World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Tidak Semudah Itu


__ADS_3

Terlambat bagi Noah menyadari karena suara yang di dengarnya itu, berada tidak sampai satu langkah di belakangnya.


"Sreeet ... !"


Terlalu naif memang jika Noah menyangka Randy Faust akan menyerangnya dengan tangan kosong.


Sebelumnya, dengan gerakan yang sedikit dia paksakan, Noah berusaha untuk mengantisipasi apapun yang akan dilakukan Randy itu padanya.


Hanya saja, saat dia berhasil berbalik, tangannya reflek terangkat. Namun, bukan kepalan tinju yang dia lihat. Akan tetapi sebuah pisau sudah terarah padanya.


Urung untuk menangkis, Noah menarik tangannya secepat yang dia bisa. Beruntung dadanya tidak berhasil tertusuk, akan tetapi sebuah luka panjang dan sedikit menganga, berhasil di sematkan Randy padanya.


"Ah, sial ... !"


Saat ini, dengan tangan kiri yang terluka, Noah dikelilingi oleh tiga laki-laki dari keluarga Faust yang sebenarnya, tidak satupun dari mereka, yang diketahui Noah namanya.


"Cih, ternyata mereka memang rubah-rubah licik."


Meski Noah cukup kuat dan memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi, sekarang Paul Fargo  juga menyadari bahwa tiga orang itu juga memiliki kemampuan beladiri yang juga sangat tinggi.


Jika dia berada dalam situasi yang di alami Noah saat ini, Paul Fargo yakin bahwa kemungkinan bagi dirinya untuk selamat, sangat kecil.


Karena tidak hanya kuat saja, tapi mereka juga terlihat sangat kompak. Ditambah lagi, ketiganya sangat licin dan licik.


Melihat tangan Noah sudah terluka, Randy Faust merasa sudah mengalahkannya. Dia melirik saat Roman yang terlihat audah kembali berdiri dan sudah memasang kuda-kuda, bersiap kembali bertarung. Saat ini, dia, Roman dan anaknya Eddy, sudah mengepung pemuda itu.


Randy sempat melirik pada Paul Fargo sebentar. Dia masih merasa kesal mengingat sikap yang di ambil oleh anak sulung dari Haland Fargo beberapa waktunyang lalu.


Hanya saja, dunia mereka memang seperti itu. Tidak ada yang namanya pertemanan sejati apalagi abadi. Yang ada hanya kerja sama untuk mendulang keuntungan sebanyak-banyaknya.


"Kau meminta agar kami memberikan nyawa kami, Huh? ... Kau fikir, siapa dirimu, son of a biitch ... "


Sebenarnya rasa penasaran menggelitik hati ketiganya, saat melihat Noah berbuat sampai sejauh ini.


Pasalnya, mereka sudah cukup lama di kota ini, dan tidak pernah merasa berhubungan langsung apalagi memiliki masalah serius dengan pemuda yang sangat nekad ini.


Siapa yang menyangka, jika akan datang harinya keluarga Faust dipaksa bertarung bersama hanya untuk membunuh seseorang yang terlihat masih begitu mudahnya.


"Sial, kau kenapa masih bertanya, tua bangka, brengsek ... Membuatku semakin kesal saja.  Kemarilah kalian semua, bajingan!"


Saat ini, ketiganya sepakat untuk melupakan rasa penasaran mereka dan berfokus untuk membunuhnya. Karena, pemuda ini benar-benar manusia yang tidak memiliki takut sama sekali.


"Hiyaaaaa ... !"


Eddy Faust mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu, untuk memberi kesempatan pada ayah dan pamannya mencari celah untuk memberikan serangan telak pada Noah.

__ADS_1


Noah segera berbalik karena saat ini, Eddy berdiri di belakangnya. Hanya saja Noah tidak hanya sekedar berbalik saja. Akan tetapi, dia melompat kesamping, mendekat pada Roman yang tengah bersiap menyerang.


Mata Roman melebar saat melihat kedatangan Noah. Beberapa saat saja, Roman sempat berfikir bahwa Noah benar-benar petarung yang sangat hebat.


"F**k ... !"


Hanya satu umpatan yang sempat di lontarkan oleh Roman, saat mengubah kuda-kuda menyerangnya, menjadi bertahan.


"Bruuk ... "


"Argggghhhh ... !"


Entah tidak siap, atau memang tendangan Noah sangat kuat. Sekarang, bahkan Paul Fargo yang melihat itu, membelalakkan matanya.


Roman Faust terpelanting setidaknya tiga meter, sebelum akhirnya terjatuh kelantai dan berguling-guling lalu terseret di sana setidaknya lima meter dan berakhir di dinding ruangan tersebut.


Sementara di belakang Noah, sedikit lebih jauh, Eddy Faust yang masih terkejut karena gerakan Noah jauh dari apa yang di perkirakannya, kini dipaksa harus bersiaga. Karena Noah sudah berbalik kembali dan mengarah padanya.


"Tidak semudah itu, keparat ... "


Randy Faust yang berfikir sama dengan anaknya, yang mengira bahwa Noah akan menyerang Eddy, ternyata salah.


"Yo, orang tua ... Jika kau ingin menyerangku, sebaiknya tutup mulut busukmu ini, terlebih dahulu"


Sebuah tamparan keras, yang terasa seperti menghancurkan bibirnya, baru saja dirasakan Randy yang tidak menyangka ternyata Noah bergerak dan berhenti tepat di hadapannya.


"Buk!"


"Urrhhhgg!"


"Ayah ... !"


Eddy Faust berteriak histeris saat melihat Noah mendaratkan lututnya pada perut ayahnya, yang hanya berjarak dua meter di depannya.


"Kenapa kalian menjadi sangat lengah? ... Bukankah tadi terlihat sangat kompak?"


"Kau ... Baji—"


Eddy Faust sudah mendapati Noah benar-benar berbalik dan mendekat padanya. Kali ini, tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, dia langsung menyerangnya secepat yang dia bisa.


Hanya saja, jika hanya cepat saja, seharusnya Eddy sudah menyadari bahwa pemuda ini juga sangat cepat. Karena saat itu juga Noah juga sudah melayangkan tinju padanya.


"Buk!"


"Krak!"

__ADS_1


Mungkin jika dilihat sekilas, kedua kepalan tinju itu sama-sama mendarat di dada lawan mereka masing-masing. Tapi yang terdengar hanya sebuah benturan yang disusul suara tulang retak.


Dari mulut Eddy Faust, mulai keluar darah segar. Menjelaskan, untuk sepersekian detik, Noah melampaui kecepatannya meski dia terlebih dahulu melayangkan tinjunya.


"Jangan berfikir, aku akan membuat kematian kalian dengan cepat, dan sangat mudah ... "


Mendengar apa yang dikatakan Noah, mata Eddy Faust melebar seketika. Meski saat ini dada nya terasa terbakar saking sakitnya, tapi dia menyadari bahwa sejak awal, Noah memang sudah berada di atas mereka, meski ayahnya sempat memberinya luka.


Saat ini, bahkan jika dirinya sangat ingin menghindar. Entah kenapa kakinya sangat sulit untuk di gerakkan.


Akhirnya, Eddy Faust hanya bisa pasrah saat melihat Noah berputar di udara dengan posisi yang tentu saja akan memberi tendangan kuat kepadanya.


"Bruuuk ... !"


"ARRRRRGGGHHHH ... "


Lagi-lagi serangan Noah, berakhir di dadanya. Saat seteguk darah tumpah dari mulutnya, Eddy Faust dapat merasakan patahan tulang kini sudah melukai paru-parunya.


"Jangan mati begitu mudah brengsek ... "


Noah membiarkan Eddy tergeletak di lantai, sambil memegang dada, sebelum berbalik melihat pada Randy Faust yang baru saja bangkit, dan berusaha berjalan mundur menjauh.


"Sial, siapa kau sebenarnya brengsek ... Apa masalahmu denganku, hah?!"


Randy terus berjalan mundur, sambil mengacungkan pisaunya pada Noah, berharap itu bisa menghentikan langkah pemuda yang kini berjalan mendekat padanya itu.


"Masalahku? ... Bukankah sudah sangat jelas? Untuk mengambil kota ini, tentu saja aku harus menyingkirkan Jaringanmu. Bukankah seperti itu cara kerja dunia ini?"


Tidak mengindahkan kata-kata Noah, Randy Faust menoleh pada Paul Fargo yang masih berdiri dengan tangan terlipat di dadanya.


"Paul ... Bukankah kau berjanji akan membereskan pemuda ini? ... Kenapa sekarang kau diam saja? Bantu aku, brengsek!"


Paul Fargo hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tuan Faust, aku tidak tau jika kau berhutang banyak pada pemuda ini. Lagipula, setelah aku pertimbangkan kembali, bekerja sama dengan keluarga penipu, bukanlah sesuatu yang baik bagiku, atau jaringan keluargaku."


"Sialan kau ... !"


Tiba-tiba keheningan melanda ruangan tersebut. Bukan karena tidak ada suara. Karena saat ini, beberapa orang sudah masuk ke dalam namun Randy tau bahwa semuanya adalah anggota keluarga Fargo.


Hanya saja, Pemuda yang kini seolah menjelma menjadi malaikat mautnya itu, sudah berdiri selangkah di depannya.


Randy Faust kehilangan kata-katanya. karena Noah menatapnya dengan penuh kebencian, yang sampai saat inipun, Randy Faust Tidak tau apa penyebabnya.


"Untuk memastikan masa depan kota ini menjadi lebih baik di masa depan, kematianmu akan kujadikan peringatan bagi siapapun yang berani merusak masa depan saudara-saudaraku, dan semua orang di Bronzeland ... "

__ADS_1


__ADS_2