
Semua orang benar-benar terdiam setelah Alice mengatakan hal tersebut. Dilihat bagaimana ekspresi wajah wanita itu saat mengucapkannya. Jelas bahwa hal tersebut adalah hal yang paling penting di dalam Jaringan tempat mereka berada saat ini.
Saat ini, Alice dan yang lainnya duduk di belakang meja yang dibariskan di atas panggung aula tersebut. Di sana mereka yang ada di tribun, menyaksikan langsung seluruh petinggi-petinggi Jaringan baru, namun sudah mengukir nama dengan cara sangat mengejutkan di negara bagian ini.
Berita tentang A4 memang bukan sekedar kabar burung belaka. Saat ini mereka melihat empat orang yang ada di sana dengan cara berbeda.
Kepercayaan diri mereka saat ini, menegaskan bahwa orang yang berada di belakang keempatnya, memiliki kekuatan yang mampu membuat mereka berani menantang seluruh kekuatan Mafia di Goldwest, secara terbuka.
"Sial ... Wanita itu sangat ... Sangat ... Ah! Aku pasti bisa mati dengan tenang, jika dia mau menghabiskan waktu satu malam saja denganku ... "
Di belakang sana seseorang bergumam pada rekan di sebelahnya. Namun, saat itu seseorang melihat dingin padanya.
Hal tersebut, membuat dirinya langsung bungkam dan menunduk. "Maaf, Boss ... Aku hanya terbawa suasana."
Orang yang dia panggil Boss tersebut, sama sekali tidak menjawab. Dia kembali menatap ke depan, sebelum akhirnya berbicara dengan suara yang sangat rendah.
"Jaga Fokus kalian ... Keberadaan kita di sini, bukan hanya untuk mendengar, atau menonton saja."
Ada sekitar Lima orang di sekitarnya mengangguk mengerti. Kemudian, dia melirik sedikit ke kanan di bawahnya.
Masih di atas tribun tersebut, tiga baris di bawahnya. Beberapa orang sedang memperhatikannya. Beberapa detik kemudian, orang-orang tersebut menganggukkan kepala mereka.
Pria itu menanggapi dengan anggukan yang sama, dan kembali menatap jauh ke depan di atas panggung tersebut, di mana semua petinggi World Order, dan orang-orang yang dipercaya memiliki koneksi langsung dengan orang yang paling ditunggu-tunggu saat ini, The Ghost.
"Brengsek itu ... Aku pikir, dia cukup menarik sebelumnya. Sepertinya, pujian yang dia terima telah membuat dia memaksa keberuntungannya terlalu jauh!"
Timothy Flare, yang duduk di depan bar di dalam Manor miliknya, berkata geram. Ini sudah beberapa kali dia katakan, hingga Rooney yang ada di sana, merasa heran.
Tidak biasanya pria tua ini memikirkan hal-hal seperti ini, begitu lama. Akan tetapi, saat ini pria itu tersenyum tipis, karena sudah mempersiapkan sesuatu untuk mengakhirinya.
Melihat Timothy Flare dengan suasana hati yang buruk untuk beberapa hari bukanlah hal yang biasa, Rooney sedikit mendekat dan berkata untuk menenangkannya.
"Tuan Flare ... Sebentar lagi Anda akan menerima kabar yang bisa mengobati hari anda."
Tim menggelengkan kepalanya, dan memberinya tanda pada wanita yang melayaninya agar kembali menuangkan minuman padanya.
"Rooney ... Kapan terakhir kali kau melihat orang yang telah menghina keluarga secara langsung, masih menghirup nafas, setelah lebih dari satu Minggu?"
Rooney terdiam, dan mengangguk sekali. "Maaf ... Seingatku, itu tidak pernah terjadi, apalagi setelah Keluarga Flare mendirikan the Elevens ... "
__ADS_1
Tim menenggak minuman di gelasnya, dan wanita di depannya langsung kembali mengisi gelas yang sudah kosong itu.
Tidak menatap sama sekali pada tangan kanannya itu, Timothy Flare kembali bertanya.
"Jadi, kenapa kau masih di sini dan membiarkan orang itu hidup, Sampai detik ini, huh?"
Saat itu juga Rooney menganggukkan kepalanya sekali lagi, dan berkata.
"Anda akan menerima kabar tentang itu, sebentar lagi ... "
Mendengar itu, Timothy Flare berbalik dan menatap pada pria yang sudah mengikutinya cukup lama tersebut.
"Apa maksudmu?"
Rooney tersenyum sekilas, sebelum akhirnya berkata.
"Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat kabar bahwa beberapa orang dari Silverstone, berusaha untuk mengajak Jaringan-jaringan kecil hingga menengah di banyak kota bergabung dengan mereka ... "
Timothy melambaikan tangan dan berkata. "Lewati bagian penjelasan itu ... Aku sudah tau. Jadi. Apa yang maksudmu tentang berita yang akan aku terima ini ... Brengsek?!"
Benar-benar suasana hati yang sangat buruk. Mungkin, bisa dihitung dengan jari saja, saat Timothy Flare mengumpat padanya. Melihat hal itu terjadi saat ini, Rooney hanya bisa menerima hal tersebut karena berita yang dibawanya saat kembali dari Bronzeland lah yang membuat semuanya berakhir seperti ini.
Meski telah bekerja sangat lama pada Tim, Rooney sama sekali tidak tau siapa saja yang sebenarnya bekerja pada pria tua di depannya ini.
"Maafkan aku ... Baiklah, aku akan langsung saja ... Saat ini, seseorang baru saja memberiku kabar bahwa saat ini dia sedang berada di gedung pusat jaringan itu. Dan aku sudah memerintahkan padanya untuk mengeksekusi seluruh petinggi-petinggi Jaringan tersebut, termasuk pemimpin mereka!"
Timothy Flare tidak langsung senang mendengar berita itu. Sebaliknya, dia kembali bertanya.
"Siapa orang yang kau maksud, dan berapa banyak yang kau kirim ke sana?"
Rooney tersenyum bangga, sebelum akhirnya berkata. "Aku mengirim Rob Grizzly dan orang-orangnya."
Timothy Flare sempat tertegun sebentar, sebelum akhirnya bertanya untuk memastikan.
"Maksudmu, Si brengsek gila Grizzly ?!"
Rooney mengangguk sekali, dan kembali berkata. "Ya, dia ... Satu-satunya orang masih hidup, setelah beberapa kali berhadapan dengan keluarga ini ... "
Sampai saat ini, Rooney masih tidak mengerti kenapa Tim tidak menganjurkan bahkan memberi bantuan pada Rob Grizzly, setelah beberapa kali berusaha membunuhnya.
__ADS_1
Akan tetapi, sejak saat itu, meski tidak secara langsung Rob Grizzly membalas perlakuan pria ini dengan mengamankan daerah otoritas miliknya, di negara bagian GoldWest ini.
Sebuah seringai muncul di wajah Tim saat itu juga. Namun beberapa saat kemudian, dia mulai tertawa.
"Hahahahahaha ... Bagus, bagus ... Hahahaha!!"
Timothy Flare mengangguk beberapa kali, bahkan sampai menepuk-nepuk bahu pria berjas hitam yang selalu terlihat kaku itu, tanda memujinya.
"Aku rasa, tidak perlu menunggu lagi ... Para bedebah itu sedang berada dalam bahaya ... Hahahahahaha ... !!"
Timothy Flare sangat mengenal Rob Grizzly. Pria yang dia panggil si Gila tersebut, sudah beberapa kali mencoba membunuhnya, namun gagal.
Tidak ada ketakutan sama sekali di mata pria itu, saat tertangkap dan Tim menempelkan moncong senjata ke kepala pria tersebut.
Tim menyukainya dan melepaskannya, namun di saat bersamaan, dia juga tau bahwa Rob Grizzly tidak bisa bekerja di bawah perintah langsung.
Jadi, dia lebih memilih untuk membiarkan pria gila itu melakukan hal sesuka hatinya dan membantunya. Begitulah, cara Tim membuat Rob mau bekerja untuknya.
Pria gila itu akhirnya memutar haluan dan berpihak padanya. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kota-kota yang berada di wilayah otoritas keluarga, di jaga oleh pria tersebut.
Ini menjadi sangat masuk akal, kenapa mereka bisa berada di sana saat ini. Karena, selain Keluarga Flare sendiri, tidak ada yang tau kepada siapa Rob Grizzly bekerja.
Rooney akhirnya bisa merasa sedikit lega, karena merasa bahwa suasana hati Timothy Flare, sudah membaik.
"Aku juga meminta mereka untuk membawa wanita yang di gadang-gadang sebagai tangan kanan pria itu, kesini ... "
Timothy Flare terdiam, dan keningnya berkerut. "Maksudmu, si cantik yang terlihat sangat menggairahkan itu? ... Wanita itu, bukan?"
Rooney menganggukkan kepala, membenarkan. "Ya, wanita itu ... Alice Sanders!"
"Hahahahahaha ... Ini menarik, ini benar-benar menarik. Aku sangat menginginkan wanita itu saat pertama kali melihat profilnya ... "
"Ya, mereka akan membawanya ke sini untukmu, dan menghabisi sisanya ... "
Timothy Flare menangkap tangan wanita yang sedang menuangkan minuman itu, dan menariknya hingga melangkahi meja bar di sana.
"Baiklah ... Sambil menunggunya, aku akan bermain dengan si cantik ini terlebih dahulu ... "
Rooney mengangguk, dan segera berbalik, meninggalkan Timothy Flare, dengan segala kebiasaannya.
__ADS_1
Namun, saat dia berjalan, di belakang sana dia mendengar Tim berseru padanya.
"Hei Rooney ... Saat semua ini selesai, aku akan menunjukkan pada mu, rahasia bagaimana sebenarnya cara kerja keluarga ini ... Hahahhahaha ... !!"