World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Sebuah Penegasan


__ADS_3

Sama dengan yang terjadi dengan Dale, William juga sudah mengetahui perubahan besar yang terjadi di negara bagian GoldWest ini.


Namun perbedaannya adalah, Harry Fane ayahnya, tampak senang dengan perubahan itu.


"William, kau harus tau ini ... Meski terlihat semakin kacau, tapi ini juga adalah sebuah kesempatan besar bagi siapa saja yang tau cara memanfaatkannya."


Di gedung perusahaan miliki keluarga Fane, keduanya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh jajaran eksekutif perusahaan.


Sebenarnya, William tidak diperlukan kehadirannya jika dia bukan anak Harry Fane. Itu karena perusahaan yang ditangani William sudah di akuisisi oleh Sattelite.


Namun, situasi sepertinya memang sudah berubah, Harry sengaja membawa William dalam pertemuan ini, karena dia ingin William ikut andil dalam keputusan besar yang akan di lakukan oleh Jaringannya. Bagaimanapun, William adalah putra yang akan mewarisi seluruh harta dan Jaringannya ini.


Keduanya berjalan menuju ruangan di mana para eksekutif serta perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang menjadi rekanan mereka.


Akan tetapi, begitu pintu di buka. Mata William langsung tertuju pada satu orang.


"Apa yang dilakukan asisten Nicholas Zargosky itu disini? ... "


Meski hanya sebatas gumaman, namu Harry Fane mendengar kata-kata putranya itu. Sambil tersenyum miring, Harry Fane berkata.


"William, itu kenapa aku mengajakmu untuk ikut menghadiri pertemuan ini ... Kau akan melihat sendiri, bagaimana cara kerja dunia Mafia yang sesungguhnya, mulai saat ini."


Saat pertemuan itu berlangsung. Di kota-kota lain juga terjadi hal serupa. Bahkan sebenarnya saat ini HighCopper merupakan kota dengan intensitas paling besar di antara pertemuan-pertemuan Jaringan kecil hingga menengah di seluruh negara bagian GoldWest lainnya.


Hanya dua kota saja yang masih terlihat tidak begitu terpengaruh oleh perubahan tersebut. Namun begitu, orang-orang yang ada Silverstone dan Bronzeland, bukan tidak menyadarinya. Hanya saja, mereka menunggu sang pemimpin tertinggi mereka, The Ghost untuk menyikapinya.


"Alex, Albert, Alice ... Bagaimana situasi di sana? Apa the Ghost sudah memberi tanggapan soal  masalah ini?"


Begitu Alice tiba, keesokan harinya A4 langsung mengadakan pertemuan daring, karena Antonius sedang berada di Bronzeland untuk menjalankan tugasnya.


Alex yang memiliki sesuatu untuk di katakan, memilih untuk tidak menjawab namun langsung menyampaikan informasi yang baru saja dia dapatkan.


"Sekretaris ku mendapatkan banyak panggilan. Namun, dari satu nomor yang sama. Aku sengaja belum menjawabnya, karena aku ingin membahasnya terlebih dahulu dengan kalian."


Mereka semua memusatkan perhatiannya pada Alex, yang tampaknya memiliki sesuatu yang lebih penting untuk ditanggapi di saat seperti ini.


"Alex, aku bisa menebak kau sudah mengetahui siapa yang coba menghubungimu itu, bukan?"


Keduanya menjadi partner kerja sudah cukup lama, dan berteman dalam waktu yang lebih lama lagi. Jadi, melihat bagaimana cara Alex menyampaikannya, Antonius tau bahwa orang yang mencoba menjalin kontak dengan Alex, bukan orang biasa.

__ADS_1


Alex menatap Alice dan Albert Hall sebelum kembali ke layar, di mana wajah Antonius kini terlihat.


"Itu Ronney ... Tangan kanan Tuan Flare ... "


Alex sudah menduga ketiganya akan terkejut saat mendengar nama keluarga itu. Buktinya, saat ini ketiga orang tersebut membelalakkan mata mereka.


Flare, bukan nama keluarga biasa. Nama itu, memiliki arti dominasi sesungguhnya. Jaringan yang memiliki kekuasan paling luas di antara Jaringan-jaringan lainnya, satu dan yang di gadang-gadang yang terkuat di antara seluruh ketua Jaringan, yang memiliki kursi di the Elevens.


"Mak-maksud mu ... F-flare ... Y-yang itu?"


Bahkan Albert Hall sampai gugup untuk memastikannya. Namun, Anggukan sekali dari Alex, membuat dua yang lainnya terdiam.


Lama mereka termenung karenanya, sebelum akhirnya di layar lebar, Antonius terlihat sedang mengumpat.


"Sial ... Kenapa harus dia?"


Mereka semua tau suatu saat, World Order akan menarik perhatian salah satu petinggi di the Elevens.


Keluarga Zargosky memang memiliki pergerakan yang sangat signifikan, namun berbicara tentang keluarga Flare, sama sekali berbeda.


Timothy Flare, nama pemimpin tertinggi Jaringan itu,memang memiliki selera humor yang tinggi. Namun di sebalik itu, dalam segala tindak tanduknya, pria itu terkenal sangat efektif.


Itu adalah salah satu dari banyak alasan lainnya, kenapa dia adalah orang yang paling berbahaya di negara bagian GoldWest ini. Tim Flare, adalah pendiri the Elevens itu sendiri.


Tau bahwa ini memang sangat penting, Antonius segera memanggil Alice.


"Alice, kau harus cepat menjelaskan situasinya pada Noah ... Jangan sampai—"


Kata-kata Antonius harus terhenti, karena saat itu juga dia melihat Alice sedang mengangkat tangan memberi tanda.


Melihat satu-satunya wanita di antara mereka itu harus menghentikan percakapan yang penting ini, semua sudah tau bahwa siapa yang saat ini coba menghubungi Alice, dari seberang sana.


"Noah? ... "


"Apa kalian semua ada di sana?"


"Ya, aku dan yang lainnya sedang membahas sesuatu yang—"


"Kalau begitu, sambungkan aku pada yang lainnya ... "

__ADS_1


Alice sempat menelan ludah sebentar, sebelum akhirnya menyambungkan Noah pada yang lainnya.


Sementara, Noah yang berada di taman di university of HighCopper, mengedarkan pandangannya untuk memastikan bahwa hanya ada dia di sana.


Saat dia kembali menatap pada layar ponselnya, dia sudah melihat empat orang kepercayaannya, menunggu dirinya untuk bicara.


"Jelaskan situasi yang kalian miliki, padaku ... "


Saat berbicara dengan Jack tadi, Noah menyadari satu hal. Yaitu, misi sistemnya kali ini tidak mungkin lagi tentang HighCopper saja. Karena baginya saat ini, menaklukkan sebuah kota, meski tidak mudah, namun jelas bukan hal mustahil untuk di lakukan.


Bell, adalah sistem penguasa. Noah sudah menyadari itu sejak awal sistem itu menyatu dengan tubuhnya.


Kemunculan nama-nama seperti Keluarga Zargosky, atau apapun. Sudah menandakan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang sangat sulit kedepannya.


Dengan hanya memiliki kesempatan untuk menaikan abilty di sistemnya yang kini terbatas, Noah harus bisa mengandalkan analisa pribadinya untuk membaca segala situasinya.


Itu kenapa, dia ingin informasi yang lebih banyak. Tentu saja, sebagai pusat pergerakannya, Noah harus memastikan apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, pada World Order terlebih dahulu.


Dalam pertemuan daring itu, keempatnya, di mulai dari Alex, menjelaskan segala situasinya.


Sangat jelas terlihat keempatnya menekankan beberapa kali tentang Timothy Flare pada Noah. Karena, jika salah mengambil keputusan atau sikap, maka bukan tidak mungkin, World Order akan berhadapan langsung dengan keluarga yang di gadang-gadang sebagai yang terkuat di negara bagian itu.


"Baiklah, aku mengerti situasinya ... "


Keempatnya mengangguk serempak, merasa lega. Mereka sempat takut, jika Noah akan bersikap seolah keluarga Flare hanya ancaman biasa dan meremehkannya.


Albert Hall yang menjelaskan tentang kekuatan finansial serta dominasi keluarga Flare dalam bidang hukum di negara bagian ini secara hati-hati, akhirnya bisa bernafas seperti biasa.


"Oh, sukurlah kau mengerti maksudku, bos ... "


"Terimakasih atas penjelasanmu Albert, aku menghargainya. Tapi ... "


Namun, kelegaan mereka hanya sementara. Karena setelah itu pemimpin tertinggi mereka itu, mengatakan sesuatu yang membuat A4 kehilangan lambung mereka.


"Kita adalah World Order ... Aku tidak mendirikan Jaringan ini, untuk tunduk pada siapapun. Katakan pada Flare atau siapapun juga bahwa, mereka bisa bergabung dan tunduk kepadaku, atau ... Pergilah ke neraka ... !"


Setalah mengatakan itu, Noah memutus sambungan begitu saja. Hal tersebut membuat empat orang itu terdiam seribu bahasa.


Jelas, beberapa hari ke depan, keempat anggota A4 akan kehilangan selera makan mereka.

__ADS_1


__ADS_2