
Keesokan harinya, Ted Bowie cukup dikejutkan dengan keputusan Noah. Karena semua hal yang sudah ada dalam rencananya, dibatalkan oleh Bosnya itu begitu saja.
"Noah, kenapa kita tidak hancurkan saja mereka dan membawa semua orang ke Silverstone?"
"Old Ted, sebelumnya aku juga berpikir sama denganmu. Tapi, ini rumah kami. Jika ibuku ingin di sini, maka tugasku memastikan tempat ini menjadi layak baginya untuk menghabiskan masa tuanya."
Ted Bowie mengangguk. "Jadi, aku bermaksud untuk berinvestasi di kota ini?"
Saat itu, wajah Noah tampak ragu. Karena dilihat dari sisi manapun saat ini BronzeLand tidak menjanjikan apapun.
"Aku belum memastikannya, akan tetapi aku tetap akan berusaha membuat kota ini tidak membutuhkan Nyonya Victoria lagi."
Namun begitu, semua informasi yang di dapatkan oleh Ted Bowie, sangat bermanfaat untuk rencana Noah ke depan.
Hanya saja, BronzeLand benar-benar berbeda dengan Silverstone. Di sini, tidak bisa dipastikan Jaringan mana yang terbesar dan yang mana yang terkuat.
Kota itu benar-benar kacau dari sudut pandang manapun orang menilainya.
Noah, benar-benar belum tau darimana dia akan memulainya, hingga saat dia dan yang Lainnya berkumpul di panti asuhan.
***
"Noah, apa kau benar-benar akan membawa semua orang ke Silverstone?"
Ketiga gadis yang dibawa oleh anggota Jaringan keluarga Briley pada hari sebelumnya, sudah di bawa kembali oleh Noah dan Old Ted, setelah membuat sedikit kekacauan di sana.
Tentu saja cara tersebut tidak memuaskannya. Hanya saja, Noah lebih mengutamakan keselamatan ketiga gadis yang kini duduk satu meja dengannya itu.
"Ya, aku berencana seperti itu. bagaimana menurut kalian?"
Saat ini, mereka berada di sebuah tempat makan yang bisa di katakan cukup terkenal di kota itu.
Hal itu, Noah lakukan setelah Merry dan Rachel merengek padanya agar mereka makan di sana.
Tentu saja awalnya hal itu membuat terkejut semua orang. Namun, setelah Noah berhasil meyakinkan bahwa dia mendapat pekerjaan yang bagus di Silverstone, mereka semua memilih percaya. Lagipula, Noah tidak sekalipun pernah membohongi semua orang di sana.
"Noah, tentu saja kami sangat ingin keluar dari sini sama sepertimu. Tapi, kau harus tau ini semua tidak semudah yang terlihat."
"Julie, katakan. Apa yang tidak aku ketahui tentang kota ini?"
Julie hanya tersenyum miring menanggapinya, sebelum berkata.
"Noah, akan sangat kasar jika aku mengatakan semuanya langsung padamu. Karena sama sepertiku, mereka juga saudara-saudaramu. Tapi, ada baiknya kau mencari siapa saja yang tidak hadir di sini bersama kita hari ini. Jadi, kau bisa tau apa yang sudah terjadi selama kau pergi."
"Julie, apa maksudmu?"
"Noah, kau akan tau jika kau melihatnya sendiri. Atau kau ingin aku terdengar seperti orang yang menjelek-jelekan saudara kita sendiri?"
"Julie, sudah ... Aku rasa, kita tidak usah membahas itu sekarang. Lihat, di sini ada mereka."
__ADS_1
Saat itu, meeka semua melihat pada adik-adik kecil mereka yang sedang makan dengan sangat lahap, dan tampak sangat bahagia.
Sebenarnya, ini juga sudah mengganjal di hatinya. Tidak seperti dugaannya, ternyata tidak semua saudara-saudaranya bersedia datang meski sudah Noah sendiri yang menghubunginya.
"Baiklah, nikmati makanan kalian ... Aku akan mengikuti saran Julie ... "
Saat itu, mereka semua tersenyum. Namun, terlihat jelas bahwa senyuman mereka tidak lepas. Noah seperti sudah kehilangan separuh dari jiwa saudara-saudaranya sendiri.
Akhirnya mereka menunda pembicaraan itu, dan melanjutkan setelahnya.
***
Malam hari, Noah memutuskan untuk mencari dua orang saudaranya yang bekerja di sebuah pub di kota tersebut.
BronzeLand sangat berbeda dengan Silverstone. Hirearki Jaringan mafia di sini sama kacaunya dengan keadaan kota itu.
Berfikir bahwa Briley cukup kuat sebelumnya, Noah harus memikirkan ulang kembali kesimpulannya tersebut. Tidak ada tingkatan sama sekali di kota itu.
Seperti saat ini saja, saat Noah sedang duduk di depan Bar sebuah pub, dia bisa melihat berbagai macam kalangan yang berkumpul di dalamnya.
Jelas beberapa orang dari keluarga Briley namun saat itu mereka sama sekali tidak mendominasi. Namun saat itu, Noah bisa merasakan bahwa mata mereka seperti sedang mengawasinya.
Beberapa meja yang sedikit gelap di beberapa titik di dalam itu terlihat di isi oleh orang-orang yang sepertinya memiliki pengaruh cukup kuat di sana.
Namun, keberadaan Noah di sana saat ini bukan untuk berkenalan atau sekedar menyapa orang-orang itu.
"Noah, sudah aku temukan. Menurut orang ini, Dia ada di ... "
Saat ini, dia melangkah ke sebuah hotel yang berada tidak jauh dari sana.
Wajah Noah saat itu terlihat sangat marah. Dia tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini.
Sampai di hotel tersebut, Noah langsung berjalan cepat menaiki tangga. Begitu menginjakkan kakinya di lantai tiga tempat itu, Noah bisa melihat beberapa penjaga yang sepertinya sedang mengawal salah satu kamar yang ada di lorong tersebut.
"Hei, mau kemana kau. Hah?"
Noah bahkan tidak menjawab pengawal yang baru saja di lewatinya. Hatinya semakin yakin bahwa di dalam kamar yang di jaga itulah seseorang yang carinya kini berada.
"Sial, berani sekali kau ... "
"Buk!"
Saat salah satu pengawal di lorong itu mencoba menariknya, Noah langsung memberikan sebuah pukulan cepat di batang lehernya.
Ada sekitar lima orang pengawal lainnya di sana yang terlihat terperangah mendapati seorang pemuda bisa membuat temannya rubuh yang dengan satu pukulan saja.
"Pemuda ini, sepertinya ... "
Tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, Noah sudah berada di depannya. pengawal itu akan bereaksi namun terlambat.
__ADS_1
Karena saat itu Salah satu tendangan teman yang berada di depannya, berhasil di hindari Noah, yang mengakibatkan tapak sepatu rekannya tersebut mendarat tepat di wajahnya.
"Buk! "
"Argh ... !"
Untuk menghindari tendangan tadi, Noah menunduk. akibatnya, saat dia berdiri, Noah menggunakan kesempatan tersebut untuk mengangkat tinggi kaki si penendang yang membuatnya sedikit melayang terbalik di udara.
Namun, saat kepalanya akan berakhir di bawah, sebuah tendangan keras dari Noah mengakhiri kesadarannya saat itu juga.
"F**k ... Apa yang kau—"
"Buk!"
Dengan cepat Noah menghindar dari pukulan dan memberikan pukulan balasan pada tenggorokan penjaga lain yang coba menyerang.
Saat Noah berbalik, ada dua penjaga tersisa yang sudah berhambur mendekat padanya.
"Matilah kau, bangsat!"
"Kraak ... "
Noah menunggu pukulan salah satu dari dua orang itu, dengan tendangannya. Akibatnya, tidak hanya menyebabkan ruas-ruas jari pengawal itu remuk, sikunya juga pecah serta bahunya bergeser.
"Argh ... "
Noah menoleh saat melihat satu pengawal yang tersisa susah terkapar tidak jauh dari sana.
"Noah, biar aku mengurus ini."
Noah hanya mengangguk lalu berjalan membuka pintu kamar yang sejak tadi dikawal beberapa orang ini.
Saat pintu terbuka, hal yang pertama di lihatnya langsung membuatnya membeku. Apalagi, orang yang dicarinya benar-benar di dalam.
"No ... No ... Ah ... Ah ... Ah ... ?!"
Saat ini, seorang gadis sedang tidak memakai apapun, sedang ditunggangi seseorang dari belakang, di tepi tempat tidur kamar itu.
"F**k ... Siapa kau, brengsek?!"
Tidak menjawab, namun Noah menghambur pada orang tersebut dan langsung menerjang wajahnya.
"Praaannnngg ... "
Tubuh pria itu langsung terpental beberapa meter kebelakang dan berakhir di atas sebuah meja di kamar hotel itu.
"Oh, ****! .... Noah, apa yang kau lakukan?!"
Noah berbalik dan menatap gadis yang tampak sangat terkejut itu, dengan tatapan penuh emosi.
__ADS_1
"Bella, kenakan pakaianmu ... Kita Pulang, Sekarang ... !"