
Noah tau bahwa tidak mungkin bisa menyingkirkan semua orang lalu mendominasi Silverstone begitu saja.
Akan tetapi, jika memang itu yang harus dia lakukan, maka dia akan melakukannya. Sembilan ketua jaringan yang ada di ruangan Dallas Norld langsung bungkam saat Noah mengatakan hal tersebut.
Berfikir bahwa Noah akan bisa di ajak bernegosiasi, Galen memberanikan diri untuk buka suara.
"Tuan Muda, kami bukan bagian dari Keluarga Fargo ... Kami hanya mitra—"
Kata-katanya terpotong saat Noah yang menatapnya, kini berjalan mendekat padanya.
"Buk ... !"
Galen langsung terbungkuk saat tendangan Noah mendarat di perutnya. Dan ...
"Buk ... !"
"Prang ... !"
Satu tendangan berikutnya yang tepat mengenai wajah Galen, membuatnya terlempar hingga berakhir memecah jendela gedung itu.
Butuh satu dorongan lagi saja agar tubuhnya benar-benar terjatuh dari lantai empat puluh, di mana kini mereka semua berada.
"Old Ted, aku rasa mereka memang tidak ada gunanya ... "
Antony Reyes yang sepertinya mengerti kenapa Noah masih begitu marahnya, langsung maju pada tujuh orang tersisa dengan cepat.
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
"Buk!"
"Kalian fikir, kalian sedang berhadapan dengan siapa, Bast**d?! ... Membungkuklah jika ingin bicara padanya. Kalian f**kin Stupid ... !"
Saat Antony Reyes membuat mereka semua terbungkuk, Noah berjalan mendekat pada Alan Reyes. Ayah Noel itu, benar-benar sedang ketakutan sekarang.
"Tuan ... Aku tidak tau apa-apa ... Sungguh ... Aku hanya bekerja saja ... !"
Inilah alasan kenapa Noah datang dengan menutupi wajahnya. Tidak mungkin dia berani menunjukan diri di depan ayah sahabatnya ini.
__ADS_1
Selain karena sejak awal masalah ini berawal saat dia meminta Albert Hall untuk melepaskan Alan, dia juga sedang memanfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan sisa-sisa Jaringan Fargo di kota ini.
"Tuan Alan ... Maafkan kami, aku tau semua ini tidak ada hubungan denganmu ... Ini, hanya kebetulan saja."
Alan Winsky yang begitu takutnya, segera mengangguk-anggukan kepalanya cepat.
Saat melihatnya, Noah benar-benar merasa bersalah. Akan tetapi, beginilah cara dunia ini bekerja. Alan hanya berada di waktu dan tempat yang salah. Sebagai Asisten Luke Norman, tentu saja dia tau semua resiko pekerjaannya.
Saat itu juga, Noah kembali menoleh pada Antonius dan Alex. "Tolong antar Tuan Winsky ke rumahnya, dan pastikan keamanan mereka hingga semuanya selesai."
Antonius dan Alex yang sudah tau siapa Alan bagi Noah, langsung mengangguk. "Baik, Bos ... "
"Tuan Winsky ... Sekali lagi, maafkan aku. Setelah ini, kami akan menjamin keselamatan keluargamu."
Alan Winsky hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Apa yang terjadi beberapa saat yang lalu, benar-benar membuatnya Shock.
Melihat dan mendengar sendiri saat Seseorang menantang langsung Haland Fargo di Blacksteel, benar-benar tak terbayangkan bagi Alan sebelumnya.
Kini dia sadar, sejak awal Luke Norman, telah salah memilih lawan. Bahkan, Dallas dan Galen bukanlah apa-apa bagi orang yang sekarang dia yakini sebagai the Ghost, orang paling misterius sekaligus pemimpin tertinggi dari Jaringan World Order itu.
Setelah Anyonius dan Alex membawa Alan keluar dari Ruangan tersebut, Noah berbalik kembali melihat pada tujuh orang yang kini tengah berlutut di belakang Antony Reyes.
"Tuan Reyes ... Apa menurutmu mereka ada gunanya untuk tujuanku?"
Antony berbalik pada mereka, wajahnya tampak berfikir sejenak. Namun, beberapa detik berikutnya barulah dia bersuara.
Noah hanya mengangguk sekali. Lalu berkata sebelum pergi.
"Kalau begitu, aku percayakan mereka pada kalian ... !"
Saat Noah ingin keluar, Antony Reyes kembali bersuara.
"Jadi, untuk apa semua kekuatan di Silverstone dikumpulkan?"
Noah berhenti, saat itu dia langsung teringat bahwa dibawah sana, hampir seluruh kekuatan dunia bawah tanah Silverstone, sedang berkumpul.
Saking marahnya, saat mengetahui Alan Winsky ayah Noel di jemput paksa oleh orang-orang yang kini Noah ketahui sebagai Jaringan yang masih berniat bekerja sama dengan Keluarga Fargo di Silveratone, tidak ada pikiran lain di kepalanya selain untuk menghancurkannya dan apapun yang akan menghalanginya.
Akan tetapi, saat ini semuanya terlihat berjalan dengan begitu mudah, tentu saja dia tidak tau akan di suruh apa semua orang yang kini berada di bawah gedung sana.
Noah tampak berfikir sejenak. Terlihat mempertimbangkan sesuatu. Setelah itu, dia menoleh pada Ted Bowie.
"Old Ted, aku akan memberikan satu juta dollar Pada setiap satu orang dari mereka, jika mereka bisa menghancurkan seluruh isi gedung ini, dalam waktu satu jam."
Mendengar itu, jangankan tujuh orang yang tengah berlutut. Antony Reyes dan enam lainnya melebarkan mata mereka, saat melihat Ted Bowie hanya menganggukkan kepalanya, mengerti.
Setelah menepuk dua kali bahu Ted Bowie, Noah berlalu pergi begitu saja. Meninggalkan semua mata di sana yang menatap kepergiannya dengan seribu tanda tanya.
__ADS_1
Satu juta untuk satu geng saja sudah sangat besar. Namun tidak, mereka semua mendengar dengan sangat jelas, The Ghost mengatakan itu untuk satu kepala.
Dengan jumlah gangster yang mencapai setidaknya tiga sampai Empat ribu orang, World Order akan menghabiskan setidaknya tiga Milyar Dollar, hanya untuk menghancurkan isi gedung ini dalam waktu satu jam. Belum lagi biaya-biaya hukum yang akan habis karenanya.
Bahkan, Antony Reyes pun tidak menyangka Noah akan memiliki ide seperti itu.
"Bowie ... Si-siapa sebenarnya, Bos kita ini?"
Old Ted Hanya tersenyum bangga lalu menggelengkan kepalanya.
"Bukankah kalian menyebutnya The Ghost? ... Jika kalian memutuskan untuk benar-benar mengikutinya, jangan pernah bertanya hal-hal yang tidak penting dan Biasakan diri kalian dengan itu ... karena, kegilaannya, tidak ada batasnya ... !"
Tak lama, Ted Bowie pun pergi dari ruangan itu. Dan seketika itu juga tujuh orang yang berlutut tersebut, langsung merangkak maju dan bicara pada Antony Reyes.
"Tuan Reyes ... Aku akan sangat berguna, aku berani bersumpah."
"Ya, Tuan Reyes ... Aku juga."
"Akuu rela melakukan apa saja. jadi, aku pasti sangat berguna ... "
Sementara tujuh orang itu memohon dengan bahasa yang hampir sama persis pada Reyes, enam orang ketua Jaringan lainnya menelan ludah mereka.
Mereka merasa sangat beruntung sejak awal sudah memutuskan berpihak pada World Order. Jika tidak, mungkin saja saat ini salah satu dari mereka bernasib sama dengan Dallas yang terbaring di pecahan meja, atau Galen yang terjepit di jendela kaca.
Sesuai permintaan Noah, Ted Bowie benar-benar memberi perintah pada seluruh gangster di Silverstone, menghancurkan seluruh isi gedung milik Dallas dan itu benar-benar hancur dalam waktu satu jam.
Entah bagaimana, saat semua berakhir, lambang World Order terlihat jelas hampir di seluruh penjuru kota. Bendera, mural, bahkan beberapa rambu jalanan tercoret sebuah logo melingkar dengan huruf W besar di tengahnya.
Gambar terbesar dari logo itu, bisa di lihat seluruh penduduk kota karena terpampang jelas memenuhi dinding luar gedung Jaringan Dallas Norld yang kini terbakar.
Bukan World Order yang meminta dan tidak hanya Gangster saja. Akan tetapi, semua orang bahkan Jaringan lainnya mulai melakukan hal yang sama di tempat-tempat usaha mereka.
Kini logo itu menjelma menjadi tanda bahwa, mereka mengakui World Order satu-satunya Jaringan yang menguasai kota.
"Noah, bagaimana kuliahmu, nak?"
Baru saja duduk di sebelahnya, Victoria langsung bertanya. Noah menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, dan menjawabnya dengan gugup.
"Nyonya Victoria ... Sebenarnya ... Sebenarnya ... Aku ... Aku ... "
Mata Victoria melebar dan segera memukul bahu nya sekeras yang dia bisa. Dia sangat mengetahui gelagat Noah jika pemuda itu telah melakukan kesalahan padanya.
"Bocah ... Kenapa sekarang kau jadi nakal ... kau membolos kan? ... Kemari kau ... "
Alice, Ted Bowie dan A4 lainnya, berusaha menahan tawa mereka. Bagaimana seseorang yang baru saja menaklukkan seisi kota itu, begitu takutnya dengan seorang wanita renta.
"Nyonya Victoria ... Maafkan aku ... Besok aku akan masuk kuliah, sungguh." Jawab Noah menggenggam tangan Victoria sambil berlutut di depannya.
__ADS_1