World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Melintas


__ADS_3

Noah tidak ingin berlama-lama untuk mencari informasi. Setidaknya kemunculan Jack membuatnya berpikir pemuda itu memiliki informasi yang dia butuhkan.


"Kau, apa yang kau—"


Pemuda yang tampak masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi, urung melanjutkan kata-katanya, karena saat itu juga Jack menariknya sedikit kebelakang.


Jack menatapnya tajam tanda menyuruhnya agar tetap diam. Setelah itu, pemuda tersebut berbalik menatap pada Noah yang seolah sedang menunggu jawaban.


Sambil menggosok-gosok kedua telapak tangannya, Jack tersenyum canggung.


"Tidak, tidak ... Tidak ada yang ingin memberimu pelajaran ... " Pemuda itu berbalik sedikit mengedarkan pandangannya pada semua orang, sambil bertanya. "Bukankah begitu, teman-teman?"


Noah hanya bisa mendengus melihat itu semua. Namun, dia tidak begitu peduli. Jika tidak memiliki tujuan penting, dia bahkan tidak ingin berbicara dengan orang-orang seperti ini.


"Bagus ... "


Setelah mengatakan itu, Noah mulai melangkah dan melewati mereka semua. Hal tersebut tentu saja membuat Jack dan yang lainnya bertanya. Namun, mereka tidak jadi melakukannya, karena pemuda itu kembali bersuara.


"Bawa teman kalian itu ke klinik terlebih dahulu, setelah itu temui aku."


Saat itu keempatnya melihat pada satu orang dari mereka yang masih terkapar di bawah, karena sebuh pukulan cepat dari Noah.


Melihat semuanya tidak bereaksi apapun, Jack langsung berseru pada mereka.


"Kenapa kalian diam saja? ... Cepat bawa dia ... "


Dua pemuda di sana, langsung berusaha membuat temannya itu berdiri, kecuali gadis yang bersama mereka.


Melihat Jack yang masih menatap ke arah kemana Noah pergi, gadis itupun bertanya. "Jack, siapa sebenarnya anak itu?"


Jack menelan ludah sambil menggelengkan kepala. "Aku juga tidak tau. Tapi, sebaiknya cepat bawa dia."


Salah satu dari pemuda yang sedang membopong temannya yang tidak sadarkan diri itu, bertanya pada Jack yang mulai melangkah pergi, meninggalkan mereka.


"Jack, kau mau ke mana?"


Sambil terus melangkah meninggalkan keempatnya, Jack berkata.


"Aku akan menyusul dia terlebih dahulu, nanti aku akan menghubungi kalian."

__ADS_1


Mereka pun akhirnya berpisah, sementara Jack kini berlari menyusul ke mana Noah pergi.


Noah berjalan melewati taman di universitas yang memiliki ukuran yang sangat luas itu. Saat tiba di sebuah jalan, dia melihat sebuah mobil sedan yang sudah dimodifikasi sedemikan rupa, melintas di depannya.


Dengan kemampuan khusus sebagai pembalap profesional dari sistemnya, Noah kini mendapat pengetahuan tentang mobil.


Dari suaranya saja, Noah sudah bisa merasakan bahwa mobil itu memiliki tenaga yang luar biasa. Dan saat memerhatikan bagaimana bentuk mobil itu kini, Noah yakin bahwa itu di miliki oleh salah satu tim pembalap jalanan.


Namun, itu tidak begitu menarik perhatiannya. Hanya saja, Noah memiliki firasat aneh, saat melihat sebuah stiker berwarna hitam, yang tertempel di bagian belakang sebelah kiri mobil itu.


Tanpa sadar Noah menggumamkan tulisan yang di bacanya. "The Falcon ... "


"Oh ya, itu adalah mobil dari salah satu tim balap terkuat di negara bagian ini. Meski tidak begitu mengerti tentang balapan, tapi aku tau siapa yang kini duduk di kursi pengemudi mobil itu ... "


Noah melirik sedikit ke samping. Kini dia melihat Jack sudah berdiri di sana. Dia menganggukkan kepalanya mengerti, dan kemudian bertanya.


"Jadi, seberapa banyak yang kau tau tentang kota ini?"


Mata Jack melebar. Tepat seperti dugaannya, pemuda itu bukan berasal dari kota ini. Namun, melihat sendiri bagaimana pemuda ini bersikap, dia yakin bahwa Noah bukan pemuda biasa.


Berpikir untuk melawannya, mungkin saja itu sebuah kesalahan. Jack berpikir sedikit lebih hati-hati, dan mencoba mengorek sedikit informasi tentang siapa sebenarnya pemuda yang kini berada di depannya ini.


Jika hanya informasi orang-orang hebat, itu bisa Noah dapatkan dari Julius, atau bahkan Aiden. Namun, Noah sangat mengerti bahwa ada sumber informasi yang tak mungkin di miliki oleh dua orang tersebut.


Orang seperti Jack atau Leyton lah, memilikinya. Itu karena, pemuda-pemuda seperti mereka ini, akan senang menunjukkan pergerakkan apapun di dalam jaringan keluarga mereka, untuk mendapatkan perhatian tanpa memikirkan dampaknya.


Pertanyaan Noah, mendapat senyuman miring dari Jack, seolah meremehkannya. Sebelum akhirnya dengan penuh percaya diri, dia berkata.


"Teman, kau bertanya pada orang yang tepat. Kau bisa menanyakan apapun tentang kota ini padaku, dan aku pasti mengetahuinya. Hanya saja ... "


Noah berbalik menatap Jack yang tampak sedikit ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Namun, dia mengerti apa yang ingin di sampaikan pemuda itu padanya.


"Noah ... Noah Evans, itu namaku."


Sekali lagi mata Jack melebar. Sebuah nama saja sudah cukup baginya. Dan jika apa yang dikatakan pemuda ini benar, maka ini semakin membingungkannya.


Tidak ada nama keluarga Evans, dalam jajaran orang hebat di kota ini, bahkan di negara bagian GoldWest sekalipun. Dia mengetahui hal tersebut.


Akan tetapi, Jack berpikir mungkin saja dia melewatkan beberapa nama keluarga sebelumnya. Atau ada sebuah keluarga yang Jaringan bisnisnya naik baru-baru ini, dan Noah adalah salah satu anak dari keluarga itu.

__ADS_1


Jack menganggukkan kepalanya, meyakinkan dirinya sendiri.


"Baiklah, aku Jack ... Jack Langley. Anak kedua dari keluarga Langley. Ayahku, memiliki perusahaan media terbesar di kota ini ... "


Mendengar bagaimana Jack memperkenalkan dirinya, sebuah senyum terukir di wajah Noah.


Sementara Jack membawa Noah ke sebuah tempat untuk berbincang. Mobil yang tadi melintas didepan mereka, batu saja terparkir di depan salah satu gedung fakultas di universitas itu.


Seorang pemuda baru saja turun dari balik pintu pengemudi. Saat berada di luar, dia mengedarkan pandangannya ke sekitar tanpa memperdulikan banyaknya pasang mata yang kini melihatnya.


Penampilannya yang begitu percaya diri, menegaskan aura yang mengintimidasi mahasiswa di sana yang melihatnya.


Gadis-gadis yang melihat pemuda itu berjalan memasuki gedung fakultas tersebut, mulai berbisik-bisik.


"Itu pasti dia ... Aku yakin itu dia!"


"Apa maksudmu, dia siapa?"


"Hei, apa maksudmu bertanya seperti itu? Apa kau tidak tau siapa dirinya?"


Namun, pemuda-pemuda yang melihat kedatangannya, sontak segera menyingkir dari jalan, bahkan sampai ada beberapa dari mereka yang memalingkan wajah, takut jika tanpa sengaja beradu tatapan yang akan membuat kehidupan mereka berubah menjadi neraka.


Seorang gadis yang melihat itu dari kejauhan, melebarkan mata. Sempat terdiam beberapa saat, namun dia segera berlari menuju ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari sana.


"Braaaak ... !"


Gadis itu baru saja membuka pintu ruangan tersebut dengan sangat kasar. Namun dia tidak perduli dengan beberapa pasang mata yang tampak kesal karena terkejut oleh perbuatannya itu.


Sekarang, dia hanya menatap pada satu arah dan satu orang saja, yang sama tak pedulinya dengan kejadian tersebut.


"Nona Ivy ... Dia datang! Dia benar-benar ke sini!"


Ivy Clark menoleh saat gadis itu terdengar mengatakan seseorang telah datang, dan balik bertanya.


"Tammy, kenapa kau menjadi panik begitu? ... Siapa dia, yang kau maksud?"


"Toby ... Tobias Zargosky! Pemuda itu—"


Tammy tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu tiba-tiba saja ruangan tersebut menjadi hening. Sebelum akhirnya, di belakang sana dia mendengar langkah kaki, dan sebuah suara yang menyapa gadis di depannya.

__ADS_1


"Ivy ... Ternyata, menemukanmu, tidak sesulit yang kukira ... hahahaha! "


__ADS_2