World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pendaratan Darurat


__ADS_3

Noah bisa saja memacu mobilnya agar dapat cepat sampai ke tujuannya. Akan tetapi, saat ini dia harus menggunakan kereta.


Kali ini, dia harus menuju kota tempat dimana dia di besarkan. Dan keadaan jalan di kota itu sangat memprihatikan.


Noah mendapat telfon bahwa Nyonya Victoria, orang yang merawatnya sejak kecil itu, jatuh sakit dan kini sedang dirawat di sebuah rumah sakit, di BronzeLand.


Beberapa jam yang lalu, Noah langsung melepas pelukan Lucy dengan sedikit kasar dan membiarkan Jade begitu saja.


Dia langsung berlari meninggalkan kedua gadis tersebut, tanpa memperdulikan apa yang ada dipikiran mereka.


Ada satu orang yang menurut Noah paling berjasa dalam hidupnya. Tentu saja itu adalah nyonya Victoria. Dan tidak ada hal yang lebih penting baginya, selain kebahagiaan wanita itu.


Meski panti asuhan mereka tidak pernah mendapatkan bantuan yang besar, sang pengelola rela bekerja keras dan berjuang untuk membesarkan anak-anak yang tinggal di sana. Termasuk, Noah.


Sampai di stasiun, saat baru saja turun dari kereta, Noah langsung berlari secepat yang dia bisa. Meski Rumah sakit tempat dimana Victoria berada sedikit jauh, itu pasti akan lebih cepat jika di tempuh dengan cara berlari alih-alih menunggu taksi.


Di rumah sakit, Noah Hanya berhenti di loby untuk menanyakan pada perawat jaga di sana, di mana wanita itu di rawat dan langsung menuju ke bangsalnya.


"Noah ... Itu kau nak?"


Noah langsung berderap melangkah mendekati Victoria yang saat itu kebetulan melihat ke pintu dan langsung mengenali dirinya.


"Ya,  nyonya Victoria ... Ini aku"


Sebuah senyum di wajah Victoria dengan hidung dilingkari selang oksigen dan dua tangan yang terangkat lemah dengan selang infus di salah satunya, menyambut datangnya Noah.


"Nyonya apa yang terjadi? ... "


Sambil mengusap punggung Noah yang kini memeluknya, Victoria menjawabnya.


"Tidak ada ... Mungkin, ini hanya karena aku terlalu merindukanmu. Jadi, dengan begini kau akan datang mengunjungiku. Setelah pelukan ini, aku rasa aku akan baik-baik saja."


Begitulah Victoria, sangat mencemaskan anak-anak yang dibesarkannya, namun tidak membiarkan mereka merasa cemas sedikitpun untuknya.


"Ya, karena aku sudah di sini ... Kau akan baik-baik saja." Noah melepas pelukannya.


"Jadi, bagaimana kuliahmu?"


Noah mengangguk. "Semuanya berjalan baik, sepertinya aku akan menyelesaikannya tanpa masalah."


"Aku sangat Senang mendengarnya."


Noah tau bahwa Victoria tidak akan memberi tahu apapun tentang penyakit yang di deritanya. Jadi, saat ini Noah hanya berusaha menghibur wanita itu.


Lama mereka berbicara, sampai datang waktunya bagi Victoria mendapat pemeriksaan dan meminum obat.

__ADS_1


"Dokter ... Sebenarnya, apa penyakit Nyonya Victoria?"


Seorang Dokter muda wanita yang merawat Victoria, menghela nafas dan menggelengkan kepala.


"Dia terlalu kelelahan, dan ... Saat ini, kondisi Jantungnya melemah."


Noah tertergun. "Jantung?"


Dokter itu mengangguk. "Ya, seharusnya Nyonya Victoria di bawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih baik. Karena, di sini kita tidak memiliki alat yang memadai untuk merawatnya. Aku hanya bisa memberinya obat—"


"Dokter, apakah beresiko jika dia aku pindahkan sekarang?"


Dokter itu terkejut saat Noah langsung memotong penjelasannya. Namun, saat itu juga dia langsung menjawab.


"Tidak, akan tetapi tidak ada rumah sakit seperti itu di BronzeLand, rumah sakit seperti itu hanya ada di Silverstone dan untuk membawanya ke sana, itulah masalahnya. Setidaknya kita—"


Noah langsung mengangguk. "Baiklah, aku mengerti."


Lagi-lagi penjelasannya dipotong Noah, Dokter itu sedikit kesal.


"Tuan ... Sepertinya kau belum mengerti ... Untuk membawanya, harus rumah sakit dari sana yang mengirimkan ambulance dengan perlengkapan yang cukup, lagi pula itu akan memakan biaya setidaknya—"


"Baiklah, aku mengerti. Terimakasih."


Noah mengabaikan dokter itu, dan langsung mengeluarkan ponselnya.


"Alice, dengarkan aku ... "


Di seberang sana, Alice dan Antonius sedang berada di kantor pusat World Order.


Sekarang, Antonius melihat dan mendengar Alice, berbicara dengan Noah dengan wajah serius.


Sesaat setelah Alice selesai bicara dengan Bos mereka itu, Antonius langsung bertanya.


"Alice, ada apa?"


Dengan wajah sangat cemas, Alice berkata pada sahabat ayahnya itu.


"Antonius, ini darurat ... Minta rumah sakit internasional Silverstone mengirimkan helikopter untuk menjemput seorang pasien wanita dengan kondisi jantung lemah, ke BronzeLand sekarang juga."


Antonius langsung mengangguk. "Baiklah ..."


Namun, karena melihat Alice sangat cemas, saat menunggu panggilan itu tersambung, dia kembali bertanya.


"Alice,  siapa pasien ini?"

__ADS_1


"Ibu BigBoss ... !"


Saat itu juga mata Antonius melebar dan wajahnya menjadi lebih cemas dari pada Alice.


"Halo?"


"Aku Antonius dari World Order ... kirim dokter terbaik kalian dengan sebuah helikopter ke ... "


Antonius begitu menekankan setiap rincian pada pihak rumah agar tidak melakukan kesalahan apapun saat prosesnya.


Satu jam kemudian, sebuah kejadian menggemparkan di BronzeLand menarik perhatian banyak penduduk di sana.


Sebuah helikopter mendarat darurat di halaman satu-satunya rumah sakit di kota itu, hanya untuk menjemput salah satu pasien di sana.


Bahkan, pihak rumah sakit sendiri di buat kalang kabut dengan kejadian tersebut. Pasalnya, mereka tau bahwa helikopter itu berasal dari rumah sakit yang sangat terkenal di negara mereka.


Tidak ada yang menyangka, salah satu pasien mereka akan di jemput dengan cara seperti itu.


"Tuan,  jika boleh tau ... Siapa kau sebenarnya?"


Noah hanya menggelengkan kepala. "Dokter, ikutlah bersama kami ke Silverstone ... Bantu aku menjelaskan kondisi ibuku pada dokter-dokter ini."


Tau bahwa, pemuda yang bicara padanya itu bukan orang biasa, Dokter wanita itu langsung mengangguk. "Baik, aku mengerti."


Tak lama, helikopter itu kembali terbang menuju Silverstone. Dengan membawa Victoria, Noah dan dokter tersebut.


Hanya saja, kali ini Dokter itu menatap Noah dengan rasa penasaran. Dia mengenal Victoria dengan baik karena telah merawat wanita tersebut lebih dari satu tahun lamanya.


Jadi, dia tau bahwa seharusnya, Victoria tidak memiliki seseorang yang sanggup melakukan semua ini.


Akan tetapi, pemuda yang sedang menatap keluar jendela helikopter yang sedang melayang di depannya ini, baru saja mengaku sebagai anak dari wanita yang dia ketahui hanya pengelola sebuah panti asuhan kecil di kota mereka.


Noah menatap keluar saat helikopter telah mengudara. Di bawahnya, dia melihat kota dimana dia tumbuh dan di besarkan.


Bronzeland, adalah kota paling tertinggal di negara bagian Goldwest. Selain hanya kota kecil, kota itu tidak memiliki sesuatu untuk di tonjolkan sebagai tempat bisnis.


Hingga hanya ada perusahaan-perusahaan menengah kebawah yang bergerak dalam bidang logistik dan material yang ada di sana. Itu juga jumlahnya tidak banyak.


Selain itu, kehidupan di kota ini sangat suram. Tingkat kriminalitas di BronzeLand, benar-benar menakutkan.


Noah masih ingat, saat kecil, dirinya pernah hampir terbunuh hanya karena uang sepuluh dolar saja. Saat itu, seorang pemabuk datang menghadang dan meminta uangnya.


Saat menolak, sebuah balok yang orang itu pegang benar-benar bukan untuk mengancam saja. Namun, benda itu sukses mendarat tepat di punggungnya.


Jika saja saat itu orang tersebut tidak dalam keadaan sempoyongan, bisa dipastikan pukulannya itu meremukkan tubuh Noah yang saat itu masih berumur tujuh tahun dan membuat nya tak lagi bernyawa.

__ADS_1


"Mungkin aku harus kembali kesini, dan membuat kota ini, menjadi jauh lebih baik di masa depan ... " Batinnya.


__ADS_2