World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Kunci


__ADS_3

Sementara itu, Di gedung perusahaan Fargo, Arlen Fargo cukup puas dengan hasil kerja Luke Norman.


"Hahahahhah ... Kita lihat, selama apa mereka sanggup bertahan. Hahahahha."


Di sana, ada Luke Norman yang sudah memastikan draft pesanan World Order yang langsung di eksekusi Jaringan Fargo.


"Jadi, Tuan Muda. Apakah anda sudah menemukan perusahaan yang bisa menampung apa yang kita beli?"


Fargo hanya tersenyum miring. "Ini hal mudah. Kita hanya perlu mengurangi sepuluh persen dari harga beli saat menjualnya. Aku rasa, beberapa perusahaan di Goldwest akan sangat tertarik untuk membelinya."


Luis Knox yang juga berada di sana, juga ikut tersenyum. "Anda memang sangat brilian."


Arlen menggelengkan kepala. "Tidak, ini belum seberapa. Aku akan menahan dulu barang-barang itu. Lagipula, tidak ada ruginya."


Saat itu juga, perasaan Luke Norman berubah. "Tuan Muda, apa maksud anda?"


Arlen Fargo melirik pada Luke Norman dan Luis Knox sebelum menenggak habis minuman ditangannya. Kemudian dia menggelengkan kepala seolah tak percaya bahwa keduanya masih bertanya.


"Jika World Order berhenti lebih cepat, maka material-material yang aku beli ini, akan berguna di kemudian hari ... "


Saat itu, keduanya langsung mengernyit heran. Namun, beberapa saat kemudian Luke dan Luis, langsung mengerti arah pembicaraan Arlen.


"Ya, saat mereka bangkrut, keluarga Fargo akan menekan World Order dan memaksa mereka menjual DevilHill kalau perlu Pusat olah raga itu juga. Kalian mengerti maksudku?"


Saat itu juga keduanya ikut tersenyum dan beberapa saat kemudian Arlen tertawa lantang. Merasa mereka sudah memenangkan pertarungan itu.


"Tuan Knox, bagaimana denganmu? Apa kau juga bisa bekerja sebaik Tuan Norman?"


Luis Knox langsung menghentikan tawanya saat itu juga, namun sebuah senyum tidak hilang dari wajahnya.


"Tuan Muda. Anda bisa mempercayakan hal itu padaku. Aku bisa mencarikan mereka Arsitek yang bagus tentu saja aku akan lebih bisa menyediakan yang sangat buruk. ... Ya, semua berjalan lancar dan aku juga sudah mengganti para pekerja pembangunan ulang Pusat olah raga itu."


Saat itu juga, Arlen merasa semua sudah berjalan sesuai dengan apa yang dia rencanakan. Apalagi saat Luis Knox juga sudah memberitahu bahwa dia sudah siap. Berarti, hanya tinggal satu hal lagi yang harus dia pastikan.


"Alger  ... Jangan rusak kesenangan ini. Jadi, bagaimana dengan penyelidikanmu?"


Saat itu, Alger tidak bisa tersenyum seperti dua orang lainnya. Meski begitu, dia tetap menjawab Arlen.


"Tuan Muda, aku sudah mengutus beberapa orang untuk mengikuti Alice. Tapi, aku tidak menemukan informasi apapun tentang dia menemui seseorang selain Antonius dan Alex."


"Apa kau tidak melihat dia memiliki perantara atau sesuatu seperti itu?"

__ADS_1


Alger menggeleng dan wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengatakan sesuatu.


"Ada apa? ... Kau mencurigai seseorang?"


"Tuan Muda, aku memang sempat mencurigai seseorang. Akan tetapi aku rasa itu hanya ... "


Kemudian Alger mulai menjelaskan keberadaan Noah. Menurut Alger, pemuda itu memang cukup tampan. Namun, pakaiannya terlihat sangat biasa.


Alger menduga, pemuda itu sengaja dibawa Alice kerumahnya, sebagai mainannya. Karena, keduanya tidak terlihat mesra sama sekali di luar.


Dan Alger maupun keluarga Fargo, sangat mengetahui bahwa Alice tidak memiliki saudara laki-laki.


Penjelasan Alger membuat Arlen dan yang lainnya terkejut. Mereka tidak menyangka Alice yang terkenal cantik juga modis itu, membawa anak muda tinggal bersama sebagai pemuas hasratnya.


Itu diperkuat karena mereka tinggal serumah dan selama penyelidikan Alger, Alice memang dikenal tidak memiliki teman pria.


Ditambah lagi saat Alger memeriksa latar belakang pemuda tersebut yang berasal dari kota BronzeLand dan tumbuh di sebuah panti asuhan. Itu benar-benar semakin meyakinkan kesimpulannya.


"Sial, Sayang sekali Alice seperti itu. Padahal aku pernah berniat mendekatinya."


Setelah mengatakan itu, Arlen tampak berfikir sejenak. Keningnya langsung mengkerut, seolah menyadari sesuatu.


"Maaf Tuan Muda, tidak mungkin dia the Ghost. Aku sudah—"


Alger tidak bisa melanjutkannya karena umpatan Arlen langsung memotong kata-katanya.


"F**k ... Apa kau pikir aku sebodoh itu?"


"Jadi, maksud anda?"


Arlen mengangguk-angguk yakin. "Pemuda itu, pasti tau siapa dan di mana the Ghost berada!"


Saat itu juga ketiganya menyadari maksud Arlen.


"Maaf, aku tidak berfikir sampai ke sana. Karena, aku rasa tidak mungkin pemuda dengan latar belakang seperti itu, mengenal the Ghost."


Arlen hanya menggelengkan kepala saat Alger mencoba menjelaskan lagi. Namun, saat itu dia langsung kembali bersuara.


"Tentu saja begitu. Mereka membuat kau dan semua orang berfikir seperti itu. Aku yakin, dia kuncinya."


Alger langsung sadar bahwa apa yang dikatakan Arlen sangat masuk akal. Seperti apa yang di katakan Arlen, itulah Trik yang di pakai A4 untuk berkomunikasi dengan The Ghost.

__ADS_1


"Tuan Muda ... Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan dan aku harus pergi sekarang."


"Ya, pergilah dan bawa pemuda itu, bertemu denganku."


****


Meski penjelasan Alex saat itu sangat mengejutkan. Akan tetapi, seperti itulah cara dunia bekerja. Pengkhianatan bukanlah hal baru lagi.


Dua hari berselang, Noah mendapat kabar baik dari Julius Clark. Seperti yang dia harapkan, keluarga itu memang mampu melakukan apa yang mereka janjikan.


Noah langsung mendapatkan satu juta poin di sistemnya dari mengakuisisi dua perusahaan di sana. Dan itulah salah satu tujuannya untuk membuka satu lagi perusahaan, selain untuk melawan kekuatan keluarga Fargo.


Dan tentu saja, poin-poinnya akan Noah gunakan untuk menaikkan level-level di sistemnya untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Saat ini, tentu saja itu keluarga Fargo.


"Tuan Evans?"


"Antonius, buat pemesanan besar dan terus meningkatkan secara bertahap untuk keperluan operasional DevilHill, aku juga sudah meminta Alex melakukan hal yang sama untuk Pusat Olah Raga."


Lama Antonius terdiam sebelum akhirnya menjawab. "Tuan Evans, apa kau tau bahwa Sebuah perusahaan telah mengakuisisi supplier kita di HighCopper?"


"Ya, aku sudah mengetahuinya."


"Baiklah, akan aku lakukan. Lalu, bagaimana dengan keluarga Fargo?"


"Antonius, aku memang tidak berniat bermain aman dan biarkan keluarga Fargo mengetahuinya. Sisanya, serahkan padaku."


"Baik, aku mengerti."


Noah memang tidak pernah datang lagi ke pusat World Order, sejak terakhir kali ke sana. Akan tetapi, semua perkembangan di sana, dia dapatkan dari Alice saat di rumah.


Ini membuatnya semakin leluasa untuk bergerak. Lagipula, menurutnya saat ini dia bisa memanfaatkan situasi dimana orang-orang tidak mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.


Akan tetapi, sehari ini perasaan sedikit gelisah. Saat pulang kuliah, Noah melihat sebuah mobil yang mengikuti taksi yang ditumpanginya.


Noah sengaja pergi ke restoran tempat dimana dia berniat akan makan siang. Namun, apa yang dia curigai ternyata benar.


Mobil itu benar-benar mengikutinya dan saat ini, ada tiga orang yang berjalan mendekat pada mejanya.


Normalnya, hal ini akan membuat Noah gugup. Akan tetapi saat itu dia tidak merasakan hal itu.


"Noah Evans ... Kami bisa membawamu dengan paksa, atau kau bisa ikut dengan kami dengan suka rela. Apa pilihanmu?"

__ADS_1


__ADS_2