya dan seberapa kejam keluarga itu. Jadi, sebaiknya—"


"Ini, tempat ini, dan seluruh kota ini adalah tempat dimana orang tua kita ingin menghabiskan hidupnya ... "


Saat itu juga, Matthew, Denish bahkan Issac sekalipun benar-benar menyadari bahwa Noah sudah jauh berubah.


Sekarang, pemuda itu berbalik dan mengedarkan pandangannya pada ketiga saudaranya itu.


Denish langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ... Noah, ini tidak sesederhana yang kau pikirkan. Kami tidak bisa melakukan sesuatu begitu saja bahkan jika kami menginginkannya. Mereka, tidak akan membiarkan kami pergi begitu saja dan ... "


Denish menggantung kata-katanya, seolah sedang berfikir tentang bagaimana cara menyampaikan hal tersebut, agar Noah bisa mengerti.


"Denish, kau bekerja di bawah Keluarga Scout, bukan?"


Meski Denish tidak mengangguk, tapi Noah sudah mengetahui bahwa tebakannya benar. Setelah itu dia menolah pada Mathew.


"Matt, kau yang paling tua di antara kita ... Katakan, apa kau masih ingin bekerja sebagai penjilat keluarga Willson itu?"


Saat itu wajah Matthew memerah. "Sial, kau Noah. Berani sekali kau menghina pekerjaanku ... Kau pikir, sudah sehebat apa dirimu, bajingan?"


"Buk!"


"Argh ... !"


Mattew langsung menunduk memegang perutnya. Dia sama sekali tidak menyadari gerakan Noah yang begitu cepat, hingga niat awalnya ingin memberi Noah pelajaran, berakhir dengan rasa seolah isi perut nya sudah pecah.

__ADS_1


"Matthew, pergilah dengan yang lainnya ke Silverstone. kau berhutang permintaan maaf pada Bella ... Jika dia memaafkanmu, maka kau masih saudaraku. Jika tidak, maka berharaplah selamanya kau tidak pernah lagi bertemu denganku ... "


Issac dan Denish hanya terdiam saat melihat kejadian itu. Saat ini, mereka merasa bahwa Noah lah yang tertua di antara mereka. Setidaknya, cara berfikir pemuda itu sudah jauh di atas mereka.


Tepat setelah Noah menghilang, Issac kembali berbicara.


"Kalian berdua, mungkin tidak percaya. Tapi Noah benar-benar sudah jauh berubah. Ayo, sementara waktu kita tinggalkan kota ini ... "


"Issac ... Aku dan Denish tidak bisa pergi begitu saja. Ini bisa—"


"Noah, sudah mengatakan itu padaku, jadi kalian tenang saja. Dia yang akan mengurusnya."


"Maksudmu?"


Issac menghela nafasnya, seolah sedang berfikir dan mempertimbangkan sesuatu.


"Adik kita itu, berniat mengambil alih kota ini. Jadi, dia sudah memikirkan semuanya, jauh melebihi apapun yang bisa kita bayangkan ... "


Noah memang sudah mempersiapkan semuanya. Dia tau resiko apa yang sedang di hadapi saudara-saudaranya. Itulah kenapa dia memutuskan untuk keluar lebih dahulu.


"Kalian, tidak perlu menunggu mereka berdua ... Sekarang katakan, apa tujuan kalian kesini sebenarnya?"


Sudah sejak Beberapa hari yang lalu, Noah sengaja menempatkan beberapa anggota the Ravens di berbagai titik di kota untuk mengintai pergerakan Jaringan-jaringan yang ada di kota ini.


Jadi, hanya butuh satu pesan saja bagi Noah untuk langsung bisa menemukan sekelompok orang yang kini berkumpul tidak jauh dari panti dimana tiga saudaranya kini berada.


"Hei, bocah ... Sebaiknya kau ikut kami. Jika tidak maka—"


"Buk!"


"Argh ... !"


"Bicaramu seperti kalian sedang berada di atas angin saja. Brengsek!"


Beberapa orang lainnya, tidak menyangka Noah langsung menyerang ketua mereka, dan langsung membuat orang tersebut tersungkur di tanah lalu menginjak kepalanya.


Seperti apa yang di katakan Bourne Scout pada pemimpin mereka sebelumnya, ketua the Ravens memiliki tempramen yang benar-benar buruk.


Salah berbicara dengannya, maka seseorang akan berakhir di bawah. Julukan the Madness yang di sematkan pada pemuda yang kini menatap mereka itu, benar-benar bukan isapan jempol belaka.

__ADS_1


"Katakan pada siapapun yang menyuruh kalian ... Tidak perlu lagi membuang waktu untuk mencari ku. Karena, aku sendiri yang akan datang ke sana ... "


__ADS_2